BAB 4 PEMBAHASAN
4.5 Evaluasi
Pada tinjauan pustaka evaluasi keperawatan belum dapat dilaksanakan karena kasus semu sedangkan pada tindakan kasus evaluasi keperawatan dapat dilaksanakan karena dapat diketahui keadaan pasien dan masalahnya secara langsung.
Pada akhir evaluasi keperawatan diagnosa keperawatan Nyeri akut berhubungan dengan agen pencidera fisiologis : peningkatan tekanan vaskuler serebral disimpulkan bahwa masalah keperawatan pasien teratasi karena sudah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh perawat yaitu frekuensi nyeri berkurang, kesulitan tidur cukup menurun, ekspresi wajah saat nyeri menurun . Hal ini sesuai dengan teori menurut Tim Pokja SLKI DPP PPNI.(2017), bahwa tujuan keperawatan dari diagnosa Nyeri akut berhubungan dengan agen pencidera fisiologis : peningkatan tekanan vaskuler serebral yaitu frekuensi nyeri berkurang.
Pada akhir evaluasi keperawatan diagnosa kedua gangguan pola tidur berhubungan dengan kurangnya kontrol tidur disimpulkan bahwa masalah teratasi karena sudah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh perawat yaitu Jam tidur mulai teratur. Hal ini sesuai dengan teori menurut Tim Pokja SLKI DPP PPNI.(2017), bahwa tujuan keperawatan dari diagnosa gangguan pola tidur
63
berhubungan dengan kurangnya kontrol tidur yaitu kemampuan pola tidur yang dijalankan sesuai anjuran telah meningkat.
BAB 5 PENUTUP
Setelah melakukan pengamatan dan melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung pada pasien dengan kasus Hipertensi pada Lansia Di Kelurahan Wirogunan Kota Pasuruan, maka penulis dapat menarik kesimpulan sekaligus saran yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan pasien dengan Hipertensi.
4.4 Simpulan
Dari hasil uraian yang telah digunakan tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan Hipertensi, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :
4.4.1 Fokus pengkajian pada Ny. S yaitu Status kesehatan umum, selama 1 tahun terakhir ditemukan data subjektif : Keluhan utama klien pasien datang ke dokter praktek langganan dalam kondisi pusing kepala, sedangkan pada tinjauan kasus, pasien datang dengan keluhan nyeri kepala dan sulit tidur jam tidur tidak teratur.
Untuk keluhan utama disini pasien mengalami peningkatan tekanan darah sehingga mengalami nyeri kepala. Kronologi peristiwa klien mengalami nyeri kepala sampai tengkuk bagian belakang dan kesulitan tidur, nyeri dirasakan hilang timbul, nyeri yang dirasakan tertekan. Data Objektif : Ny.S tampak meringis, klien : lemah, suhu : 36,5 C, nadi : 86x/menit, respirasi : 16x/menit, tekanan darah saat posisi duduk : 150/100 mmHg.
4.4.2 Diagnosa keperawatan prioritas pada pasien meliputi Nyeri akut berhubungan dengan agen pencidera fisiologis : peningkatan tekanan vaskuler
65
serebral, gangguan pola tidur berhubungan dengan kurangnya kontrol tidur.
4.4.3 Pada dua diagnosa prioritas yang muncul pada pasien dilakukan melalui satu jenis tindakan yaitu tindakan mandiri keperawatan.
4.4.4 Semua tindakan yang diimplementasi kepada pasien sesuai dengan rencana tindakan oleh perawat. Pada diagnosa keperawatan Nyeri akut berhubungan dengan agen pencidera fisiologis : peningkatan tekanan vaskuler serebral, untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan nyeri kepala dibutuhkan pelaksanaan selama 3 hari. Pada diagnosa keperawatan gangguan pola tidur berhubungan dengan kurangnya kontrol tidur dibutuhkan pelaksanaan selama 3 hari.
4.4.5 Dari dua diagnosa keperawatan yang terjadi pada Ny. S didapatkan dua masalah teratasi. Kondisi Ny. S sudah cukup membaik.
4.5 Saran
Penulis memberikan saran sebagai berikut :
4.5.1 Untuk pencapaian hasil keperawatan yang diharapkan, diperlukan hubungan yang baik dan terlibatkan pasien, keluarga dan tim kesehatan lainnya.
4.5.2 Perawat sebagai petugas pelayanan kesehatan hendaknya mempunyai pengetahuan, ketrampilan yang cukup serta dapat bekerjasama dengan tim kesehatan lainyya dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan Hipertensi.
4.5.3 Dalam meningkatkan mutu asuhan keperawatan yang profesional alangka baiknya diadakan suatu pertemuan yang membahas tentang kesehatan Hipertensi pada pasien dan keluarga.
4.5.4 Pendidikan dan pengetahuan perawat secara berkelanjutan perlu ditingkatkan baik secara formal dan informal. Kembangkan dan tingkatkan pemahaman perawat konsep manusia secara komprehensif sehingga mampu menerapkan asuhan keperawatan dengan baik.
67
DAFTAR PUSTAKA
Purba , I. 2020 . Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada Pasien Hipertensi Di Ruang Interna 1 RSUD DR. R. Soedarsono kota pasuruan periode 2019-2020 .Program DIII Unej kota pasuruan . Pasuruan Diakses pada tanggal 22 januari 2021 pada pukul 09.00 WIB.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018), Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan kementerian RI tahun 2018.
https://www.litbang.kemkes,go.id/laporan-riset-ksehatan-dasar-riskesdas/.
diakses pada tanggal 22 januari 2021 pada pukul 12.30 WIB.
Brunner, Suddarth, 2008. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol 2. Jakarta:
EGC
Siwi, Sakinah. 2019 . Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Hipertensi Di Panti Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda Skripsi. Politeknik kesehatan kemenkes Kalimantan Timur Kota Samarinda. Diakses pada tanggal 28 januari 2021 pada pukul 18.30 WIB.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2016), Standar Daignosis Keperawatan Indonesia : definisi dan indikator Diagnostik, Edisi 1.Cetakan III. Jakarta : Dewan Pengurus PPNI. Diakses pada tanggal 1 februari 2021 pada pukul 09.00 WIB.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Cetakan II. Jakarta: Dewan Pengurus PPNI. Diakses pada tanggal 1 februari 2021 pada pukul 09.30 WIB.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Definisi dan tindakan keperawatan, Edisi 1. Cetakan II. Jakarta: Dewan Pengurus PPNI. Diakses pada tanggal 1 februari 2021 pada pukul 10.00 WIB.
M, Ahmad. 2020. Skala nyeri – jenis dan cara pengukuran disertai gambar.
https://medisweb.com/skala-nyeri-jenis-dan-cara-pengukuran-disertai- gembar/?amp. Diakses pada tanggal 1 februari 2021 pada pukul 10.30 WIB.
Asma, A. 2020. Skala nyeri . http://majalah1000guru.net/2015/02/skala-nyeri/.
Diakses pada tanggal februari 2021 pada tanggal 10.40 WIB.
Lampiran 1
YAYASAN KERTA CENDEKIA
POLITEKNIK KESEHATAN KERTA CENDEKIA
Jalan Lingkar Timur, Rangkah Kidul, Sidoarjo 61232 Telepon: 031-8961496; Faximile : 031-8961497
Email : [email protected]
Sidoarjo, 19 Maret 2021 No. Surat : 237/BAAK/III/2021
Perihal : Surat Pengantar Studi Penelitian Kepada Yth.
Kepala Kelurahan Wirogunan, Kota Pasuruan di
Tempat
Dengan hormat,
Sehubungan dengan kegiatan penyusunan Karya Tulis Ilmiah mahasiswa Politeknik Kesehatan Kerta Cendekia Sidoarjo Tahun Akademik 2020/2021. Bersama surat ini kami mohon Kepala Kelurahan Wirogunan, Kota Pasuruan mengijinkan mahasiswa kami untuk megambil data dasar di tempat tersebut.
Berikut adalah informasi mahasiswa kami.
Nama Mahasiswa : Icha Kurnia Tanjung
NIM : 1801065
Alamat : Perum Taman Asri Kota Pasuruan
Tempat Tanggal Lahir : Malang, 18 Juni 1999
No. Hp : 085704788301
Judul KTI : Asuhan Keperawatan Pada Ny.S Dengan Hipertensi Pada Diagnosa Medis Nyeri Akut Di Kelurahan Wirogunan Kota Pasuruan
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan semoga sudi kiranya memperhatikan untuk dipertimbangkan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.
Mengetahui,
69
71
Lampiran 4
SATU7AN ACARA PENYULUHAN (SAP) TANTANG HIPERTENSI
Pokok Bahasa : Hipertensi
Sasaran : Pasien dan keluarga
Tempat : Kediaman Ny.S
Hari/Tanggal : Rabu / 24 Februari 2021
Waktu : 20 menit
I. Tujuan
a. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan 20 menit, diharapkan pasien dan Keluarga mampu memahami dan mengerti tentang Hipertensi.
b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan selama 20 menit tentang Hipertensi, diharapkan Keluarga Ny. S dapat:
1. Menjelaskan tentang pengertian Hipertensi 2.Menjelaskan tentang penyebab Hipertensi 3.Menjelaskan tentang tanda dan gejala Hipertensi 4.Menjelaskan tentang cara pencegahan Hipertensi
5.Menjelaskan tentang kenapa hipertensi harus di cegah
II. Materi Pembelajaran
Pokok Bahasa : Hipertensi III. Metode Pemberlajaran
a. Ceramah
b. Tanya jawab / Diskusi IV. Sasaran
Klien dan Keluarga klien Penderita Hipertensi V. Media
Leaflet VI. Susunan Acara
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 3 menit Pembukaan :
1.Mengucapkan salam 2.Memperkenalkan diri
3. Menyampaikan tentang tujuan pokok materi
4. Meyampakaikan pokok pembahasan 5. Kontrak waktu
Menjawab salam Mendengarkan dan memperhatikan
2. 12 menit Pelaksanaan :
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
1. Mendengarkan dan menyimak
2. Bertanya mengenai hal-hal yang belum
73
Materi :
1. Menjelaskan tentang pengertian Hipertensi
2. Menjelaskan tentang penyebab Hipertensi
3. Menjelaskan tentang tanda dan gejala Hipertensi
4. Menjelaskan tentang faktor resiko Hipertensi
5. Menjelaskan tentang upaya pencegahan Hipertensi
jelas dan dimengerti
3. 5 menit Evaluasi dan penutup : 1. Tanya jawab
2. Memberikan kesempatan pada peserta untuk bertanya
1. Sasaran dapat menjawab tentang pertanyaan yang diajukan 2. Mendengar 3. Melakukan evaluasi
3.Memperhatikan 4.Menyampaikan kesimpulan materi
4.Menjawab salam 5.Mengakhiri pertemuan dan
mengucapkan salam
VII. Evaluasi
A. Evaluasi Struktur 1. Kesiapan Panitia
2. Kesiapan media dan tempat
3. Peserta yang hadir minimal 70% dari jumlah undangan 4. Pengorganisasian 1 hari sebelumnya
B. Evaluasi Proses
1. Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan waktunya 2. Peserta antusias terhadap penjelasan
3. Peserta tidak meninggalkan tempat sebelum acara kegiatan selesai
4. Peserta terlihat aktif dalam kegiatan diskusi C. Evaluasi Hasil
Peserta mampu mengerti dan memahami tentang : 1.Menjelaskan tentang pengertian Hipertensi 2.Menjelaskan tentang penyebab Hipertensi 3.Menjelaskan tentang tanda dan gejala Hipertensi 4.Menjelaskan tentang faktor resiko Hipertensi 5.Menjelaskan tentang upaya pencegahan Hipertensi
75
WASPADAI HIPERTENSI KENDALIKAN TEKANAN DARAH
Mengendalikan Hipertensi:
Gaya hidup sehat dan minum obat secara teratur, Pengobatan secara teratur adalah :
1. Meminum obat secara teratur sesuai rekomendasi Dokter..
2. Melakukan control teratur..
3. Mulai masak sendiri makanan di rumah.
4. Olahraga
5. Jaga pikiran sampai Stres
APAKAH TEKANAN DARAH TINGGI / HIPERTENSI ITU ?
Tekanan darah tinggi adalah kenaikan tekanan darah sistolik di atas
140mmhg dan tekanan darah diastolic lebih dari 90mmhg
MENCEGAH HIPERTENSI :
CERDIK Cek kesehatan secara berkala Enyahkan asap rokok
Rajin aktifitas Fisik Diet seimbang Istirahat cukup Kelola stress
Apa yang menyebabkan Hipertensi ?
. Gaya Hidup tidak Sehat 1.Konsumsi garam berlebih 2.Merokok
3. Minum –minuman beralkohol
4. Kurang Olah Raga.
APAKAH GEJALA HIPERTENSI ?.
1. Sakit kepala.
2. Rasa Berat di Tengkuk.
3. Keletihan / mudah lelah.
4. Telinga berdenging.
5. Sulit tidur.
6. Rasa sakit di dada.
7. Penglihatan kabur.
8. Jantung berdebar-debar 9. Mimisan
Kenapa Hipertensi Harus di cegah ? Hipertensi dapat menyebabkan : 1.Penyakit jantung.
2.Gangguan syaraf 3.Gangguan otak/ Stroke 4.Kerusakan Ginjal 5.Gangguan penglihatan Lampiran 6 Leaflet Hipertensi
77
BAGAIMANA PENGOBATANNYA ?
1.Pengobatan Farmakologis Menggunakan obat –obatan sesuai indikasi / resep dokter
2.Pengobatan Non farmakologis.
Menurunkan berat –badan. Diet Rendah Garam dan Lemak.
Menghindari Stress. Olahraga/
Aktifitas Fisik. Dukungan Keluarga
MAKANAN YANG DIANJURKAN /BOLEH DI KONSUMSI : 1.Pisang
2.Sayuran Hijau 3.Yogurt 4.Susu SKIM
5.Kentang /beras /gandum 6.Buah berry
MAKANAN YANG DI HINDARI:
1. Garam
2. Makanan yang banyak mengandung Gula 3.Makanan berlemak
4.Minuman beralkohol
JUS PENURUN HIPERTENSI YANG MUDAH DI BUAT DAN DIPEROLEH
BAHAN –BAHANNYA : 1. JUS APEL DAN SELEDRI.
1 Buah Apel ukuran sedang, ditambah 2-3 sendok daun dan batang seledri
2. JUS BELIMBING DAN TIMUN
3-4 iris buah belimbing di tambah 5-7 iris timun segar bisa di tambah perasan jeruk nipis
3.JUS TIMUN DAN SELEDRI 5-7 iris mentimun segar ditambah 2-3 sendok irisan batang dan daun seledri
Oleh :
ICHA KURNIA TANJUNG 1801065
PROGRAM DIII KEPERAWATAN POLITEKNIK KEPERAWATAN KERTA
CENDEKIA SIDOARJO
2021