• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjabaran Hasil Penelitian

Dalam dokumen persepsi masyarakat tentang keberadaan dan (Halaman 73-78)

BAB V PERSEPSI MASYARAKAT

B. Penjabaran Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa masyarakat tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan pondok prostitusi, karena keberadaan tempat ini tidak mengganggu mereka. Ketidakpedulian masyarakat ini

bukanlah tanpa alasan, kurangnya rasa sosial dan kepedulian antara sesama membuat masyarakat tidak terlalu memperdulikan masalah seperti ini. Dan mereka berpikir asalkan bukan anak dan keluarga mereka yang menyewa pondok prostitusi ini untuk pacaran, maka tidak akan menjadi masalah. Alasan seperti inilah yang terkadang membuat pergaulan remaja semakin bebas.

Banyaknyaa remaja yang terjerumus dalam perilaku menyimpang sekarang ini dikarenakan, perubahan zaman yang semakin modern diera globalisasi yang telah membuat pola pikir dan pola hidup manusia semakin berubah. Diera globalisasi yang terjadi saat ini, remaja harus terselamatkan dari bahaya globalisasi. Karena globalisasi banyak kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk, sementara budaya tersebut tidak cocok dengan kebudayaan kita.

Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar bagi mereka merupakan salah satu bentu gensi yang membanggakan. Akibatnya di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untukmendapatkan pacar.

Sehingga membuat tingkah laku remaja semakin hari, semakin jauh dari perbuatan yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma. Pergaulan memang sangat penting bagi remaja yang sedang mencari jati dirinya, dan pergaulan sangat menetukan sifat dan perilaku remaja karena ia akan belajar suatu hal yang baru

yang tidak akan ditemukan dilingkungan keluarganya. Memilih Lingkungan bagi remaja haruslah dengan pengawasan dari keluarga dan harus berhati-hati karena jika salah memilih lingkungan pergaulan akan menghasilkan pula sifat yang buruk tetapi jika memilih lingkungan yang baik pasti akan menghasilkan pula remaja yang memiliki pemikiran yang baik pula.

Lingkungan pergaulan yang dimasuki oleh seseorang remaja dapat juga berpengaruh untuk menekan temannya yang belum melakukan seks bebas, bagi remaja tersebut. Tekanan dari teman-temannya itu dirasakan lebih kuat dari pada yang didapat dari dirinya sendiri.

Pada usia remaja keinginantahuan begitu besar terhadap seks, apalagi jika temannya mengatakan bahwa terasa nikmat. Ditambah lagi dengan adanya informasi yang tidak terbatas, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh lagi melakukan berbagai macam percobaan. Dan ketika telah terlanjur berbuat, seorang remaja perempuan biasanya berpendapat sudah tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dari dirinya. Maka dalam pikirannya akan merasa putus asa dan mencari pelampiasan yang akan menjerumuskannya dalam pergaulan bebas.

Seks bebas itu sendiri ada kaitannya dengan perilaku yang berdampak buruk terhadap kesehatan reproduksi. Mereka tidak memikirkan akibat dari perbuatan yang tidak mempunyai status.

Sehingga remaja akan semakin menikmati hubungan seks bebas dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. Disinilah remaja ini

memanfaatkan adanya pondok prostitusi untuk berpacaran dan melakukan seks bebas. Remaja menganggap sesuatu yang dilakukannya sudah termasuk dalam perbuatan yang dianggap sebagai gaya hidup atau tingkah laku yang serba bebas.

Seks bebas juga akan menyebabkan seseorang tidak lagi berpikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab. Mereka hanya menginginkan hidup diatas kebebasan semu. Lebih parah lagi seorang wanita yang melakukan seks bebas akan terjerumus ke dalam lembah pelacuran dan prostitusi. Anak yang telanjur terlahir akibat seks bebas (perzinahan), ia tidak akan mendapatkan kasih dari ayahnya dan kelembutan ibunya. Ia tidak akan mendapat perhatian dan pendidikan yang cukup, dan setelah ia tahu bahwa ia terlahir akibat perzinahan maka, kejiwaannya akan menjadi kaku dan tersisih dalam pergaulan dalam masyarakat. Dan tidak jarang ia akan terlibat dalam masalah kriminalitas.

Untuk menegakkan pola perilaku seks bebas, meskipun secara terselubung, dalam jangka waktu tertentu. Tetapi lama kelamaan akan membawah perubahan perilaku yang diakui oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai suatu kelaziman. Sepanjang hubungan seks itu masih dalam kerangka jaminan kepentingan bersama dengan sedikit mungkin beban tanggung jawab , atas syarat-syarat kontrak sosialnya. Maka selama itu pula rutinitas hubungan seks akan berlangsung sebagai suatu kelaziman dalam kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu pemerintah harus mampu mengambil tindakan dan menyaring pengaruh yang berhak dan berdampak negatif bagi para remaja.

Begitu pula dengan peran remaja harus mampu mengendalikan diri dari dan menghindari hubungan seks diluar nikah.

Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam perubahan perilaku remaja dalam urusan hubungan seks adalah masuknya budaya barat ke Indonesia. Mengingat luasnya permasalahan yang ada pada kalangan remaja dan mahasiswa diperlukan suatu batasan masalah untuk dapat memberikan gambaran yang terarah, terperinci dan tidak menyimpan dari arah yang telah diuraikan dalam perumusan masalah serta dapat memberikan pemahaman.

Pergaulan bebas salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana

“bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada. Masalah seks bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun media sosial.

Remaja adalah individu labil yang emosinya masih rentang tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Kurangnya keimamnan, masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda.

Adanya remaja yang sering menyewa pondok prostitusi ini, adalah pasangan remaja yang sedang kasmaran, yang berani melakukan hubungan seks bebas dengan pacarnya. Dengan alasan bahwa pacarnya adalah calon suami yang berhak mendapatkan segalanya. Tidak ada salahnya jika kita mengatakan pacaran adalah sebagian dari pergaulan bebas. Karena saat ini

pacaran sudah menjadi hal yang biasa bahkan sudah menjadi kode etik dalam memilih calon pendamping.

Awal mula remaja melakukan seks bebas hingga sering menyewa pondok prostitusi karena ia sudah terjerumus dalam pergaulan yang salah dan mudan dipengaruhi oleh teman-temannya. Maksud dari salah bergaul adalah bukan berarti kita harus memilih-milih dalam bergaul, kita boleh saja bergaul dengan siapa pun asalkan kita jangan mudah terpengaruh dan tetap berpegang teguh kepada norma-norma agama dan norma hukum yang berlaku, karena gaul itu tidak harus melakukan seks bebas. Oleh karena itu remaja harus membiasakan berpikir panjang ke depan sebelum melakukan sesuatu hal apalagi jika suatu ha yang akan kita lakukan, akan merugikan diri kita sendiri.

Permasalahan keberadaan pondok prostitusi inin yang dijadikan remaja sebagai tempat pacaran merupakan tugas seluruh elememn bangsa tanpa terkecuali. Usaha untuk pencegahan sudah semestinya terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda kita. Agar lebih bermoral, agar dapat diandalkan untuk kebaikan negara ke depan.

Dalam dokumen persepsi masyarakat tentang keberadaan dan (Halaman 73-78)

Dokumen terkait