• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.5 MetodeAnalisa Data

3.5.3 PengujianHipotesis

3.5.3.1 Uji Simultan (Uji F)

Digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (underpricing) berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE).Prosedur yang dilakukan untuk uji simultan (uji F) adalah :

1. Menentukan hipotesis

Langkah pertama merumuskan hipotesis nol (H0) bahwa X

1, X

2, X

3, X

4 tidak mempunyai pengaruh terhadap Y, melawan hipotesis tandingan (Ha) bahwa X

1,

X2, X

3, X

4 mempunyai pengaruh terhadap Y.

H0 : β

1 = β

2 = β

3 = β

4 = 0 artinya tidak ada pengaruh yang signifikan secara simultan atau bersama-sama dari variabel bebas (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel terikat (underpricing).

Ha : β

1 ≠ β

2 ≠ β

3 ≠ β

4 ≠ 0 artinya ada pengaruh yang signifikan secara simultan atau bersama-sama dari variabel bebas (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel terikat (underpricing).

2. Menentukan tingkat signifikasi sebesar 5%.

5. Menentukan F- hitung.

6. Membandingkan antara Sig-F-hitung dengan 0,05.

7. Membuat keputusan. Bila angka signifikansi > 0,05 maka H0 diterima.

Sebaliknya jika angka signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak atau Ha diterima (Ghozali, 2005).

3.5.3.2 Uji Parsial(Uji t)

Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel dependen (underpricing) secara terpisah (parsial). Prosedur yang dilakukan untuk uji secara parsial (uji t) adalah :

1. Menentukan hipotesis

Langkah pertama merumuskan hipotesis nol (H0) bahwa X

1, X

2, X

3, X

4 tidak mempunyai pengaruh terhadap Y, melawan hipotesis tandingan (Ha) bahwa X

1,

X2, X

3, X

4 mempunyai pengaruh terhadap Y.

H0 : β

1 = β

2 = β

3 = β

4 = 0 artinya tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel bebas (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel terikat (underpricing).

Ha : β

1 ≠ β

2 ≠ β

3 ≠ β

4 ≠ 0 artinya ada pengaruh yang signifikan secara parsial atau dari variabel bebas (size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE) terhadap variabel terikat (underpricing).

2. Menentukan tingkat signifikasi sebesar 5%.

3. Menentukan F- hitung.

4. Membandingkan antara Sig-F-hitung dengan 0,05.

5. Membuat keputusan. Bila angka signifikansi > 0,05 maka H0 diterima.

Sebaliknya jika angka signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak atau Ha diterima (Ghozali, 2005).

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahan yang melakukan Initial Public Offering (penawaran saham perdana) di BEIperiode 2007-2009.

Jumlah perusahaan yang melakukan IPO pada periode tersebut sebanyak 52 perusahaan, 3 perusahaan dikeluarkan karena memiliki initial return sama dengan nol, 1 perusahaan yang memiliki data tidak lengkap, 5 perusahaan dikeluarkan karena berasal dari sektor perbankan, dan5 perusahaan dikeluarkan karena mengalami outlier. Sehingga total sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 38 perusahaan. Berikut daftar perusahaan yang melakukan IPO pada periode 2007-2009.

Tabel 4.1

Daftar Perusahaan yang Melakukan IPO Tahun 2007-2009

Kode Nama Perusahaan

WEHA Panorama Transportasi Tbk BKDP Bukit Darmo Property Tbk SGRO Sampoerna Agro Tbk MNCN Media Nusantara Citra Tbk PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk LCGP Laguna Cipta Griya Tbk DEWA Darma Henwa Tbk

GPRA Perdana Gapuraprima Tbk WIKA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ACES Ace Hardware Indonesia Tbk

Sumber : JSX Fact Book 2007-2009

4.2 Deskripsi Variabel

a. Underpricing

Besarnya underpricing pada penelitian ini diukur dengan initial return yaitu selisih antara harga pada hari pertama dipasar sekunder (P1) dan PTSN Sat Nusapersada Tbk

JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk

JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk

ASRI Alam Sutera Realty bk

ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk DGIK Duta Graha Indah Tbk

COWL Cowell Development Tbk BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk

ELSA Elnusa Tbk

YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk KOIN Kokoh Inti Arebama Tbk GZCO Gozco Plantations Tbk

BSDE Bumi Serpong Damai Tbk

INDY Indika Energy Tbk

PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk KBRI Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk

ADRO Adaro Energy Tbk

HOME Hotel Mandarine Regency Tbk BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk GTBO Garda Tujuh Buana Tbk

MKPI Metropolitan Kentjana Tbk

RINA Katarina Utama Tbk

BWPT BW Plantation Tbk

DSSA Dian Swastika Sentosa Tbk BCIP Bumi Citra Permai Tbk NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk

harga penawaran perdana (offering price) (P0) dibagi harga penawaran perdana (P0). Pada tabel berikut dapat diketahui besarnya tingkat underpricing dari tiap-tiap perusahaan.

Tabel 4.2

Tingkat Underpricing Perusahaan Sampel

Kode Nama Perusahaan IR

WEHA Panorama Transportasi Tbk 0.55 BKDP Bukit Darmo Property Tbk 0.70

SGRO Sampoerna Agro Tbk 0.24

MNCN Media Nusantara Citra Tbk 0.17 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 0.30 LCGP Laguna Cipta Griya Tbk 0.44

DEWA Darma Henwa Tbk 0.64

GPRA Perdana Gapuraprima Tbk 0.39 WIKA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 0.26 ACES Ace Hardware Indonesia Tbk 0.22

PTSN Sat Nusapersada Tbk 0.14

JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 0.06 JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 0.22 CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk 0.10 ASRI Alam Sutera Realty bk 0.33 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 0.14

DGIK Duta Graha Indah Tbk 0.16

COWL Cowell Development Tbk 0.31

BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk 0.47

ELSA Elnusa Tbk 0.13

YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk 0.28

KOIN Kokoh Inti Arebama Tbk 0.21

GZCO Gozco Plantations Tbk 0.33

BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 0.27

INDY Indika Energy Tbk 0.12

PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk 0.25

KBRI Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk 0.27

ADRO Adaro Energy Tbk 0.36

Sumber :JSX Fact Book 2007-2009, diolah

Tingkat underpricing terbesar dialami oleh saham Bukit Darmo Property Tbk yaitu sebesar 0,7 atau 70%. Sementara tingkat underpricing terendah dialami oleh saham perusahaan Gunawan Dianjaya Steel Tbk dengan tingkat underpricing sebesar 0,03 atau 3%.

b. Size Perusahaan

Size perusahaan dihitung berdasarkan total aktiva yang dimiliki perusahaan sebelum perusahaan tersebut melakukan penawaran saham perdananya. Semakin besar total aktiva yang dimiliki maka semakin besar (size) ukuran perusahaan. Pada tabelberikut dapat dilihat total aktiva masing-masing perusahaan sampel dalam jutaan rupiah.

HOME Hotel Mandarine Regency Tbk 0.36

BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk 0.09

GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 0.09

MKPI Metropolitan Kentjana Tbk 0.14

RINA Katarina Utama Tbk 0.13

BWPT BW Plantation Tbk 0.07

DSSA Dian Swastika Sentosa Tbk 0.17

BCIP Bumi Citra Permai Tbk 0.32

NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk 0.05

GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk 0.03

Tabel 4.3

Size Perusahaan Sampel

Kode Nama Perusahaan Toal Aktiva

WEHA Panorama Transportasi Tbk 69,576 BKDP Bukit Darmo Property Tbk 302,745

SGRO Sampoerna Agro Tbk 615,444

MNCN Media Nusantara Citra Tbk 3,567,344 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 211,809

LCGP Laguna Cipta Griya Tbk 70,882

DEWA Darma Henwa Tbk 2,315,888

GPRA Perdana Gapuraprima Tbk 1,212,223 WIKA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 2,655,143 ACES Ace Hardware Indonesia Tbk 222,361

PTSN Sat Nusapersada Tbk 619,167

JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 10,255,970 JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 636,501 CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk 809,655 ASRI Alam Sutera Realty bk 2,357,243 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 4,883,048

DGIK Duta Graha Indah Tbk 442,991

COWL Cowell Development Tbk 286,454

BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk 137,499

ELSA Elnusa Tbk 2,519,405

YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk 125,330

KOIN Kokoh Inti Arebama Tbk 285,356

GZCO Gozco Plantations Tbk 1,018,106

BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 3,607,961

INDY Indika Energy Tbk 5,009,975

PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk 112,139

KBRI Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk 1,140,534

ADRO Adaro Energy Tbk 14,688,683

HOME Hotel Mandarine Regency Tbk 164,701

BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk 195,185

GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 55,877

Sumber : ICMD 2007-2009, diolah

Dari tabel diatas diketahui terdapat 4 perusahaan yang memiliki total aktiva kurang dari 100 milyar rupiah, 17 perusahaan dengan total aktiva antara 100 milyar hingga 1 triliyun rupiah dan 17 perusahaanmemiliki total aktiva diatas 1 triliyun rupiah. Total aktiva terkecil dimiliki oleh Garda Tujuh Buana Tbk yaitu sebesar Rp55,877,000,000 dan total aktiva terbesar dimiliki oleh Adaro Energy Tbk sebesar Rp.14,688,683,000,000.

c. Financial Leverage

Financial leverage dihitung berdasarkan persentase besarnya total hutang perusahaan terhadap total aktiva perusahaan. Semakin tinggi financial leverage sebuah perusahaan maka semakin tinggi pula tingkat resikonya.Berikut adalah data tingkat financial leverage masing-masing perusahaan sampel.

MKPI Metropolitan Kentjana Tbk 1,652,509

RINA Katarina Utama Tbk 76,068

BWPT BW Plantation Tbk 1,016,449

DSSA Dian Swastika Sentosa Tbk 6,216,951

BCIP Bumi Citra Permai Tbk 124,143

NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk 792,222

GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk 2,092,780

Tabel 4.4

Financial Leverage Perusahaan Sampel

Kode Nama Perusahaan Financial Leverage

WEHA Panorama Transportasi Tbk 0.54

BKDP Bukit Darmo Property Tbk 0.97

SGRO Sampoerna Agro Tbk 0.33

MNCN Media Nusantara Citra Tbk 0.68

PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 0.47

LCGP Laguna Cipta Griya Tbk 0.41

DEWA Darma Henwa Tbk 0.83

GPRA Perdana Gapuraprima Tbk 0.87

WIKA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 0.83

ACES Ace Hardware Indonesia Tbk 0.63

PTSN Sat Nusapersada Tbk 0.71

JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 0.77

JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 0.84

CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk 0.73

ASRI Alam Sutera Realty bk 0.48

ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 0.76

DGIK Duta Graha Indah Tbk 0.48

COWL Cowell Development Tbk 0.82

BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk 0.74

ELSA Elnusa Tbk 0.47

YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk 0.48

KOIN Kokoh Inti Arebama Tbk 0.77

GZCO Gozco Plantations Tbk 0.47

BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 0.65

INDY Indika Energy Tbk 0.66

PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk 0.45

KBRI Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk 0.53

ADRO Adaro Energy Tbk 0.82

HOME Hotel Mandarine Regency Tbk 0.45

BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk 0.69

GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 0.11

MKPI Metropolitan Kentjana Tbk 0.44

RINA Katarina Utama Tbk 0.15

S

Sumber : ICMD 2007-2009 diolah

Pada tabel diatas dapat diketahui terdapat 2 perusahaan dengan tingkat financial leverage kurang dari 30 %, 21 perusahaan dengan tingkat financial leverage antara 30 % - 70 % dan 15 perusahaan dengan tingkat financial leverage lebih dari 70 %. Perusahaan dengan tingkat financial leverage terendah adalah Garda Tujuh Buana Tbk sebesar 0,11 atau 11

% yang berarti perusahaan tersebut memiliki resiko usaha yang kecil.

Sementara perusahaan dengan tingkat financialleverage tertinggi adalah Bukit Darmo Property Tbk sebesar 0,97 (97 %), berarti perusahaan tersebut memiliki tingkat resiko usaha yang cukup tinggi.

d. Umur Perusahaan

Variabel ini menunjukkan umur perusahaan sejak berdiri sampai dengan go public. Umur perusahaan dihitung dari awal berdirinya suatu perusahaan hingga saat perusahaan tersebutgo public. Berikut ini ditampilkan data mengenai umur perusahaan sampel.

BWPT BW Plantation Tbk 0.73

DSSA Dian Swastika Sentosa Tbk 0.47

BCIP Bumi Citra Permai Tbk 0.41

NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk 0.67

GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk 0.92

Tabel 4.5

Umur Perusahaan Sampel

Kode Nama Perusahaan Umur

WEHA Panorama Transportasi Tbk 6

BKDP Bukit Darmo Property Tbk 18

SGRO Sampoerna Agro Tbk 14

MNCN Media Nusantara Citra Tbk 10

PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 24

LCGP Laguna Cipta Griya Tbk 3

DEWA Darma Henwa Tbk 16

GPRA Perdana Gapuraprima Tbk 20

WIKA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 7

ACES Ace Hardware Indonesia Tbk 7

PTSN Sat Nusapersada Tbk 7

JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 7

JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 25

CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk 7

ASRI Alam Sutera Realty bk 14

ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 20

DGIK Duta Graha Indah Tbk 25

COWL Cowell Development Tbk 26

BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk 15

ELSA Elnusa Tbk 39

YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk 13

KOIN Kokoh Inti Arebama Tbk 7

GZCO Gozco Plantations Tbk 7

BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 24

INDY Indika Energy Tbk 24

PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk 9

KBRI Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk 30

ADRO Adaro Energy Tbk 4

HOME Hotel Mandarine Regency Tbk 22

BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk 15

GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 13

MKPI Metropolitan Kentjana Tbk 37

RINA Katarina Utama Tbk 12

BWPT BW Plantation Tbk 9

DSSA Dian Swastika Sentosa Tbk 13

BCIP Bumi Citra Permai Tbk 9

NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk 27

GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk 20

Sumber : ICMD 2007-2009, diolah

Dari Tabel di atas diketahui terdapat 13 perusahaan yang berumur kurang dari 10 tahun dan 25 perusahaan berumur antara 10 hingga 50 tahun. Perusahaan tertua adalah Elnusa Tbk yang berumur 39 tahun.Sedangkan perusahaan termuda adalah Laguna Cipta Griya Tbkyang baru berumur 3 tahun dan melakukan penawaran saham perdananyapada tahun 2007.

e. ROE

ROE dihitung berdasarkan perbandingan antara net income after tax dengan total equity pada periode sebelum perusahaan melakukan IPO.Semakin tinggi nilai ROE, maka kinerja perusahaan tersebut semakin baik, begitu pula sebaliknya.Berikut adalah data mengenai ROE perusahaan sampel.

Tabel 4.6

ROE Perusahaan Sampel

Kode Nama Perusahaan ROE

WEHA Panorama Transportasi Tbk 2.4

BKDP Bukit Darmo Property Tbk 0.52

SGRO Sampoerna Agro Tbk 27.6

MNCN Media Nusantara Citra Tbk 26.26 PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk 18.99

LCGP Laguna Cipta Griya Tbk 1.49

DEWA Darma Henwa Tbk 7.21

GPRA Perdana Gapuraprima Tbk 6.71

WIKA PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 23.34 ACES Ace Hardware Indonesia Tbk 33.18

PTSN Sat Nusapersada Tbk 11.4

JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk 19.39

JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 20.65

CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk 7.92

ASRI Alam Sutera Realty bk 0.12

ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk 18.25

DGIK Duta Graha Indah Tbk 13.43

COWL Cowell Development Tbk -10.45

BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk 2.52

ELSA Elnusa Tbk 10.54

YPAS Yanaprima Hastapersada Tbk 20.72

KOIN Kokoh Inti Arebama Tbk 7.53

GZCO Gozco Plantations Tbk 5.1

BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 8.4

INDY Indika Energy Tbk 15.62

PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk 12.5

KBRI Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk -26.54

ADRO Adaro Energy Tbk 4.12

HOME Hotel Mandarine Regency Tbk 1.64

BPFI Batavia Prosperindo Finance Tbk 17.93

GTBO Garda Tujuh Buana Tbk -9.73

MKPI Metropolitan Kentjana Tbk 28.22

RINA Katarina Utama Tbk 2.61

BWPT BW Plantation Tbk 43.86

DSSA Dian Swastika Sentosa Tbk 9.65

BCIP Bumi Citra Permai Tbk 2.96

NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk 28

GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk 47.96

Sumber : ICMD 2007-2009, diolah

Dari tabel di atas diketahui terdapat 3 perusahaan yang memiliki ROE bernilai negatif, 32 perusahaan dengan ROE antara 0- 30% dan 3 perusahaan dengan ROE di atas 30 %. Perusahaan dengan ROE tertinggi adalah Gunawan Dianjaya Steel Tbk sebesar 47,96 % dan perusahaan dengan ROE paling rendah yaitu Kertas Basuki Rachmat Ind. Tbk sebesar -26,54 %.

4.3 Analisis Data

4.3.1 Uji Asumsi Klasik

Pengujian asumsi klasik digunakan untuk menguji asumsi apakah model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak uji atau tidak.Uji asumsi klasik meliputi uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.Mendeteksi normalitas dilakukan dengan analisisprobalility dari nilai Jarque-Bera.

Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas

LNY LNX1 X2 LNX3 X4

Mean 2.998158 27.25816 61.15500 2.596053 12.15842 Median 3.135000 27.29000 65.49000 2.640000 10.09500 Maximum 4.250000 30.32000 96.58000 3.660000 47.96000 Minimum 1.140000 24.75000 10.98000 1.100000 -26.54000 Std. Dev. 0.719519 1.526522 20.14868 0.620900 14.44147 Skewness -0.546103 0.104910 -0.444864 -0.330100 0.135212 Kurtosis 2.919075 1.978503 2.751773 2.398903 3.795981 Jarque-Bera 1.899151 1.721842 1.350953 1.262203 1.118966 Probability 0.386905 0.422772 0.508914 0.532005 0.571505 Sum 113.9300 1035.810 2323.890 98.65000 462.0200 Sum Sq. Dev. 19.15517 86.21997 15020.87 14.26411 7716.571

Observations 38 38 38 38 38

Sumber : Data diolah

Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa semua variabel dalam model regresi berdistribusi normal karena uji Jarque Bera menunjukkan nilai probabilitas lebih besar dari 0,05.

2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas. Multikoliniearitas dideteksi dengan cara melakukan analisis matrik korelasi antar variabel independen.

Tabel 4.8

Hasil Uji Multikolinearitas

LNX1 X2 LNX3 X4

LNX1 1.000000 0.447482 0.136725 0.251558 X2 0.447482 1.000000 0.009135 0.252344 LNX3 0.136725 0.009135 1.000000 0.005224 X4 0.251558 0.252344 0.005224 1.000000

Sumber : Data diolah

Tabel di atas menunjukan korelasi antara size dengan financial leverage sebesar 0.447482,size dengan umur sebesar 0.136725, size dengan ROE sebesar 0.251558,financial leverage dengan umur sebesar 0.009135, financial leverage dengan ROE sebesar 0.252344, umur dengan ROE sebesar 0.005224.Karena nilai koefisien korelasi (r) antar variabel independen pada model yang digunakan dalam penelitian < 0,8 maka dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat masalah multikolineritas pada model penelitian.

3. Uji Heterokedastisias

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedasitas, dan jika berbeda disebut heteroskedasitas. Seperti telah dibahas pada Bab III penelitian ini menggunakan uji white untuk mendeteksi masalah

heteroskedasitas. Hasil uji white dengan software EVIEWS 5.1 dapat dilihat pada tabelberikut :

Tabel 4.9

Hasil Uji Heterokedastisitas

White Heteroskedasticity Test:

F-statistic 1.299265 Probability 0.282656

Obs*R-squared 10.02628 Probability 0.263186

Test Equation:

Dependent Variable: RESID^2 Method: Least Squares Date: 10/23/11 Time: 14:55 Sample: 1 38

Included observations: 38

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -0.063575 26.49767 -0.002399 0.9981 LNX1 0.040206 1.966519 0.020445 0.9838 LNX1^2 -0.000495 0.035668 -0.013886 0.9890 X2 -0.037981 0.016713 -2.272602 0.0306 X2^2 0.000317 0.000137 2.312957 0.0280 LNX3 0.557745 0.754632 0.739095 0.4658 LNX3^2 -0.115800 0.147817 -0.783399 0.4397 X4 -0.000517 0.006559 -0.078888 0.9377 X4^2 0.000156 0.000184 0.847682 0.4036 R-squared 0.263850 Mean dependent var 0.322937 Adjusted R-squared 0.060774 S.D. dependent var 0.373042 S.E. of regression 0.361529 Akaike info criterion 1.006446 Sum squared resid 3.790397 Schwarz criterion 1.394295 Log likelihood -10.12247 F-statistic 1.299265 Durbin-Watson stat 1.971437 Prob(F-statistic) 0.282656

Sumber : Data diolah

Dari hasil uji White diperoleh hasil bahwa pada persamaan dapat disimpulkan bebas heterokedastisitas. Hal ini ditunjukkan dari besarnya probability Obs*R Square 0.263186yang lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05.

4. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya (t-1).Jika terjadi korelasi antara satu residual dengan residual yang lain, maka model mengandung masalah autokorelasi. Penelitian ini menggunakan metode Bruesch- Godfrey atau yang lebih dikenal dengan uji Langrange Multiplier (LM) untuk mendeteksi adanya masalah autokorelasi. Jika probabilitas obs*R

2

uji LM < 0,05 maka terdapat gejala autokorelasi dalam model yang digunakan. Hasil deteksi autokorelasi dengan menggunakan metode LM dapat dilihat pada tabelberikut :

Tabel 4.10 Hasil Uji Autokorelasi

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 1.090595 Probability 0.348563

Obs*R-squared 2.497958 Probability 0.286798

Test Equation:

Dependent Variable: RESID Method: Least Squares Date: 10/22/11 Time: 20:48

Presample missing value lagged residuals set to zero.

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C -0.449002 1.928120 -0.232870 0.8174 LNX1 0.013661 0.075905 0.179976 0.8583 X2 -0.001429 0.005725 -0.249636 0.8045 LNX3 0.061526 0.169043 0.363966 0.7184 X4 -0.000979 0.007498 -0.130620 0.8969 RESID(-1) 0.162298 0.187387 0.866113 0.3931 RESID(-2) 0.230446 0.204372 1.127584 0.2681 R-squared 0.065736 Mean dependent var -5.61E-16 Adjusted R-squared -0.115090 S.D. dependent var 0.575903 S.E. of regression 0.608141 Akaike info criterion 2.008003 Sum squared resid 11.46491 Schwarz criterion 2.309664 Log likelihood -31.15206 F-statistic 0.363532 Durbin-Watson stat 1.974470 Prob(F-statistic) 0.896321

Sumber : Data diolah

Tabel diatas menunjukkan probabilitas obs*R

2

uji LM sebesar 0.286798>

dari α sebesar 0,05, maka dapat disimpulkan tidak terdapat adanya autokorelasi pada model yang digunakan.

4.3.2 Analisa Regresi Berganda

Uji regresi berganda digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yang terdiri dari size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE dengan variabel terikat berupa underpricing.Perhitungan persamaan regresi dilakukan dengan menggunakansoftware EVIEWS 5.1.Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.11

Hasil Uji Regresi Linear

Dependent Variable: LNY Method: Least Squares Date: 10/22/11 Time: 20:46 Sample: 1 38

Included observations: 38

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 5.718456 1.904529 3.002556 0.0051

LNX1 -0.093117 0.075246 -1.237508 0.2246

X2 0.008741 0.005646 1.548183 0.1311

LNX3 -0.149769 0.163312 -0.917075 0.3658 X4 -0.026965 0.007270 -3.709307 0.0008 R-squared 0.359359 Mean dependent var 2.998158 Adjusted R-squared 0.281705 S.D. dependent var 0.719519 S.E. of regression 0.609809 Akaike info criterion 1.970736 Sum squared resid 12.27159 Schwarz criterion 2.186208 Log likelihood -32.44398 F-statistic 4.627723 Durbin-Watson stat 1.593155 Prob(F-statistic) 0.004465

Sumber : Data diolah

Berdasarkan hasil uji regesi di atas dapat disusun sebuah persamaan regresi linier berganda antara variabel bebas (independent variable) yang terdiri dari size perusahaan, financial leverage, umur, dan ROE dengan variabel terikat (dependent variable) yaitu tingkat underpricing dengan memasukkan koefisien regresi ke dalam bentuk persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :

LnY = 5.718456– 0.093117LnX1 + 0.008741X2 – 0.149769LnX3 – 0.026965X4

Dari persamaan di atas menunjukkan pengaruh masing-masing variabel bebas (X1, X2, X3, X4) dengan variabel terikat (Y). Koefisien regresi tersebut dapat diartikan sebagai berikut :

1. Konstanta (a) = 5.718456

Artinya apabila size perusahaan,financial leverage, umur serta ROE nilainya adalah nol, maka tingkat underpricing sebesar5.718456.

2. b

1 = – 0.093117

Artinya apabilafinancialleverage perusahaan, umur perusahaan, ROE nilainya tetap dan size perusahaan mengalami kenaikan 1%, maka tingkat underpricing akan mengalami penurunan sebesar0,093117.

3. b

2 = 0.008741

Artinya apabila size perusahaan, umur perusahaan dan ROE nilainya tetap dan financial leverage mengalami kenaikan 1%, maka tingkat underpricing akan mengalami peningkatan sebesar0.008741.

4. b

3 = -0.149769

Artinya apabila, size perusahaan,financial leverage, ROE nilainya tetap dan umur perusahaan bertambah 1 tahun, maka tingkat underpricing akan mengalami penurunan sebesar 0.149769.

5. b

4 = – 0.026965

Artinya apabila size perusahaan, financial leverage perusahaan, umur perusahaan nilainya tetap dan ROE mengalami kenaikan 1%, maka tingkat underpricing akan mengalami penurunan sebesar 0.026965.

4.3.3 Pengujian Hipotesis

Pengujian ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas (independent variable) yang terdiri dari sizeperusahaan,financial leverage, umur dan ROE terhadap variabel terikat (dependent variable) yaitu tingkat underpricing yang dihitung dengan nilai initial return dari perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009.

a. Uji Simultan / Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (sizeperusahaan,financial leverage, umur serta ROE) secara simultan (bersama-sama) terhadap variabel terikatnya (underpricing) pada penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2009. Apabila nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel atau nilai signifikansi F lebih kecil dibanding taraf signifikansinya (0,05 atau 5%), maka variabel-variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen.

Hasil Uji F dapat dilihat pada tabel uji regresi 4.11 diatas.Dari tabel dapat dilihat bahwa nilai F hitungsebesar 4,627723 dengan probabilitas (sig- F) sebesar 0,004465< 0,05 maka H5 dapat dibuktikan berarti bahwa size, financial leverage, umur serta ROE secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat underpricing penawaran saham perdana pada tahun 2007-2009.

b. Uji Parsial / Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing (parsial) variabel bebas yang terdiri dari size perusahaan, financial leverage, umur dan ROE terhadap variabel terikat yaitu underpricing.

a) Pengujian size terhadap tingkat underpricing

Hasil perhitungan regresi pada tabel menunjukkan nilai t hitung sebesar-1,237508 dengan probabilitas sebesar 0,2246. Karena probabilitas nilai t lebih besar dari 0,05 maka Ha ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa size tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing.Hasil

yang tidak signifikan ini disebabkan karena bagi emiten ukuran perusahaan seringkali tidak diperhatikan sebagai informasi yang dapat mempengaruhi keputusan investor dalam melakukan keputusan investasi di pasar perdana. Hal ini terjadi karena ukuran perusahaan yang diukur dengan total aktiva yang besar tidak dapat mencerminkan apakah perusahaan tersebut dapat bekerja secara efisien karena belum tentu perusahaan yang memiliki aset dalam jumlah besar, memiliki kinerja yang lebih baik daripada perusahaan berskala kecil. Perusahaan yangbesar pada umumnya menghasilkan laba dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang kecil, namun laba belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan itu telah dapat bekerja dengan efisien.Efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan modal yang menghasilkan laba tersebut, sehingga investor lebih memperhatikan informasi lainnya seperti asset turnover yang lebih dapat menunjukan kinerja dan nilai perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya.Tanda koefisien negatif yang berarti semakin besar size perusahaan maka semakin kecil tingkat underpricing yang terjadi.

b) Pengujian financial leverage terhadap tingkat underpricing

Hasil perhitungan regresi pada tabel menunjukkan nilai t hitung sebesar 1,548183 dengan probabilitas sebesar 0,1311. Karena probabilitas nilai t lebih besar dari 0,05 maka Ha ditolak, hasil ini menunjukkan

Dokumen terkait