BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Penyajian Data
Gambar 4.2 Suasana Tempat Pelelangan Ikan Paotere
tuna dan lain – lain sehingga nelayan mendapatkan untung banyak tetapi jika terjadi musim sulit hanya terdapat ikan yang mempunyai harga rendah untuk dijual di pasaran
2. Produksi Penangkapan Ikan pada Tempat Pelelangan Ikan Paotere Tabel 4.2 Data Produksi Perikanan
pada Tempat Pelelangan Ikan Paotere tahun 2021
Jenis Ikan Produksi
Cakalang 2.588.921
Lamuru 2.083.804
Tongkol 1.963.349
Sumber:Data Punggawa Tempat Pelelangan Ikan Paotere (2021) Berdasarkan tabel 4.1 diatas merupakan data perikanan tangkap pada bulan Juli, dimana perikanan tangkap yang unggul di Paotere yaitu jenis ikan cakalang, lamuru dan tongkol sehingga ketiga jenis ikan tersebut yang dijadikan dasar perhitungan penjualan ikan pada Tempat Pelelangan Ikan Paotere.
3. Pemasaran Ikan
Operasi penangkapan ikan, terdapat sistem pembagian kerja dan bagi hasil.
Tempat Pelelangan Ikan yang menjadi tempat sarana jual beli ikan dari hasil tangkapan oleh nelayan. Jual beli ikan bertransaksi dengan punggawa dan punggawa bersama nelayan sudah pasti melakukan kerja sama untuk mejual ikan. Jual beli yang dilakukan oleh nelayan yaitu nelayan mendistribusikan hasil tangkapan ikan kepada punggawa lalu memberikan uang kepada nelayan. Satu perahu terdapat 2 – 3 orang yaitu terdapat juragan dan anak buah kapal (ABK), ABK biasanya berasal dari keluarga
atau tetangga akan tetapi ada juga pemilik melakukan nelayan sendiri.
Proposi untuk bagi hasil biasanya diterapkan 1 banding 1 atau 1 banding 2, untuk biaya melaut untuk modal ditanggung oleh pemilik untuk pembekalan dan lain lain ABK membawa sendiri. Pembagian hasil tidak dinaungi oleh kelembagaan, hanya nelayan yang mengatur sendiri. Harga jual dari nelayan ke punggawa diberikan harga jual yang murah dibandingkan menjual ikan langsung kepada yang konsumen. Aktivitas pemasaran ikan di punggawa disetorkan sebelumnya ke pedagang eceran yang dibeli tidak terlalu banyak dan pabrik pengelolahan ikan juga sebelumnya membeli juga ke punggawa, dan punggawa juga menjual kepada konsumen langsung juga. Nelayan juga bisa menjual ikan di pelelangan ikan tetapi hanya sedikit yang berjalan di masyarakat.
4. Karakteristik Responden
Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan pada kawasan Tempat Pelelangan Ikan. Dimana sampel yang digunakan sebanyak 83 nelayan yang dianggap mewakili populasi nelayan. Pada bagian ini akan dibahas karakteristik responden berdasarkan tingkat pendapatan, modal, pendidikan, dan harga jual ikan.
a. Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendapatan
Pendapatan yang diterima nelayan dapat ditingkatkan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut secara efektif dan efisien dalam proses
produksi. Besarnya pendapatan nelayan ditentukan dari penggunaan faktor- faktor yang mempengaruhinya. Pendapatan nelayan yang satu dengan nelayan yang lain tentunya berbeda-beda tergantung dari produktivitas
nelayan itu sendiri. Berikut ditampilkan tabel distribusi responden menurut tingkat pendapatan yang diterima nelayan pada Tempat Pelelangan Ikan Paotere.
Tabel 4.3 Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendapatan pada Tempat Pelelangan Ikan Paotere
Kelompok Pendapatan Frekuensi Persentase
27,381 -
120,581 60 72.29
120,582 -
213,782 16 19.28
213,783 -
306,983 6 7.23
306,984 -
400,184 1 1.20
Jumlah 83 100.00
Sumber : Data Primer, diolah 2021
Dari tabel 4.3 terlihat bahwa tingkat pendapatan nelayan yang terbesar ada dikisaran Rp. 27,381 - Rp. 120,581 yang berjumlah 60 orang nelayan. Jumlah persentasenya sebesar 72,29 persen. Sedangkan tingkat pendapatan terendah ada dikisaran 306,984 – 400,184 yang berjumlah 1 orang nelayan atau dengan persentase 1,20 persen.
b. Karakteristik Responden Menurut Pendidikan
Tingkat pendidikan yang dimaksud pada penelitian ini adalah pendidikan formal yang telah ditempuh oleh nelayan. Pendidikan formal juga merupakan hal yang dapat mempengaruhi pendapatan nelayan, dimana semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditempuh, akan memungkinkan nelayan untuk lebih mudah serta membuat inovasi dalam meningkatkan hasil produksi. Berikut akan ditampilkan tabel tingkat pendidikan responden.
Tabel 4.4 Distribusi Tingkat Pendidikan Nelayan Tempat Pelelangan Ikan Paotere
Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase
SD 16 19.28
SMP 33 39.76
SMA 34 40.96
Jumlah 83 100
Sumber : Data Primer, diolah, 2021
Dari tabel 4.4 terlihat bahwa distribusi responden menurut tingkat pendidikan terakhir terbesar berada di tingkat SMA. Jumlah nelayan tersebut sebesar 34 orang atau 40,96 persen. Sedangkan distribusi responden terkecil berada di tingkat SD. Jumlah nelayan sebesar 16 orang atau sekitar 19,28 persen
c. Karakteristik Responden Menurut Modal
Modal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan nelayan. Apabila modal nelayan yang digunakan cukup besar, tentunya nelayan mendapat kesempatan yang lebih baik untuk melaut lebih lama, peralatan yang lebih baik, tenaga kerja yang memadai. Karakteristik modal nelayan pada Tempat Pelelangan Ikan Paotere terlihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5 Distribusi Tingkat Modal Nelayan Pada Tempat Pelelangan Ikan Paotere Kelompok Modal Frekuensi Persentase
195,119 -
288,319 34 40.96
288,320 -
381,520 8 9.64
381,521 -
474,721 34 40.96
474,722 -
567,922 7 8.43
Jumlah 83 100.00
Sumber : Data Primer, diolah, 2021
Dari tabel 4.5 diatas dapat dilihat bahwa modal yang digunakan dalam satu kali perjalanan/trip. Distribusi responden menurut modal terbesar di TPI Paotere berada pada interval umur 203,801-277,601 dengan jumlah sebesar 31 orang atau 37,35 persen. Sedangkan distribusi responden menurut modal terkecil berada pada 351,403 – 425,203 dengan jumlah nelayan sebesar 6 orang atau 7,23 persen.
d. Karakteristik Responden Menurut Harga Jual Ikan
Harga jual ikan merupakan faktor yang mempengaruhi kemampuan penerimaan atas penjualan produk dalam hal ini ikan. Pada umumnya harga jual ikan ditentukan oleh punggawa. Harga jual ikan dilihat pula dari musim yang sedang berlangsung saat penangkapan ikan. Berikut ditampilkan tabel distribusi responden menurut harga jual ikan :
Tabel 4.6 Distribusi Responden Menurut Harga Jual Ikan pada Tempat Pelelangan Ikan Paotere
Kelompok Penerimaan Frekuensi Persentase
250,000 -
373,000 36 43.37
373,001 -
496,001 3 3.61
496,002 -
619,002 37 44.58
619,003 -
742,003 7 8.43
Jumlah 83 100.00
Sumber : Data Primer, diolah 2021
Dari tabel 4.6 di atas terlihat bahwa tingkat harga jual ikan dalam satu trip terbesar berada pada interval 496,002 – 619,002 yaitu sebesar 37 orang nelayan atau 44,58 persen. Sedangkan tingkat harga jual ikan dalam satu trip terkecil berada pada interval 373,001 – 496,001 yaitu sebesar 3 orang nelayan atau 3,61 persen.