BAB 3 TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian
3.1.1.1 Identitas Pasien
1) Kepala Keluarga (KK) : Tn. A
2) Alamat : Wirogunan rt 03/ rw 06, Kota Pasuruan 3) Pekerjaan KK : Pedagang
4) Pendidikan KK : SLTP 5) Komposisi keluarga : 3.1.1.2 Komposisi Anggota Keluarga
Tabel 3.1 Komposisi Anggota Keluarga
N Nama Jenis o
Kelamin
Hubungan
Keluarga Umur Pekerjaan Pendidikan 1. Tn.A
(Klien) Laki-laki Suami 49 Wiraswasta SLTP
2. Ny.K Perempuan Istri 48 Ibu Rumah
Tangga SD
3. Tn.P Laki-laki Anak 25 Karyawan
Swata SMA
4. Nn.S Perempuan Anak 22 Karyawan
Swasta SMA
47
Genogram
Gambar 3.1 Genogram Klien Keterangan :
: Laki-Laki : Meninggal : Perempuan : Klien
: Tinggal serumah : Hubungan dalam keluarga : Garis keturunan
3.1.1.3 Tipe Keluarga
Tabel 3.2 Tipe Keluarga
Pasien Tipe Keluarga The nuclear family (keluarga inti)
Suku Bangsa Tn. A berasal dari suku jawa dan Ny. K juga berasal dari suku jawa. Jadi keluarga Tn. A berasal dari suku jawa dan bahasa yang digunakan sehari-hari adalah Bahasa Jawa.
Agama Islam
3.1.1.4 Status Sosial Ekonomi Keluarga
Tabel 3.3 Status Sosial Ekonomi Keluarga
Status sosial ekonomi keluarga Pasien
Jumlah pendapatan perbulan ± Rp. 2.500.000;
Sumber pendapatan perbulan Sumber pendapatan berasal dari hasil kerja Tn.A dan dan pemberian dari anak pertamanya
Jumlah pengeluaran perbulan ± Rp. 1.000.000; sesuai dengan kebutuhan Aktivitas rekreasi keluarga Tn.A mengatakan jika tidak ada kegiatan semua
anggota keluarga biasanya menikmati sarana hiburan dirumah yaitu televisi.
3.1.3 Data Lingkungan
Ruang Keluarga
Kamar Mandi Dapur
Kamar 3 Ruang
sholat Kamar 2
Ruang Tamu Ventilasi
Kamar 1
Pintu
3.1.2 Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga Tabel 3.4 Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap Perkembangan Pasien
Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tn.A mengatakan anak pertamanya sudah berusia 25 tahun dan sudah bekerja, sedangkan anak keduanya berusia 22 tahun. Jadi perkembangan keluarga saat ini adalah tahap perkembangan dewasa dan dewasa muda.
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Keluarga Tn.A saat ini sudah memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan tahap perkembangan saat ini.
Riwayat kesehatan keluarga saat ini
Tn.A mengatakan sesak nafas, mengi, batuk dan kesulitan bernafas setelah melakukan aktivitas terlalu berat.
Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Tn.A mengatakan sebelumnya sudah beberapa kali mengalami hal yang sama dan klien memiliki riwayat penyakit turunan asma dan alergi terhadap debu. Keluarga tidak mempunyai riwayat penyakit menular .
Gambar 3.2 Denah Rumah Tabel 3.5 Karakteristik Rumah
Pasien Karakteristik Rumah
Karakteristik tetangga dan komunitas
Tn.A mengatakan sebagian besar tetangganya warga asli lingkungan Pasuruan. Tn.A mengatakan sering berkumpul dengan tetangganya hanya untuk berbincang atau yang lainnya. Mayoritas mata pencaharian tetangga sekitar rumah Tn.A adalah pedagang, wirausaha, Guru, dan pegawai swasta. Fasilitas umum yang terdapat di lingkungan rumah Tn.
A yaitu terdapat Posyandu dan musholla.
Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Tn.A menempati rumahnya yang sekarang selama ± 35 tahun dan tidak memiliki keinginan untuk berpindah tempat.
Perkumpulan keluarga dan interaksi dalam masyarakat
Keluarga Tn.A selalu mengikuti kegiatan pengajian disekitar daerah rumahnya. Tn.A juga sering berkumpul dengan anak-anaknya. Interaksi yang terjalin antara keluarga Tn.A dengan tetangganya sangat baik.
Sistem pendukung keluarga
Tn.A mengatakan semua anggota keluarga mempunyai kartu jaminan kesehatan yaitu BPJS.
49
3.1.4 Struktur Keluarga
Tabel 3.6 Struktur Keluarga
Pasien
Struktur peran Tn.A berperan sebagai kepala keluarga dan Ny.K berperan sebagai wakil kepala keluarga.
Nilai atau norma keluarga
Keluarga Tn.A selalu memegang teguh nilai – nilai agama Islam, dan keluarga juga ditekankan untuk menjaga silaturahmi dengan saudara – saudara dan tetangga setempat.
Pola komunikasi keluarga
Tn. A mengatakan keluarga biasa berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa, jika ada masalah maka keluarga akan berdiskusi dan menyelesaikan dengan musyawarah.
Struktur kekuatan keluarga
Tn.A mengatakan bahwa pengambilan keptusan dalam keluarga dilakukan dengan cara bermusyawarah seluruh anggota keluarga.
Tn.A selaku kepala keluarga memiliki kekuatan untuk mengendalikan dan mempengaruhi anggota keluarga untuk merubah perilaku.
3.1.5 Fungsi keluarga
Tabel 3.7 Fungsi Keluarga
Pasien
Fungsi ekonomi Kebutuhan pokok dalam keluarga terpenuhi dari penghasilan Tn.A dan juga pemberian dari anak pertamanya setiap satu bulan sekali.
Fungsi
mendapatkan status sosial
Seluruh anggota keluarga Tn.A biasanya sering membantu ketika tetangganya ada yang mempunyai hajatan atau sebagainya, keluarga Tn.A dapat bersosialisasi, toleransi antar sesama dan juga anak keluarga Tn.A yang pertama biasanya sering mengikuti kegiatan pemuda dilingkungannya.
Fungsi pendidikan Tn.A hanya menempuh pendidikan SMP saja, dan dua anaknya hanya menempuh pendidikan SMA. Tn.A juga selalu mengingatkan kepada keluarga bahwa kita tidak boleh meremehkan pendidikan karena pendidikan itu sangat penting.
Fungsi sosialisasi Keluarga selalu mengajarkan perilaku yang baik pada anak- anak dan berpartisipasi jika ada kegiatan masyarakat.
Fungsi pemenuhan kesehatan
Kemampuan keluarga dalam mengenal kesehatan : Keluarga Tn.A mengerti apabila Tn.A mengalami penyakit asma, namun keluarga kurang paham betul tentang tanda dan gejala penyebab, serta pencegahan asma Tn. A.
Fungsi religious Tn.A mengatakan bahwa keluarga selalu berpegang teguh kepada agamanya yaitu Islam dan selalu berdoa ketika sedang mengalami musibah serta selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan. Keluarga Tn.A juga rajin beribadah.
Fungsi rekreasi Tn.A mengatakan jarang untuk pergi rekreasi, anak-anaknya juga sedang sibuk bekerja. Jadi untuk rekreasi biasanya hanya berkumpul pada akhir pekan di rumah ataupun di luar rumah.
Fungsi reproduksi Tn.A mempunyai dua orang anak yaitu laki-laki dan perempuan.
Fungsi afeksi Tn.A selalu memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya tanpa membeda – bedakan, semuanya saling menyayangi satu sama lain. Hubungan keluarga terlihat harmonis dan ikatan kekeluargaan sangat erat.
3.1.6 Stress dan Koping Keluarga
Tabel 3.8 Stress dan Koping Keluarga
Pasien Stressor jangka pendek
dan panjang
- Stressor jangka pendek : Tn.A bingung bila asmanya kambuh dan menghambat pekerjaannya.
- Stresor jangka panjang : Tn.A memikirkan biaya untuk kehidupan sehari – hari.
Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Tn.A mengatakan jika istri atau anak-anaknya melihat tanda-tanda kelelahan pada beliau, mereka langsung menyuruh Tn.A langsung menghentikan aktivitas dan beristirahat karena keluarga tahu bila tidak di ingatkan terkadang beliau suka mengabaikannya.
Strategi koping yang dugunakan
Tn.A mengatakan beliau hanya berpasrah diri kepada Allah SWT, tetap berdoa dan ikhtiar terhadap penyakit yang diderita dan berusaha untuk tetap menjaga kesehatannya Strategi adaptasi
disfungsional
Bila Bila mendapatkan masalah keluarga Tn.A ada beberapa anggota keluarganya yang marah ataupun menangis, tetapi itu hanya sesaat saja, ketika masalah dipecahkan secara bersama-sama dan masalah terselesaikan dengan baik, anggota keluarga Tn.A selalu saling memaafkan agar tidak menimbulkan masalah lebih lanjut dan melupakan masalah yang sudah terselesaikan tadi
3.1.7 Pemeriksaan Kesehatan Tiap Individu Anggota Keluarga Tabel 3.9 Pemeriksaan Fisik Keluarga
Data Tn. A (Klien)
Riwayat penyakit sekarang Asma Keluhan yang dirasakan
saat ini
Sesak nafas, mengi, batuk dan kesulitan bernafas setelah melakukan aktivitas terlalu berat.
Tanda dan gejala Sesak nafas, mengi, batuk.
Kepala dan rambut Bentuk kepala simetris, kulit kepala tidak ada lesi dan tidak ada benjolan. Rambut bersih berwarna hitam dan tidak berbau. Wajah simetris. Bentuk hidung simetris, tidak ada lesi dan tidak ada pernapasan cuping hidung.
Mukosa bibir lembab, tidak cyanosis, tidak ada lesi, gigi tampak agak kuning.
Mata Bentuk mata simetris, konjungtiva tidak anemis, pupil isokor, sclera tidak ikterik, ketajaman penglihatan baik.
Telinga Bentuk telinga simetris, tidak ada serum, dan ketajaman pendengaran baik.
Leher Tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tiroid.
Thorax/Dada dan fungsi pernapasan
Bentuk dada simetris, irama pernapasan irregular, wheezing (+), frekuensi nafas : 28x/menit.
Integumen (Kulit) Kulit teraba hangat, warna kulit sawo matang, lembab, turgor kulit elastis, dan tidak ada kelainan pada kulit Tanda-tanda vital Kesadaran compos mentis
TD : 110/80mmHg RR : 28x/menit N : 90x/menit S : 36,7oC
Ekstremitas Ekstremitas atas tampak normal, ekstremitas bawah normal. Tidak ada oedem .
51
3.1.8 Harapan keluarga
Tabel 3.10 Harapan Keluarga
Pasien
Harapan keluarga Tn.A berharap agar keluarganya tetap diberikan kesehatan sehingga dapat selalu berkumpul dengan anak-anaknya. Dan beliau berharap agar anak-anaknya bisa mendapatkan kehidupan yang layak agar dapat hidup yang sejahtera dan bahagia. Tn.A juga berharap agar penyakitnya tidak sering kambuh dan diberi kesehatan selalu agar tidak menyusahkan istri dan anak-anaknya serta bisa beraktivitas.