• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.8 Motivasi Petani Terhadap Pengembangan Tanaman Markisa

Motivasi adalah dorongan dan usaha untuk mencapai pemuasan keinginan atau sasaran kata lain motivasi menyangkut dorongan untuk mencapai hasil. Soemanto ( 2006) menjelaskan bahwa motivasi pada diri seseorang tpidak dapat

diketahui secara langsung, namun kita dapat menginterpretasikannya melalui tingkah lakunya.

Motivasi ini membentuk dasar bagi kehidupan yang baik, memberikan motivasi kepribadian dinamis dan menghormati diri sendiri. Orang biasanya menetapkan target yang dicapai tidak terlalu sulit dalam pencapaian. Dengan melakukan ini, mereka memastikan melakukan tugas-tugas yang bisa mereka capai.

Dari sini lalu muncul perluasan makna tentang motivasi, dimanamotivasi lalu diartikan sebagai kehendak untuk mencapai status,kekuasaan dan pengakuan yang lebih tinggi. Bagi setiap individu,motivasi justru dapat dilihat sebagai basis untuk mencapai sukses padaberbagai segi kehidupan melalui peningkatan kemampuan, pelatihan, dan perluasan pengetahuan.

Tabel 12.Tingkat Motivasi Intrinsik Petani Dalam Mengembangkan dan Meningkatkan Produksi Markisa di Desa Rumbia Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto.

No Motivasi intrinsik

Nilai observasi Nilai harapan

Persentase (%)

Kategori

1 Modal 1,93 3 64,33 Tinggi

2 Peluang pasar 2,03 3 67,66 Tinggi

3 Umur 2,1 3 70 Tinggi 4 Pendidikan 2.16 3 72 Tinggi 5 Lingkungan ekonomi 2,13 3 71 Tinggi Rata-rata 2,07 3 69 Tinggi

Berdasarkan Tabel 12 menunjukkan bahwa tingkat motivasi intinsik petani dalam meningkatkan produksi markisa di Desa Rumbia Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto adalah sebagai berikut:

1. Modal

Petani termotivasi untuk modal termasuk dalam kategori tinggi yaitu dengan nilai persentase sebesar 64,33% karena petani melakukan suatu aktivitas atau kegiatan karena adanya faktor-faktor kebutuhan biologis misalnya petani melakukan suatu pekerjaan karena adanya tanggungan keluarga. Petani termotivasi mengembangkan atau meningkatkan produksi markisa karena modal yang di gunakan besar tapi di bandingkan tanaman lain modal yang di gunaka lebih besar maka dari itu petani termotivasi untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi markisa.

2. Peluang pasar

Petani termotivasi untuk peluang pasar yang baik termasuk dalam kategori tinggi yaitu dengan nilai persentase sebesar 67,66% karena petani dalam peluang pasanya cukup bangus dan harganya sangat menari . maka dari itu petani termotivasi mengembangkan atau meningkatkan produksi markisa 3. Umur

Motivasi petani karena tingkat umur dalam kategori tinggi yaitu dengan niliai persentase sebesar 70% karena umur petani sangat berpengaruh karena semakin tinggi umur petani semakin daya fisiknya tidak kuat dan dimana diharapkan dari umur muda tersebut responden memiliki fisik yang kuat dan cenderung mempunyai pola piker yang lebih mudah untuk memotivasi

dirinya dalam mengapdopsi idei-ide termasuk peningkatan produksi.Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan umur atau bertambahnya umur responden tidak berhubungan dengan motivasi petani dalam budidaya tanaman markisa, umur yang lebih tua belum tentu memiliki motivasi yang lebih tinggi dan juga sebaliknya umur yang lebih muda belum tentu memilliki motivasi yang lebih rendah, karena baik petani yang memiliki umur muda ataupun petani yang memiliki umur tua sama-sama memiliki keinginan ataupun motivasi untuk memperbaiki kesejahteraan hidupnya..

4. Pendidikan

Petani termotivasi untuk tingkat pendidikan dalam kategori tinggi yaitu dengan nilai persentase sebesar 72% karena petani dalam membudidayakan tanaman markisa sangat bersemangat dalam bekerja sehingga menhasilkan produksi sesuai yang diharapkan. Siswanto (2000) mengatakan bahwa semangat kerja adalah keadaan psikologis seseorang yang menimbulkan kesenangan yang mendorong seseorang untuk bekerja dengan giat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan. Hubungan antara pendidikan non formal dengan motivasi petani dalam budidaya tanaman markisa.

5. Lingkungan ekonomi

Lingkungan ekonomi termasuk dalam kategori tinggi yaitu dengan nilai persentase sebesar 71% Lingkungan ekonomi merupakan kekuatan-kekuatan ekonomi yang ada dalam masyarakat di lokasi penelitian yang mometovasi petani dalam membudidayaka tanamann markisa karena sangat mendorong

karena ekonominya sangat tinggi sehingat petani termotivasi meningkatkan produksi markisa.

Berdasarkan uraian di atas menjelaskan bahwa tingkat motivasi intrinsik petani markisa dalam meningkatkan hasil produksi markisa berada pada kategori tinggi dengan nilai observasi rata-rata sebesar 2,07 dengan persentase rata-rata sebesar 69%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat motivasi intrinsik petani dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi markisa yang dilakukan oleh responden muncul karena ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul karena dorongan dari orang lain. motivasi ekstrinsik di Desa Rumbia Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto dalam mengembangkan atau meningkatkan hasil produksi markisa timbul karena ingin mengutamakan peningkatan produksi. Oleh karena itu secara rinci nilai skor yang diperoleh, persentase dan kriteria penilaian komponen-komponen motivasi ekstrinsik petani dalam meningkatkan produksi markisa di desa rumbia kecamata rumbia kabupaten jeneponto. dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13.Tingkat Motivasi Ekstrinsik Petani Dalam Mengembangkan dan Meningkatkan Produksi Markisa di Desa Rumbia Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto.

No Motivasi ekstrinsik

Nilai observasi Nilai harapan Persentase (%) Kategori 1 Angjurang orang lain 2,03 3 67,66 Tinggi

2 Luas lahan 2,13 3 71 Tinggi

3 Lingkungan social 2,16 3 72 Tinggi 4 Tingginya harga 2,3 3 76,66 Tinggi Rata-rata 2,15 3 71,66 Tinggi

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2014

Berdasarkan Tabel 13 menunjukkan bahwa tingkat motivasi ekstrinsik petani dalam mengembangkan atau meningkatkan produksi buah markisa di Desa Rumbia Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto adalah sebagai berikut:

1. Anjuran orang lain

Motivasi petani karena anjuran dari orang lain termasuk dalam kategori tinggi yaitu dengan persentase sebesar 67,66% karena dalam mengembangkan atau meningkatkan produksi markisa petani sudah melakukan atau melaksanakan apa yang disarankan oleh petani yang lebih pintar dan berpengalaman dalam membudidayakan tanaman markisa sehingga menhasilkan produksi sesuai yang diharapkan. Seseorang melakukan suatu pekerjaan bukan kehendak sendiri tetapi karena dorongan dari orang lain. Dukungan atau dorongan dari orang lain semakin

menguatkan motivasi seseorang untuk memberikan yang terbaik baik keluarganya (Taufik, 2007).

2. Luas lahan

Motivasi petani dari luas lahan termasud dalam kategori tinggi yaitu sdengan persentase sebesar 71% karena dalam meningkatnya produksi markisa. Petani mempunyai lahan luas yang dapat di kembangkat tanaman markisa. Petani tersebud termotivasi meningkatkan produksi markisa karena memanfaatkan lahan yang tidak cocok di kembangkan tanaman lain dan petani pun memanfaatkan bekarangan rumahnya. Maka Lahan adalah modal utama petani dalam melakukan usahatani, lahandiartikan sebagai tanah yang disiapkan yang akhirnya digunakan untukberusahatani. Luas lahan dapat mempengaruhi petani dalam budidayatanaman markisa. Hubungan antara luas lahan dengan motivasi petani dalam budidaya tanaman markisa.

3. Lingkungan sosial

Lingkungan sosial merupakan lingkungan masyarakat disekeliling responden yang mencakup kerabat, tetangga, tokoh masyarakat. Dan perangkat desa, baik secara langsung maupun tidak langsung keberadaanya dapat mendukung dan membantu petani dalam budidaya markisa. Dalam peningkatan produksi termasuk dalam tinggi yaitu dengan persentase sebesar 72% karena dengan adanya masyarakat dan tetangga sehingga petani tersebut termotivasi membudidayakan atau mengembangkan tanaman markisa. Dan meningkatkan hasil produksi markisa dapat membantu dan menambah motivasi petani dalam peningkatan produksi sehingga kebutuhan petani dan

keluarganya dapat terpenuhi. Perluasan dan peningkatan produksi mengandung arti memperluas dan meningkatkan produksi dengan maksud untuk meningkatkan produk baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Peningkatan produk secara kuantitatif dapat berarti peningkatan jumlah produk, sedangkan peningkatan kualitatif dapat berarti peningkatan jenis dan mutu produk (Anonim, 2014). Hidayat (2013) mengemukakan bahwa pergaulan adalah sebuah kontak sosial antara manusia dengan manusia yang lainnya yang pada dasarnya untuk menjalin suatu keakraban atau tali persaudaraan antara sesama manusia sehingga terjadilah kontak. Namun pergaulan juga dapat mengakibatkan atau berdampak pada perilaku seseorang yang tidak disadari membuat perilaku seseorang menjadi baik atau tidak tergantung pada situasi dan kondisi lingkungan hidup maupun cara seseorang itu bergaul kepada seseorang lainnya.

4. Harga

Motivasi petani karena tingginya harga produksi termasuk dalam kategori tinggi yaitu dengan persentase sebesar 76,66% karena semakin tinggi harga buah markisa maka petani akan lebih termotivasi untuk mengembangkan atau meningkatkan produksit. Kenaikan harga adalah masalah rumit yang sering kali terjadi di dalam dunia ekonomi dan tidak dapat disanksikan lagi kenaikan harga membawa pengaruh bagi setiap elemen masyarakat yang terlibat didalamnya, tak terkecuali bagi produsen. Harga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi dari pada harga periode sebelumnya.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata persentase tingkat motivasi ekstrinsik petani responden dalam mengembangkan atau meningkatkan hasil produksi markisa di desa rumbia kecamatan rumbia kabupaten jeneponto termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai observasi rata-rata sebesar 2,15 dengan persentase rata-rata-rata-rata sebesar 71,66%. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat motivasi ekstrinsik petani responden dalam mengembangkan atau meningkatkan hasil produksi markisa timbul karena ingin mengutamakan peningkatan produksi.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Bedasarkan hasil dan pembahasan, maka kesimpulan penelitian adalah motivasi petani terhadap pengembangan tanaman markisa di Desa Rumbia Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto tinggi dengan nilai observasi rata-rata sebesar 2,07 dengan persentase rata-rata sebesar 69 %. Sedangkan motivasi ekstrinsik petani responden dalam meningkatkan hasil produksi markisa di lokasi penelitian juga termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai observasi rata-rata sebesar 2,15 dengan persentase rata-rata sebesar 71,66% .

6.2. Saran

1. Meskipun motivasi petani dalam penelitian ini tergolong tinggi, namun penulis menyarahkan agar supaya motivasi petani masih perlu di tingkatkan melalui upaya melibatkan petani.

2. Diharapkan kepada petani agar terus berusaha dan memperbaiki tanaman markisa supaya bias mempertahankan hasil produksi.

3. Agar kiranya para petani dapat meneriman informasi dengan cara melakukan perbaikan pola piker petani yang cenderung dan mau lebih berusaha apabila sudah melihat langsung yang sudah berhasil.

4. Petani merasa bahwa mengutaman shasil produksi cukup mendorong untuk mendapatkan hasil buah yang berkualitas dan memberikan keuntungan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2002. Proedor penelitian suatu pendekatan praktek edisi V. Jakarta rineka ciptra.

Bahrin, 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Gunung Agung. Daniel, 2004. Pengantar ekonomi Pertanian. Bumi Aksaras.

Dictionary. 2008. Farmer. www.saybrook.edu. Diakses pada tanggal 7 Agustus 2010.

Granesha. Bandung.Johansen, H and G. Terry Page. 1990. International

Dictionary

Hernanto, 2004. Mendorong Kedaulatan Petani dan Kemandirian Pangan.http:www.google.com.

Hartatik, RI. 2004. Motivasi Petani Dalam Budidaya Jeruk Pamelo Di Kabupaten

Magetan. UNS. Surakarta

Hidayat, Dodi. 2013. Pergaulan Remaja.http://www.google.com. Diakses pada tanggal 6 September 2014.

Karsinah, F.H. Silalahi, dan Mashur. 2007.Eksplorasi Surakart dan Karakterisasi Plasma Nutfah Tanaman Markisa.

Latkinson, et al, 2004. (alih bahasa).Pengantar Psikologi Jilid II. Erlangga. Jakarta.

Mardikanto, Totok. 2001. Prosedur Penelitian Penyuluh Pembangunan. Prima

Theresia Pressindo. Surakarta.

Marsdikanto, 1997. Pengertian Motivasi. http:www.google.com. Pengertian Motivasi

Mardikanto, Totok 1997. Dasar-dasar Komunikasi Pembangunan. PT Balai Pustaka (Persero). Surakarta

Moekijat. 1991. Asas-asas Perilaku Organisasi. CV Mandar Maju. Bandung Michael, 2001. Motivation – Basic concepts and theories.http://www.

themanager.org/Resources/Motivation.htm.

Morto, J. 1987. Passionfruit. P. 320-328. In morton, J.F. fruits of warm climates. Miami,FL.http://www.hort.purdue.edu/newcrop/morton/passionfruit.htm1. 10 september 2008.

Maslow, A. H.1994. Motivasi Dan Kepribadian : Teori Motivasi Dengan

Padmowiharjo, 2004. evaluasi penyuluhan pertanian. Jakarta pusat penerbitan UP Soemanto, 2006. Pengertian Motivasi.http:www.google.com.Pengertian Motivasi Soekartawi, 2006. Faktor-faktor Motivasi. http:www.google.com. Faktor-faktor

Motivasi

Sugiyono. 1993. Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta. Bandung

Verheij, E.W.M. dan R.E. Coroner.1997. Buah-Buahan Yang Dapat Dimakan.

Porsea. Sumberdaya Nabati Asia Tenggara 2. Gramedia pustaka utama.

Jakarta. 568 Hlm.

Wikipedia. 2008. Farmer. http://en.wikipedia.org/. Diakses pada tanggal 15 Mei 2010.

Suhardiyono, L. 1989. Petunjuk Bagi Penyuluh Pertanian. Erlangga. Jakarta

Siagian, S.P.,2004. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta.Rineka cipta

Taufik, 2007.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi.http://www.google.com.Diakses pada tanggal 5 Agustus 2014.

Tohir, A Kaslan. 1983. Ekonomi Selayang Pandang. Sumur Bandung. Bandung .Kartasapoetra, A. G. 1991. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara.

Jakarta

Kartasapoetra, A. G. 1991. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta

Lampiran 2 Identitas Petani Responden

NO NAMA UMUR PENDI

DIKAN JUMLAH TANGG (ORANG) PENGALA MAN (THN) LUAS LAHAN (ARE) HASIL PRODUKSI (KARUNG)

1 Suri daeng ngai 40 SD 4 3 0,3 10

2 Sudi daeng mile 35 SMP 3 4 0,5 19

3 Sampara daeng lili 50 SD 5 3 0,2 6

4 Sairi daeng sitiju 40 SD 4 3 0,3 8

5 Sattu daeng tompo 37 SMP 3 4 0,1 4

6 Basri daeng nyonri 44 SMA 5 5 0,6 23

7 Said daeng tompo 39 SD 4 3 0,1 5

8 Paganti daeng rani 50 SD 6 3 0,4 10

9 jumi daeng kanang 31 SD 4 4 0,2 6

10 Supian daeng lallo 51 SMP 5 4 0.2 6

11 Daeng tisa 53 SMP 3 3 0,5 20

12 Ruppa daeng rani 42 SD 3 5 0,1 4

13 daeng so’na 47 SD 4 5 0,3 8

14 Saini daeng lalang 42 SMP 4 3 0,2 7

15 Rahmatia daeng lo’mo 37 SD 4 3 0,2 6

16 Sanggu daeng nai 55 SMP 3 4 0.4 9

17 cumman daeng sikki 33 SD 4 4 0,3 10

18 Maria daeng pasang 48 SD 5 5 0,1 5

19 Basri daeng kulle 50 SD 5 6 0,2 8

20 Baso daeng ngero 48 SD 4 5 0,1 4

21 daeng rabau 55 SD 6 5 0,1 3

22 Ma’ju daeng nojeng 40 SMP 4 4 0.2 7

23 Hj tammu 59 SMP 6 3 0,3 8

24 Bungaria daeng cini 54 SD 6 4 0,5 20

25 Jumali daeng nyampa 51 SD 5 4 0,4 18

26 Gading daeng bali 43 SMP 5 3 0,2 8

27 Minggu daeng rani 39 SD 3 5 0,1 4

28 Kare daeng loe 54 SMP 6 4 0,2 7

29 Sira’ daeng sijaya 39 SMA 4 3 0,4 18

Lampiran 3.Rekapitulasi Data Penelitian Motivasi Petani Terhadap Pengembangan Tanaman Markisa di Desa Rumbia Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto 2014

No responden

Motivasi petani terhadap pengembangan tanaman markisa

Instrinsik Ekstrinsik 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 2 1 3 2 2 2 3 2 2 1 2 3 2 3 1 2 3 2 3 1 2 1 2 2 2 2 2 2 4 1 1 3 2 3 3 1 2 3 5 2 1 3 1 2 1 3 1 2 6 2 3 2 1 1 2 3 2 3 7 3 2 1 3 2 2 3 3 3 8 2 2 2 2 2 1 2 2 1 9 1 2 3 2 3 3 2 2 2 10 1 1 3 3 3 3 1 3 2 11 2 1 2 3 1 2 2 1 3 12 2 2 1 2 2 2 3 3 2 13 1 2 2 2 2 2 2 2 3 14 2 3 2 1 1 2 3 2 3 15 3 2 3 2 1 1 3 2 1 16 2 3 3 3 2 3 2 3 2 17 2 3 2 2 3 2 2 1 3 18 3 1 1 3 3 2 1 1 2 19 1 1 1 2 2 1 1 3 3 20 1 3 2 2 2 3 3 3 1 21 1 3 2 1 1 2 2 2 2 22 3 2 3 1 2 2 1 3 3 23 2 2 1 2 2 3 2 2 3 24 2 1 2 3 3 1 2 2 2

25 2 2 3 2 3 2 3 1 2 26 3 3 1 2 2 3 1 3 3 27 3 3 2 3 2 3 3 2 2 28 3 2 2 3 3 2 2 2 3 29 2 1 3 1 1 2 3 3 2 30 1 3 3 3 3 1 2 1 2 Jumlah 58 61 63 65 64 61 64 65 69 Rata-rata 1,93 2,03 2,1 2,16 2,13 2,03 2,13 2,16 2,3 Kategori 64,33 67,66 70 72 71 67,66 71 72 76,66 Keterangan: Motivasi intrinsik 1. Modal 2. Peluang pasar 3. Umur 4. Pendidikan 5. Lingkungan ekonomi

Lampiran 3 (lanjutan) Rekapitulasi Data Penelitian motivasi petani terhadap pengembangan tanaman markisa 2014

Motivasi ekstrinsik

1. Angjuran orang lain 2. Luaslahan

3. Lingkungan sosial 4. Harga

Keterangan

1. 81% - 100% dinilai peningkatan motivasi sangat tinggi 2. 61% - 80% dinilai peningkatan motivasi tinggi

3. 41% - 60% dinilai peningkatan motivasi cukup 4. 21% - 40% dinilai peningkatan motivasi kurang 5. <20 dinilai tidak ada peningkatan motivasi

Lampiran 1 kuesioner penelitian

KUESIONER PENELITIAN

MOTIVASI PETANI TERHADAP PENGEMBANGAN

TANAMAN MARKISA DI DESA RUMBIA KECAMATAN

RUMBIA

KABUPATEN JENEPONTO

IDENTITAS RESPONDEN

Nama : Umur : Pendidikan : Tanggungan Keluarga :

Pengalaman Berusaha Tani (tahun) :

Luas Lahan :

Lampiran 1 (lanjutan) kuesioner penelitian

FAKTOR INTRINSIK

1. Apakah modal yang digunakan bapak/ibu dalam budidaya markisa tergolong besar ?s

a. Tidak besar (1)

b. Besar (2)

c. Sangat besar (3)

2. Apakah umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi sehingga bapak/ibu tidak termotivasi mengembangan tanaman markisa ?

a. Tidak berpengaruh (1) b. Berpengaruh (2) c. Sangat berpengaruh (3)

3. Apakah tingkat pendidikan salah satu fakto yang mempengaruhi sehingga bapak/ibu tidak semangat mengembangan tanaman markisa ?

a. Tidak berpengaruh (1) b. Berpengaruh (2) c. Sangat berpengaruh (3)

4. Bagaimana lingkungan ekonominya apakah sudah meningkat. Sehingga bapak/ibu bersemangat untuk mengembangkan tanaman markisa ?

a. Tidak bersemangat (1) b. Bersemangat (2) c. Sangat bersemangat (3)

5. Apakah peluang pasar sebagai factor sehingga bapak/ibu bersemangat mengembangakan tanaman markisa ?

a. Tidak semangat (1) b. Semangat (2) c. Sangat semangat (3) Lampiran 1 (lanjutan) kuesioner penelitian

FAKTOR EKSTRINSIK

1. Apakah Bapak/Ibu sudah mendengarkan atau melaksanakan anjuran dari orang-orang yang lebih pintar dan berpengalaman dalam peningkatan produksi?

a. Tidak melaksanakan (1) b. Melaksanakan (2) c. Sangat melaksanakan (3)

2. Apakah luas lahan yang menjadi factor sehingga bapak/ibu mempengaruhi hasi produksi. Sehingga bapak/ibu tidak mengembangan tanaman markisa ?

a. Tidak berpengaruh (1) b. Berpengaruh (2) c. Sangat berpengaruh (3)

3. Apaka Lingkunga sosial sebagai faktor yang mempengaruhi tingkat produksi. Apakah bapak/ibu sudah bersemangat bekerja dalam meningkatkan produksi markisa ?

a. Tidak berpengaruh (1) b. Berpengaruh (2) c. Sangat berpengaruh (3)

4. Harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi. Apakah tingginya harga markisa mempengaruhi bapak/ibu dalam bekerja ?

a. Tidak berppengaruh (1) b. Berpengaruh (2) c. Sangat berpengaruh (3)

Dokumen terkait