BAB II LANDASAN TEORI
B. Penelitian yang Relevan
Adapun penelitian relevan yang mendukung penelitian pengembangan ini yaitu:
1. Penelitian dengan judul “Effects of Lecture Method Supplemented with Music and Computer Animation on Senior Secondary School Students’Academic Achievement in Electrochemistry”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode Ceramah yang dilengkapi dengan musik (LMM) pada materi elektrokimia memiliki skor prestasi yang lebih tinggi (40,35 ± 3,86) dari siswa yang diajarkan dengan menggunakan metode ceramah yang dilengkapi animasi komputer (LMC) dengan skor (39.44 ± 3.88). Peneliti menyarankan bahwa seorang seniman dalam industri musik harus didorong untuk menulis dan menghasilkan musik yang memiliki makna kognitif (Akpoghol, et.al., 2016).
2. Penelitian dengan judul “Satesik (Sains, Teknologi & Musik) untuk Meningkatkan Minat Belajar dan Pemahaman Konsep Sains”. Hasil analisis
gain score minat belajar menunjukkan hasil sebesar 0,72 dengan kategori tinggi, sedangkan gain score untuk pemahaman konsep kelas eksperimen dan kontrol berturut-turut sebesar 0,65 dan 0,56 dengan kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa satesik mampu meningkatkan minat belajar siswa dan pemahaman konsep sains siswa (Yahya, dkk., 2017).
3. Penelitian dengan judul “Teaching Chemistry Through Music in Elementary Schools”. Dalam penelitian ini hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas 8 (n = 41) di kelas sekolah umum berinteraksi aktif dengan lagu-lagu modern yang dibuat untuk meningkatkan pembelajaran kimia. Data dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan efek perlakuan musik terhadap prestasi dan motivasi siswa, dibandingkan dengan kelas kontrol (n = 35). Penelitian ini mengidentifikasi "Pengajaran Berbasis Musik" menghasilkan peningkatan motivasi bagi siswa kelas 8 yang belajar kimia (Illias, 2014).
4. Penelitian dengan judul “Keefektifan Pembelajaran Ber-Background Musik Instrumental Klasik Terhadap Aspek Kognitif dan Afektif Siswa”. Hasil penelitian menunjukkan Strategi pembelajaran metode ceramah berbackground musik instrumental klasik efektif diterapkan pada materi ini ditinjau dari aspek kognitif & afektif siswa, dapat dilihat dari indikator keberhasilan belajar siswa yang sangat tinggi mencapai 84% dan pernyataan sikap yang baik terhadap strategi pembelajaran yang digunakan (Hamid, 2014).
5. Penelitian dengan judul “Teaching and Learning Science Through Song:
Exploring the Experiences of Students and Teachers”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan musik yang kaya konten untuk
meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep dalam sains dengan mengembangkan kosakata berbasis konten, menyediakan siswa dengan contoh- contoh alternatif dan penjelasan konsep, dan sebagai pengalaman untuk membantu membangun pemahaman konseptual. Penggunaan lagu konten sains terlibat siswa dengan memberikan minat situasional dan pribadi, dan menyediakan perangkat mnemonik untuk mengingat konsep dalam sains. Hasil penelitian ini memiliki implikasi bagi guru dan komunitas pendidikan sains dalam mengembangkan strategi pengajaran baru untuk kelas sains sekolah menengah (Governor, et.al., 2012).
6. Penelitian dengan judul “Efektivitas Musik Klasik dalam Menurunkan Kecemasan Matematika (Math Anxiety) pada Siswa Kelas XI”. Hasil analisis data menunjukkan ada penurunan skor yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen (KE) dengan p=0,014 yang mengindikasikan musik klasik efektif dalam menurunkan kecemasan matematika pada siswa. Kecemasan matematika dapat menurun seiring siswa mendengarkan musik klasik sambil belajar matematika (Susanti, 2011).
7. Penelitian dengan judul “Composing Songs for Teaching Science to College Students”. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa siswa memahami dan menyimpan informasi dengan lebih baik. Sebagai tambahan, lagu menambah variasi pengalaman belajar di kelas, menurunkan tingkat stres siswa, meningkatkan kenikmatan dan siswa yang terlibat lebih efektif dengan gaya belajar yang berbeda dan membantu mereka mengingat konsep penting, serta menambah variasi pada konsep pembelajaran di kelas karena siswa saat
ini merupakan generasi pelajar di abad 21 yang menyukai musik dan proses pembelajaran yang bervariasi (Tsin, 2015).
8. Penelitian dengan judul “Leveraging the Power of Music to Improve Science Education”. Hasil penelitian menunjukkan bahawasecara keseluruhan, 13 dari 15 video musik berpengaruh signifikan dalam hasil tes siswa. Keuntungan ini ditemukan di semua kelompok umur dan untuk pria maupun wanita. Selain itu, siswa dapat meningkatkan skor pada pemahaman dan pengetahuan yang lebih kompleks (Gregory, et.al., 2016).
9. Penelitian dengan judul “Penggunaan Media Lagu Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Menulis Cerpen”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media lagu dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan menulis cerpen siswa dari siklus I ke siklus II. Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan: (1) motivasi siswa dari siklus ke siklus mengalami peningkatan yang cukup signifikan; (2) rata-rata nilai menulis cerpen siswa, yaitu dari 65,9 pada siklus I dan 76,2 pada siklus II (Jumaryatun, dkk., 2014). 10. Penelitian dengan judul ”Pengaruh Musik Klasik Terhadap Hasil dan
Aktivitas Belajar Matematika Siswa Kelas VII di SMPN 2 Kota Bengkulu”.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Musik Klasik terhadap aktivitas belajar siswa matematika kelas VII di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji hipotesis diperoleh bahwa nilai aktivitas siswa berada pada kriteria baik, sehingga H0 ditolak. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Musik Klasik terhadap hasil belajar siswa matematika kelas VII di
SMP Negeri 2 Kota Bengkulu. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t diperoleh bahwa nilai –ttabel= -1.99656 <tthitung = 0.1012 <ttabel = 1.99656, maka H0 diterima (Prakoso, dkk., 2017).
Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya dapat disimpulkan bahwa musik sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran baik dalam suasana belajar siswa di dalam kelas, meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep siswa, media pembelajaran, motivasi dan penguasaan materi siswa, hasil belajar serta sebagai pendukung dalam proses pembelajaran di kelas. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya hanya terbatas pada penggunaan musik sebagai media pendukung, misalnya musik sebagai background dalam proses pembelajaran, musik sebagai penenang sehingga menurunkan kecemasan dalam belajar, dan pengaruh musik terhadap aktivitas siswa.
Oleh karena itu, peneliti akan mengembangkan media cover song yang dikembangkan dalam bentuk lagu (MP3), video (MP4) dan lirik lagu kimia (pdf) yang dibukukan. Kelebihan media cover song yang dikembangkan ini yaitu tidak hanya meng-cover lagu dengan lirik materi kimia, namun juga akan dipadukan dalam bentuk video yang berisikan materi kimia sebagai pendukung dari musik tersebut dan lirik lagu kimia akan dibukukan dalam bentuk pdf. Dengan pengembangan media cover song untuk pembelajaran kimia dapat meningkatkan motivasi siswa dan memudahkan siswa dalam menguasai materi sehingga akan mencapai keberhasilan siswa dalam belajar.