Berbagai fakta objektif yang dihasilkan dari prosedur yang baik dan benar sangat dibutuhkan untuk Berbagai fakta objektif yang dihasilkan dari prosedur yang baik dan benar sangat dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan penelitian yang diajukan. Untuk dapat memperoleh data yang s
memecahkan permasalahan penelitian yang diajukan. Untuk dapat memperoleh data yang seperti itu, tentueperti itu, tentu saja dibutuhkan pemahaman yang komprehensif tentang permasalahan yang dihadapi melalui peninjauan saja dibutuhkan pemahaman yang komprehensif tentang permasalahan yang dihadapi melalui peninjauan teoretik. Dalam bab ini akan
teoretik. Dalam bab ini akan dibahas topik yakni: (1) Apakah teori itu? apakah kriteria untuk mendapatkandibahas topik yakni: (1) Apakah teori itu? apakah kriteria untuk mendapatkan suatu sistem berpikir dalam membentuk “teori”? Teori-teori itu dihasilkan dari suatu gabungan antara pe- suatu sistem berpikir dalam membentuk “teori”? Teori-teori itu dihasilkan dari suatu gabungan antara pe- mikiran-pemikiran pragmatis dan ideal. (2) Bagaimanakah mengoperasionalisasi berbagai konstruk teoretis mikiran-pemikiran pragmatis dan ideal. (2) Bagaimanakah mengoperasionalisasi berbagai konstruk teoretis menjadi operasional? Ada suatu kecendrungan yang sering mengaitkan beberapa prosedur teknis di mana menjadi operasional? Ada suatu kecendrungan yang sering mengaitkan beberapa prosedur teknis di mana para
para peneliti peneliti melangkah melangkah dengan dengan berbagai berbagai aspek aspek pernyataan pernyataan teoretis teoretis yang yang secara secara empiris empiris relevan relevan menujumenuju penempatan
penempatan aspek-aspek tersaspek-aspek tersebut kedalam ebut kedalam operasi. operasi. Memahami Memahami kaitan kaitan antara antara beberapa jbeberapa jawaban awaban terhadapterhadap sejumlah pertanyaan pada suatu kuesioner atau wawancara dan komentar abstrak dari suatu teori sangatlah sejumlah pertanyaan pada suatu kuesioner atau wawancara dan komentar abstrak dari suatu teori sangatlah penting. (3) Bagaiman
penting. (3) Bagaimanakah persoalan yang akah persoalan yang berkaitan dengan kelayberkaitan dengan kelayakan tes teori-teori? Proses akan tes teori-teori? Proses pembangun-pembangun- an teori adalah suatu proses yang rumit yang melibatkan beberapa dimensi yang akan ditemukan.
an teori adalah suatu proses yang rumit yang melibatkan beberapa dimensi yang akan ditemukan.
T
Terdapat pengertian teori dalam erdapat pengertian teori dalam berbagai kepustakaan yang dikemukakan oleh berbagai pakar berbagai kepustakaan yang dikemukakan oleh berbagai pakar pene-pene- litian. Teori adalah
litian. Teori adalaha set of systematically interrated concepts, dea set of systematically interrated concepts, de fi finition and propositions that are advancednition and propositions that are advanced to explain or
to explain or predict phenomena (facts); the generalizations we make predict phenomena (facts); the generalizations we make about variables and the about variables and the relationshipsrelationships among variables
among variables (Cooper, Schindler, 2001). Menurut Emory-Cooper (1999) teori (Cooper, Schindler, 2001). Menurut Emory-Cooper (1999) teori adalah sekumpulan kon-adalah sekumpulan kon- sep, de
sep, defifinisi, proposisi, dan variabel yang berkaitan satu sama lain snisi, proposisi, dan variabel yang berkaitan satu sama lain secara sistematis dan telah digeneralisasiecara sistematis dan telah digeneralisasi sehingga dapat menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena atau fakta-fakta tertentu. Kedua rumusan sehingga dapat menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena atau fakta-fakta tertentu. Kedua rumusan tersebut memperlihatkan bahwa teori adalah rangkaian dari konsep, de
tersebut memperlihatkan bahwa teori adalah rangkaian dari konsep, defifinisi, proposisi yang menjelaskannisi, proposisi yang menjelaskan suatu variabel dan hubungan antar variabel. Kajian teoretik
suatu variabel dan hubungan antar variabel. Kajian teoretik akan membantu peneliti dalam memahami danakan membantu peneliti dalam memahami dan mengarahkan pada berbagai fakta yang dibutuhkan untuk menjawab
mengarahkan pada berbagai fakta yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan yang diajukan.permasalahan yang diajukan.
Teori adalah sekumpulan konstuk (konsep), defenisi, dan dalil yang saling terkait yang menghadir- Teori adalah sekumpulan konstuk (konsep), defenisi, dan dalil yang saling terkait yang menghadir- kan suatu pandangan yang sistematis tentang fenomena dengan menetapkan hubungan di antara beberapa kan suatu pandangan yang sistematis tentang fenomena dengan menetapkan hubungan di antara beberapa
variabel, dengan maksud menjelaskan dan meramalkan fenomena (Kerlinger, 1965). Selanjutnya, Gibbs variabel, dengan maksud menjelaskan dan meramalkan fenomena (Kerlinger, 1965). Selanjutnya, Gibbs (1972) mengatakan bahwa teori adalah sekumpulan pernyataan yang saling berkaitan secara logis dalam (1972) mengatakan bahwa teori adalah sekumpulan pernyataan yang saling berkaitan secara logis dalam bentuk
bentuk penegasan penegasan empiris empiris mengenai mengenai sifat-sifat sifat-sifat dari dari kelas-kelas kelas-kelas yang yang tak tak terbatas terbatas dari dari berbagai berbagai kejadiankejadian atau benda. Teori tidak hanya harus mengandung konsep-konsep dan pernyataan-pernyataan, tetapi juga atau benda. Teori tidak hanya harus mengandung konsep-konsep dan pernyataan-pernyataan, tetapi juga de
defifinisi-denisi-defifinisi baik teoretis maupun operasional. Konsep-konsep dan defenisi-defenisi tersebut harus di-nisi baik teoretis maupun operasional. Konsep-konsep dan defenisi-defenisi tersebut harus di- tuangkan ke dalam sejumlah istilah yang sederhana dan tegas serta pernyataan-pernyataan dan hubungan- tuangkan ke dalam sejumlah istilah yang sederhana dan tegas serta pernyataan-pernyataan dan hubungan- hubungan tersebut dituangkan ke dalam dasar-dasar pikiran (Hage,
hubungan tersebut dituangkan ke dalam dasar-dasar pikiran (Hage, 1972).1972).
Berdasarkan berbagai pendapat yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa teori adalah Berdasarkan berbagai pendapat yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa teori adalah sekumpulan de
sekumpulan de fi finisi, konsep, proposisi, dalil yang berkaitan secara sistematis menjelaskan suatu fenomenanisi, konsep, proposisi, dalil yang berkaitan secara sistematis menjelaskan suatu fenomena dan menjelaskan hubungan sebab-akibat di
dan menjelaskan hubungan sebab-akibat di antara berbagai fenomena.antara berbagai fenomena. Dalam penelitian kuantitatif, teori Dalam penelitian kuantitatif, teori bermanfaat untuk menuntun peneliti untuk menemukan berbagai de
bermanfaat untuk menuntun peneliti untuk menemukan berbagai defifinisi, konsep yang dapat menjadi lan-nisi, konsep yang dapat menjadi lan- dasan lahirnya hipotesis, menetapkan metodologi penelitian. Penelitian akan dilaksanakan didasarkan pada dasan lahirnya hipotesis, menetapkan metodologi penelitian. Penelitian akan dilaksanakan didasarkan pada berbagai teori
berbagai teori yang relevan. yang relevan. Hal Hal ini ini berarti dibutuhkan berarti dibutuhkan kecerdasan peneliti kecerdasan peneliti untuk menemukan untuk menemukan dan mem-dan mem- bangun berbagai teori tersebut sehingga d
bangun berbagai teori tersebut sehingga dapat menunjukkan berbagai dimensi dan apat menunjukkan berbagai dimensi dan indikator yang dibutuh-indikator yang dibutuh- kan untuk mengukur variabel dimaksud. Meskipun demikian, dalam
kan untuk mengukur variabel dimaksud. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya terkadang ditemukanpelaksanaannya terkadang ditemukan ketidaksesuaian antara teori dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Hal ini bukanlah berarti bahwa ketidaksesuaian antara teori dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Hal ini bukanlah berarti bahwa diantara teori dan fakta tersebut berlawanan, akan tetapi sesungguhnya justru terdapat saling melengkapi diantara teori dan fakta tersebut berlawanan, akan tetapi sesungguhnya justru terdapat saling melengkapi dan semakin mengembangkan teori dimaksud.
dan semakin mengembangkan teori dimaksud.
Dalam penelitian, teori menjadi faktor yang sangat penting dalam proses penelitian itu sendiri (Bu- Dalam penelitian, teori menjadi faktor yang sangat penting dalam proses penelitian itu sendiri (Bu- ngin, 2005), dikatakan begitu mengingat dalam suatu penelitian diawali
ngin, 2005), dikatakan begitu mengingat dalam suatu penelitian diawali dari penggunaan teori dan berakhirdari penggunaan teori dan berakhir pada pengujian teori itu sendiri sebagaimana terlihat dalam gambar
pada pengujian teori itu sendiri sebagaimana terlihat dalam gambar 3.1.3.1.
Gambar di atas menunjukkan ketika ada suatu permasalahan dan akan diteliti, maka langkah awal Gambar di atas menunjukkan ketika ada suatu permasalahan dan akan diteliti, maka langkah awal adalah melakukan kajian secara teoretik akan
adalah melakukan kajian secara teoretik akan masalah tersebut. Hal ini masalah tersebut. Hal ini dilakukan untuk memperoleh pema-dilakukan untuk memperoleh pema- haman dan gambaran yang jelas atas masalah tersebut. Pemahaman diperoleh melalui berbagai de haman dan gambaran yang jelas atas masalah tersebut. Pemahaman diperoleh melalui berbagai defifinisi,nisi, konsep, proposisi, sintesis, konstruk yang ada dalam berbagai literatur. Berdasarkan kajian berbagai teori konsep, proposisi, sintesis, konstruk yang ada dalam berbagai literatur. Berdasarkan kajian berbagai teori tersebut dilakukan deduksi logis yakni pengkristalan berbagai konsep yang telah dibahas dan diperban- tersebut dilakukan deduksi logis yakni pengkristalan berbagai konsep yang telah dibahas dan diperban- dingkan satu dengan yang lain menjadi suatu de
dingkan satu dengan yang lain menjadi suatu defifinisi konseptual yang menjadi dasar dan acuan untuknisi konseptual yang menjadi dasar dan acuan untuk pelaksanaan penelitian.
pelaksanaan penelitian.
Didasarkan atas deduksi logis tersebut, dapat diajukan hipotesis yakni suatu jawaban sementara dari Didasarkan atas deduksi logis tersebut, dapat diajukan hipotesis yakni suatu jawaban sementara dari permasalahan dan didukung oleh teori d
permasalahan dan didukung oleh teori dan akan dilakukan pembuktiannya di lapanan akan dilakukan pembuktiannya di lapangan, untuk itulah diper-gan, untuk itulah diper- siapkan intrumen penelitian guna memperoleh data empirik. Penyusunan instrumen perlu memperhatikan siapkan intrumen penelitian guna memperoleh data empirik. Penyusunan instrumen perlu memperhatikan skala pengukuran yang tepat sesuai dengan metodologi penelitian yang ditetapkan. Hal ini diperlukan untuk skala pengukuran yang tepat sesuai dengan metodologi penelitian yang ditetapkan. Hal ini diperlukan untuk menghindari kesalahan pengukuran yang dilakukan, sebab jika skala yang ditetapkan
menghindari kesalahan pengukuran yang dilakukan, sebab jika skala yang ditetapkan keliru, sudah barangkeliru, sudah barang tentu data yang dihasilkan pengukuran tersebut juga akan keliru. Selanjutnya dilakukan persiapan penen- tentu data yang dihasilkan pengukuran tersebut juga akan keliru. Selanjutnya dilakukan persiapan penen- tuan populasi dan sampel penelitian, yakni siapa
tuan populasi dan sampel penelitian, yakni siapa yang akan menjadi nara sumber atau responden penelitianyang akan menjadi nara sumber atau responden penelitian dan berapa jumlahnya. Sementara itu jika hipotesis
dan berapa jumlahnya. Sementara itu jika hipotesis diajukan maka haruslah ditentukan bagaimana mengujidiajukan maka haruslah ditentukan bagaimana menguji hipotesis tersebut.
hipotesis tersebut.
Induktif
Induktif analisisanalisis
Dunia
Dunia RegionalRegional
Logis Logis
Dunia
Dunia empirisempiris
T
T EE OO RR II
Pembentukan
Pembentukan Konsep,Konsep, Pembentukan Pembentukan dandan penyusunan
penyusunan proposisiproposisi
Deduksi Deduksi LogisLogis Logika
Logika PenarikanPenarikan
Kesimpulan Kesimpulan
General General
Em Em iriiriss KeputusanKeputusan TerimaTerima atauatau
Tolak
Tolak HipotesisHipotesis
Hipotesis Hipotesis
Pengujian
Pengujian HipotesisHipotesis
Pengukuran,
Pengukuran, RingkasanRingkasan
sampel,
sampel, dandan PerkiraanPerkiraan
Parameter Parameter
Penjabaran,
Penjabaran, InstrumenInstrumen
tasi,
tasi, PenentuanPenentuan Skala,Skala,
Penentuan Penentuan
sasam m elel
Pengamatan Pengamatan
Sumber: Jujun S. Suriasumantri, Ilmu dan Persfektif, (Jakarta: Yayasan Obor, 1983, h. 34) Sumber: Jujun S. Suriasumantri, Ilmu dan Persfektif, (Jakarta: Yayasan Obor, 1983, h. 34)
Gambar 3.1
Gambar 3.1 Komponen Komponen Informasi, Kontrol Metodologis, dan Transformasi Informasi dalam ProsesInformasi, Kontrol Metodologis, dan Transformasi Informasi dalam Proses Ilmiah
Ilmiah
Dengan instrumen yang sudah jelas dan responden penelitian, langkah selanjutnya adalah peng- Dengan instrumen yang sudah jelas dan responden penelitian, langkah selanjutnya adalah peng- amatan atau pengumpulan data di lapangan. Data yang telah diperoleh disajikan dan dianalisis sesuai de- amatan atau pengumpulan data di lapangan. Data yang telah diperoleh disajikan dan dianalisis sesuai de- ngan kerangka analisis yang telah ditetapkan, selain itu dilakukan pengujian hipotesis untuk menentukan ngan kerangka analisis yang telah ditetapkan, selain itu dilakukan pengujian hipotesis untuk menentukan
apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak. Melalui pengujian hipotesis tersebut akan ditarik kesimpul- apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak. Melalui pengujian hipotesis tersebut akan ditarik kesimpul- an sebagai jawaban akhir permasalahan diajukan. Kesimpulan tersebut digeneralisasikan dan akan berkon- an sebagai jawaban akhir permasalahan diajukan. Kesimpulan tersebut digeneralisasikan dan akan berkon- tribusi akan lahirnya konsep dan proposisi yang baru. Jika proposisi tersebut sesuai dengan teori berarti tribusi akan lahirnya konsep dan proposisi yang baru. Jika proposisi tersebut sesuai dengan teori berarti ha-ha- sil penelitian telah memperkuat bangunan teori yang digunakan, akan tetapi jika proposisi berbeda dengan sil penelitian telah memperkuat bangunan teori yang digunakan, akan tetapi jika proposisi berbeda dengan teori yang digunakan perlu diperiksa apakah terjadi pergeseran teori atau kemungkinan proses penelitian teori yang digunakan perlu diperiksa apakah terjadi pergeseran teori atau kemungkinan proses penelitian yang keliru.
yang keliru.
Sejumlah besar pembiasan jawaban kemungkinan ditemukan dalam instrumen
Sejumlah besar pembiasan jawaban kemungkinan ditemukan dalam instrumen tentang apa yang ter-tentang apa yang ter- dapat dalam teori di dalam ilmu-ilmu sosial. Beberapa jawaban menghalangi upaya yang efektif untuk dapat dalam teori di dalam ilmu-ilmu sosial. Beberapa jawaban menghalangi upaya yang efektif untuk mengembangkan suatu kesempatan bagi penggabungan berbagai kegiatan teoretis dan empiris di dalam mengembangkan suatu kesempatan bagi penggabungan berbagai kegiatan teoretis dan empiris di dalam proses
proses penelitian penelitian dan dan karenanya karenanya harus harus segera segera dibuang. dibuang. TTerdapat erdapat tiga tiga jawaban jawaban semacam semacam itu itu yang yang sangatsangat menggelitik adalah (1) teori sebagai
menggelitik adalah (1) teori sebagai gagasan-gagasan yang belum dibuktikan kebenarannya, (2) teori penuhgagasan-gagasan yang belum dibuktikan kebenarannya, (2) teori penuh rahasia dan (3) teori sebagai dalil-dalil yang kukuh (Black; Champion, 2001).
rahasia dan (3) teori sebagai dalil-dalil yang kukuh (Black; Champion, 2001).