BAB VIII
PENDIDIKAN SEBAGAI MOBILITAS SOSIAL Akbar Syamsuddin
sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat-sifat hubungan antara individu itu sendiri dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.165 Dengan demikian, mobilitas sosial dapat diartikan sebagai suatu perpindahan posisi sosial baik secara individual atau kelompok dari kelas sosial rendah ke tinggi atau kelas sosial tinggi ke rendah. Peningkatan atau penurunan dari segi status sosial dapat dilihat dari segi penghasilan dan pekerjaan atau profesi yang diemban yang dapat dialami oleh individu atau kelompok.
Masyarakat modern sekarang ini semakin membuka peluang bagi terjadinya mobilitas sosial dibandingkan dengan masyarakat zaman dulu. Pada masyarakat yang kuno dan masih tradisional, mobilitas sosial sangat sulit dilakukan karena stratifikasi sosialnya bersifat tertutup dan kaku. Dalam sistem kasta, misalnya, tak ada mobilitas sosial. Dalam sistem tersebut, bila seseorang lahir dari kasta yang paling rendah, untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan.166 Ini bisa terjadi jika dilakukan dengan proses pernikahan dengan seseorang yang memiliki kasta yang tinggi.
Ada dua macam mobilitas sosial yaitu:
1. Mobilitas sosial vertikal
Mobilitas vertikal ialah gerakan individu turun naik dalam tangga kemasyarakatan. Mobilitas sosial vertikal juga diartikan sebagai perpindahan individu atau objek sosial dari
133. Diakses pada 10 Februari 2022 dalam https://e-journal.staima- alhikam.ac.id/talimuna/article/view/132/120.
165Suharto, et.al., Tanya Jawab Sosiologi (Cet. I; Jakarta: Rineka Cipta, 1991), h. 125.
166Aris Nasution, dkk., Sosiologi Pendidikan: Profesionalisme Pendidikan di Sekolah, h. 161.
kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Jenis mobilitas sosial vertikal ini dibagi menjadi dua bagian yaitu gerak sosial meningkat dan gerak sosial menurun. Gerak sosial meningkat (social climbing) yaitu gerak perpindahan anggota masyarakaat dari kelas sosial rendah ke kelas sosial yang lebih tinggi. Contoh, seorang staf yang dipromosikan naik pangkat menjadi kepala bagian di sebuah perusahan swasta. Sedangkan gerak sosial menurun (social sinking) yaitu gerak perpindahan anggota masyarakat dari kelas sosial tertentu ke kelas sosial lain lebih rendah posisinya. Contoh, seorang petani cengkeh yang bangkrut karena komoditas yang ditanamnya tidak laku di pasaran.167
Ada beberapa prinsip umum yang sangat penting bagi mobilitas sosial vertikal yaitu:
a. Hampir tidak ada masyarakat yang sifat sistem lapisannya mutlak tertutup, dimana sama sekali tidak ada gerak sosial yang vertikal. Contoh, seorang warga kasta Brahmana yang berbuat kesalahan besar dapat turun kastanya atau seesorang dari kasta rendah dapat naik ke kasta yang lebih tinggi melalui perkawinan.
b. Betapapun terbukanya sistem lapisan dalam suatu masyarakat, tak mungkin gerak sosial vertikal dilakukan dengan sebebas-bebasnya, paling tidak akan banyak hambatan yang dilaluinya. Jika proses gerak sosial masyarakat dapat dilakukan dengan sebebas-bebasnya, tidak mungkin ada stratifikasi sosial yang menjadi ciri tetap dan umum dari setiap masyarakat. Keadaan ini dapat diibaratkan sebagai gedung yang bertingkat yang sama sekali tidak mempunyai batas-batas yang memisahkan lantai yang rendah dengan lantai yang lebih tinggi.
167J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan, h. 208-209.
c. Gerak sosial vertikal yang umum berlaku bagi semua masyarakat tidak ada. Setiap masyarakat mempunyai ciri-ciri sendiri bagi mobilitas sosial vertikal.
d. Laju mobilitas sosial vertikal yang disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi, politik, dan pekerjaan berbeda.
e. Berdasarkan bahan-bahan sejarah, khususnya dalam gerak sosial yang disebabkan faktor ekonomi, politik, dan pekerjaan, tidak ada kecenderungan yang kontinu perihal bertambah atau berkurangnya laju mobilitas sosial. Hal ini berlaku bagi suatu Negara, lembaga sosial yang besar dan bagi sejarah manusia.168
2. Mobilitas sosial horizontal
Mobilitas horizontal ialah gerakan individu atau kelompok dalam ruangan geografik (migrasi).169 Mobilitas horizontal juga diartikan sebagai perpindahan individu atau objek-objek sosial lainnya dari kelompok sosial yang satu ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Contoh, seorang buruh tani, pada musim paceklik berpindah pekerjaan menjadi buruh bangunan. Ini adalah mobilitas horizontal karena tidak mengalami perubahan pendapatan atau status sosial yang berarti. Dalam mobilitas sosial yang horizontal tidak terjadi perubahan dalam derajat status seseorang ataupun objek sosial lainnya. Mobilitas sosial horizontal bisa terjadi secara sukarela dan terpaksa. Apa yang dilakukan oleh seorang petani di atas adalah mobilitas sosial terpaksa yaitu terpaksa pindah ke pekerjaan lain karena memang tidak ada lagi pekerjaan lain yang bisa dilakukan di sektor pertanian karena ancaman paceklik. Untuk mobilitas sosial sukarela, seorang
168Soejono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar (Cet. XXXXIX;
Depok: Rajawali Pers, 2019), h. 219-220.
169Arief Zamhari, Pengaruh Pendidikan terhadap Mobilitas Sosial, Ta’limuna: Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 1 No. 2, September 2012.
Diakses pada 10 Februari 2022 dalam https://e-journal.staima- alhikam.ac.id/talimuna/article/view/132/120.
pegawai bank yang sudah jenuh dengan pekerjaannya dan ingin berkarier di tempat lain menjadi public relation, pengajar atau dosen dan pekerjaan lainnya.170
Dengan demikian, mobilitas sosial baik vertikal maupun horizontal dapat ditentukan oleh keluwesan atau kekakuan struktur sosial dimana dia hidup. Jika struktur sosial masyarakat sangat luwes, menghargai profesionalisme maka akan dapat menembus batas-batas lapisan sosial dan naik pada level tinggi. Akan tetapi, jika struktur sosial masyarakat sangat kaku, masih kuat nilai-nilai primordial dan sistem hubungan koneksi maka kecil kemungkinan untuk dapat menembus batas-batas lapisan sosial.
B. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Mobilitas Sosial