BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
C. Peranan Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Perilaku
C. Peranan Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Perilaku
tetapi dilakukan di dalam rumah sendiri yang dikerjakan bersama dengan anggota keluarga lainnya. Di sini dapat kita lihat bahwa orang tua melakukan peranannya mengajak anak untuk melaksnakan ibadah bersama di rumah81.
Tidak hanya dalam ibadah shalat dan mengaji, orang tua dari siswa kelas VIII SMPN I Pringgarata juga mengajak anaknya utnuk mengikuti kegiatan keagamaan yang lain seperti mengikuti pengajian majelis ta’lim pada setiap kesempatan yang ada.82
Kegiatan sosial seperti gotong royong di masjid Nurul Huda Pringgarata, juga meruapakan kegiatan yang orang tua lakukan, tidak hanya orang tua saja, mereka juga mengajak anak mereka untuk ikut bergotong ronyong guna menumbuhkan rasa kepedulian anak sebagai wujud rasa tanggung jawab milik bersama83.
Adapun hasil wawancara langsung peneliti dengan orang-orang yang dijadikan sebagai subyek atau sumber penelitian yaitu: orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, anak-anak kelas VIII SMPN I Pringgarata, para guru, serta orang yang dianggap bisa terkait dengan permasalahan yang akan diteliti yakni mengenai “Peran Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Perilaku Beragama Siswa Kelas VIII SMPN I Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2011/2012”. Adapun hasil wawancara lansung peneliti dengan responden akan dipaparkan sebagai berikut:
81 Observasi, Pringgarata, 7 Juli 2011
82 Observasi, Pringgarata, 16 Juli 2011
83 Observasi, Pringgarata, 20 Juli 2011
1. Menurut Nasrudin yang merupakan seorang tokoh agama yang cukup disegani di Desa Pringgarata bahwa perilaku keagamaan anak-anak SMP khususnya anak-anak Kelas VIII SMPN I Pringgarata perilaku beragama anak-anak tersebut masih banyak dipengaruhi oleh lingkungan luar dan faktor pendidikan orang tua. Bagi keluarga dengan orang tua yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik dan profesi seperti guru, pegawai, cenderung mendidik anaknya lebih terkontrol sehingga sang anak memperoleh pendidikan yang cukup baik khususnya dalam hal keagamaan. Namun, sebaliknya ada juga orang tua yang kurang memperhatikan perilaku keagamaan anak, ini disebabkan karena masih ada sebagian orang tua yang kurang mengerti akan perilaku keagamaan yang sesuai dengan ajaran agama islam. Beliau juga mengatakan bahwa masih ada orang tua yang mendidik anaknya tidak sesuai dengan ajaran islam seperti kalau memarahi anak dengan kata-kata yang keras dan kasar.84
2. Menurut H. Ibrahim A.R selaku tokoh masyarakat setempat mengenai perkembangan perilaku keagamaan anak-anak masih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan pergaulan, dan kemajuan teknologi yang kadang salah digunakan sehingga menghambat anak dalam melaksanakan ibadahnya. Sedangkan dari faktor orang tua sendiri masih dirasakan kurang maksimal dalam memberikan pendidikan keagamaan, meski demikian tidak dipungkiri rata-rata orang tua sangat peduli dengan ibadah amaliah anak seperti shalat, mengaji, dan puasa.85
Menurut para tokoh agama dan masyarakat di atas, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak maupun perilaku bergama anak. Karena keluarga merupakan lingkungan pertama yang akan dihadapi oleh seorang anak. Dari pemaparan tokoh agama dan masyarakat tersebut, orang tua melakukan peranan mereka salah satunya melalui cara mendidika anak mereka. Setiap orang tua memiliki pola didik anak yang berbeda-beda, perbedan ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Salah satunya yaitu faktor pendidikan orang tua. Bagi orang tua dengan latar belakang pendidikan yang baik, lebih sangat peduli terhadap
84 Nasrudin, Wawancara, Pringgarata 28 Juli 2011.
85 H. Ibrahim A.R, Wawancara,Pringgarata, 28 Juli 2011.
segala hal yang berkaitan dengan masalah pendidikan sang anak, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama. Namun sebaliknya bagi orang tua yang memiliki latar belakang pendidikan yang kurang lebih cenderung tidak memberikan perhatian yang lebih terhadap perilaku keagamaan anak.
3. Menurut orang tua dari Sapriah yaitu Ma’yah dia menuturkan bahwa sebagai orang tua, dia memaikan peranannya dalam keluarga melalui cara menyekolahkan anaknya di sekolah formal, sering menyuruh anak untuk melakukan shalat, mengaji, berpuasa dan memberikan nasehat-nasehat bagaimana untuk berperilaku yang baik sehari-hari.
4. Menurut Darwan yaitu orang tua dari Ria mereka mengakui bahwa sering kali sibuk dalam bekerja, kesibukkan tersebut membuat ia kurang memperhatikan anaknya, namun itu tidak melepas peranannya sebagai orang tua dalam membimbing anak. Sebagai orang tua dia juga memperhatikan ibadah anaknya, oleh karena itu dia sering memberikan perintah sang anak untuk melaksanakan shalat, mengaji, belajar, sekolah, dan lain-lain.
5. Sedangkan dari siswa sendiri yaitu M. Khaufandi Zikri, dia mengatakan bahwa orang tuanya sejak kecil membiaskannya untuk melakukan ibadah, seperti shalat tepat waktu, mengaji, belajar, mengikuti pengajian setempat, dan puasa. Sehingga tertanamlah dalam dirinya untuk melakukan ibah- ibadah tersebut.
6. Menurut Ria, orang tuanya memang sring menyuruhnya untuk melakukan ibadah shalat, mengaji, belajar, sekolah dan ibadah lainnya, tapi dari dirinya sendiri memeiliki sifat tidak menurut, sehingga apa yang diperintahkan orang tua sering kali ia abaikan. Ini dikarenakan dia lebih banyak terpengaruh oleh lingkungan luar keluarga. Karena perilakunya yang tidak menurutdan keras kepala tersebut, ia sering mendapat peringatan berupa omelan dan pukulan dari orang tuanya.
7. Wawancara dengan Nurul, yang merupakan salah seorang siswa SMPN I Pringgarata, kelas VIII menyatakan bahwa, dalam bimbingan orang tuanya, dia meraskan orang tuany telah melakukan pernannya dalam hal mengasuh, mengajari atau mendidiknya. Dalam hal keagamaan orang tuanya pun memberikan perhatian terhadapnya, perhatiannya dalam bentuk ajakan untuk mengaji, shalat, puasa dan kegiatan agama lainnya.
Perhatian dari orang tua terhadap segala hal pada anaknya terutama dalam hal beragama merupakan sesuatu yang sangat penting, peranan dari orang tua yang baik akan memberikan sesautu yang baik pula, namun sebaliknya jika orang tua melakukan peranannya dalam keluarga dengan hal yang buruk, bukn tidak mungkin akan berdampk buruk terhdap perilaku keagamaan seorang anak. Berdasarkan dari pemaparan hasil wawancara di atas, orang tua memaikan peranan mereka dalam hal mendidik anak, membimbing anak, mengasuh anak dan memberikan teladan terhadap anak.
Dari paparan observasi dan wawancara di atas, dapat disimpulkan bahwa orang tua sangat berperan dalam membentuk kepribadian beragama anak. Meski ada sebagian orang tua yang masih kurang membimbing anak dalam hal agama namun rata-rata secara keseluruhan orang tua masih sangat peduli terhadap ibadah amaliah anak.
BAB III PEMBAHASAN
A. Langkah-Langkah yang Dilakukan Oleh Orang Tua yang Mendukung Terwujudnya Perkembangan Perilaku Beragama Siswa Kelas VIII SMPN I Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2011/2012
Dalam setiap pergaulan dan pembinaan anak dalam lingkungan keluarga, masing-masing orang tua memiliki pola yang berbeda dalam membimbing, mendidik, dan mengasuh anaknya. Setiap langkah yang ditempuh oleh orang tua terhadap pendidikan anaknya memberikan dampak yang sesuai dengan langkah-langkah yang digunakan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Langkah yang baik tentu akan menghasilkan yang baik, naumn sebaliknya menggunakan langkah yang tidak baik dapat menghasilkan hal yang tidak baik pula.
Pada bab paparan data dan temuan, telah disampaikan bahwa orang tua sebagai pembimbing utama dalam membimbing anaknya telah melakukan hal-hal yang mendukung terwujudnya perkembangan perilaku beragama anak, yaitu:
1. Memerintahkan anak untuk melaksanakan ibadah shalat baik berjamaah di masjid, mushalla, rumah, maupu secara sendiri, baik yang wajib maupun yang sunat.
2. Menyekolahkan anak di sekolah formal sehingga anak juga mendapatkan pelajaran agama di sekolah tersebut.
3. Mengaji, baik di rumah maupun di TPQ setempat.
4. Mengikuti kegiatan sosial seperti gotong royong di dalam masyarakat.
5. Mengikuti pengajian (majelis ta’lim) pada setiap kesempatan yang ada.
6. Membatasi anak dalam pergaulan bebas.
Hal-hal tersebut di atas pada dasar sesuai dengan pendapat Syaikh Abdul Hamid Jasim dalam bukunya Seni mendidik Anak mengenai prinsip tarbiyah yang harus ada dalam lingkungan keluarga yakni86:
1. Taqwa kepada Allah
2. Selalu mengharap kehidupan akhirat 3. Berbuat kebaikan
4. Kasih sayang dan persaudaraan 5. Ikhlas
6. Kontinyuitas amal 7. Mendidik diri
8. Meninggalkan kezaliman dan kesewenang-wenangan
Jika prinsip-prinsip di atas dapat diaplikasikan secara maksimal di lingkungan keluarga maka akan dapat membentuk perilaku bergama anak
86 Syaikh Abdul Hamid Jasim Al-Bilali, Seni Mendidik Anak, (Jakarta: Al I’tishom, 2000), h.
83.
khususnya dan anggota keluarga lain umumnya yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.
Mengenai penelitian ini, berdasarkan hasil observasi dan wawancara langkah-langkah orang tua yang mendukung terwujudnya perkembangan perilaku bergama siswa kelas VIII SMPN I Pringgarata antara lain:
1. Mendidik anak untuk selalu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya 2. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua menasehati dengan cara yang
baik-baik.
3. Memperingati anak-anak untuk selalu mendirikan shalat setiap waktu shalat telah tiba.
4. Anak ditanamkan kepribadian yang lembut dan halus dalam berperilaku.
5. Keluarga mengarahkan siswa untuk selalu berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan.
6. Memberikan pendidikan anak melalui lembaga pendidikan formal.
Peneliti dapat menyimpulkan bahwa langkah-langkah yang dilakukan orang tua dalam mendukung terwujudnya perkembangan perilaku beragama siswa kelas VIII SMPN I Pringgarata relevansi dengan teori di atas seperti langkah-langkah yang dilakukan oleh orang tua dengan cara memperingati anak untuk selalu mendirikan solat, menanamkan keperibadian yang baik pada perilaku beragama anak.
Namun sebaliknya ada juga orang tua yang masih kurang memperhatikan urusan agama anaknya sehingga orang tua tersebut cenderung tidak memperdulikan dan kurang memberikan pendidikan agama terhadap
anaknya. Namun demikian secara umum idealnya orang tua dari siswa-siswi kelas VIII SMPN I Pringgarata selalu memperhatikan ibadah amaliah anak- anak mereka seperti kewajiban melaksanakan shalat lima waktu, puasa dan mengaji.
Mengenai hal tersebut, orang tua tidak pernah luput untuk selalu mengingatkan anak-anaknya untuk melaksanakannya. Akan tetapi semua itu kembali lagi kepada si anak, dari setiap perintah-perintah atau peringatan yang diberikan oleh orang tua sebagian anak ada yang menuruti atau mematuhi dan ada juga yang mengingkarinya, itu semua bergantung pada kepribadian yang ada dalam diri anak siswa kelas VIII SMPN I Pringgarata tersebut.
Sesungguhnya orang tua selaku pemimpin utama dalam lingkungan keluarga memiliki peranan yang sangat kuat dalam membentuk anak, terutama dalam hal perilaku keagamaannya. Langkah-langkah yang baik dalam membimbing anak akan menciptakan suasana yang dapat menunjang keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya kearah yang baik. Namun sebaliknya, jika langkah-langkah yang ditempuh oleh orang tua di lingkungan keluarga dengan cara yang kurang baik, atau cenderung membebaskan sang anak, dapat memberikan peluang bagi lingkungan lain untuk membentuk anak yang tidak sesuai dengan perilaku keagamaan ajaran Islam.
B. Peranan Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Perilaku