BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Penyajian Data
telah ditukarkan.
i) Mencocokkan jumlah kitir "dalam" yang diterima dari rahim dengan jumlah kitir dalam marhun.
j) Bila perlu, lepaskan kitir pada marhun dan serahkan marhun kepada rahin.
k) Berdasarkan kitir dalam dan marhun, produksi marhun, dicatat dalam Buku Gudang (BG).
l) Setiap akhir pekerjaan membuat BG bertepatan dengan rekapitulasi amortisasi yang ada di bagian administrasi.
3) Keamanan
Mempunyai tugas dan tanggung jawab menjaga keamanan kantor, mengadakan pengawalan uang/barang bila diperlukan, dan juga melayani nasabah yang datang.
syariah.
Dalam hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti mengenai minat masyarakat terhadap gadai syariah selama Covid 19 yang di jelaskan oleh ibu Nur Rahmi Jayati sebagai Asst. Manager di PT.
Pegadaian Syariah Cabang Makassar sebagai berikut:
“Selama masa Covid 19 keuntungan gadai emas syariah tidak bisa kami prediksikan akan terus meningkat dan tidak ada penetapan. Pada 2 tahun terakhir jumlah nasabah serta pendapatan sangat meningkat, tetapi jika pendapatan menurun dikarenakan banyak nasabah yang tidak tebus jadi barang jaminannya harus dilelang setelah melalui batas jangka waktu yang ditentukan”.
Jadi dapat disimpulkan bahwa minat masyarakat pada pegadaian syariah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, apalagi dalam masa pandemi Covid 19 sangat dibutuhkan dana yang cepat, tetapi penulis tidak bisa merincikan secara detail dan melampirkan laporan pendapatannya karena hal tersebut sangat dirahasiakan oleh perusahaan. Dalam pegadaian syariah begitu banyak nasabah yang minat dalam menggadaikan emasnya apalagi nasabah yang boleh melakukan gadai syariah tidak dibatasi. Jadi begitu banyak masyarakat yang sangat meminati baik itu dari kalangan Muslim ataupun Non Muslim dengan persyaratan sudah mempunyai KTP.
Sentral Makassar sebagai berikut:
“Tidak dibatasi, baik itu Muslim maupun Non Muslim dengan persyaratan sudah punya KTP dengan tujuan yang baik dengan catatan emas yang digadaikan harus mempunyai sertifikat yang menunjukkan surat bukti kepemilikan atau bukti pembelian yang dapat digadaikan”.
Pihak pegadaian syariah menyatakan bahwa dalam produk gadai ini tidak adapun yang mengambil manfaat dari Marhun yang dijaminkan nasabah sehingga dapat dikatakan bahwa pegadaian memberikan “Pinjaman dengan Jaminan” emas kepada nasabah.
Adapun emas yang digadaikan adalah emas dengan kadar 16-24 karat dengan maksimun pinjaman sebesar 92%.
Sebagaimana dijelaskan pada Bab II, ada beberapa syarat dan rukun gadai ketika akad adalah perjanjian, yaitu akad ijab dengan qabul sesuai dengan bentuk-bentuk yang ditentukan yang mempengaruhi objek akad dan menetapkan hak dan kewajiban setiap orang. Pihak terapkan dan hasil penelitian di Pegadaian Syariah menunjukkan bahwa ada dua akad yang digunakan, yaitu Akad Arrahn dan Akad Ijarah. Dimana kontrak yang berkuasa dijelaskan.
Penggunaan Marhun bih mempengaruhi akad yang digunakan.
1) Akad rahn adalah akad penyerahan barang/harta (marhun) dari nasabah kepada pegadaian sebagai jaminan pinjaman..
menyewa tempat tanpa mengakui perpindahan kepemilikan barang itu sendiri.
Pegadaian syariah Cabang Sentral Makassar, analisis yang dia gunakan dalam juru taksir dalam menaksir nilai emas yaitu ada dua jenis yaitu menggunakan analisis kimia dan analisis berat jenis tergantung dengan jenis barang. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Ibu Nur Rahmi Jayati sebagai Asst. Manager di PT. Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar sebagai berikut:
“Kita pakai ada dua jenis yaitu analisis kimia dan analisis berat jenis, kalau analisis kimia biasanya digosok-gosok dan berat jenis kita timbang tetapi khusus berat jenis hanya barang- barang tertentu tetapi analisis kimia untuk semua dan secara umum kami menggunakan analisis kimia”.
Jadi penulis akan menjelaskan mengenai analisis kimia dan analisis berat jenis:
1) Analisis Kimia, yaitu metode identifikasi logam mulia melalui media kimia serta dengan memperhatikan hasil reaksi kimia yang terjadi.
Peralatan yang digunakan petugas dalam analisis kimia antara lain:
air uji, batu uji, jarum uji, kertas hisap, kemiri, batu apung, cutter/bor.
Metode perhitungan dengan analisis kimia yaitu:
a) Goreskan perhiasan pada batu uji b) Tetesi dengan air uji 1 atau asam nitrat
d) Namun apabila belum ada reaksi, maka tetesi dengan air uji 2 kemudian bandingkan dengan jarum uji.
2) Analisis Berat Jenis, yaitu metode analisis melalui pendekatan angka berat jenis yang diperoleh pada logam tersebut. Setiap benda padat, cair, atau gas akan mempunyai berat yang berlainan untuk setiap isi (volume) yang sama. Angka yang menunjukkan berat tersebut yang disebut dengan berat jenis.
Cara penaksiran dengan metode berat jenis yaitu:::
a) Siapkan peralatan yang berupa timbangan b) Timbang berat kering emas
c) Timbang berat basah emas
d) Hitung volumenya kemudian bandingkan dengan table berat jenis.
2. Produk-produk Pegadaian Syariah Sentral Makassar
Perum Pegadaian adalah perusahaan milik negara yang bergerak di bidang jasa keuangan non-bank, terutama memberikan pinjaman kepada masyarakat. Selain itu, pegadaian juga dibuka dengan tujuan untuk melayani dan membantu nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran. ekonomi lemah dengan sistem ekonomi lemah.
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Ibu Nur Rahmi Jayati sebagai Asst. Manager di PT. Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar sebagai berikut:
Rahn,Tabungan Emas, Tabungan haji,Mulia kalau Non gadai itu ada BPKB,Amanah”.
Berdasarkan hasil wawancara penulis akan menjelaskan produk gadai syariah sentral makassar yaitu sebagai berikut:
a. Rahn
Untuk gadai syariah, waktu yang diperbolehkan adalah empat bulan.
Perhitungan sewa keuangan yang diberikan adalah hari kesepuluh.
Layanan ini dapat dilakukan di seluruh toko Pegadaian Syariah..
b. Tabungan Emas
Tabungan Emas adalah layanan jual beli emas dengan deposito dengan harga yang sangat terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi emas.
c. Tabungan Haji
Arrum Pembiayaan Haji di Pegadaian Syariah merupakan layanan yang memudahkan Anda dalam melakukan pendaftaran dan pembiayaan haji.
1) Jaminan emas minimal Rp 7 juta ditambah bukti SA BPIH SPPH dan buku tabungan haji.
2) Pinjaman sebesar 25 juta rupiah dalam bentuk tabungan haji.
d. Mulia
Mulia adalah layanan penjualan emas batangan kepada masyarakat secara tunai maupun angsuran dengan proses yang mudah dan jangka waktu yang fleksibel. Mulia bisa menjadi alternatif investasi
dan kendaraan pribadi.
e. Amanah
Produk Amanah adalah pinjaman berbasis syariah bagi karyawan tetap dan pengusaha mikro untuk memiliki sepeda motor atau mobil dengan cara dicicil.. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Ibu Nur Rahmi Jayati sebagai Asst. Manager di PT.
Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar sebagai berikut:
“Kalau Amanah yaitu pembiayaan kendaraan, jadi masyarakat kalau ingin melakukan gadai dengan catatan untuk membeli kendaraan seperti mobil atau motor”.
f. Arrum BPKB
Pinjaman ARRUM (Ar Rahn untuk Usaha Mikro) bertujuan untuk memudahkan pengusaha kecil mendapatkan modal usaha dengan jaminan kendaraan yang tetap berada pada pemiliknya sehingga dapat digunakan untuk usaha sehari-hari.
3. Penerapan PSAK 107
Selanjutnya penulis memaparkan hasil dari analisis penelitian yang dilakukan terhadap perlakuan akuntansi pembiayaan gadai syariah. Perlakuan akuntansi yang didasarkan pada Akad Ijarah (PSAK 107), yang meliputi:
a) Pengakuan dan pengukuran tentang pembiayaan gadai syariah, b) Pengakuan pendapatan dan beban pembiayaan gadai syariah dan
penyajian dan pengungkapan dalam laporan keuangan sektor
Dengan demikian penulis menyatakan bahwa analisis perlakuan akuntansi atas pembiayaan gadai syariah di kantor pusat pegadaian syariah di Makassar menggunakan akad rahn dan akad ijarah yang telah disepakati oleh Fatwa Nomor 26 UU No. Dewan Syariah / DSNMUI. pihak/III/2002.
d. Tingkat Peminjaman Pembiayaan Gadai Syariah
Berikut ini data-data mengenai rata-rata peminjaman pada Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar selama Tiga Tahun Terakhir:
Akumulasi Pinjaman Per Bulan Tahun 2019
Sumber : Pegadaian Syariah Sentral Makassar
BULAN/ GOLONGAN A (Rp) GOLONGAN B (Rp) GOLONGAN C (Rp) GOLONGAN D (Rp)
TOTAL (Rp) TAHUN
2019 KT BG KN KT BG KN KT BG KN KT BG KN
Januari 0 0 0 2,660,000 0 0 0 0 0 0 0 0 2,660,000
Februari 0 0 0 1,000,000 0 0 0 0 0 0 0 0 1,000,000
Maret 0 0 0 11,750,000 0 0 0 0 0 0 0 0 11,750,000
April 0 0 0 6,470,000 0 0 5,250,000 0 0 0 0 0 11,720,000
Mei 410.000 0 0 21,730,000 0 0 10,600,000 0 0 0 0 0 32,740,000
Juni 0 0 0 26,570,000 0 0 22,650,000 0 0 0 0 0 49,220,000
Juli 0 0 0 8,760,000 0 0 5,400,000 0 0 23,800,000 0 0 37,960,000
Agustus 0 0 0 15,150,000 0 0 16,450,000 0 0 0 0 0 31,600,000
September 0 0 0 10,880,000 0 0 24,100,000 0 0 103,950,000 0 0 138,930,000
Oktober 0 0 0 30,360,000 0 0 25,950,000 0 0 0 0 0 56,310,000
November 0 0 0 36,810,000 0 0 24,300,000 0 0 0 0 0 61,110,000
Desember 0 0 0 16,860,000 0 0 41,300,000 0 0 0 0 0 58,160,000
TOTAL 493,160,000
BULAN/
TAHUN 2020
GOLONGAN A (Rp) GOLONGAN B (Rp) GOLONGAN C (Rp) GOLONGAN D (Rp)
TOTAL (Rp)
KT BG KN KT BG KN KT BG KN KT BG KN
Januari 420,000 0 0 34,890,000 0 0 33,100,000 0 0 0 0 0 68,410,000
Februari 0 0 0 21,960,000 0 0 44,150,000 0 0 0 0 0 66,110,000
Maret 1,000,000 0 0 46,810,000 0 0 47,850,000 0 0 183,300,000 0 0 278,960,000
April 950,000 0 0 32,910,000 0 0 31,950,000 0 0 30,150,000 0 0 95,960,000
Mei 440,000 0 0 32,440,000 0 0 67,850,000 0 0 29,950,000 0 0 130,680,000
Juni 0 0 0 52,260,000 0 0 155,450,000 0 0 383,200,000 0 0 590,910,000
Juli 0 0 0 114,520,000 0 0 226,100,000 0 0 0 0 0 340,620,000
Agustus 1,590,000 0 0 223,740,000 0 0 341,800,000 0 0 66,150,000 0 0 633,280,000
September 980,000 0 0 205,680,000 0 0 375,150,000 0 0 30,200,000 0 0 612,010,000
Oktober 1,390,000 0 0 141,240,000 0 0 232,950,000 0 0 83,150,000 0 0 458,730,000
November 1,390,000 0 0 146,460,000 0 0 268,200,000 0 0 356,950,000 0 0 773,000,000
Desember 1,930,000 0 0 214,710,000 0 0 276,750,000 0 0 185,450,000 0 0 678,840,000
TOTAL 4,727,510,000
Sumber : Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar
Akumulasi Pinjaman Per Bulan Tahun 2021
BULAN/
TAHUN 2021
GOLONGAN A (Rp) GOLONGAN B (Rp) GOLONGAN C (Rp) GOLONGAN D (Rp)
TOTAL (Rp)
KT BG KN KT BG KN KT BG KN KT BG KN
Januari 4,050,000 0 0 410,150,000 0 0 665,750,000 0 0 721,750,000 0 0 1,801,700,00
Februari 1,850,000 0 0 360,930,000 0 0 471,750,000 0 0 301,650,000 0 0 1,136,180,000
Maret 3,070,000 0 0 285,040,000 0 0 433,200,000 0 0 25,6700,000 0 0 978,010,000
April 4,710,000 0 0 398,030,000 0 0 552,050,000 0 0 1,154,300,000 0 0
2,109,090,000
Mei 2,820,000 0 0 355,780,000 0 0 690,400,000 0 0 1,240,000,000 0 0 2,289,000,000
Juni 3,340,000 0 0 352,460,000 0 4,000,000 555,000,000 0 17,000,000 114,700,000 0 270,000,000 1,316,500,000
Juli 5,690,000 0 0 457,300,000 0 0 535,200,000 0 0 377,500,000 0 0 1,375,690,000
Agustus 5,210,000 0 0 436,920,000 0 0 511,800,000 0 13,000,000 534,700,000 0 200,000,000 1,701,630,000
September 490,000 0 0 55,160,000 0 0 89,500,000 0 0 60,250,000 0 0 205,400,000
TOTAL 12,913,200,000
Sumber : Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar
e. Tingkat Penjumlahan Barang yang Digadaikan Tabel 4.4
Akumulasi Barang yang Digadaikan Perbulan Tahun 2019
BULAN SIMPAN 2019
GOLONGAN A (Rp)
GOLONGAN B (Rp)
GOLONGAN C (Rp)
GOLONGAN D
(Rp) TOTAL (Rp) KT BG KN KT BG KN KT BG KN KT BG KN
Januari 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2
Februari 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Maret 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 0 0 3
April 0 0 0 4 0 0 1 0 0 0 0 0 5
Mei 1 0 0 12 0 0 1 0 0 0 0 0 14
Juni 0 0 0 9 0 0 3 0 0 0 0 0 12
Juli 0 0 0 4 0 0 1 0 0 1 0 0 6
Agustus 0 0 0 8 0 0 2 0 0 0 0 0 10
September 0 0 0 7 0 0 2 0 0 2 0 0 11
Oktober 0 0 0 11 0 0 4 0 0 0 0 0 15
November 0 0 0 18 0 0 3 0 0 0 0 0 21
Desember 0 0 0 10 0 0 3 0 0 0 0 0 13
TOTAL 113
Sumber : Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar
Tabel 4.5
Akumulasi Barang yang Digadaikan Perbulan Tahun 2020
BULAN SIMPAN
2020
GOLONGAN A (Rp)
GOLONGAN B (Rp)
GOLONGAN C (Rp)
GOLONGAN D
(Rp) TOTAL
(Rp)
KT BG KN KT BG KN KT BG KN KT BG KN
Januari 1 0 0 17 0 0 5 0 0 0 0 0 23
Februari 0 0 0 11 0 0 6 0 0 0 0 0 17
Maret 2 0 0 20 0 0 5 0 0 1 0 0 28
April 2 0 0 17 0 0 4 0 0 1 0 0 24
Mei 1 0 0 15 0 0 7 0 0 1 0 0 24
Juni 0 0 0 25 0 0 16 0 0 4 0 0 45
Juli 0 0 0 49 0 0 26 0 0 0 0 0 75
Agustus 4 0 0 90 0 0 39 0 0 3 0 0 136
September 2 0 0 82 0 0 42 0 0 1 0 0 127
Oktober 3 0 0 57 0 0 31 0 0 3 0 0 94
November 3 0 0 66 0 0 32 0 0 8 0 0 109
Desember 5 0 0 87 0 0 29 0 0 4 0 0 125
TOTAL 827
Sumber : Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar
Tabel 4.6
Akumulasi Barang yang Digadaikan Perbulan Tahun 2021
BULAN SIMPAN
2021
GOLONGAN A (Rp)
GOLONGAN B (Rp)
GOLONGAN C (Rp)
GOLONGAN D (Rp)
TOTAL(Rp) KT BG KN KT BG KN KT BG KN KT BG KN
Januari 9 0 0 178 0 0 75 0 0 17 0 0 279
Februari 5 0 0 146 0 0 52 0 0 5 0 0 208
Maret 7 0 0 122 0 0 48 0 0 8 0 0 185
April 11 0 0 178 0 0 67 0 0 23 0 0 279
Mei 7 0 0 156 0 0 77 0 0 26 0 0 266
Juni 9 0 0 158 0 1 66 0 1 5 0 1 241
Juli 14 0 0 199 0 0 60 0 0 10 0 0 283
Agustus 12 0 0 200 0 0 53 0 1 14 0 2 282
September 1 0 0 26 0 0 11 0 0 1 0 0 39
TOTAL 2,062
Sumber : Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti melalui Chat Via Whatssapp kepada Ibu Nur Rahmi Jayati sebagai Asst. Manager di PT. Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar sebagai berikut:
“Keterangan : Golongan itu dibagi berdasarkan besaran uang pinjaman, Bulan Simpan yaitu Periode masuknya barang jaminan yang digadaikan, KT (Kategori Barang Kantong), BG (Kategori Barang Gudang), KN (Kategori Kendaraan)”.
f. Tingkat Pendapatan Pembiayaan Gadai Syariah
Berikut ini jumlah peminjaman dan jumlah barang yang digadaikan pada Pegadaian Syariah selama dua Tahun Terakhir :
Tabel 4.7
Total Peminjaman dan Total Barang Gadai Tahun 2019-2020
Peminjaman 2019 2020
Jumlah Peminjaman yang dikeluarkan
Rp 493,160,000 Rp 4,727,510,000
Jumlah Barang yang
digadaikan 113 827
Sumber : Data Sekunder diolah (2021)
Dari data diatas presentase tingkat pendapatan pembiayaan Gadai Syariah dapat dihitung sebagai berikut:
Jadi untuk tahun 2019 : 113
Rp 493,160,000 x 100% = 0,22 % Untuk Tahun 2020 :
827
Rp 4,727,510,000 x 100% = 1,14 %
Dari tabel 4.7 dapat dilihat tingkat pendapatan pembiayaan (Qardh) tentang gadai syariah dalam peminjaman yang di keluarkan untuk tahun 2019 sebanyak Rp 493,160,000 dan mengalami peningkatan pada tahun 2020 dengan sebanyak Rp 4,727,510,000.
Peneliti menanyakan hal tersebut kepada pegawai dan peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi pada masa sebelum dan sesudah Covid 19 jadi Nasabah begitu banyak melakukan peminjaman di tahun 2021 setelah terjadi Covid 19.
Kemudian untuk jumlah barang yang digadaikan juga meningkat pada tahun 2019 barang yang digadaikan sebanyak 117 dan pada tahun 2021 sebanyak 827. Dapat kita lihat dari perhitungan di atas, tingkat pendapatan dari pembiayaan gadai syariah, dimana jumlah aset yang dijaminkan dibagi jumlah pinjaman untuk tahun 2019 tterjadi peningkatan persentase yang lebih besar dari 0,22% menjadi 1,1% pada tahun 2020.
Dari kesesuaian antara tabel 2.1 pada penelitian terdahulu maka sudah sesuai dengan hasil penelitian yang mana sudah menggunakan PSAK No. 107 dan menggunakan Fatwa DSN MUI tentang Rahn Emas dan Akad Ijarah.
C. Analisis dan Interpretasi (Pembahasan) 1. Mekanisme Operasional Gadai Syariah
Salah satu bentuk jasa pelayanan pegadaian syariah yang harus menjadi kebutuhan masyarakat yaitu pembiayaan dengan menggadaikan barang sebagai jaminannya. Mekanisme operasional gadai emas syariah penting agar tetap diperhatikan untuk menilai kinerja operasional gadai emas dan harus tidak menyulitkan rahin atau calon rahin yang akan meminjam uang. Akad yang dijalankan termasuk biaya administrasi dan biaya pemeliharaan (mu`nah) dan produk yang dijual harus berlandaskan syariah. Transaksi yang digunakan oleh pegadaian
syariah dalam mekanisme operasional gadai emas dapat dilakukan dengan menggunakan transaksi akad rahn dan akad Ijarah. Mekanisme penyaluran pinjaman pada pelaksanaan sistem gadai emas syariah mempunyai prinsip bahwa rahin hanya dibebani oleh biaya administrasi dan jasa pemeliharaan (mu`nah).
Adapun secara teknis, impelementasi pengajuan permohonan permintaan gadai emas syariah Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Ibu Nur Rahmi Jayati sebagai Asst. Manager di PT.
Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar sebagai berikut:
“1. Nasabah mendatangi kantor pegadaian, 2. Kemudian nasabah isi formulir pengajuan kredit, 3. setelah itu nasabah serahkan formulir permintaan kredit, barang jaminan dan KTP kepada penaksir, 4. kemudian penaksir taksir barang jaminan nasabah, 5.
Penaksir kemudian mengkonfirmasi kepada Nasabah, 6. Setelah konfirmasi, nasabah selanjutnya TTD syarat dan ketentuan serta isi akad rahn, 7. Setelah itu nasabah datang keloket kasir untuk melakukan pencairan.
2. Akad yang digunakan dalam Pembiayaan Gadai Syariah
Akad yaitu perjanjian, artinya perjanjian ijab-qabul dengan cara- cara yang telah disyariatkan yang berpengaruh terhadap obyek yang di akadkan yang menimbulkan hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang melaksanakan.
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Ibu Nur Rahmi Jayati sebagai Asst. Manager di PT. Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar sebagai berikut:
“Pegadaian Syariah di sini dek menggunakan dua akad secara umum dalam gadai emas ada namanya akad rahn
dan akad ijarah atau biasa disebut akad mu`nah yaitu biaya pemeliharaan atas marhun”.
Dalam hasil wawancara peneliti akan menjelaskan dua akad yakni akad Rahn dan akad Ijarah:
a. Akad Rahn
Pada surat bukti Rahn yakni Murtahin (penerima gadai dalam hal ini PT. Pegadaian (Persero) dan Rahin (pemilik marhun atau kuasa dari pemilik Marhun) yang sepakat membuat akad Rahn sebagai berikut:
1) Rahin setuju akan menerima dengan uraian Marhun, perkiraan taksiran Marhun, Marhun Bih, penetapan ujruh, biaya administrasi yang tertera dalam surat bukti rahn dan catatan transaksi sebagai bukti penerimaan yang sah oleh Marhun Bih.
2) Marhun adalah milik rahin, milik orang lain yang diberi kuasa kepada Rahin dan/atau dimiliki menurut pasal 1977 KUH Perdata dan jaminannya tidak berasal dari hasil tindak pidana dan tidak dapat disengketakan.
3) Rahin menyatakan telah berhutang kepada murtahin dan berkewajiban agar membayar pelunasan marhun bih dan ujruh dan biaya proses lelang (jika ada).
4) Apabila marhun berada dalam penguasaan murtahin yang mengalami kerusakan atau hilang yang disebabkan oleh suatu bencana alam yang di tetapkan pemerintah, murtahin akan memberikan ganti rugi yang diperhitungkan marhuh bih sesuai dengan keuntungan penggantian yang berlaku di murtahin .
5) Rahin dapat mengangsur Marhun Bih, silakan pesan lebih banyak Marhun Bih. Tebus sebagian Marhun sebagai akad yang baru sementara dipanjangkan waktu terus yang menggunakan akad lama, yaitu dengan anggaran dengan Marhun bih lama. Dalam hal terjadi penurunan atau peningkatan nilai investasi Marhun, mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam Murtahin.
6) Permohonan penundaan lelang dapat diajukan sebelum tanggal berakhirnya waktu dengan mengisi formulir yang disediakan untuk keperluan ini. Penundaan lelang dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Murtahin.
7) Marhun yang telah dilunasi dan belum diambil oleh Rahin sampai dengan 10 hari sebelum tanggal pelunasan tidak dikenakan penahanan. Jika melebihi 10 hari setelah pembayaran dan Marhun belum diambil, Rahin sepakat dikenakan jasa penitipan dengan ketentuan yang berlaku.
8) Dalam hal keterlambatan pembayaran, Marhun ditebus sebagian, pembayaran angsuran Marhun Bih, penundaan lelang, Murtahin berhak menjual (pelelangan) Marhun.
9) Hasil penjualan lelang Marhun setelah dikurangi Marhun Bih, Ujrah, biaya proses lelang (jika ada) dan biaya lelang adalah pengurang yang menjadi hak Rahin. Pada saat mengambil alih kelebihan uang, Rahin setuju untuk menyerahkan kelebihan uang hasil lelang sebagai sedekah yang disampaikan Murtahin. Jika hasil penjualan lelang Marhun tidak mencukupi untuk melunasi kewajiban Rahin
berupa Marhun Bih, Ujrah, biaya proses lelang (jika ada) dan Biaya lelang maka Rahin harus wajib membayar kekurangan tersebut.
10) Rahin dapat datang sendiri untuk meminta tambahan Marhun Bih, menempatkan kuota Marhun Bih, menunda lelang, melunasi dan menerima kelebihan uang dari lelang atau memberi kuasa kepada orang lain dengan mengisi dan menandatangani pada kolom yang sesuai, melampirkan fotokopi surat Rahin KTP dan ahli waris/kuasa serta menunjukkan KTP asli penerima kuasa.
11) Apabila Rahin meninggal dunia dan terdapat hak dan kewajiban terhadap Murtahin ataupun sebaliknya, maka hak dan kewajiban tersebut dibebankan oleh ahli waris Rahin. Sesuai dengan ketentuan waris dalam hukum Republik Indonesia.
b. Akad Ijarah
Merupakan suatu akad pemindahan manfaat atas suatu barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu melalui pembayaran upah atau sewa tempat, tanpa diakui pemindahan kepemilikan barang itu sendiri.
Perjanjian ini dibuat dan ditanda tangani pada tanggal sebagaimana tercantum pada Surat Bukti Rahn, diantaranya:
1) Pegadaian Syariah pada kantor cabang sebagaimana dalam Surat Bukti Rahn yang dalam hal ini diwakili oleh Kuasa Pemutus Marhun Bih nya dan oleh karenanya bertindak untuk atas nama serta kepentingan CPS. Untuk selanjutnya disebut sebagai Mua’jjir.
2) Musta`jir adalah orang yang alamatnya tercantum pada barang bukti Rahn. Para pihak sebelumnya telah menyatakan:
a) Musta`jir sebelumnya telah menandatangani perjanjian dengan Mua`jjir. Hal ini karena Musta`jir berperan sebagai Rahin dan Mua`jjir berperan sebagai Murtahin, sebagaimana tercantum dalam surat bukti Rahn. Kesepakatan itu sebagian terkait erat dengan kesepakatan ini..
b) Untuk Marhun, Musta`jir setuju untuk menuntut Ijoroh berdasarkan kesepakatan di atas.
Untuk tujuan ini, kedua belah pihak menandatangani dan menandatangani Perjanjian ini dengan menggunakan ketentuan sebagai berikut:
1) Para pihak sepakat bahwa tarif Ijoroh akan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk jangka waktu 10 hari kalender.
2) Jumlah penuh dari Ijaroh harus dibayar pada akhir jangka waktu perjanjian Rahn atau pada saat yang sama dengan pembayaran kembali pinjaman dari Musta`jir kepada Mua`jjir.
3) Jika ada sesuatu penyimpanan Marhun yang melebihi kapasitas , dan Marhun itu hilang, rusak, atau tidak dapat digunakan. Selanjutnya Anda akan mendapatkan ganti rugi sesuai aturan yang berlaku di Perum Pegadaian. Untuk pembayaran ganti rugi ini, Musta`jir setuju untuk membayar potongan harga dari Marhun Bih dan Ijaroh sampai dengan tanggal ganti rugi, namun perhitungan Ijoroh dihitung sampai dengan tanggal penebusan atau ganti rugi
.
3. Analisis Perlakuan Akuntansi Gadai Syariah
a. Perlakuan Akuntansi Pembiayaan Rahn Berdasarkan PSAK 107 Dalam Rahn emas penentuan biaya dan pendapatan sewa atau penyimpanan dilakukan berdasarkan akad pendamping dari gadai syariah yaitu akad ijarah (PSAK 107) yang terkait dimana pengakuan dan pengukurannya serta pengungkapan dan penyajiannya adalah:
1) Pengakuan dan Pengukuran
Pegadaian syariah mengakui pembiayaan gadai syariah pada saat akad terjadi dan pegadaian menyerahkan kas kepada Nasabah yaitu saat pegadaian syariah menandatangani dan mencairkan dana sebesar pokok.pembiayaan pinjaman sesuai dengan kesepakatan murtahin dan rahin. Pada saat akad gadai syariah telah disetujui dan barang gadai telah diterima oleh pihak pegadaian, maka pembiayaan gadai syariah diukur sebesar jumlah uang yang telah diberikan pada saat penyerahan pinjaman.
Simulasi Transaksi Perhitungan Gadai Emas di Pegadaian Syariah cabang Sentral Makassar
Nyonya Selfi pada tanggal 24 April 2021 menggadaikan kalung emas di Pegadaian Syariah dengan berat 10 gram, asumsi emasnya 23 karat dengan cap 875. STL (Standar Taksiran Logam Mulia) di pegadaian pada masa sekarang seharga Rp 790,439 dan biaya administrasi dengan harga Rp 16.000. berapakah perhitungan besar biaya penitipan yang harus di bayar oleh Nyonya Selfi dan jumlah pinjaman yang maksimun yang dipinjam olehnya.
Perhitungan:
21
24 x 10 gram x Rp 790,439 = Rp 6.916.341 Plafond Pinjaman = Rp 6.916.341 x 92%
= Rp 6,360,000
= Rp 6,400,000 (pembulatan 50.000)
Mu`nah = Uang Pinjaman x Mu`nah/10 hari
= Rp 6,400,000 x 0,73%
= 46.720
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada Ibu Nur Rahmi Jayati sebagai Asst. Manager di PT. Pegadaian Syariah Cabang Sentral Makassar sebagai berikut:
”Dalam sistem syariah menggunakan pembulatan Rp 50.000 ke atas yang disepakati oleh nasabah. Jadi, Nasabah harus meminjam dengan maksimun perhitungan diatas dan tidak mengambil melebihi dari total perhitungan”
Keterangan :
21 = Kadar emas 21 Karat
24 = Standar Taksiran Tinggi pada Emas batangan 92% = Nilai Taksiran maksimun
Jadi Nyonya Selfi mampu mendapatkan pinjaman maksimun dengan harga Rp 6,400,000. Perhitungan dalam biaya penitipan yang dilakukan pegadaian syariah dengan standar yaitu hitungan per 4 bulan :
Rp 19,350 x 4 (120 hari / 30) x 4 bulan = Rp 309,600. Jika penggadai dan pihak kantor saling sepakat untuk mengansur pembiayaan gadai syariah maka jumlah yang dibayar oleh nasabah per empat bulan dengan jangka waktu 1 tahun yaitu Rp 6,400,00/4 = Rp 1,600,000.
Perlakuan Akuntansi Rahn
Kasus Ny. Selfi, Pegadaian Syariah akan mengakui dan mengukur pembiayaan gadai syariah,,pada saat pihak pegadaian menyerahkan pinjaman dan menerima gadai dengan jurnal sebagai berikut:
1) Pada saat terjadinya akad pembiayaan gadai syariah a) Pembiayaan gadai syariah pada saat terjadinya akad
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
24 April 2021
Pembiayaan Rahn Rp 6,400,000
Kas Rp 6,400,000
b) Pada saat Rahin membayar Administrasi
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
24 April 2021
Kas Rp 16,000
Pend. biaya Admin Rp 16,000
c) Pembiayaan gadai syariah pada saat pelunasan
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
24 April 2021
Kas Rp 6,400,000
Pembiayaan Rahn Rp 6,400,000