• Melakukan compliance review ke kantor cabang untuk memastikan penerapan APU dan PPT berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
• Melaporkan transaksi keuangan mencurigakan, transaksi keuangan tunai, dan transaksi keuangan transfer dana dari dan ke luar negeri, serta Data Sistem Informasi Pengguna Jasa Terpadu (SiPESAT) kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
• Melakukan pelatihan dan sosialisasi APU dan PPT secara berkesinambungan melalui classroom, e-learning maupun video conference.
• Melakukan pengembangan materi pelatihan Penerapan APU dan PPT.
• Mengembangkan dan mengimplementasikan risk and compliance awareness program untuk cabang melalui kerja sama dengan Satuan Kerja Manajemen Risiko.
Etika dan Integritas
Kode Etik Perseroan merupakan acuan bagi insan Perseroan dalam mengambil keputusan dan bertindak atau bekerja secara profesional dan mencapai standar integritas tertinggi; termasuk seandainya standar tersebut tidak tercakup dalam hukum dan perundang- undangan yang berlaku di Indonesia. Pelanggaran
terhadap Kode Etik Bankir BCA dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
BCA menetapkan panduan Kode Etik BCA yang berlaku di seluruh BCA meliputi Dewan Komisaris, Direksi, dan karyawan yang dituangkan dalam Manual GCG BCA. Kode Etik BCA, ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.778/SK/DIR/95, dan merupakan pedoman berperilaku baik di dalam maupun di luar pekerjaan.
Selain kode etik, Direksi juga menerbitkan ketentuan mengenai pedoman untuk karyawan BCA dalam berhubungan dengan nasabah, rekanan, maupun dengan sesama karyawan dalam SK No.219/SK/DIR/2003 tanggal 10 November 2003. Prinsip-prinsip utama dalam Kode Etik Perseroan adalah:
1. Profesional;
2. Integritas;
3. Tim yang unggul;
4. Pelayanan prima;
5. Kepedulian sosial.
[102-16]
Ketentuan dan Kode Etik bersifat mengikat dan harus dipahami serta dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran Perseroan dalam rangka mendukung pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap Kode Etik Perseroan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan jenis dan keseriusan pelanggaran yang terjadi serta evaluasi menyeluruh atas individu yang melakukan pelanggaran.
Pelanggaran signifikan atas Kode Etik Perseroan selama 2018.
Pokok-pokok Kode Etik Bankir BCA Penegakan Kode Etik
Nihil
1. Patuh dan taat pada Undang-Undang dan peraturan yang berlaku.
2. Menjaga nama baik dan mengamankan harta kekayaan Perseroan.
3. Menjaga kerahasiaan data nasabah dan Perseroan.
4. Menjaga agar kepentingan pribadi tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan ataupun nasabah.
5. Mencatat secara benar semua transaksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Menjaga dan mebina keharmonisan lingkungan kerja dan persaingan yang sehat.
7. Tidak menyalahgunakan jabatan dan wewenang untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya.
8. Tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat merugikan citra profesi maupun citra Perseroan pada umumnya.
9. Menjauhkan diri dari segala bentuk perjudian atau tindakan spekulatif.
10. Senantiasa meningkatkan pengetahuan dan wawasan dengan mengikuti perkembangan industri perbankan khususnya dan dunia usaha pada umumnya.
Sosialisasi
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.778/SK/
DIR/1995 Perihal Kode Etik Bankir Perseroan, Kode Etik Bankir Perseroan berlaku bagi anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, dan karyawan Perseroan.
Berbagai cara sosialisasi Kode Etik yang digunakan antara lain:
1. Kode Etik Perseroan dibuat dalam bentuk Buku Saku yang telah dibagikan kepada setiap karyawan Perseroan. Karyawan menandatangani pernyataan bahwa yang bersangkutan telah memahami, dan berjanji untuk menaati serta menjalankan Kode Etik Bankir Perseroan tersebut sebagai pedoman berperilaku baik di dalam maupun di luar pekerjaan. Berdasarkan kebijakan penerapan Whistleblowing System Perseroan yang dimuat dalam Surat Keputusan Direksi No.146/SK/DIR/2017 tanggal 1 November 2017, pelanggaran kode etik termasuk dalam tindakan yang dapat dilaporkan melalui sarana whistleblowing.
2. Kode Etik Bankir Perseroan telah dimuat dalam portal internal MyBCA, Pedoman Tata Kelola Perusahaan Bab Kode Etik Perseroan dan website Perseroan Bagian Tata Kelola Perusahaan.
3. Sosialisasi terkait pembahasan kode etik, misalkan tentang rahasia bank, rahasia jabatan, fraud, dan lainnya dilakukan melalui sharing session di tiap- tiap Divisi/Satuan Kerja di Perseroan.
4. Perseroan juga melakukan sosialisasi kode etik melalui e-learning. Pelatihan kode etik bankir Perseroan pada tahun 2018 telah mencakup 6.125 pegawai baik secara e-learning maupun in-class.
Kode Etik yang Berhubungan dengan Vendor Dalam melakukan pelaksanaan tugas pekerjaannya yang berhubungan dengan vendor, seorang karyawan harus memperhatikan Kode Etik yang berhubungan dengan vendor, yaitu:
1. Dalam melaksanakan tugasnya harus menjaga nama baik dan reputasi Perseroan, antara lain termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Menjaga penampilan diri dan bertindak sesuai etika dan tata krama yang baik (tindakan maupun ucapan).
b. Tidak melakukan kompromi yang berlebihan dalam melakukan pra-kualifikasi vendor dan verifikasi atas tagihan dari vendor.
pekerjaannya.
2. Harus menghindari situasi di mana perilaku vendor dapat memberikan keuntungan pribadi dan/atau menimbulkan kerugian bagi Perseroan.
3. Harus menjaga kerahasiaan informasi Perseroan maupun vendor yang didapat dalam menjalankan tugasnya dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.
4. Secara proaktif memberikan keterangan kepada manajemen atau pihak berwenang jika memiliki hubungan keluarga atau afiliasi dengan pihak vendor yang berpotensi dapat memengaruhi objektivitas dalam melaksanakan pekerjaan.
5. Tidak boleh mengambil keuntungan atas kesalahan vendor.
6. Tidak meminta atau menerima segala bentuk uang/hadiah/bingkisan/fasilitas jasa serta tidak mengikatkan diri pada transaksi hutang piutang.
7. Wajib mengembalikan semua pemberian dalam bentuk uang/hadiah/bingkisan/fasilitas jasa sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat membuktikan pengembalian tersebut dengan surat yang ditandatangani oleh Pemimpin Unit Kerja dan Tanda Terima Pengembalian Barang.
8. Selalu mencegah adanya benturan kepentingan dalam berhubungan dengan vendor.
Penerapan Strategi Anti Fraud
Fraud merupakan penyimpangan yang sangat memengaruhi risiko kredit Bank, dampak akibat fraud tidak saja berupa kerugian aktual tetapi juga kerugian agregat yaitu kerugian aktual dan potensi kerugian yang mungkin terjadi. Pada skala tertentu, fraud bisa menimbulkan risiko sistemik yang bisa merusak kepercayaan publik kepada Bank. [103-1]
Pendekatan BCA [103-2]
Fraud adalah semua tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi Perseroan, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan Perseroan dan atau menggunakan sarana Perseroan sehingga mengakibatkan Perseroan, nasabah, atau pihak lain menderita kerugian, dan atau pelaku fraud memperoleh keuntungan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung.
dijalankan secara efektif dan berkesinambungan.
Sistem pengendalian fraud ini mengarahkan Perseroan dalam menentukan langkah-langkah untuk mencegah, mendeteksi, investigasi, dan memantau atas kejadian fraud.