• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggunaan Dana Desa Dalam Pendistribusian

BAB II PAPARAN DATA

C. Hasil Penelitian

2. Penggunaan Dana Desa Dalam Pendistribusian

Jenis anggaran yang dikeolal desa terbagi menjadi 2 (dua) yaitu Dana Desa dan Anggaran Pendapatan Belanja Desa.

a. Dana Desa.

Pasal 1 angka 2 PP 60/2014 jo. PP 8/2016 mengartikan dana desa adalah dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukan bagi desa yang ditransfer melalui APBD kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai

20 Nasri,” Hasil Wawancara, Dusun Kekalek 22 Juni 2022, Pukul 14.30

36

penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 menerangkan bahwa dana desa dialokasikan oleh pemerintah untuk desa. Pengalokasiannya dihitung berdasarkan jumlah desa dan dengan memperhatikan sejumlah hal. Diantaranya jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis. Dalam peraturan pemerintah tersebut, rincian alokasi penggunaan dana desa yaitu 30% untuk jumlah penduduk desa, 20% untuk luas wilayah desa dan 50% untuk angka kemiskinan desa. Dalam hal ini, Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah mendapatkan Dana Desa sejumlah Rp. 1, 200,000,000 dari Pemerintah Pusat, dan wajib dilaporkan hasil penggunaanya tiap tahun.

Memasuki tahun 2022, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Desa Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur prioritas penggunaan Dana Desa dimana hanya dapat digunakan dengan rincian alokasi untuk pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, program prioritas nasional sesuai kewenangan desa dan mitigasi dan penangan bencana alam dan nonalam sesuai kewenangan desa. Hal tersebutlah yang juga menjadi dasar dalam pelaksanaan program bantuan langsung tunai untuk masyarakat selama pandemi Covid-19.

Jumlah anggaran Bantuan Langsung Tunai yang diperoleh masyarakat Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, adalah sejumlah Rp. 600,000/Kepala Keluarga.

Berikut adalah mekanisme pendataan BLT Dana Desa:

1. Mekanisme pendataan BLT Dana Desa yang pertama akan dilakukan oleh Relawan Desa Lawan Covid-19. Setelah data terkumpul, selanjutnya pendataan akan fokus pada lingkup RT, RW, dan Desa.

37

2. Kemudian, hasil pendataan sasaran keluarga miskin akan dilakukan musyawarah Desa Khusus, atau musyawarah insidentil. Dalam musyawarah ini akan membahas agenda tunggal, yaitu validasi dan finalisasi data.

3. Setelah dilakukan validasi dan finalisasi, mekanisme pendataan BLT Dana Desa selanjutnya akan dilakukan penandatanganan dokumen hasil pendataan oleh Kepala Desa.

4. Hasil verifikasi dokumen tersebut, selanjutnya akan dilaporkan kepada tingkat yang lebih tinggi yaitu Bupati atau Wali Kota melalui Camat.

5. Terakhir, program BLT Dana Desa bisa segera dilaksanakan dalam waktu selambat-lambatnya 5 hari kerja per tanggal diterima di Kecamatan.

6. Selain pendataan, pemerintah juga telah menyusun metode perhitungan penetapan jumlah penerima manfaat BLT DD tiap desa mengikuti rumus :

7. Desa penerima Dana Desa kurang dari Rp 800.000.000 mengalokasikan BLT-Dana Desa maksimal sebesar 25%

dari jumlah Dana Desa.

8. Desa penerima Dana Desa Rp 800.000.000 sampai dengan Rp 1.200.000.000 mengalokasikan BLT-Dana Desa sebesar maksimal sebesar 30% dari jumlah Dana Desa.

9. Desa penerima Dana Desa lebih dari Rp 1.200.000.000 mengalokasikan BLT-Dana Desa sebesar 35% dari jumlah Dana Desa.

10. Khusus Desa yang jumlah KK miskin lebih besar dari anggaran yang dialokasikan dapat menambah alokasi setelah mendapatkan Persetujuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten.

11. Penyaluran dilakukan oleh Pemerintah Desa dengan metode Non Tunai (casles) dan atau tunai setiap bulan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

b. Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa

Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) adalah peraturan desa yang memuat sumber-sumber

38

penerimaan dan alokasi pengeluaran desa dalam kurun waktu satu tahun. APB Desa terdiri atas bagian pendapatan desa, belanja desa, dan pembiayaan. Rancangan APBDes dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa.

Pendapatan desa merupakan penghasilan yang diperoleh desa yang bersumber dari pendapatan asli desa (PAD), pendapatan transfer ataupun pendapatan lain-lain desa. Pendapatan Transfer Desa Murbaya berasal dari Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (BHPR) dan Bantuan Keuangan Kabupaten (BKK). Dana desa sebagai salah satu sumber pendapatan desa, pengelolaannya dilakukan dalam kerangka pengelolaan Keuangan Desa. Keuangan desa dikelola berdasarkan asas-asas transparan, akuntabel, partisipatif, serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Proses penyaluran APBDes diperuntukan terhadap honor perangkat desa dan honor kader posyandu, BKD dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa).

Berkaitan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tuna (BLT), mekanismenya diserahkan kepada masing- masing kepala wilayah untuk dimusyawarahkan bersama ketua RT, tokoh masyarakat, dan seluruh unsur masyarakat yang terdapat di wilayah tersebut. Sehingga berdasarkan hasil musyawarah tersebut, kita jadikan sebagai acuan untuk diusulkan sebagai subyek penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

c. Data Pendapatan Desa

NO. TAHAPAN JUMLAH (Rp) JUMLAH

(Rp)

1. Pertama - -

Pendapatan

2. Kedua 808,174,000

39

3. Ketiga 372,574,00

Jumlah Total Penyerapan 1,180,748,000 Capaian Realisasi keluaran 1,180,748,000,

Tabel 4. Data Pendapatan Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.

Pada sektor pendapatan Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah lebih banyak diperoleh di tahap kedua dengan jumlah pendapatan Rp. 808,174,000. Namun hal berbada terjadi saat tahap pertama. Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah yaitu tidak terdapat pendapatan sama sekali, sehingga total pendapatan desa murbaya yaitu sejumlah Rp. 1,180,748,000.

Hal tersebut diapat dari pendapatan tahap satu dan tahap dua. Dalam capaian realisasi keluaran dari penyerapan tersebut tidak tersisa data penggunaan pendapatan tersebut dapat dilihat pada aspek data belanja bantuan ke desa. Pada data pendapatan tersebut, capaian keluaran yang mengalami presentase yang cukup tinggi diakbiatkan oleh besarnya presentase yang dianggarkan untuk menanggulangi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi.

Adapun bentuk penanggulangan pandemi Covid1-19 yang dilakukan oleh Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah adalah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), pengganggaran untuk ketahanan pangan, penganggaran untuk kesehatan dan penganggaran untuk pembentukan tim satgas Covid- 19 Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.

40

d. Data Belanja Bantuan ke Desa

No Bidang Jumlah

Keluaran (Rp)

Jenis Realisasi 1. Penyelenggaraan

Pemerintahan 106,720,700

Belanja Bantauan Ke

Desa 2. Pelaksanaan

Pembangunan Desa 472,405,00.

3. Pembinaan Masyarakt 106,054,000.

4. Pemberdyaan Masyarakat 55,708,000.

5.

Penaggulangan Bencana, Keadaan Darurat Dan Mendesak

326,700,000.

Belanja bantuan ke Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah didominasi pada sektor penanggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak sejumlah Rp. 326,700,00. Hal tersebut digunakan dalam rangka menanggulangi efek pandemi Covid-19 yang sedang terjadi, adapun jenis penggunaan aspek belanja bantuan ke desa tersebut berupa penyaluran bantuan langsung tunai kepada masyarakat baik berupa pemberian sembako maupun uang tunai. Sedangkan pada aspek yang lain seperti penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat terjadi perbedaan yang sangat jauh dalam hal penggunaan belanja bantuan ke Desa 29 Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Hal tersebut memang didasarkan atas peraturan pemerintah pusat yang dikeluarkan dalam rangka penanggulangan efek pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. Sehingga belanja bantuan ke desa difokuskan pada bidang penagnggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak. Dalam aspek penanggulangan bencana, keadaan darurat dan mendesak, tidak hanya difokuskan untuk BLT saja dalam hal pemulihan ekonomi saat pandemi covid19, namun di dalam aspek

41

tersebut juga terdapat biaya pengelurana untuk ketahanan pangan.

Hal tersebut juga sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menjada stabilitas ketahanan pangan pada masa pandemi Covid-19, guna mengantisipasi multi efek yang akan terjadi diakibatkan oleh pandemi tersebut. Penyaluran Dana Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah dilakukan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Meskipun konsekuensi yang harus dihadapi adalah tidak tersedianya anggaran untuk kegiatan lain, seperti kegiatan pembangunan fisik di desa tersebut. Fokus Desa Murbaya Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah adalah pemulihan sektor ekonomi dengan tetap memperhatikan sektor kesehatan dan ketahanan pangan.

42 BAB III

Dokumen terkait