• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengalihan Hak Cipta

Dalam dokumen Hukum Hak Kekayaan Intelektual (Halaman 43-48)

BAB II HAK CIPTA

E. Pengalihan Hak Cipta

membuktikan bahwa ia adalah pencipta asli dari karya tersebut.

3. Memberi rasa aman bagi pemilik hak cipta

Prinsip perlindungan hukum secara otomatis, pencatatan hak cipta juga memiliki manfaat secara psikis bagi pencipta/pemilik hak cipta. Hal ini dengan melakukan pencatatan hak cipta maka, pencipta/pemilik hak cipta dis amping memiliki hak eksklusif yang secara langsung didapatkan setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tetapi juga rasa aman karena memiiki surat pencatatan hak cipta.

Prosedur Permohonan Hak Cipta

melalui kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian tertulis dengan pihak pencipta. Perjanjian tersebut diatur pula masa perikatannya oleh UUHC 2014 yaitu paling lama 25 tahun.

Setelah 25 tahun berlalu, apabila dalam perjanjian tidak tertera batas waktu berakhir perjanjian, maka kontrol atas hak ekonomi kembali lagi secara eksklusif dipegang hanya oleh pihak pencipta.

Pengalihan hak moral: Pasal 5 ayat (2) UU Hak Cipta menyatakan bahwa hak moral tidak dapat dialihkan selama Pencipta masih hidup, tetapi pelaksanaan hak tersebut dapat dialihkan dengan wasiat atau sebab lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah Pencipta meninggal dunia. Jika hal ini terjadi, penerima dapat melepaskan atau menolak pelaksanaan haknya dengan syarat pelepasan atau penolakan pelaksanaan hak tersebut dinyatakan secara tertulis.

Pengalihan Hak Cipta atas seluruh Ciptaan kepada pihak lain tidak mengurangi hak Pencipta atau ahli warisnya untuk menggugat setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak dan tanpa persetujuan Pencipta yang melanggar hak moral Pencipta. Hal ini diatur dalam Pasal 98 ayat (1) UU Hak Cipta.

Pengalihan Hak Ekonomi juga telah diatur dalam Pasal 16 UU Hak Cipta bahwa hak cipta merupakan benda bergerak tidak berwujud. Artinya, hak cipta dapat beralih atau dialihkan.

Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan beralihnya hak cipta,

sebagaimana disebutkan pada Pasal 16 ayat (3) UU Hak Cipta adalah:

1. pewarisan;

2. hibah;

3. wakaf;

4. wasiat;

5. perjanjian tertulis; atau

6. sebab lain yang dibenarkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pengalihan hak ekonomi bisa dilakukan secara sebagian atau seluruhnya. Misalnya, A memberikan hak untuk menerjemahkan ke B. Namun, A tidak memberikan hak-hak ekonomi lainnya seperti untuk melakukan distribusi atau menyalin ciptaan. Pasal 17 ayat (1) UU Hak Cipta memperjelas bahwa hak ekonomi atas suatu Ciptaan tetap berada di tangan Pencipta atau Pemegang Hak Cipta selama Pencipta atau Pemegang Hak Cipta tidak mengalihkan seluruh hak ekonomi dari Pencipta atau Pemegang Hak Cipta tersebut kepada penerima pengalihan hak atas Ciptaan. Pasal 18 UU Hak Cipta menyatakan bahwa hak ekonomi yang dialihkan Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk seluruh atau sebagian tidak dapat dialihkan untuk kedua kalinya oleh Pencipta atau Pemegang Hak Cipta yang sama.

Antara pengalihan hak dan lisensi

Lisensi hak cipta adalah sebuah izin tertulis yang berfungsi sebagai pemberitahuan oleh pencipta atau pemegang hak cipta kepada pengguna ciptaan mengenai pelaksanaan hak dan kewajiban dari aktivitas penggunaan suatu ciptaan. Intinya, izin tersebut menyatakan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pengguna ciptaan terhadap suatu ciptaan. Pemegang hak cipta, dapat melisensikan ciptaan secara mandiri dan/atau melalui perwakilan, artinya berperan sebagai pemberi lisensi, kepada pihak ketiga, atau dalam hal ini pengguna ciptaan sebagai penerima lisensi, untuk melaksanakan beberapa perbuatan berdasarkan ketentuan lisensi yang diterapkan.

Ketentuan lisensi yang diterapkan dapat diberlakukan hingga masa berlaku perlindungan hak cipta ciptaan yang dilisensikan habis.

Lisensi hak cipta tidak harus selalu memuat ketentuan tentang besaran royalti yang harus dibayar. Karena, pada intinya ketentuan lisensi memuat apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan oleh penerima lisensi. Jika ketentuan lisensi menyatakan bahwa penggunaan ciptaan dalam kepentingan komersial dilarang, artinya penerima lisensi wajib meminta izin dan/atau membayar sejumlah royalti kepada pemberi lisensi.

Namun, apabila ketentuan lisensi menyatakan bahwa penggunaan ciptaan dalam kepentingan komersial diizinkan, artinya penerima lisensi secara langsung diizinkan untuk

Perbedaan lisensi dengan pengalihan hak cipta terletak pada bunyi ayat (3) Pasal 82 UUHC 2014. Penerapan lisensi hak cipta tidak dapat dijadikan sarana untuk menghilangkan atau mengambil alih seluruh hak pencipta atas ciptaannya. Dalam hal ini, pencipta juga berperan sebagai pemegang hak cipta.

Ketika ia melaksanakan pelisensian ciptaan secara mandiri, ia sama sekali tidak mengalihkan, dalam hal ini, kontrol eksklusif atas hak ekonominya kepada penerima lisensi. Ia hanya memberikan izin kepada penerima lisensi untuk sama- sama melaksanakan hak ekonomi atas ciptaan tersebut.

Untuk sama-sama menerima manfaat ekonomis dari ciptaan. Pemberi lisensi tetap mempertahankan hak ciptanya secara eksklusif sambil membagikan hak penggunaan ciptaan kepada penerima lisensi.

Lisensi ciptaan yang dilaksanakan dalam hubungan hukum antara penulis dan penerbit merupakan pemberian izin kepada penerbit (lisensi ke dalam atau lisensi privat) untuk menggandakan, mengumumkan, menyebarluaskan karya tulis, dan melisensikannya kembali kepada pihak ketiga, dalam hal ini pembaca atau pengutip (lisensi keluar atau lisensi publik), sambil tetap dapat memublikasikan karya tulis tersebut di mana pun dan untuk kepentingan apapun.

Lisensi hak cipta paling tidak dibagi dalam dua bentuk:

a. Lisensi ke Dalam memiliki bentuk yang kurang lebih sama dengan perjanjian-perjanjian pada umumnya.

Biasanya lisensi dengan bentuk ini sifatnya rahasia.

Lisensi ini hanya dapat dibaca oleh pihak-pihak yang dengan terang disebutkan di dalam perjanjian lisensi sebagai pihak yang terikat dengan ketentuan lisensi.

Karena sifatnya yang privat, lisensi dengan bentuk ini biasanya hanya mengikat beberapa pihak saja.

b. Lisensi ke Luar dapat disebut sebagai lisensi publik.

Akses untuk melihat ketentuan lisensi ini terbuka bagi pihak-pihak yang hendak mengikatkan diri dalam suatu hubungan hukum, dalam hal ini aktivitas penggunaan ciptaan. Lisensi dengan bentuk ini dapat mengikat banyak pihak sekaligus karena sifatnya yang terbuka.

Pada intinya ketentuan lisensi ini mengikat pencipta atau pemegang hak cipta dengan semua pengguna ciptaan yang menggunakan ciptaan yang diumumkan dengan ketentuan lisensi ini.

F. Jangka Waktu Pemilikan dan Perlindungan Hak Cipta

Dalam dokumen Hukum Hak Kekayaan Intelektual (Halaman 43-48)

Dokumen terkait