• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perang Batak

Dalam dokumen Pelajari tentang Sejarah Indonesia (Halaman 156-163)

B. Perang Melawan Penjajahan Belanda

8. Perang Batak

pada tahun 1877 Raja Sisingamangaraja XII berkampanye keliling ke daerah- daerah untuk menghimbau agar masyarakat mengusir para zending yang memaksakan agama Kristen kepada penduduk. Masuknya pengaruh Belanda ini juga akan mengancam kelestarian tradisi dan adat asli orang-orang Batak.

Akibat kampanye Raja Singamangaraja XII telah menimbulkan ekses pengusiran para zending. Bahkan ada penyerbuan dan pembakaran terhadap pos-pos zending di Silindung. Kejadian ini telah memicu kemarahan Belanda dan dengan alasan melindungi para zending, Pada tanggal 8 Januari 1878 Belanda mengirim pasukan untuk menduduki Silindung. Pecahlah Perang Batak

»

Dari uraian yang telah dipaparkan, coba rumuskan apa sebab terjadinya Perang Batak?

b. Bagaimana Jalannya Perang Batak?

Alasan untuk melindungi para Zending tentu alasan yang dibuat-buat Belanda. Karena yang jelas Belanda menduduki Silindung sebagai langkah awal untuk memasuki tanah Batak yang merupakan wilayah kekuasaan Raja Sisingamangaraja XII. Belanda ingin menguasai seluruh tanah Batak. Kali pertama pasukan Belanda yang dipimpin oleh Kapten Schelten menuju Bahal Batu. Rakyat Batak di bawah pimpinan langsung Raja Sisingamangaraja XII melakukan perlawanan terhadap gerakan pasukan Belanda di Bahal Batu. Dalam menghadapi perang melawan Belanda ini rakyat Batak sudah menyiapkan benteng pertahanan seperti benteng alam yang terdapat di dataran tinggi Toba dan Silindung. Di samping itu, dikembangkan benteng buatan yang ada di perkampungan. Setiap kelompok kampung dibentuk empat persegi dengan pagar keliling terbuat dari tanah dan batu. Di luar tembok ditanami bambu berduri dan di sebelah luarnya lagi dibuat parit keliling yang cukup dalam. Pintu masuk dibuat hanya beberapa buah dengan ukuran sempit.

Pertempuran pertama terjadi di Bahal Batu. Sisingamangaraja XII dengan pasukannya berusaha memberikan perlawanan sekuat tenaga. Tetapi nampaknya kekuatan pasukan Batak tidak seimbang dengan kekuatan tentara Belanda, sehingga pasukan Sisingamangaraja XII ini harus ditarik mundur.

Akibatnya justru pertempuran merembet ke daerah lain, misalnya sampai di Butar. Karena dengan gerakan mundur tadi, pasukan Sisingamangaraja XII juga melakukan penyerangan pada pos-pos Belanda yang lain.

Perang Batak ini semakin meluas ke daerah-daerah lain. Setelah berhasil menggagalkan berbagai serangan dari pasukan Sisingamangaraja XII, Belanda mulai bergerak ke Bakkara. Bakkara merupakan benteng dan istana Kerajaan Sisingamangaraja. Dengan jumlah pasukan yang cukup besar Belanda mulai mengepung Bakkara. Letnan Kitchner menyerang dari arah selatan, Chelter mendesak dari sebelah timur, sementara Van den Bergh mengepung dari arah barat. Beberapa komandan tempur Belanda berusaha memasuki benteng Bakkara, tetapi selalu dapat dihalau dengan lemparan batu oleh para pejuang Batak. Akhirnya benteng dan Istana Bakkara dihujani tembakan-tembakan yang begitu gencar, sehingga benteng itu dapat diduduki Belanda. Sisingamangaraja dan sisa pasukannya berhasil meloloskan diri dan menyingkir ke daerah Paranginan di bagian selatan Danau Toba.

Belanda terus memburu Sisingamangaraja. Sisingamangaraja kemudian menyingkir ke Lintung. Belanda terus mengejar Sisingamangaraja terus bergerak ke Tambunan, Lagu Boti, dan terus ke Baligie. Dengan kekuatan pasukannya, Belanda dapat menguasai tempat-tempat itu semua, sehingga semua daerah di sekitar Danau Toba sudah dikuasai Belanda.

Sisingamangaraja XII dengan sisa pasukannya bergerak menuju Huta Puong.

Pada Juli tahun 1889 Sisingamangaraja XII kembali angkat senjata melawan ekspedisi Belanda. Di Huta Puong ini pasukan Sisingamangaraja XII bertahan cukup lama. Tetapi pada tanggal 4 September 1899 Huta Puong juga jatuh ke tangan Belanda. Sisingamangaraja XII kemudian membuat pertahanan di Pakpak dan Dairi. Pasukan Belanda di bawah komando van Daden mengadakan gerakan sapu bersih terhadap kantong-kantong pertahanan dari Aceh sampai tanah Gayo, termasuk yang ada di tanah Batak . Tahun 1907 pasukan Belanda di bawah komando Hans Christoffel memfokuskan untuk menangkap Sisingamangaraja XII. Sisingamangaraja XII berhasil dikepung rapat di daerah segitiga Barus, Sidikalang, dan Singkel. Dalam pengepungan ini Belanda menggunakan cara licik yakni menangkap Boru Sagala, istri Sisingamangaraja XII dan dua anaknya.

Dengan beban psikologis yang berat Sisingamangaraja XII tetap bertahan, tidak mau menyerah. Akhirnya pada tanggal 17 Juni 1907 siang pasukan Belanda dikerahkan untuk menangkap Sisingamangaraja XII di pos pertahanannya di Aik Sibulbulon di daerah Dairi. Dalam keadaan terdesak, Sisingamangaraja XII dengan putera-puteranya tetap bertahan dan melakukan perlawanan sekuat tenaga. Tetapi dalam pertempuran itu Sisingamangaraja XII tertembak mati. Begitu juga putrinya Lopian dan dua orang puteranya Sutan Nagari dan Patuan. Dengan demikian berakhirlah Perang Batak.

»

Kamu sudah mempelajari sejarah perjuangan Sisingamangaraja XII dalam melawan Belanda. Kamu juga sudah belajar tentang sejarah Perang Padri dan Perang Sabil di Aceh. Coba tunjukkan keterkaitan antara ketiga perang tersebut!

KESIMPULAN

1. Perang yang terjadi pada abad ke-18, 19, dan awal 20 merupakan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda.

2. Pemerintah kolonial Belanda tetap menjalankan taktik perang yang licik dan kejam. Tipu daya pura-pura mengajak damai, mengadu domba dan menangkap anggota keluarga pimpinan perang Indonesia terus dilakukan.

3. Perang melawan penjajahan pemerintahan kolonial Hindia Belanda memang belum berhasil, tetapi semangat juang rakyat dan para pemimpin perang kita tidak pernah padam.

Kedaulatan dan kemerdekaan rakyat Indonesia harus terus diperjuangkan agar bebas dari penjajahan. Penjajahan pada hakikatnya selalu kejam, menangnya sendiri, serakah, tidak memperhatikan penderitaan orang lain. Penjajahan senantiasa bertentangan dengan harkat dan hak asasi manusia.

4. Banyak nilai keteladanan yang dapat kita terapkan dalam

kehidupan sehari-hari, misalnya semangat cinta tanah air, rela

berkorban, kebersamaan, kerja keras pantang menyerah dengan

berbagai tantangan, sehingga dapat memotivasi kita untuk kerja

keras dan giat belajar.

LATIH ULANGAN AKHIR BAB

LATIH UJI KOMPETENSI

1. Rakyat Tondano harus membayar ganti rugi dengan menyerahkan 50-60 budak sebagai ganti rugi rusaknya tanaman padi karena genangan air Sungai Temberan. Coba telaah secara kritis ancaman Belanda padahal yang membendung Sungai Temberan itu Belanda.

Bagaimana penilaian kamu tentang sikap Belanda yang demikian.

Sikap ini merupakan sikap kolonialisme dan imperialisme yang akan terus berlangsung termasuk sampai sekarang. Berikan contoh!

2. Rumuskan latar belakang terjadinya perlawanan Pattimura di Saparua?

3. Perang Padri fase kedua sebenarnya merupakan salah satu strategi perang Belanda semacam “gencatan senjata” atau “peredaan”.

Mengapa demikian, apa tujuan yang ingin diraih Belanda? Jelaskan!

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan strategi winning the heart ? 5. Pangeran Diponegoro memimpin perang dengan berlandaskan pada

nilai-nilai kesyukuran dan keimanan. Jelaskan!

6. Apa yang dimaksud dengan Benteng Stelsel, bagaimana pelaksanaannya?

7. Apa yang dimaksud Hukum Tawan Karang? Mengapa Belanda menentang Hukum tersebut?

8. Coba jelaskan secara singkat latar belakang dan sebab-sebab terjadinya Perang Banjar!

9. Rakyat Aceh memiliki semboyan dan doktrin “syahid atau menang”

Coba jelaskan makna semboyan itu bagi perjuangan rakyat Aceh dalam melawan Belanda!

10. Mengapa Sisingamangaraja XII menentang Kristenisasi yang dilakukan Belanda?

Tugas

Kamu perlu menyaksikan film Cut Nyak Dien! Kemudian, coba buatlah karya tulis dengan tema: Heroisme Cut Nyak Dien!

LATIH ULANGAN SEMESTER

Jawablah beberapa pertanyaan berikut ini

1. Apa yang dimaksud Pelayaran Hongi? Mengapa Sultan Hasanuddin menentang Pelayaran Hongi?

2. Coba ceritakan secara singkat perlawanan rakyat Maluku terhadap dominasi Portugis?

3. Bagaimana pendapat dan penilaian kamu tentang pandangan bahwa Aru Palaka itu bukan merupakan pengkhianat tetapi justru merupakan tokoh pejuang dari Bone?

4. Ceritakan secara singkat Perang Tondano II yang menandai tenggelamnya kedaulatan rakyat Minahasa!

5. Jelaskan kasus tentang “surat pas” atau surat izin bermukim bagi orang Cina. Coba kaitkan kasus ini dengan kehidupan masyarakat Indonesia sekarang ini!

6. Apa yang dimaksud dengan strategi winning the heart dari Belanda dalam Perang Padri, apa isinya dan apa tujuan Belanda mengambil cara itu?

7. Nilai-nilai kejuangan apa yang dapat kita peroleh saat belajar sejarah perjuangan Pangeran Hidayatullah dari Banjar?

8. Perang Padri fase kedua sebenarnya merupakan salah strategi perang Belanda semacam “gencatan senjata” atau “peredaan” Mengapa demikian, apa tujuan yang ingin diraih Belanda? Jelaskan!

9. Perang Diponegoro sering disebut dengan Perang Jawa, mengapa?

Jelaskan!

10. Perang Aceh berlangsung begitu lama, mengapa demikian?

Tugas

Buatlah karya tulis yang terkait dengan peristiwa perlawanan rakyat melawan kolonialisme Belanda yang ada di daerah kamu, nilai-nilai apa yang kamu dapatkan dengan mempelajari peristiwa yang kamu tulis tersebut!

Rakyat Indonesia tidak senang bermusuhan tetapi berperang untuk

menegakkan kedaulatan harus dilakukan

Dalam dokumen Pelajari tentang Sejarah Indonesia (Halaman 156-163)