• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pengujian Hipotesis

Model Pembelajaran Partisfatif

Pearson Correlation 1 ,514**

Sig. (2-tailed) ,000

N 74 74

Kecerdasan Sosial Pearson Correlation ,514** 1

Sig. (2-tailed) ,000

N 74 74

Tabel 4.31. Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan

No Nilai Korelasi (r) Tingkat Hubungan

1 0,00-0,199 Sangat Lemah

2 0,20-0,399 Lemah

3 0,40-0,599 Cukup

4 0,60-0,799 Kuat

5 0.80-1,000 Sangat Kuat

Sumber Data: Fery Sudarto 2021

Hipotesis deskriptif pada penelitian ini menggunakan uji-t satu sampel dengan menggunakan Software IBM SPSS Statistic. Hasil dari Hipotesis deskripten dengan menggunakan uji-t dapat dilihat pada tabel4.32.

Tabel 4.32 Uji Hipotesis Deskriptif Variabel X One-Sample Test

Test Value = 80

T Df

Sig. (2- tailed)

Mean Difference

95%

Confidence Interval of

the Difference

Lower Model Pembelajaran

Partisipatif

-120,976 73 ,000 -42,027 -42,72

Sumber data: Software IBM SPSS Statistic

Nilai Sig.(2-tailed) pada table di atas yaitu 0,000 artinya lebih kecil dari 0,05 jadi artinya HO ditolak dan HI diterima. Artinya, model pembelajaran partisipatif Pendidikan Agama Islam peserta didik kelas XI di SMAN 2 Pinrang lebih tinggi dari 80% dari yang diharapkan.

Jumlah skor total model pembelajaran partisipatif (X) yaitu sebanyak 2572.

Dan sementara itu skor idealnya yang termasuk dalam kriterum yang disebut yaitu 4 x 12 x 74 = 3552 ( 4 merupakan skor paling tinggi pada tiap item , 12 merupakan jumlah butir instrumen dan 74 ialah jumlah responden pada penelitian ini).dan dengan demikian model pembelajaran partisipatif pendidikan agama islam peserta didik kelas XI di SMAN 2 Pinrang adalah 2572 : 3552 = 0,724 atau 72% berdasarkan kriterium yang telah ditetapkan, 72% termasuk dalam kategori sedang yang

berdasarkan pada kriteria pada table 4.33. Jadi dapat disimpulkan kecerdasan sosial peserta didik kelas XI SMAN 2 Pinrang dalam kategori sedang.

Tabel 4.33 Kriteria Penilaian Berdasarkan Persentase

Persentase Kriteria

90% - 100% Sangat Tinggi

80% - 89% Tinggi

70% - 79% Sedang

60% - 69% Rendah

0% - 59% Sangat Rendah

Sumber data: Suharsimi Arikunto, Evaluasi Pembelajaran

b. Hipotesis Kecerdasan Sosial

Hipotesis deskriptif dalam kecerdasan sosial ini yang diajukan dalam penelitian ini yaitu:

H0:μ≤ 69%

HI:μ˃69%

Hipotesis deskriptif pada penelitian ini menggunakan uji-t satu sampel dengan menggunakan Software IBM SPSS Statistic. Hasil dari Hipotesis deskripten dengan menggunakan uji-t dapat dilihat pada table 4.33.

Tabel 4.34 Uji Hipotesisi Deskriptif (Y) One-Sample Test

Test Value = 69

T Df

Sig. (2- tailed)

Mean Difference

95%

Confidence Interval of

the Difference

Lower

Kecerdasan Sosial -83,767 73 ,000 -27,392 -28,04

Sumber data: Software IBM SPSS Statistic

Nilai Sig.(2-tailed) pada table di atas yaitu 0,000 artinya lebih kecil dari 0,05 jadi artinya HO ditolak dan HI diterima. Artinya, kecerdasan social peserta didik kelas XI di SMAN 2 Pinrang lebih tinggi dari 69% dari yang diharapkan.

Jumlah skor total kecerdasan sosial (Y) yaitu sebanyak 3079. Dan sementara itu skor idealnya yang termasuk dalam kriterum yang disebut yaitu 4 x 13 x 74 = 3848 ( 4 merupakan skor paling tinggi pada tiap item , 13 merupakan jumlah butir instrumen dan 74 ialah jumlah responden pada penelitian ini).dan dengan demikian kecerdasan social peserta didik kelas XI di SMAN 2 Pinrang adalah 3079 : 3848 = 0,800 atau 80% berdasarkan kriterium yang telah ditetapkan 80% termasuk dalam kategori tinggi yang berdasarkan pada kriteria pada table 4.35. Jadi dapat disimpulkan kecerdasan sosial peserta didik kelas XI SMAN 2 Pinrang dalam kategori tinggi.

Tabel 4.35 Kriteria Penilaian Berdasarkan Persentase

Persentase Kriteria

90% - 100% Sangat Tinggi

80% - 89% Tinggi

70% - 79% Sedang

60% - 69% Rendah

0% - 59% Sangat Rendah

Sumber data: Suharsimi Arikunto, Evaluasi Pembelajaran

2. Uji Hipotosis Asosiatif

Hipotesis Asosiatif merupakan suatu pertanyaan yang menujukkan dugaan tentang hubungan antar dua variabel atau lebih. Adapun hipoteisi statistiknya yaitu sebagai berikut:

HO: β = 0 Artinya tidak terdapat pengaruh HI: β ≠ 0 Artinya terdapat pengaruh

Uji hipotesis asosiatif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengguna Software IBM SPSS Statistic. Uji Hipotesis Asosiatif ini dapat dilihat pada tabel 4.36

Tabel 4.36 Uji F

ANOVAa

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 152,407 1 152,407 25,806 ,000b

Residual 425,228 72 5,906

Total 577,635 73

Sumber data: Software IBM SPSS Statistic

Pada table diatas terlihat nilai sig 0,000 lebih kecil dari 0,05, jadi hal ini memiliki makna HO ditolak dan HI diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwasanya terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran partisipatif dengan kecerdasan sosial peserta didik SMAN 2 Pinrang

Setelah mengetahui adanya hubungan antara variabel X dengan Y maka dilakukan analisis regresi Linear sederhana. Analisis regresi linear sederhana ini

dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel X dan Y. analisis regresi linear sederhana bertujuan mempelajari hubungan linear antara dua variabel yaitu variabel X dan Y.

Tabel 4.37 Coefficients

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

B Std. Error Beta

1 (Constant) 23,248 3,625 6,413

Model Pembelajaran Partisipatif

,484 ,095 ,514 5,080

Sumber data: Software IBM SPSS Statistic

Berdasarkan table 4.37 diatas, bahwasanya nilai ɑ= 23,248 dan β= 0,484. Dan apabila di distribusi ke persamaan Y = ɑ + βX, maka hasilnya adalah sebagai berikut.

Y = 23,248 + (0,484) X

Persamaan regeresi linear sederhana diatas di interpretasikan sebagai berikut.

a. ɑ = 23,248 memiliki nilai positif yang menujukkan adanya pengaruh yang positif terhadap variable X.

b. β = 0,484 merupakan nilai koefisien regresi variable X terhadap Y, maksudnya ialah apabila variabel X memiliki kenaikan satu satuan maka variabel Y akan mengalami penurunan sebesar 0,484 atau 48,4%

Untuk mengetahui apakah ada kontribusi atau sumbangan yang diberikan oleh variabel X terhadap Y maka perhatikan tabel 4.38 model summary, yaitu sebagai berikut.

Tabel 4.38 Model Summary

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,514a ,264 ,254 2,430

a. Predictors : (Constant), Model Pembelajaran Partisipatif b. Dependent Variabel : Kecerdasan Sosial

Pada tabel Summary, dapat diketahui nilai R sebesar 0,514 atau koefisien korelasi nilai R tersebut dapat dikuadratkan yaitu 0.514 x 0,514 = 0,264, R Squer sebesar 0,264.R Squer disebut juga koefisien determinasi. Yang berarti 26,4%

variabel kecerdasan sosial dipengaruhi model Pembelajaran partisipatif sisanya 73,6% oleh variabel lainnya. Tingkat besarnya hubungan kedua variabel dapat dilihat pada Tabel 4.39 berikut.

Tabel 4.39 Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan

No Nilai Korelasi (r) Tingkat Hubungan

1 0,00-0,199 Sangat Lemah

2 0,20-0,399 Lemah

3 0,40-0,599 Cukup

4 0,60-0,799 Kuat

5 0.80-1,000 Sangat Kuat

Sumber Data: Fery Sudarto 2021

Berdasarkan pedoman tabel tingkat korelasi dan kekuatan hubungan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran partisipatif berpengaruh lemah terhadap kecerdasan sosial peserta didik kelas XI di SMAN 2 Pinrang yaitu hanya memiliki pengaruh 26,4%, 26,4% terdapat pada 0,20- 0,399 maka berdasarkan tabel kriteria trmasuk dalam kategoro lemah. Sedangkan sisanya yakni 100% – 26,4% = 73,6% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti oleh peneliti.

Dokumen terkait