• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Teknologi dalam Media Pembelajaran

Dalam dokumen Scanned by CamScanner - sipeg unj (Halaman 116-122)

112 | Teknologi Informasi dan Komunikasi

keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Dari kedua jenis sumber belajar yang dijabarkan di atas, sumber- sumber belajar dapat berbentuk: (1) pesan: informasi, bahan ajar (cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya), (2) manusia: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya; (3) bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya; (4) alat/perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya; (5) pendekatan/

metode/teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya; dan (6) lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.

Dalam memilih sumber belajar guru harus memperhatikan kriteria sebagai berikut: (1) ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal; (2) praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit dan langka; (3) mudah: dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita; (4) fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan;

(5) sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa.

Teknologi Informasi dan Komunikasi | 113 sangat dipengaruhi oleh faktor media pembelajaran yang digunakan.

Penggunaan media pembelajaran pada tiap satuan pendidikan saat ini sangat dianjurkan bahkan diupayakan untuk ada pada tiap-tiap proses pembelajaran khususnya di tingkat satuan pendidikan dasar. Media ini tentunya tidak hanya atas dasar ada saja, tetapi kesesuaian dan ketepatan penggunaan dalam proses penyampaian pesan pembelajaran yang diberikan.

Salah satu peran teknologi dalam media pembelajaran adalah penggunaan multimedia dalam pembelajara. Multimedia bertujuan untuk menyajikan informasi dalam kemasan yang menarik, menyenangkan, mudah dimengerti dan jelas. Multimedia berbasis komputer sangat menjanjikan jika digunakan dalam pendidikan. Akan tetapi, pengunaannya masih dianggap mahal sehingga belum banyak sekolah- sekolah yang menggunakan media ini. Selain itu, masih banyak guru yang belum menguasai penggunaan media ini sehingga dalam tahapan awal penggunaannya membutuhkan bimbingan dalam pengoperasian program.

Dalam pembelajaran penggunaan multimedia dapat digunakan dalam berbagai bentuk pembelajaran yaitu multimedia presentasi, program multimedia interaktif, sarana simulasi dan video pembelajaran.

Selain itu, penggunaan internet juga sudah marak digunakan karena dengan internet maka dapat terhubung antara komputer yang satu dengan komputer yang lain. Peserta didik dapat mengakses berbagai macam informasi dan berita secara mudah dan cepat. Pemanfaatan internet dalam media pembelajaran dapat mengkondisikan peserta didik untuk belajar secara mandiri karena semua materi pelajaran dapat diperoleh melalui internet. Sebenarnya yang harus diperhatikan dalam oleh

114 | Teknologi Informasi dan Komunikasi

pengelola dunia pendidikan mencakup empat pilar pendidikan (UNESCO, 1996) yang dikutip oleh Daryanto yaitu : (1) Learning to know, (2) Learning to do, (3) Learning to live together, (4) Learning to be.65

Keberadaan teknologi harus dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari masalah, sebab teknologi lahir dan dikembangkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Sebagai suatu produk teknologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran diantaranya: radio, televisi, proyektor, OHP dan sebagainya. Sebagai sebuah proses teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia

65 Daryanto. Media Pembelajaran (Peranannya sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan pembelajaran). (Yogyakarta: Gava Media. 2010), h.58

Teknologi Informasi dan Komunikasi | 115 BAB VI

KNOWLEDGE SOCIETY

Indonesia kini telah banyak beradaptasi dengan begitu banyak perubahan menyangkut dengan kemajuan di era tekhnologi yang semua serba digital dan serba cepat. Masyarakat yang berbasis informasi diarahkan untuk menjadi landasan menuju masyarakat berbasis pengetahuan serta ekonomi berbasis pengetahuan. Masyarakat berbasis pengetahuan adalah suatu kemapanan ekonomi dengan basis pengetahuan dan informasi untuk proses produksi, distribusi, aplikasi dan konsumsi. Untuk membangun masyarakat pengetahuan diperlukan adanya sistem informasi dan pengetahuan yang memadai berupa jaringan informasi yang memungkinkan seluruh masyarakat dapat mengaksesnya.

Membangun masyarakat berpengetahuan adalah membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempunyai visi dan wawasan iptek sebagai bekal untuk menghadapi abad ke-21. Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, hasrat untuk menggali dan mengembangkannya, perlu secara terus-menerus ditumbuhkan, sehingga membudaya dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu, maka upaya menciptakan dan membangun sebuah masyarakat berpengetahuan menjadi kesadaran kolektif. Tanpa berbekal visi dan wawasan iptek, sulit rasanya bisa bertahan dalam memasuki era global yang penuh tantangan dan sangat kompetitif.

Sehubungan dengan hal tersebut, agenda utama bangsa Indonesia adalah membangun basis kepemimpinan yang berwawasan dan visioner, serta berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

116 | Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kepemimpinan yang demikian tentu lebih kuat dan mampu menjangkau masa depan yang jauh. Seperti ungkapan ini “leadership must be base on knowledge.” Pemimpin harus berdasarkan dari pengetahuan.

Sekarang bisa terlihat, negara yang pembangunannya bertumpu pada keandalan human capital, ternyata mempunyai path way yang jauh lebih baik dibandingkan negara yang sekedar mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Determinan dan kunci keberhasilan untuk membangun bangsa yang maju itu adalah keandalan human capital dalam membangun knowledge-based economy. Satu dari empat pilar penerapan knowledge-based economy seperti yang telah dilakukan Singapura dan Korea Selatan.66

Jadi secara konseptual, masyarakat berpengetahuan adalah suatu kelompok masyarakat yang anggota masyarakatnya ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan dengan menguasai keterampilan dasar yang diperlukan dan mempunyai akses informasi. Dari pengertian tentang masyarakat berpengetahuan tersebut dapat dipahami bahwa, ada beberapa hal penting yang mencirikan masyarakat berpengetahuan yaitu, 1) keterbukaan masyarakat terhadap akses informasi, 2) mengembangkan keterampilan dasar, dan 3) adanya partisipasi masyarakat.

Keterbukaan masyarakat terhadap akses informasi memberikan modal awal bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya. Dengan begitu, masyarakat tidak akan ketinggalan informasi dari kemajuan global yang terus berkembang. Keterampilan dasar (Skill) merupakan kompetensi pokok yang harus terus ditingkatkan

66 Azmi. 2010. Menciptakan Masyarakat Berbasis Pengetahuan.

http://news.okezone.com Diakses 29 Januari 2016.Pukul 12.14.

Teknologi Informasi dan Komunikasi | 117 pada masyarakat, mulai dari kecil bahkan sampai dewasa sekalipun.

Dengan kemampuan dasar ini memungkinkan bagi masyarakat untuk dapat mengembangkan diri dan berkompetisi dalam persaingan global.

Adanya partisipasi masyarakat akan memberikan penguatan pada suatu bangsa dalam membangun masyarakat berpengetahuan. Keikutsertaan masyarakat inilah yang nantinya akan memberikan dorongan internal individu untuk terus memberikan kontribusi dalam membangun masyarakat berpengetahuan.

Perubahan peradaban menuju masyarakat berpengetahuan (knowledge society) menuntut masyarakat dunia untuk menguasai keterampilan abad 21 yaitu mampu memahami dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT Literacy Skills). Pendidikan memegang peranan sangat penting dan strategis dalam membangun masyarakat berpengetahuan yang memiliki keterampilan: (1) melek teknologi dan media; (2) melakukan komunikasi efektif; (3) berpikir kritis; (4) memecahkan masalah; dan (5) berkolaborasi. Konsep ini secara simultan akan dapat menciptakan knowledge-based society (masyarakat berbasis pengetahuan). Sebab, pendidikan bukan saja akan melahirkan sumber daya manusia berkualitas, memiliki pengetahuan dan keterampilan, serta menguasai teknologi, tetapi juga merupakan jalan menuju kemajuan dan pencapaian kesejahteraan sosial dan ekonomi suatu bangsa. Karena pembangunan manusia suatu bangsa pasti sejalan dengan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya.67

Menyadari peran strategis pendidikan dalam mewujudkan masyarakat berpengetahuan tersebut, Kementerian Pendidikan Nasional

67Ibid1

118 | Teknologi Informasi dan Komunikasi

(Kemendiknas) telah melakukan berbagai kegiatan yang didalamnya termasuk pemanfaatan dan pendayagunaan TIK untuk memperluas akses terhadap pendidikan bermutu dan meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan. Untuk mempercepat pendayagunaan dan pemanfaatan TIK untuk pendidikan telah dilakukan berbagai upaya untuk mendorong akselerasi dan peningkatan “ICT literacy skills”menuju “knowledge-based society”. Sehingga dalam program 100 hari Kemendiknas Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang pertama adalah penyediaan internet secara massal di sekolah.

A. Pembangunan Masyarakat

Dalam dokumen Scanned by CamScanner - sipeg unj (Halaman 116-122)