Arah kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja negara. Dengan strategi pembangunan yang akan ditempuh antara lain : (i) Penyempurnaan Perencanaan Penganggaran Negara antara lain melalui : pengurangan pendanaan bagi kegiatan yang konsumtif dalam alokasi anggaran Kementerian/Lembaga;
rancang ulang kebijakan subsidi guna mewujudkan subsidi yang rasional penganggarannya dan tepat sasaran;
pemantapan penerapan Penganggaran Berbasis Kinerja (PBK) dan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) untuk meningkatkan disiplin dan kepastian fiskal serta penataan remunerasi aparatur negara dan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN); (ii) Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Anggaran antara lain melalui : penyempurnaan dan perbaikan regulasi terkait penyediaan dan penyaluran dana di bidang investasi, pinjaman dan kredit program untuk mendorong
5-26 | RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2015 ARAH KEBIJAKAN DAN ISU STRATEGIS TAHUN 2015
pertumbuhan infrastruktur dan iklim investasi pemerintah;
pengelolaan kas yang efektif untuk mencapai jumlah likuiditas kas yang ideal untuk membayar belanja pemerintah melalui Treasury Single Account dan cash forecasting yang handal, serta manajemen surplus kas yang mampu meberi kontribusi optimal bagi penerimaan negara; dan modernisasi kontrol dan monitoring pelaksanaan anggaran dengan sistem informasi yang terintegrasi; (iii) Peningkatan Pengelolaan Desentralisasi Fiskal dan Keuangan daerah, antara lain melalui percepatan pelaksanaan pengalihan anggaran pusat ke daerah untuk fungsi-fungsi yang telah menjadi wewenang daerah, serta pengalihan secara bertahap dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan menjadi DAK.
BIDANG ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 5.3.10 Isu
Strategis 10:
Peningkatan Kapasitas Iptek
Sasaran
Sasaran pembangunan Iptek adalah:
1. Meningkatnya kapasitas iptek nasional sehingga mampu untuk mendukung:
a. peningkatan daya saing sektor produksi barang dan jasa;
b. keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam;
serta
c. penyiapan sosial budaya masyarakat Indonesia menyongsong kehidupan global yang maju dan modern.
2. Meningkatkan ketersediaan faktor input bagi kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan iptek yang mencakup SDM, sarana prasarana, kelembagaan iptek, jaringan, dan pembiayaannya.
Arah Kebijakan dan Strategi
1. Dalam rangka peningkatan dukungan iptek bagi daya saing sektor produksi, maka penelitian, pengembangan dan penerapan iptek (P3-Iptek) diarahkan pada:
a. Penyelanggaraan Litbang (Riset): dengan output teknologi / produk baru terdifusi ke sektor produksi;
b. Layanan Perekayasaan dan Teknologi: dalam bentuk penyediaan sarana perekayasaan, disain, dan pengujian;
RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2015 |
ARAH KEBIJAKAN DAN ISU STRATEGIS TAHUN 2015 5-27 c. Layanan Infrastruktur Mutu: yang mencakup
standardisasi, metrologi, kalibrasi, dan pengujian mutu;
d. Layanan Pengawasan Tenaga Nuklir: yang mencakup pengawasan penggunaan tenaga nuklir di industri, pertanian, kesehatan, dan energi;
e. Pengembangan Teknopreneur: yang difasilitasi lewat science and technology park, inkubator, dan modal ventura.
2. Dalam rangka peningkatan dukungan iptek bagi keberlanjutan dan peningkatan kemanfaatan sumber daya alam, maka Arah Kebijakan yang ditetapkan adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan iptek mencakup pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya hayati (bio-resources) dan nirhayati, pemanfaatan dan pengoperasian satelit sumberdaya alam serta teknologi mitigasi perubahan iklim.
3. Dalam rangka peningkatan dukungan iptek bagi penyiapan sosial budaya masyarakat indonesia menyongsong kehidupan global yang maju dan modern, maka penyelenggaran penelitian sosial budaya dalam hal kesiapan menyongsong fenomena global village yang mencakup seluruh Indonesia melalui 6 simpul penelitian di Perguruan Tinggi Negeri.
BIDANG SARANA DAN PRASARANA 5.3.11 Isu
Strategis 11:
Peningkatan Ketahanan Air
Sasaran
Peningkatan ketahanan air pada daerah aliran sungai difokuskanpada penanganan 36 DAS Prioritas Nasional melalui penyusunan Rencana Pengelolaan sesuai dengan fungsinya. Sedangkan dalam pengelolaan sumber daya air, sasaran umum pembangunan infrastruktur sumber daya air yang ditujukan untuk menjamin ketahanan air, pangan, dan energi dalam rangka mendukung ketahanan nasional pada tahun 2015 difokuskan pada:
1. Meningkatkan kapasitas tampung air sebesar 58,5 juta m3 akan dipenuhi dengan pembangunan waduk sebanyak 21 buah termasuk di Papua dan Maluku. Pembangunan 21 buah waduk tersebut selain dapat meningkatkan kapasitas tampung perkapita, juga akan meningkatkan keterjaminan
5-28 | RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2015 ARAH KEBIJAKAN DAN ISU STRATEGIS TAHUN 2015
sumber air irigasi dari waduk yang selama ini baru mencapai 11%, dan sebagai sumber air baku baik untuk rumah tangga, perkotaan dan industri, serta sebagai sumber tenaga listrik PLTA. Selain itu juga akan dilakukan pembangunan waduk skala kecil, embung, dan bendung gerak yang dibangun sebagai penampung air dalam kapasitas kecil dengan sasaran sebesar 195 buah.
2. Sasaran pembangunan irigasi baru yang ditargetkan untuk mendukung ketahanan pangan adalah 33,3 ribu hektar, yang difokuskan pada daerah di luar Jawa seperti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Sasaran pembangunan jaringan irigasi tersebut juga untuk mengkompensasi terjadinya alih fungsi lahan sawah yang rata-rata pertahun melebihi 50 ribu hektar. Untuk mendukung ketahanan pangan, selain pembangunan jaringan irigasi juga dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi sebesar 38,18 ribu hektar untuk mengurangi laju kerusakan yang terjadi. Selain itu jaringan rawa yang juga potensial sebagai lahan pertanianakan dilakukan pembangunan jaringan rawa baru dan rehabilitasi jaringan rawa dengan target masing-masing 10,16 ribu hektar dan 13,80 ribu hektar.
3. Keberhasilan pengelolaan irigasi juga ditentukan oleh bekerjanya kelembagaan pengelolaan irigasi, oleh karena itu dalam 5 (lima) tahun kedepan perlu dibentuk unit pengelola satuan irigasi sebagai unit yang bertanggung jawab pada satuan irigasi yang diharapkan dapat menjamin kehandalan daerah irigasi. Selain itu penerapan partisipasi dalam pengembangan dan pengelolaan irigasi harus terus didorong yang dalam 5 (tahun) kedepan ditargetkan juga bagi daerah irigasi berskala luas (kewenangan pemerintah pusat).
4. Air baku yang merupakan salah satu input dalam perekonomian seperti industri dan perkotaan, memegang peranan penting dalam kelangsungan industri. Sasaran peningkatan kapasitas dan rehabilitasi saluran pembawa air baku untuk melayani rumah tangga, perkotaan dan industri pada tahun 2015 adalah sebesar 2,45m3/det dan 5,46 m3/det
5. Dalam rangka perlindungan terhadap kawasan strategis nasional, pusat pertumbuhan ekonomi, dan pulau-pulau terdepan dari dampak daya rusak air
RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2015 |
ARAH KEBIJAKAN DAN ISU STRATEGIS TAHUN 2015 5-29 melalui:Pembangunan dan rehabilitasi tanggul sungai/pengendali banjir sepanjang 125,4 Km dan 15,22 km; Pembangunan/rehabilitasi pengendali sedimentasi sungai, waduk dan banjir sedimen sebanyak 20 buah;
Pembangunan pengamanan garis pantai dari abrasisepanjang 22,46 Km; dan dimulainya pembangunan NCICD
Arah Kebijakan dan Strategi
Arah kebijakan dan strategi pembangunan peningkatan pengelolaan DAS ditempuh melalui: 1) Peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi DAS; 2) Peningkatan rehabilitasi dan reklamasi DAS; 3) Peningkatan pengelolaan DAS dalam lingkup Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH); 4) Peningkatan fungsi konservasi sumber daya air DAS yang bersangkutan.
Sementara itu dalam pengelolaan sumber daya air, arah kebijakan dan strategi pembangunannya didasarkan pada pengelolaan sumber daya air secara terpadu berbasis wilayah sungai,yangmerupakan amanat UU No.7/2004. Basis pengelolaan sumber daya air secara terpadu tersebut, dituangkan dalam Pola dan Rencana pengelolaan wilayah sungai, yang telah mengintegrasikan berbagai sektor dan stakeholdertermasuk rencana pengelolaan DASyang merupakan basis/dasar perencanaan bagi berbagai sektor dan stakeholder. Peningkatan kapasitas tampung perkapita melalui pembangunan waduk, embung, situ, dan long storage serta revitalisasi danau akan dimanfaatkan untuk peningkatan pemenuhan air baku, peningkatan kapasitas dan layanan jaringan irigasi dan pengendalian banjir, serta PLTA.
Peningkatan pelayanan pengelolaan sumber daya air antara lain diarahkan untuk peningkatan layanan air baku, Peningkatan layanan jaringan irigasi/rawa untuk mendukung ketahanan pangan nasional, perlindungankawasan strategis nasional, pusat pertumbuhan ekonomi, dan pulau-pulau terdepan terhadap dampak daya rusak air,serta peningkatan kapasitas kelembagaan, ketatalaksanaan, dan keterpaduan dalam pengelolaan sumber daya air.
5-30 | RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2015 ARAH KEBIJAKAN DAN ISU STRATEGIS TAHUN 2015 5.3.12 Isu
Strategis 12:
Penguatan
Konektivitas Nasional
A. Keseimbangan Pembangunan Antar Wilayah