BAB III BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Kajian Teori
5. Penelitian Pengembangan a. Penelitian Pengembangan
akun email yang masih aktif dan tentunya harus mendaftar sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku yang telah dibuat pengembangan situs.
Menurut Aripin (2018) dalam hal pembuatan kodular (Apps) pada situs kodular sendiri dilakukan secara online dan tentunya sudah disediakan berbagai jenis pilihan kodular yang akan dikembangkan contohnya dalam hal permainan iklan dan pendidikan serta dapat dijalankan pada pernagkat Android, iOS maupun Windows tergantung kepada keinginan pengguna dan pembuat software kodular yang dibuat dalam perangkat Android, iOS maupun windows dan ketika akan dipublikasikan software kodular yang dibuat menjadi format Android (apk) IOS ataupun windows.
5. Penelitian Pengembangan
Menurut Awaluddin (2017) Dick, Carey dan Carey menyatakan bahwa langkah-langkah pengembangan adalah melakukan analisis tujuan instruksional, mengidentifikasi keterampilan yang akan dicapai dalam pembelajaran dan mengidentifikasi perilaku peserta didik, menganalisis pelajar dan kebutuhannya, menulis tujuan pembelajaran, mengembangkan instrument penilaian, mengembangkan strategi penelitian, mengembangkan materi pembelajaran, merancang melakukan evaluasi formatif, merevisi materi pembelajaran, dan merancang dan melakukan evaluasi sumatif.
Menurut Setyosari (2016) tujuan penelitian pengembangan adalah ingin menilai perubahan-perubahan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Metodologi penelitian dan pengembangan ini sangat akrab dengan bidang teknologi pembelajaran. Beberapa dekade penelitian dalam bidang teknologi pembelajaran telah bersinggungan dengan masalah pengembangan produk dan desain, utamanya media dan bahan ajar serta desain sistem pembelajaran. Kita ketahui bahwa teknologi pembelajaran dapat didefenisikan sebagai teori dan praktik desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi proses dan sumber-sumber untuk belajar.
Menurut Yusuf (2017) seperti juga dalam penelitian yang lain, secara umum langkah yang ditempuh dalam penelitian pengembangan diawali dengan perumusan masalah dan diakhiri dengan penyusunan laporan. Dalam menyusun laporan perlu sekali disadari bahwa proses
yang dilakukan secara benar dan tuntas termasuk di dalamnya tahapan kegiatan, periode waktu kegiatan, sehingga tampak jelas karakteristik pengembangannya sesuai dengan rancangan yang dipilih dan diterapkan.
b. Model Penelitian 4D
Menurut Yuniasturi (2021) model pengembangan desain pembelajaran 4D dikembangkan oleh Thiagarajan, Dorothy S. Semmel &
Melvyn I. Semmel. Maksud dari 4D adalah Define, Design, Development dan Disseminate, tetapi banyak peneliti yang melakukan riset pengembangan R&D menyelesaikan tahap ini sampai pada tahap ketiga yakni Development. Tahap itulah yang membedakan model 4D dengan model lainnya. Sebab ia tidak mencantumkan tahap implementasi dan evaluasi/revisi. Menurut pertimbangan rasional, tahap development pasti diikuti oleh tahap implementasi dan pasti pula diikuti oleh tahap evaluasi dan revisi.
Menurut Prasetyo (2015) Model 4D yang dikemukakan oleh Thiagarajan dkk merupakan kepanjangan dari define, design, development dan dissemination. Melihat dari pemberian nama model ini, nampak jelas bahwa dalam pengembangan dengan model 4D menggunakan 4 langkah utama, yaitu:
1) Define
Define memiliki makna melakukan identifikasi, menganalisis kondisi atau mengenali permasalahan yang harus dipecahkan atau situasi yang mendorong kegiatan pengembangan. Pada fase ini peneliti melakukan kegiatan menemukan permasalahan, kelemahan atau suatu kondisi yang menjadi akar pendorong kegiatan pengembangan atas suatu produk.
Pada tahap define inilah peneliti berusaha merumuskan secara detail hal apa yang menjadi permasalahan utama yang nantinya akan dijadikan sebagai landasan pengembangan produk dalam kegiatan penelitian pengembangan. Merumuskan permasalahan secara tepat penting dilakukan guna menghasilkan produk yang dapat memberikan manfaat yang besar bagi perbaikan di dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan yang terkait dengan pembelajaran.
2) Design
Tahap design merupakan kegiatan perencanaan, membuat rancangan atau tindakan untuk menyelesaikan permasalahan ataupun menjawab tantangan atas realitas yang dihadapi. Setelah memastikan akar permasalahn dan realita yang dihadapi, maka perlu kiranya mulai merumuskan alternatif pemecahan masalahnya, alternatif perbaikan produknya serta upaya perbaikan terhadap produk yang telah ada.
Langkah awalnya menyusun berbagai perencanaan atau rencana perbaikan. Dalam proses ini semua perencanaan atas suatu produk
disusun sedetail dan serapi mungkin untuk memudahkan proses implementasi.
Proses desain atau perencanaan produk dapat dilakukan dengan menerbitkan lebih dari satu rencana. Tujuannya sederhana, jika rencana pertama tidak memberikan hasil, masih ada rencana kedua atau rencana ketiga. Desain pengembangan hendaknya disusun dengan sangat jelas dan teliti. Semakin detail perencanaan, semakin mudah pada fase penerapannya.
3) Development
Tahap ketiga yaitu development merupakan upaya mewujudkan rancangan, menguji coba rancangan ataupun produk yang sudah dibuat, penyempurnaan dan pengujian dari hasil yang didapat. Pada fase ini, seorang peneliti menerapkan rencana yang telah disusun. Pada fase inilah proses penciptaan dan pengembangan produk dilaksanakan. Ada beberapa tahapan yang harus ditempuh, antara lain:
a) Pembuatan produk, ketika peneliti mewujudkan produk yang telah didesain.
b) Validasi produk, pada fase ini produk yang telah dibuat divalidasi oleh ahli. Artinya produk tersebut dievaluasi oleh orang yang ahli dibidangnya.
c) Perbaikan produk, berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh para ahli, perlu dilakukan perbaikan atas produk tersebut.
d) Uji coba terbatas, tujuannya adalah melakukan evaluasi secara lebih rinci atas kualitas dan kapasitas produk yang telah dihasilkan. Pada uji coba untuk kalangan terbatas ini melibatkan orang-orang yang telah berpengalaman di bidangnya yaitu para guru, mengingat pengembangan produk yang dilakukan di bidang pendidikan.
e) Perbaikan produk lanjutan. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan terhadap beberapa pihak, berbagai komentar dan tanggapan yang diberikan dijadikan bahan perbaikan.
f) Fase terakhir adalah penerapan produk ke pihak lain. Setlah dirasa produk sempurna, maka tugas terakhirnya adalah menerapkan produk tersebut secara luas.
4) Dissemination
Tahap keempat merupakan penyebarluasan atas hasil pengembangan yang telah dilaksanakan. Apabila produk yang diciptakan diyakini telah baik, maka fase paling akhir adalah menyebarluaskan hasil penelitian pengembangan yang telah kita lakukan. Ini adalah fase terakhir dari penelitian pengembangan dengan model 4D.
Menurut Yuniasturi (2021) Thiagarajan, Semmel, & Semmel (1974) juga memberikan kriteria khusus soal efektivitas diseminasi yang dilakukan. Kriteria ini sangat membantu perancang untuk mempertimbangkan langkah apa yang sebaiknya dilakukan perancang untuk mempertimbangkan langkah apa yang sebaiknya dilakukan
perancang sebelum dan dalam melakukan diseminasi. Kriteria tersebut adalah kejelasan, validitas, peluang untuk tersebar, dampak, ketepatan waktu dan kepraktisan.