BAB II KAJIAN PUSTAKA
2. Pengertian Remaja
Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescene yang berarti to grow atau to grow matury yang artinya tumbuh untuk mencapai kematangan. Istilah ini mengalami perkembangan arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik.14
Remaja pada hakikatnya sedang berjuang untuk menemukan dirinya sendiri, jika dihadapkan pada keadaan luar atau lingkungan yang kurang serasi penuh kontradiksi dan labil, maka akan mudahlah mereka jatuh kepada kesengsaraan batin, hidup penuh kecemasan, ketidakpastian dan kebimbangan. Hal seperti ini telah menyebabkan remaja-remaja jatuh pada kelainan-kelainan kelakuan yang membawa bahaya terhadap dirinya sendiri baik sekarang maupun di kemudian hari.15
Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak kedewasa atau usia belasan tahun, atau jika seseorang menunjukan
13Yunahar Ilyas, Lc.,M.A. kuliah Akhlak (yogyakarta : LPPI, 2000), h. 1-2
14Muhammad Ali dan Muhammad Asrori, Psikologi Perkembangan Peserta Didik ( cet.I : Jakarta: bumi aksara, 2004 ), h. 9.
15 Sri Rumini dan Siti Sundari. Perkembangan Anak dan Remaja, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), h. 53
tingkah laku tertentu seperti susah diatur, mudah terangsang perasaannya dan sebagainya.16
Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak-kanak berakhir ditandai oleh pertumbuhan cepat. Pertumbuhan cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan dalam itu membawa akibat yang sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja. Oleh karena itu, masa remaja merupakan masa yang paling mengesankan dan indah dalam perkembangan manusia, karena masa tersebut penuh dengan tantangan, gejolak emosi dan perubahan jasmani, psikologi dan sosial. Dimana masa remaja juga merupakan masa yang penuh dengan konflik baik dengan dirinya sendiri maupun dengan yang lainnya.17
Sedangkan dalam ajaran agama islam tidak dikenal secara khusus, karena belum jelas penjelasannya terkait itu, begitupun dengan batasan usia remaja. Adapun yang dikenal dengan kata baliqh. Dalam bahasa Arab pengertian remaja dapat dikategorikan kepada al-fityatun yang artinya orang muda. Firman Allah SWT .
ىًدُه ْمُهاَنْد ِز َو ْمِهِ ب َرِب اوُنَمآ ٌةَيْتِف ْمُهَّنِإ ۚ ِ قَحْلاِب ْمُهَأَبَن َكْيَلَع ُّصُقَن ُنْحَن
Terjemahan-Nya:
“Kami kisahkan kepadamu ( Muhammad ) cerita ini dengan benar.
Sesungguhnya mereka adalah pemuda – pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”. ( QS.(18):13 ).18
16Sarlinto W Sarwono, psikologi Remaja (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2011), h. 2
17Noor Rahman Hadjam, Majalah Gerbang (Yogyakarta: Suara Muhamadiyah, 2002), h.
42
18 Al-Qur’an al-karimdan Terjemahnya,penerbitHalim, 2013, h. 294.
Pertumbuhan akal yang merupakan hal abstrak dan proses sejalan dengan perkembangan waktu sampai batas kesempurnaannya. Sebagai batas atau tanda yang konkrit adalah unsur baliqh yang memisahkan antara kesempurnaan dan kekurangan akal pada saat sampai batas umur itulah taklif mulai berkata.19
Fase remaja merupakan fase perkembangan individu yang sangat penting yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (Seksual) sehingga mampu bereproduksi. Menurut Sa’id masa remaja ini meliputi antara lain:(a) Remaja Awal (early adolescence). Pada tahap ini, remaja berada pada rentang usia 12 hingga 15 tahun. Umumnya remaja tengah berada di masa sekolah menengah pertama (SMP). Keistimewaan yang terjadi pada fase ini adalah remaja tengah berubah fisiknya dalam kurun waktu yang singkat. (b)Remaja Pertengahan (middle adolescence).
Tingkatan usia remaja selanjutnya yaitu remaja pertengahan, atau ada pula yang menyebutnya dengan remaja madya. Pada tahap ini, remaja berada pada rentang usia 15 hingga 18 tahun. Umumnya remaja tengah berada pada masa sekolah menengah atas (SMA). Keistimewaan dari fase ini adalah mulai sempurnanya perubahan fisik remaja, sehingga fisiknya sudah menyerupai orang dewasa. Remaja yang masuk pada tahap ini sangat mementingkan kehadiran teman dan remaja akan senang jika banyak teman yang menyukainya. (c) Remaja Akhir (late adolescence). Tingkatan usia terakhir pada remaja adalah remaja akhir.
19M.Abu Zahara,Ushul Fiqh,(Jakarta: CV Rumaha,1995), cet. Ke-2, h. 12
Pada tahap ini, remaja telah berusia sekitar 18 hingga 21 tahun. Remaja yang disebut adolosence, berasal dari bahasa latin adolescere yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai kematangan”.20Remaja pada usia ini umumnya tengah berada pada usia pendidikan di perguruan tinggi, atau bagi remaja yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka bekerja dan mulai membantu menafkahi anggota keluarga.
Keistimewaan pada faseini adalah seorang remaja selain dari segi fisik sudah menjadi orang dewasa, dalam bersikap remaja juga sudah menganut nilai-nilai orang dewasa.
a. Remaja pada masa sekolah
Penggunaan gadget terlalu lama dapat berpengaruh pada konsentrasi anak, selama jam pelajaran berlangsung dapat dilihat dampak dari tingkat prestasi anak di sekolah. Gadget / Handphone dapat mengganggu fungsi kerja otak manusia yaitu dengan melemahnya daya kerja otak atau lemah otak. Sebagian besar pengguna gadgat mengakses berbagai media sosial yang ada seperti path, instagram, facebook, twitter dan berbagai media sosial yang ada lainnya, hal ini dapat berpengaruh terhadap tingkat prestasi siswa. Penggunaan gadgat dikarenakan tuntutan trend saat ini yang menuntut mereka untuk aktif dalam dunia internet atau media sosial, oleh karena itu pada saat jam pelajaran, mereka juga sering menggunakan gadgat untuk menutupi rasa bosan karena jam pelajaran yang panjang. Hal ini menyebabkan bahwa sebagian materi yang
20 Andi Mapiare, psikologi remaja, (Surabaya: Usaha Nasional, 1982), h. 12
dijelaskan oleh guru tidak lagi diserap dengan baik karena siswa tidak mampu berkonsentrasi lagi dengan pelajaran yang sedang berlangsung, yang dapat berakibat pada nilai akademik siswa, juga siswa menjadi jarang berkomunikasi dengan temannya karena lebih asik dengan gadgat miliknya.
b. Remaja yang putus sekolah
Putus sekolah merupakan masalah yang kompleks dalam dunia pendidikan, penyakit ini harus ditangani serius dan dibasmi sampai keakar-akarnya. Putus sekolah sudah menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, karena berkaitan dengan memperjuangkan hak pendidikan bagi anak yang belum bisa meraih haknya. Banyak akibat yang di sebabkan oleh masalah ini yaitu kenakalan remaja. Dimana Pada era globalisasi ini kenakalan remaja sudah menjadi hal yang mainstream di masyarakat, dimana remaja yang putus sekolah rentan akan pengaruh negative dalam penggunaan media sosial yang mana para remaja akan meniru apa-apa yang dilihatnya melalui media sosial tersebut, contohnya seperti pemakaian narkotika, minum-minuman keras, perkelahian serta hal-hal yang mengganggu ketentraman masyarakat seperti perampokan, pemerkosaan dan lain-lain, terlihat sekali penyimpangan-penyimpangan seperti ini menunjukan menurunnya moral bangsa. Oleh karena itu, pentingnya peran orangtua dalam menjaga lingkungan dan pergaulan anaknya, sehingga tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.