• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

E. Penelitian Yang Relevan

1. Penelitian terdahulu oleh Moh. Ali Said dengan judul “Pemakaian Jilbab DI SMP Negeri 2 Pace Nganjuk: Analisis Fenomenologis Terhadap Pemahaman Siswa Terkait Pemakaian Jilbab dan Pembelajaran PAI”.

Begitu pentingnya manfaat jilbab bagi para wanita. Sebuah bentuk ajaran agama Islam yang tak bisa dipelajari dalam pelajaran PAI tapi juga harus dan sangat penting untuk dimplementasikan, namun masih banyak wanita yang tidak menyadarinya. Zaman yang modern ini mengarahkan model pakaian para perempuan mengalami kemunduran, menjadi kembali primitif dengan keterbukaan seperti pada zaman awal munculnya manusia di bumi. Para perempuan lebih memilih pakaian yang minim dan

40Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan ,(Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2015), hlm.33

membuka uratnya. Fokus penelitian dalam tesis ini meliputi pertanyaan:

(1) Bagaimana praktek pembelajaran PAI di SMP Negeri 2 Pace Nganjuk (2) Bagaimana pemahaman siswa terhadap jilbab bagi seorang muslimah di SMP Negeri 2 Pace Nganjuk. Metode penelitian ini adalah kualitatif.

Sebagaimana arahan jenis penelitian kualitatif, maka data terkumpul dianalisis dengan bekal senjata intelektual berupa teori sebagaimana disampaikan pada bab II untuk mendapatkan berbagai uraian interpretatif sesuai kaidah penelitian ilmiah yang logis dan rasionalitas data yang terkumpulkan. Hasil penelitian inia dalah: (1) Praktek pembelajaran PAI di SMP Negeri 2 Pace Nganjuk adalah melalui kegiatan kurikuler yaitu pembelajaran PAI yang dilaksanakan berdasarkan kurikulum Nasional 2 jam perminggu, selain itu praktek pembelajaran PAI juga dilaksanakan melalui kegiatan ekstra keagamaan seperti sholat dhuha ketika istirahat, sholat dhuhur berjamaah, sholat jumat tiap kelas di wakili 10 siswa bersama wali kelas, majelis talim, dilaksanakan sebelum sholat dhuhur, hadrah/shalawatan, MTQ, kegiatan PHBI seperti perayaan hari raya idul adha kegiatanyaa takbiran, sholat ied dan penyembelihan hewan kurban, pondok ramadhan, isra miraj, maulid Nabi Muhammad SAW. (2) Pemahaman siswa terhadap jilbab bagi seorang muslimah di SMP Negeri 2 Pace Nganjuk adalah berdasarkan dari anjuran guru PAI kepada siswi muslimah untuk memakai jilbab, anjuran tersebut diberikan melalui kegaitan praktek pembelajaran PAI baik saat pelajaran PAI di kelas maupun dalam kegiatan ekstra keagamaan. Setelah memakai jilbab para

siswi mempunyai pemahamaman bahwa memakai jilbab bagi mereka akan mengingatkan kewajiban seorang muslimah untuk menutup aurat dan menjalankan ibadah.41

2. Penelitian terdahulu oleh Izatur Rahmi dengan judul “Pengaruh Pemahaman Materi Akhlak Berpakaian Terhadap Etika Berbusana Muslimah Siswi Di Madrasah Aliyah Hasanah Pekanbaru”. Penelitian ini di latar belakangi oleh gejala yang mengondisikan tidak adanya pengaruh pemahaman materi akhlak berpakaian terhadap etika berbusana muslimah siswi. Rumusan masalah pada peneliatan ini bagaimana pemahaman materi akhlak berpakaian siswi di MA Hasanah Pekanbaru, bagaimana etika berbusana muslimah setelah di ajari materi akhlak berpkaian di MA Hasanah Pekanbaru, apakah ada pengaruh yang signifikan pengaruh pemahaman materi akhlak berpkaian terhadap etika berbusana muslimah siswi di MA Hasanah Pekanbaru. Pemahaman materi akhlak berpkaian sebagai variabel X (bebas), dan etika berbusan muslimah siswi sebagai variabel Y ( Terikat). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI dengan jumlah 28 orang. Adapun Objek penelitian adalah pengaruh pemahaman materi akhlak berpkaian pada mata pelajaran akidah akhlak terhadap etika berbusana muslimah siswi, sedangkan subjeknya adalah siswi yang telah di ajarkan materi akhlak berpkaian. Pengumpulan data dilakukan melaui tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Data yang

41 Moh. Ali Said, “Pemakaian Jilbab DI SMP Negeri 2 Pace Nganjuk: Analisis Fenomenologis Terhadap Pemahaman Siswa Terkait Pemakaian Jilbab dan Pembelajaran PAI”. Vol. 8 No. `1 (2018): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, April 2018

telah terkumpul di analisis menggunakan teknik korelasi serial.

Berdasarkan analisis ternyata penguasaan materi akhalak berpkaian pada kategori baik sekali dengan persentase 87,5%. Begitu juga etika berbusana muslimah berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 97,02%.

Sementara itu pemahaman materi akhlak berpakaian terhadap etika berbusana muslimah siswi berpengaruh secara signifikan di peroleh Phi (Ǿ) 0,661 dan dikonsultasikan dengan tabel “ r ” product moment ( dengan harga taraf signifikan 1% =0,478 dan 5%= 0,374 ) ternyata harga Phi adalah 0,0661 lebih besar dari pada tabel“ r “, dalam artian Ha diterima dan Ho di tolak. Yang mana korelasinya terletak pada tingkat sedang pengaruh pemahaman materi akhlak berpkaian terhadap etika berbusana muslimah siswi.42

3. Penelitian terdahulu oleh Harvius dengan judul “Upaya Guru Akidah Akhlak Dalam Membina Akhlak Siswa Di MAN 1 Padang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Akidah Akhlak membina akhlak di dalam, luar kelas, kendala dalam membina akhlak siswa, mengatasi hambatan pembinaan akhlak siswa. Penelitian ini penelitian lapangan.

Metode yang dipakai yaitu deskriptif. Informan adalah para Guru Akidah Akhlak, Kepala Sekolah, majelis guru, siswa. Instrumen pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil yang ditemukan adalah bahwa Pembinaan akhlak dalam kelas antara lain menyampaikan materi,

42 Izatur Rahmi, “Pengaruh Pemahaman Materi Akhlak Berpakaian Terhadap Etika Berbusana Muslimah Siswi Di Madrasah Aliyah Hasanah Pekanbaru”.(Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2019).

keteladanan, melarang siswa mencontek ketika ujian, menegur dan menasehati yang tidak serius dalam belajar serta memberi hukuman yang mendidik kepada siswa yang melakukan kesalahan. Pembinaan di luar kelas; keteladanan, sholat zuhur berjamaah, kultum di setiap Jum‟at pagi, upacara bendera dan ikut serta dalam kegiatan keagamaan, kerja sama dengan majelis guru, pengurus sekolah. Kendala yang dihadapi; tidak adanya kerja sama guru dengan wali murid, lingkungan yang tidak baik, tidak mengikuti kegiatan keagamaan dan salah dalam memilih teman bergaul. Cara mengatasinya adalah peningkatan kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua dan masyarakat, Guru Akidah Akhlak agar memberikan penekanan terhadap materi pelajaran Akidah Akhlak dan selalu memperhatikan perkembangan akhlak siswa, kepada seluruh guru agar memberikan keteladanan yang baik dan selalu menegur dan menasehati yang melakukan akhlak yang tidak baik dan orang tua agar selalu memperhatikan perkembangan dan pergaulan anaknya supaya tidak terpengaruh pada lingkungan yang tidak baik.43

4. Penelitian terdahulu oleh Aqidatul Izza, (2019) “Penggunaan Jilbab Khimar dan implikasinya terhadap perilaku sosial dalam kegiatan belajar PAI pada Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya.”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh penggunaan jilbab khimar yang semakin banyak digunakan oleh mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya khususnya mahasiswi prodi Pendidikan Agama Islam angkatan 2015. Permasalahannya ialah

43 Harvius, Upaya Guru Akidah Akhlak Dalam Membina Akhlak Siswa Di MAN 1 Padang,

ditakutkan penggunaan jilbab khimar bukan lagi merupakan salah satu simbol ketaatan bagi seorang muslimah terhadap syariat agama, tetapi telah bergeser menjadi simbol gaya hidup berbusana yang modis atau hanya mengikuti tren saja. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini yaitu:

(1) Bagaimana penggunaan Jilbab khimar mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Ampel Surabaya?

(2) Bagaimana perilaku sosial pengguna Jilbab Khimar mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Ampel Surabaya?

(3) Bagaimana implikasi penggunaan Jilbab Khimar mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam terhadap perilaku sosial dalam kegiatan belajar PAI di UIN Sunan Ampel Surabaya? Data-data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Berkenaan dengan itu, penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif karena menggunakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis, prosentasedan lisan dari orang-orang serta perilaku yang dapat diamati. Kemudian dianalisis menggunakan metode fenomenologi Edmund Husserl. Berdasarkan hasil yang diperoleh di lapangan, bahwa informan yang menggunakan jilbab khimar memiliki alasan yang beragam, sehingga diketahui implikasi terhadap perilaku sosialnya dalam mengikuti kegiatan belajar PAI di kelas.

Dalam penelitian ini diketahui bahwa informan yang menggunakan jilbab

khimar tidak menjamin ia dapat berperilaku dengan baik karena masih ada yang berperilaku menyimpang.44

Tabel 2.1

Penelitian Yang Relevan

No Nama dan Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan

1. Moh. Ali Said dengan judul “Pemakaian Jilbab DI SMP Negeri 2 Pace Nganjuk:

Analisis Fenomenologis Terhadap Pemahaman Siswa Terkait

Pemakaian Jilbab dan Pembelajaran PAI”.

Hasil penelitian inia dalah:

(1) Praktek pembelajaran PAI di SMP Negeri 2 Pace Nganjuk adalah melalui kegiatan kurikuler yaitu pembelajaran PAI yang dilaksanakan berdasarkan kurikulum Nasional 2 jam perminggu, selain itu praktek pembelajaran PAI juga dilaksanakan melalui kegiatan ekstra keagamaan seperti sholat dhuha ketika istirahat, sholat dhuhur berjamaah, sholat jumat tiap kelas di wakili 10 siswa bersama wali kelas, majelis talim, dilaksanakan sebelum sholat dhuhur, hadrah/shalawatan, MTQ, kegiatan PHBI seperti perayaan hari raya idul adha kegiatannya takbiran, sholat ied dan

penyembelihan hewan kurban, pondok ramadhan, isra miraj, maulid Nabi Muhammad SAW.

Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitiann yang peneliti lakukan adalah Pemakaian jilbab

Penelitian terdahulu meneliti tentang analisis

fenomenologis terhadap pemahaman siswa terkait pemakaian jilbab dan pembelajaran PAI

2. Izatur Rahmi dengan judul “Pengaruh

Berdasarkan analisis ternyata penguasaan materi

1. Akhlak 2. Berbusana

muslim siswi

1. Penelitian terdahulu membahas

44 Izza, Aqidatul (2019) Penggunaan Jilbab Khimar dan implikasinya terhadap perilaku sosial dalam kegiatan belajar PAI pada Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunah Ampel Surabaya.

Pemahaman Materi Akhlak Berpakaian Terhadap Etika Berbusana Muslimah Siswi Di Madrasah Aliyah Hasanah Pekanbaru”.

akhalak berpkaian pada kategori baik sekali dengan persentase 87,5%. Begitu juga etika berbusana muslimah berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 97,02%.

Sementara itu pemahaman materi akhlak berpakaian terhadap etika berbusana muslimah siswi

berpengaruh secara signifikan di peroleh Phi (Ǿ) 0,661 dan

dikonsultasikan dengan tabel “ r ” product moment ( dengan harga taraf signifikan 1% =0,478 dan 5%= 0,374 ) ternyata harga Phi adalah 0,0661 lebih besar dari pada tabel“ r “, dalam artian Ha diterima dan Ho di tolak. Yang mana korelasinya terletak pada tingkat sedang pengaruh pemahaman materi akhlak berpkaian terhadap etika berbusana muslimah siswi.

tentang etika berbusan muslim siswi di Madrasah Aliyah.

2. Lokasi penelitian yang berbeda

3. Harvius dengan judul

“Upaya Guru Akidah Akhlak Dalam Membina Akhlak Siswa Di MAN 1 Padang”.

Hasil yang ditemukan adalah bahwa Pembinaan akhlak dalam kelas antara lain menyampaikan materi, keteladanan, melarang siswa mencontek ketika ujian, menegur dan menasehati yang tidak serius dalam belajar serta memberi hukuman yang mendidik kepada siswa yang melakukan kesalahan.

Pembinaan di luar kelas;

keteladanan, sholat zuhur

Pembelajaran akidah akhlak

Penelitian terdahulu membahas tentang upaya guru dalam membina akhlak siswa di MAN 1 Padang

berjamaah, kultum di setiap Jum‟at pagi, upacara bendera dan ikut serta dalam kegiatan keagamaan, kerja sama dengan majelis guru, pengurus sekolah.

Kendala yang dihadapi;

tidak adanya kerja sama guru dengan wali murid, lingkungan yang tidak baik, tidak mengikuti kegiatan keagamaan dan salah dalam memilih teman bergaul.

4. Aqidatul Izza, (2019) “Penggunaan Jilbab Khimar Dan Implikasinya Terhadap Perilaku Sosial Dalam Kegiatan Belajar PAI Pada Mahasiswi UIN Sunan Ampel

Surabaya.”.

Dalam penelitian ini diketahui bahwa informan yang menggunakan jilbab khimar tidak menjamin ia dapat berperilaku dengan baik karena masih ada yang berperilaku menyimpang.

Penggunaan Jilbab

Penelitian terdahulu membahas tentang penggunaan jilbab khimar dan

implikasinya terhadap perilaku sosial dalam kegiatan belajar PAI pada mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

Dokumen terkait