• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5. Pembahasan dan Interpretasi

4.5.1 Perbandingan Hasil Penelitian dan

Berdasarkan Uji t didapatkan koefisien pengaruh variabel NPL terhadap kinerja keuangan bank adalah -2.990 dengan tingkat signifikansi (sig) = 0,005 < 0,05 yang berarti secara parsial variabel Non Performing Loan berpengaruh terhadap Kinerja keuangan bank.

NPL merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih.

Pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga.

Hasil penelitian ini tidak didukung oleh Z. Dunil, (2005) yang menyatakan NPL merupakan proksi dari resiko kredit yang terdapat dalam laporan keuangan publikasi. Bank dapat menjalankan operasinya dengan baik jika mempunyai NPL dibawah 5%. Kenaikan NPL yang semakin tinggi menyebabkan cadangan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang ada tidak mencukupi sehingga kemacetan kredit tersebut harus diperhitungkan sebagai beban (biaya) yang langsung berpengaruh terhadap keuntangan bank dan karena keuntungan atau akumulasi keuntungan juga habis, maka harus dibebankan kepada modal. Dengan demikian kenaikan NPL mengakibatkan laba menurun sehingga ROA menjadi semakin kecil.

Dengan kata lain semakin tinggi NPL maka kinerja bank menurun dan sebaliknya Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wisnu Mawardi (2005) yang menunjukkan bahwa NPL mempunyai pengaruh yang negatif

73

terhadap ROA, artinya setiap kenaikan jumlah NPL akan berakibat menurunnya ROA. Menurutnya hal ini terjadi karena perraturan Indonesia perihal NPL mengatur bahwa setiap kenaikan outstanding pinjaman diberikan, harus dicover dengan cadangan aktiva produktif dengan cara mendebet rekening biaya cadangan aktiva produktif dan mengkredit rekening cadangan penghapusan aktiva produktif, sehingga setiap kenaikan outstanding pinjaman diberikan akan menambah biaya cadangan aktiva produktif yanhg pada akhirnya mempengaruhi ROA bank.

4.5.1.2 Loan to Deposit Ratio (LDR) Terhadap ROA

Berdasarkan Uji t didapatkan koefisien tidak berpengaruh variabel LDR terhadap kinerja keuangan bank adalah -0,372 dengan tingkat signifikansi (sig) = 0,712 > 0,05 yang berarti secara parsial variabel Loan to Deposit Ratio tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni (2012) yang menyatakan bahwa LDR tidak berpengaruh terhadap ROA. Hal ini di karenakan kredit yang disalurkan oleh bank tidak banyak memberikan kontribusi laba karena terdapat gap tinggi diantara bank-bank yang beroperasi dalam mengucurkan kredit. karena kredit yang diberikan dipengaruhi tingkat kualitasnya, bila semakin tinggi kredit yang diberikan dan jika kredit tersebut bermasalah maka hal ini akan menghambat profit yang semestinya diperoleh, apabila kredit bermasalah tersebut tidak terselesaikan tentu penyelesaian masalahnya akan menimbulkan biaya-

74

biaya taktis seperti biaya penarikan jaminan, ongkos pengadilan, biaya kuasa hukum dan lainnya.

Namun hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yuliani (2007), Hayat (2008) dan Muh. Sabir, Muhammad Ali dan Abd hamid Habbe (2012) yang menyatakan bahwa LDR berpengaruh terhadap ROA.

4.5.1.3 Net Intrest Margin (NIM) Terhadap ROA

Berdasarkan Uji t didapatkan koefisien pengaruh variabel NIM terhadap kinerja keuangan bank adalah 1,294 dengan tingkat signifikansi (sig) = 0,205 > 0,05 yang berarti secara parsial variabel Net Intrest Margin tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa semakin besar NIM tidak diikuti dengan semakin besar Kinerja Keuangan Bank. Hal demikian memungkinkan karena Net Interest Margin (NIM) merupakan komponen pendapatan bank dari interest income yaitu pendapatan bersih yang diperoleh bank dari selisih bunga antara bunga dana yang dibayar dengan bunga kredit yang diperoleh. Dalam kondisi penuh persaingan seperti sekarang ini bank cenderung lebih berhati‐hati dalam melakukan pemberian kredit dan mengelola portofolionya, selain itu untuk memperbesar laba Perbankan di Indonesia banyak mengandalkan sektor jasa diluar kredit (fee based income) seperti jasa pembayaran telepon, listrik, biaya transfer, kliring, serta biaya

75

administrasi lainnya. Sehingga NIM tidak memiliki pengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan bank.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nur Aini (2013) dan Suyono (2008) yang menyatakan bahwa NIM tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank. Namun hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Muh, Sabir. M, Muhammad Ali, dan Abd. Hamid Habbe (2012) dan Mawardi (2005) yang menyatakan bahwa NIM berpengaruh terhadap Kinerja keuangan bank.

4.5.1.4 Capital Adequancy Ratio (CAR) Terhadap ROA

Berdasarkan Uji t didapatkan koefisien pengaruh CAR terhadap ROA adalah 4.345 dengan nilai sig = 0,0000 < 0,05. Ini ditunjukkan bahwa variabel CAR berpengaruh dan signifikan terhadap ROA pada bank konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar CAR maka ROA yang diperoleh bank akan semakin besar karena semakin besar CAR maka semakin tinggi kemampuan permodalan bank dalam menjaga kemiungkinan timbulnya risiko kerugian kegiatan usahanya sehingga kinerja bank juga meningkat.

Hasil penelitian ini tidak didukung oleh Ponttie (2007) dan Wisnu Mawardi (2005) menunjukkan bahwa CAR tidak berpengaruh terhadap ROA yang merupakan proksi dari kinerja keuangan bank. Hal ini terjadi karena peraturan Bank Indonesia yang mensyaratkan CAR minimal sebesar 8% mengakibatkan bank – bank selalu berusaha menjaga agar CAR yang dimiliki sesuai dengan ketentuan.

76

Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan Muh. Sabir, Muhammad Ali, dan Abd. Hamid (2012) yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh terhadap ROA.

4.5.1.5 NPL, LDR, NIM dan CAR Terhadap ROA

NPL, LDR, NIM dan CAR secara bersama-sama berpengaruh terhadap ROA.

Hal tersebut dapat diketahui dari nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 taraf signifikansi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Anggrainy (2011), Muh. Sabir (2012), dan Mawardi (205), yang menyatakan bahwa semua variabel rasio dalam penelitian yang mereka lakukan berpengaruh terhadap ROA.

Nilai Adjusted R Square juga menunjukkan nilai 0,411 yang artinya bahwa variabel NPL, LDR, NIM dan CAR secara bersama-sama berpengaruh sebesar 41,1%

terhadap ROA. Nilai tersebut dimungkinkan karena hanya variabel LDR dan NIM yang secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan bank.

77

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah :

1. Ada pengaruh secara parsial Non Performing Loan (NPL) terhadap kinerja keuangan bank.

2. Tidak ada pengaruh secara parsial Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap kinerja keuangan bank.

3. Tidak ada pengaruh secara parsial Net Interest Margin (NIM) terhadap kinerja keuangan bank.

4. Ada pengaruh secara parsial Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap kinerja keuangan bank.

5. Ada pengaruh secara simultan antar variabel Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Net Interest Margin (NIM) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap kinerja keuangan bank.

78 5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan seperti yang dituliskan diatas, maka saran untuk perbaikan penelitian selanjutnya adalah :

1. Bagi bank hendaknya memperhatikan rasio – rasio keuangan yang ada dan memperhatikan rasio kesehatan bank dalam meningkatkan kinerja keuangannya..

2. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan data bulanan dan menghitung nilai rasio keuangan berdasarkan teori yang ada dan untuk peneliti selanjutnya sebaiknya waktu pengamatan lebih diperpanjang.

79

DAFTAR PUSTAKA

Arbi, H.M. Syarif. 2013. Lembaga: Perbankan, Keuangan dan Pembiayaan.

Yogyakarta : BPFE.

Budisantoso, Totok, & Triandanu, Sigit. 2006. Bank dan Lembaga keuangan Lain.

Jakarta: Salemba Empat.

Darmawi, Herman. 2012. Manajemen Perbankan. Jakarta: Bumi Aksara.

Dewi, Dhika Rahma, 2010,Faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank syariah di indonesia. Semarang : Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang.

Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.

Semarang: Cetakar IV. UNDIP.

I Wayan. 2013. Manajemen Perbankan: Menuju Bankir Konvensional yang Profesional.

Jakarta : Kencana Prenada media Group.

Kasmir . 2013. “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”. Jakarta: Rajawali Pers.

Muh. Sabir. M, Muhammad Ali, dan Abd. Hamid Habbe 2012, Pengaruh Rasio Kesehatan Bank Terhadap kinerja Keuangan Bank Umum Syariah dan Konvesnional di Indonesia. Universitas Hasanuddin, Makasar.

Mahromah, Khusti dkk. 2014. “Analisis Tingkat Kesehatan Bank dengan Menggunakan Pendekatan RGEC (Studi pada PT BCA, Tbk Periode 2010- 2012”. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) vol.17. Malang : Universitas Brawijaya.

Nur Aini (2013), PENGARUH CAR, NIM, LDR, NPL, BOPO,DAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIFTERHADAP PERUBAHAN LABA (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI) Tahun 2009–2011. Universitas Stikubank, Semarang.

Peraturan Bank Indonesia Nomor: 6/10/PBI/2004, Tentang: Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

Peraturan Bank Indonesia Nomor: 9/1/PBI/2007, Tentang: Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah.

80

Peraturan Bank Indonesia Nomor: 13/1/PBI/2011, Tentang: Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

Permana, Bayu Aji. 2012. “Analisis Tingkat Kesehatan Bank Berdasarkan Metode CAMELS dan Metode RGEC”. Jurnal Akuntansi, Vol, Surabaya : Universitas Negeri Surabaya.

Rustom, Bambang Rianto. 2013. Manajemen Risiko Perbankan Syariah Di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.

Sudirman, I Wayan. 2013. Manajemen Perbankan: Menuju Bankir Konvensional yang Profesional. Jakarta : Kencana Prenada media Group

.

Taswan. 2010. Manajemen Perbankan Konsep, Teknik dan Aplikasi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Surat Edaran Bank Indonesia No.13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011, Perihal: Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 2008, Tentang: Jaring Pengaman Sistem Keuangan.

Wisnu Mawardi. 2005. “Analisis faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus pada Bank Umum Dengan Total Asset Kurang Dari 1 Triliun)”. Jurnal Bisnis & Strategi,Vol 14. No. 1 Juli 2005, Jakarta

Yuliani. 2007. “Hubungan Efisiensi Operasional dengan Kinerja Profitabilitas pada Sektor Perbankan yang Go Publik di Bursa Efek Jakarta”. Jurnal Managemen & Bisnis, Vol 5, Jakarta

Z. Dunil. 2005. Bank Audiing Risk-Based Audit Dalam Pemeriksaan Perkreditan Bank Umum. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

1 LAMPIRAN

Lampiran 1 : Daftar Sampel Bank

Tahun Bank NPL LDR NIM CAR ROA

2014 Bank Mandiri 1 82 5 16 3

Bank Negara Indonesia 1 87 6 16 3

Bank Tabungan Negara 4 108 4 14 1

Bank Bukopin 2 83 3 14 1

Bank CIMB Niaga 4 95 5 15 1

Bank Danamon Indonesia 2 92 7 18 3

Bank Mega 2 65 5 17 1

Bank Mestika Dharma (Medan) 2 101 8 26 3

Bank Sinarmas 3 83 5 18 1

Bank UOB Indonesia 3 89 4 15 1

Bank Pundi Indonesia 6 86 9 10 -1

Bank Riau Kepri (Pekanbaru) 2 77 7 18 3

Bank DKI (Jakarta) 4 92 6 18 2

Bank Jatim (Surabaya) 3 86 6 22 3

Bank Kalsel (Banjarmasin) 3 91 6 21 2

Bank BPD Sulteng (Palu) 1 120 9 25 3

Bank Papua (Jayapura) 7 80 7 16 1

Citibank 1 87 4 25 5

2013 Bank Mandiri 1 82 5 16 3

Bank Negara Indonesia 2 85 6 16 3

Bank Tabungan Negara 4 104 5 15 1

Bank Bukopin 2 85 3 14 1

Bank CIMB Niaga 2 90 5 15 2

Bank Danamon Indonesia 2 955 8 17 2

Bank Mega 2 57 5 16 1

Bank Mestika Dharma (Medan) 2 102 8 26 5

Bank Sinarmas 2 78 5 22 1

Bank UOB Indonesia 1 91 4 14 2

Bank Pundi Indonesia 6 88 13 11 1

Bank Riau Kepri (Pekanbaru) 2 87 7 18 3

Bank DKI (Jakarta) 2 95 7 15 3

Bank Jatim (Surabaya) 3 84 7 23 3

Bank Kalsel (Banjarmasin) 1 85 5 18 2

Bank BPD Sulteng (Palu) 2 128 8 25 3

Bank Papua (Jayapura) 1 84 7 18 2

Citibank 1 83 3 24 4

2

Lampiran 2 : Daftar bank yang tidak termasuk kriteria

No Bank

1 Bank Rakyat Indonesia 2 Bank BRI Agroniaga 3 Bank Anda (Surabaya)

4 Bank Artha Graha Internasional 5 Bank Bumi Arta

6 Bank Capital Indonesia 7 Bank Central Asia 8 Bank Ekonomi Raharja 9 Bank Ganesha

10 Bank KEB Hana 11 Bank Woori Saudara 12 Bank ICBC Indonesia 13 Bank Index Selindo 14 Bank Maybank Indonesia 15 Bank Maspion (Surabaya) 16 Bank Mayapada

17 Bank Metro Express 18 Bank MNC Internasional 19 Bank J Trust Indonesia

20 Bank Nusantara Parahyangan (Bandung) 21 Bank OCBC NISP

22 Bank of India Indonesia 23 Panin Bank

24 Bank Permata 25 Bank QNB Indonesia 26 Bank SBI Indonesia 27 Amar Bank (Surabaya) 28 Bank Andara

29 Bank Artos Indonesia (Bandung) 30 Bank Bisnis Internasional (Bandung)

31 Bank Tabungan Pensiunan Nasional(Bandung) 32 Centratama Nasional Bank (Surabaya)

33 Bank Sahabat Sampoerna

34 Bank Fama Internasional (Bandung) 35 Bank Harda Internasional

36 Bank Ina Perdana 37 Bank Jasa Jakarta

38 Bank Kesejahteraan Ekonomi

3 39 Bank Dinar Indonesia

40 Bank Mayora 41 Bank Mitraniaga

42 Bank Multi Arta Sentosa 43 Bank Nationalnobu 44 Prima Master Bank 45 Bank Royal Indonesia 46 Bank Sinar Harapan Bali 47 Bank Victoria Internasional 48 Bank Yudha Bhakti

49 Bank BPD Aceh (Banda Aceh) 50 Bank Sumut (Medan)

51 Bank Nagari (Padang) 52 Bank Jambi (Jambi)

53 Bank Bengkulu (Kota Bengkulu) 54 Bank Sumsel Babel (Palembang) 55 Bank Lampung (Bandar Lampung) 56 Bank BJB (Bandung)

57 Bank Jateng (Semarang) 58 Bank BPD DIY (Yogyakarta) 59 Bank Kalbar (Pontianak) 60 Bank Kalteng (Palangka Raya) 61 Bank Kaltim (Samarinda) 62 Bank Sulsel (Makassar) 63 Bank Sultra (Kendari) 64 Bank Sulut (Manado) 65 Bank BPD Bali (Denpasar) 66 Bank NTB (Mataram) 67 Bank NTT (Kupang) 68 Bank Maluku (Ambon) 69 Bank ANZ Indonesia 70 Bank Commonwealth 71 Bank Agris

72 Bank BNP Paribas Indonesia 73 Bank Capital Indonesia 74 Bank Chinatrust Indonesia 75 Bank DBS Indonesia 76 Bank Mizuho Indonesia

77 Bank Rabobank International Indonesia 78 Bank Resona Perdania

79 Bank Sumitomo Mitsui Indonesia

4 80 Bank Windu Kentjana International 81 Bank of America

82 Bangkok Bank 83 Bank of China 84 Deutsche Bank 85 HSBC

86 JPMorgan Chase 87 Standard Chartered

88 The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ 89 bank OCBC NIPS

Dokumen terkait