• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pentingnya Riset Pasar Sebelum Memasarkan Produk Berbicara pemasaran, maka kita tidak hanya

Dalam dokumen Wirausaha Kreatif (Halaman 78-99)

STRATEGI PEMASARAN

A. Riset Pasar

2. Pentingnya Riset Pasar Sebelum Memasarkan Produk Berbicara pemasaran, maka kita tidak hanya

untuk mendapatkan data sekunder dapat digunakan fasilitas internet, perpustakaan, publikasi lembaga- lembaga statistik, majalah dan sebagainya.

d. Perancangan Sampel dan Pengumpulan Data

Perancangan sampel harus dilakukan dengan menspesifikasi kerangka sampling, proses pemilihan sampel dan jumlah sampel. Kerangka sampling merupakan daftar unsur populasi yang harus diambil sampelnya. Proses pemilihan sampel didasarkan pada berbagai metode sampling, baik probability sampling maupun non probability sampling.

e. Analisis dan Interpretasi Data

Temuan riset pemasaran tidak akan ada nilainya jika tidak dianalisis dan diinterpretasikan. Analisis data terdiri atas beberapa langkah, yakni: editing, koding, tabulasi, analisis (misalnya uji statistik) dan interpretasi data.

f. Penyusunan Laporan Riset

Laporan riset merupakan rangkuman hasil, kesimpulan dan rekomendasi penelitian yang diserahkan kepada pihak manajemen untuk pengambilan keputusan.

Biasanya laporan riset akan menjadi standar penilaian yang digunakan para eksekutif dalam mengevaluasi proses manfaat riset pemasaran. oleh sebab itu laporan riset harus jelas, informatif dan akurat.

2. Pentingnya Riset Pasar Sebelum Memasarkan Produk

produk, bagaimana agar produk kita bisa laku dipasaran.

Namun jauh sebelum itu, bahkan sebelum produk tercipta, maka pemasaran sudah lebih dahulu kita diskusikan.

Sebelum kita menciptakan produk, maka kita sudah harus merencanakan “riset pasar”. Karena disinilah inti dari bisnis kita, bagaimana kita menciptakan sebuah produk yang dibutuhkan oleh pasar, bukan memaksakan produk kita agar diterima oleh pasar. Hasil dari riset pasar inilah yang kemudian kita olah menjadi ide bisnis. Berangkat dari hasil riset ini pula kita menentukan strategi pemasaran, yang kemudian kita bangun potitioning-nya atau lebih kita kenal sebagai branding (Brand Building), dan kemudian disusul oleh rencana pemasaran lainnya.

Jadi dapat kita katakan bahwa riset pasar adalah otak utama dalam berbisnis. Mengapa kita sebut otaknya bisnis, karena ia merupakan bagian yang bertanggung jawab menentukan kemana langkah strategi bisnis kita kedepanya. Apa akibatnya jika kita tidak melakukan riset pasar setelah bisnis berjalan? Hasilnya adalah bisnis kita menjadi besar hanya dalam fikiran dan dunia kita sendiri.

Kita tidak akan tahu bagaimana perkembangan pasar diluar sana, bagaimana perkembangan permintaan pasar terhadap produk kita sendiri, bagaimana pertumbuhan pesaing dalam dunia bisnis sejenis. Maka kita hanya tinggal menunggu waktu, kapan bisnis kita akan segera tutup.

Berikut ini beberapa cara yang umum dilakukan dalam riset pasar :

1. Lakukan survey pasar

Anda bisa mengetahui kondisi pasar dengan cara membuat survey, melalui angket, kuesioner atau wawancara langsung pada masyarakat. Dari kegiatan tersebut Anda bisa mengetahui minat dan kebutuhan konsumen, yang telah diwakili dari hasil survey yang didapatkan di lapangan. Semakin luas jangkauan masyarakat yang Anda survey, maka semakin valid pula hasil yang diperoleh.

2. Amati perkembangan pasar

Anda bisa melakukan riset dengan mengamati perkembangan pasar yang ada saat ini. Amati trend yang sedang banyak dicari masyarakat, dan amati pula produk- produk yang sudah ada di pasaran. Hasil pengamatan bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan, sebelum akhirnya melemparkan sebuah produk ke pasaran.

3. Lakukan uji coba pasar

Sebelum memasarkan produk baru, sebaiknya lakukan uji coba pasar di beberapa lokasi usaha, untuk mengetahui tanggapan pasar. Misalnya saja dengan menitipkan produk Anda di toko- toko atau warung yang ada di sekitar Anda, dengan demikian Anda bisa mengetahui respon pasar untuk menyempurnakan produk Anda sebelum ditawarkan ke pasaran yang lebih luas.

4. Perhatikan tingkat persaingan pasar

Sebelum memasarkan produk, sebaiknya Anda mengetahui tingkat persaingan yang ada di pasaran.

Tawarkan inovasi baru untuk memasuki pasar yang sudah dipenuhi para pesaing. Agar produk Anda tidak kalah saing di tengah-tengah pasar yang sudah ramai.

Mengingat adanya riset pasar sangatlah penting dalam memasarkan produk. Maka sebisa mungkin lakukan riset, sebelum Anda melangkah. Agar strategi pemasaran yang Anda gunakan tepat sasaran, dan memberikan hasil yang maksimal.

Alat-Alat Riset Pasar/ Jenis-Jenis dan Metode Riset Pasar Terdapat beberapa jenis riset pasar yang perlu Anda ketahui:

1. Riset primer

Tujuan riset primer ialah untuk mengumpulkan data dari analisis penjualan terkini dan keefektifan praktik yang tengah berjalan. Riset primer ini juga memperhitungkan rencana pesaing, memberikan Anda informasi tentang pesaing Anda.

Cara-cara untuk melaksanakan riset primer ialah:

a. Wawancara (baik dengan telepon atau tatap muka) b. Survei (secara online atau surat)

c. Kuesioner (online atau surat)

d. Kelompok sasaran yang mengumpulkan sampel klien atau pelanggan potensial dan mendapatkan umpan balik mereka secara langsung

Beberapa pertanyaan penting yang mungkin muncul ialah:

a. Faktor apa yang menjadi pertimbangan Anda saat membeli produk atau jasa ini?

b. Apa yang Anda sukai atau tidak sukai tentang produk atau jasa yang telah ada di pasar?

c. Area apa yang Anda sarankan untuk diperbaiki?

d. Berapa harga yang pantas untuk sebuah produk atau jasa?

2. Riset sekunder

Tujuan riset sekunder ialah menganalisis data yang telah dipublikasikan. Dengan data sekunder, Anda bisa menemukan pesaing, menetapkan benchmark dan menemukan segmen sasaran yang tepat dan sesuai.

Segmen Anda ialah orang-orang yang termasuk dalam kelompok demografi Anda, orang-orang yang hidup dengan gaya hidup tertentu, menunjukkan pola perilaku tertentu atau masuk dalam kelompok usia yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Mengumpulkan data

Tidak ada bisnis kecil yang bisa berhasil tanpa memahami pelanggannya, produknya dan layanannya serta pasar yang ia garap secara umum. Persaingan sering kali sangat ketat dan menjalankan sebuah usaha tanpa

suatu penelitian justru akan menguntungkan pesaing Anda.

B. Segmentation, Targeting and Positioning (STP)

Suatu organisasi yang beroperasi dalam suatu pasar, apakah itu pasar konsumsi, pasar penyalur atau pasar pemerintah selalu menyadari bahwa pada hakikatnyaia tidak dapat melayani seluruh pelanggan dalam pasar tersebut. Pelanggan terlalu banyak, sangat berpencar beraneka ragam dalam tuntutan penjualannya. Mungkin beberapa pesaing memiliki posisi yang lebih baik dan lebih kuat untuk melayani beberapasegmen pasar tertentu sedangkan perusahaan sendiri dari pada bersaing di mana saja, lebih baik menetapkan bagian mana yang paling menarik untuk dimasuki secara efektif.

Jantung pemasaran strategis modern dapat dijelaskan sebagai pemasaran STP yangmerupakan kependekan dari Segmenting, Targeting, dan Positioning.

Namun para penjual tidak selalu harus berpegang pandangan ini dalam strategis pemasaran, mereka sering melewati tiga tahap berikut :

1. Pemasaran Massal (Mass Marketing)

2. Pemasaran Aneka Produk (Produk Variety Marketing)

3. Pemasaran Sasaran (Target Marketing)

Pemasaran sasaran memerlukan 3 langkah utama : 1. Segmentasi pasar (Segmenting)

Yaitu tindakan membagi suatu pasar menjadi kelompok – kelompok pembeli yang berbeda – beda yang mungkin membutuhkan produk – produk dan atau kombinasi pemasaran yang terpisah.

2. Penentuan pasar sasaran (Targeting)

Yaitu suatu tindakan mengevaluasi keaktifan daya tarik setiap segmen pasar dan memilih salah satu atau lebih dari segmen pasar tersebut untuk dimasuki.

3. Penempatan produk (Positioning)

Yaitu tindakan untuk menempatkan posisi bersaing produk dan bauran pemasaran yang tepat pada setiap pasar sasar.

Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah membagi pasar menjadi pembeli yang kebutuhan, karakteristik atau perilakunya berbeda dan mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa segmentasi memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan karena beberapa alasan, Pertama, segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan.

Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

Dasar-dasar untuk Mensegmentasikan Pasar Konsumen

1. Segmentasi Geografik

Segmentasi geografik adalah membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografik seperti negara, regional, negara bagian, kota atau komplek perumahan. Sebuah perusahaan mungkin memutuskan untuk beroperasi dalam satu atau beberapa wilayah geografik ini atau beroperasi disemua wilayah tetapi lebih memperhatikan perbedaan kebutuhan dan keinginan yang dijumpai.

Banyak perusahaan dewasa ini “meregionalkan” progam pemasaran mereka, melokalkan produk, iklan, promosi, dan usaha penjualan agar sesuai dengan kebutuhan masing–masing wilayah.

2. Segmentasi Demografik

Segmetasi demografik adalah suatu proses yang membagi-bagi pasar menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel-variabel demografi seperti umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga,

pendapatan, pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, agama, ras dan kebangsaan.

Variabel – variabel demografis merupakan dasar yang paling populer untuk menentukan kelompok – kelompok pelanggan, karena keinginan kebutuhan, dan tingkat pemakaian konsumen seringkali berkaitan sangat erat dengan variabel demografis dan juga variabel demografis lebih mudah diukur dari pada kebanyakan variabel lain.

Bahkan kalaupun segmen pasar ditetapkan dengan dasar yang lain (non demografis ) karakteristik demografis mereka harus diketahui pula untuk menaksir besarnya pasar sasaran dan memenuhi kebutuhan mereka secara efisien.

3. Segmentasi Psikikografis

Dalam segmentasi psikikografis maka pembeli dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.

Mensegmentasi Pasar Industri

Pembeli di pasar industri dapat disegmentasikan secara geografis atau menurut manfaat yang dicari, status pengguna, tingkat penggunaan, dan status loyalitas.

Dalam industri terpilih sebuah perusahaan dapat mensegmentasi lebih lanjut berdasarkan ukuran pelanggan atau lokasi geografik. Mensegmentasi Pasar Internasional

Hanya sedikit perusahaan mempunyai sumber dayaatau bersedia beroperasi di semua negara yang ada diseluruh dunia. Beroperasi di banyak negara

menghadirkan banyak tantangan baru. Satu negara dengan negara lain berbeda bahkan yang letaknya berdekatan dapat berlainan dalam susunan ekonomi, budaya dan politiknya sehingga perusahaan internasional perlu mengelompokan pasar dunia menjadi segmen dengan kebutuhan dan perilaku yang khas.

Perusahaan dapat mensegmentasi pasar internasional dengan menggunakan satu variabel atau suatu kombinasi dari beberapa variabel. Segmentasi dapat dilakukan berdasarkan lokasi geografik, mengelompokan negara berdasarkan wilayah seperti Eropa Barat, sekitar Pasifik dan sebagainya. Segmentasi geografik menganggap bahwa bangsa yang hidup berdampingan mempunyai sifat dan perilaku yang sama. Pasar dunia dapat disegmentasi berdasarkan faktor – faktor ekonomi, misalnya berdasarkan tingkat pendapatan atau tingkat perkembangan ekonomi negara yang bersangkutan. Selain itu segmentasi dapat juga berdasarkan faktor – faktor politik dan peraturan seperti tipe dan stabilitas pemerintah, penerimaan terhadap perusahaan asing, peraturan moneter dan jumlah birokrasi. Faktor – faktor budaya juga dapat digunakan untuk mensegmentasi pasar misal bahasa, agama, nilai – nilai, sikap, kebiasaan dan perilaku. Mensegmentasi pasar internasional berdasarkan faktor – faktor geografi, ekonomi, politik, budaya dan sebagainya menganggap bahwa segmen tersebut terdiri dari kumpulan negara. Akan tetapi, banyak perusahaan menggunakan pendekatan yang berbeda, yaitu yang

disebut segmentasi antar pasar. Dengan menggunakan pendekatan ini perusahaan membentuk segmen konsumen yang mempunyai kebutuhan dan perilaku membeli yang sama walaupun mereka berada di negara yang berbeda.

Targeting

Targeting adalah strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif. Tiga kriteria dalam mengevaluasi dan menentukan segmen yang akan ditarget, yaitu:

1. Memastikan bahwa segmen pasar yang dipilih cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan.

2. Strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan itu memiliki kekuatan untuk mendominasi segmen pasar yang dipilih.

3. Segmen pasar yang dibidik itu harus didasarkan pada situasi persaingannya yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi daya tarik target segmen.

Ada tiga strategi umum dalam menyeleksi pasar sasaran, yaitu:

1. Mass-Market Strategy ( Strategi Penetapan Sasaran yang Sama)

Pasar bisnis menggunakan dua cara untuk memasuki pasar yang sama. Pertama adalah tidak memperhatikan perbedaan setiap segmen yang ada serta mendesain produk tunggal, dan menetapkan program pemasaran yang akan melayani semua kelompok pasar atau disebut undifferentiated marketing. Strategi pemasaran massa ini memerlukan sumber daya dan kemampuan memproduksi yang besar serta kemampuan pemasaran untuk produk massa. Pendekatan kedua dalam strategi pemasaran massa yaitu membagi produk dan program pemasaran untuk segmen yang berbeda-beda, atau disebut juga differentiated marketing.

2. Niche-Market Strategy (Strategi Penatapan Ceruk Pasar)

Strategi ini dilakukan dengan menargetkan upaya pemasaran pada satu atau lebih segmen. Tujuan strategi ini adalah menghindari pesaing langsung yang berada di segmen yang lebih besar. Misal pendirian supermarket dengan skala kecil di wilayah perumahan penduduk/komplek.

3. Concentrated Marketing/Growth-Market Strategy (Strategi Penetapan Sasaran yang Terkonsentrasi)

Strategi pertumbuhan pasar ini diterapkan oleh perusahaan kecil untuk menghindari konfrontasi langsung dengan perusahaan besar. Penerapan strategi ini membutuhkan departemen riset dan pengembangan yang

handal dan kemampuan pemasaran untuk mengidentifikasi serta mengembangkan dan memperkenalkan keistimewaan produk baru kepada sasaran (target) pasar yang dituju.

Dalam menetapkan target market perusahaan (targeting) dapat mempertimbangkan pola- pola, dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Diferensiasi segmen, bidang usaha yang membedakan segmen pasar sehingga perusahaan menyediakan kebutuhan produk berbeda untuk tiap segmen yang berbeda pula disesuaikan dengan kebutuhan tiap segmen dan memberikan berbagai varian dari produk yang ditawarkan.

2. Undiferensiasi segmen, bidang usaha yang tidak membedakan segmen pasar.

3. Consentrate marketing, spesifikasi usaha yang maksudnya adalah perusahaan berkonsentrasi melayani kebutuhan dalam kelompok tertentu karena tidak semua orang bisa menikmati produk yang tersedia.

4. Market coverage strategy, merupakan strategi yang dilakukan dengan menggunakan sistem membership serta produk tidak dijual bebas (hanya di toko sendiri) sehingga dapat memudahkan konsumen dan produsen.

Positioning

Positioning adalah suatu tindakan atau langkah- langkah dari produsen untuk mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu, mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya. Dan positioning adalah suatu strategi dalam kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk menciptakan perbedaan (differents), keuntungan (advantages), manfaat (benefit). Yang menentukan positioning :

1. Adalah kajian terhadap konsumen (cutomer). Disini positioning harus mendeskripsikan value bagi konsumen karena positioning mendeskripsikan value yang unggul. Selain itu positiong merupakan penentu penting bagi konsumen pada saat memutuskan untuk membeli.

2. Didasarkan atas kajian pada kapabilitas perusahaan (company). Disini positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif perusahaan.

Seperti lokasi yang strategis.

3. Didasarkan atas kajian pada pesaing (competitor).

Disini positioning harus bersifat unik, sehingga dengan mudah dapat mendiferensiasikan diri dari para pesaing.

4. Didasarkan atas kajian terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis (change). Dikatakan bahwa positioning harus berkelanjutan dan selalu

relevan dengan berbagai perubahan lingkungan bisnis.

Di bawah ini sebagai basis atau landasan penentuan positioning:

1. Proposisi nilai dan manfaat yang dapat diberikan perusahaan

2. Capaian yang telah dihasilkan perusahaan 3. Segmen pasar dan pelanggan yang ditargetkan 4. Atribut yang jadi keunggulan produk dan merk

perusahaan

5. Bisnis baru yang dimasuki

6. Originalitas dan posisi sebagai perusahaan atau merk baru di pasar

Dalam mengkomunikasikan positionig sebuah produk perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini:

1. Be creative

Be craetif maksudnya adalah bahwa perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market.

2. Simplicity

Simplicity maksudnya adalah komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan sejelas mungkin 3. Consistent yet flexible

Consistent yet flexible maksudnya adalah perusahaan harus konsisten dan melihat kondisi.

4. Own, dominate, protect

Own, dominate, protect maksudnya adalah dalam komunikasi perusahaan harus mem iliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan

5. User their language

User their language maksudnya adalah dalam mengkomunikasikan positioning perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan

Segmentasi Targeting Positioning

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk Mie Instan Indomie

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk merupakan produsen makanan dan minuman salah satubnya adalah produk mie instan indomie ini ada dengan segmentasi yang sudah terencana melihat dari kebiasaan masyarakat indonesia dan Nigeria.

mengkonsumsi mie instan selama ini dan ditentukan juga beberapa spesifikasi segmen pasar:

1. Segmentasi Geografi

Kebanyakan produk-produk mie instan khususnya indomie cocok untuk seluruh daerah di Indonesia.,Warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri membawa Indomie untuk mengatasi masalah ketersediaan makanan yang praktis dan sesuai dengan selera Indonesia.karena mie instant sesuai untuk daerah dataran tinggi maupun rendah. Bahkan ada beberapa produk indomie yang sudah memiliki pasar di luar negri, artinya produk mie tersebut cocok bagi segala keadaan geografi,

dan banyak dikomsumsi semua kalangan baik dikalangan bawah dan menengah dengan selogan “IDOMIE SELERAKU”

Demografis

Produk ini lebih cocok dikonsumsi oleh orang dewasa kecuali balita yang membutuhkan kepraktisan dalam memasak .Produk indomie sangat sesuai dengan kebutuhan rumah tangga maupun yang belum berumah tangga (anak-anak kos). tidak memiliki ciri khusus ditujukan bagi masyarakat yang memiliki gaya hidup praktis.

2. Targeting

Target pasar dari indomie adalah lebih kepada anak, remaja dan keluarga. pada industri mie instan di pasar.

Target mereka pada umumnya adalah masyarakat menegah dan bawah.

3. Positioning

Mie instan Indomie adalah merek produk mi instan yang sangat populer di Negara Indonesia dan Nigeria.

Indomie sebagai salah satu dari segelintir produk asli Indonesia yang mampu menembus pasar internasional disini memposisikan diri sebagai market leader.

C. Marketing Mix

Istilah Marketing Mix dikemukakan pertama kali oleh Neil Borden tahun 1953 dan kemudian seorang marketer terkenal E. Jerome McCarthy mengusulkan agar Marketing Mix dibagi menjadi 4 konsep yang biasa disebut 4P yaitu :

1. Produk (Product) : berupa sebuah objek nyata atau tidak nyata (jasa) yang diproduksi dengan jumlah masal atau dengan jumlah tertentu.

2. Harga (Price) : Jumlah yang harus dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan produk yang kita produksi

3. Tempat (Place) : Lokasi dimana stuatu produk dijual atau lokasi dimana produk tersebut dbuat.

4. Promosi (Promotion) : Penentuan jalur komunikasi yang akan digunakan oleh marketer untuk melakukan penyampaian produknya kepada konsumen.

Karena pada dasarnya marketing bukanlah sebuah ilmu yang pasti seperti fisika atau matematika, maka konsep dari Marketing Mix ini pun terus mengalami perubahan/pengembangan. Saat ini dalam Marketing Mix juga sudah ditambahkan beberapa konsep lagi sehingga menjadi 5P atau 7P. Dalam 5P konsep yang ditambahkan adalah Orang (People), hal ini berkaitan dengan menentukan siapa yang akan diberikan wewenang untuk mementukan pemasaran produk yang akan kita buat.

Sedangkan pada konsep 7P adalah konsep 5P tadi ditambah dengan dua konsep baru yaitu Physical Evidence (Bukti Fisik) dan Process (Proses). Dalam bukti fisik, konsep yang ingin dimunculkan adalah bentuk fisik dari produk yang kita buat atau dalam bahasa umunya kualitas yang diharapkan (expected quality), sedangkan dalam proses yang ingin ditampakan adalah sistem penjualan produk kita kepada konsumen.

Pemilihan-pemilihan dari konsep diatas sangat menentukan produk kita dalam suatu pasar. Karena dengan penggunaan konsep yang benar akan menjadikan produk memiliki brand equity yang sangat kuat di masyarakat.

Contoh Penerapan Marketing Mix pada Produk Kratingdaeng

Analisa produk : KRATINGDAENG

Kratingdaeng adalah nama dagang sebuah minuman energi dari Austria/Thailand. Minuman ini dipasarkan sebagai penangkal kelelahan. Mengandung 27 gram of gula (glukosa, sukrosa), 1000 mg taurine, 600 mg glucuronolactone, vitamin B-complex dan 80 mg kafein dalam satu porsi 250 ml. Jumlah kafein ini sedikit di bawah kandungan satu cangkir kopi (100 mg) atau dua kali kandungan 1 kaleng Coca Cola. Minuman ini juga dikenal di berbagai negara sebagai Red Bull.

Kratingdaeng adalah pemimpin pasar di kategori Minuman Energi Cair. Beragam perhargaan baik ICSA dan IBBA telah diperoleh dari tahun ke tahun. Kandungannya

yang mampu memulihkan stamina terbukti aman untuk dikonsumsi setiap hari.

PT.Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical adalah nama terpercaya sebagai distributor unggul di bidang minuman energi dan kesehatan.

Sebagai distributor tunggal produk Kratingdaeng, You C1000 Vitamin, You C1000 Water, Torpedo, Red Bull, yang lebih dikenal sebagai produk minuman energi dan kesehatan yang beredar di pasaran Indonesia, PT.

Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical selalu siap untuk memberikan pelayanan dan perhatian khusus yang dibutuhkan oleh semua mitra dagang dan pelanggan dengan kualitas yang memuaskan.

Segmentasi :

Demografi, penjualan produk kratingdaeng ditujukan untuk para penduduk di Negara maju maupun berkembang yang mulai memberikan perhatian lebih terhadap minuman suplemen guna meningkatkan daya tahan. Kratingdaeng tidak menetapkan wilayah sasaran geografik. Dapat melayani semua segmen pasar. Untuk mendukung keberadaan barang kratingdaeng banyak menyebar dipasar-pasar eceran dibandingkan pedagang besar.

Targeting :

Pria dan wanita. Berusia remaja sampai dewasa.

Atlet, eksekutif, pelajar, yang menghendaki stamina prima.

Dalam dokumen Wirausaha Kreatif (Halaman 78-99)