Kreativitas merupakan suatu potensi yang telah ada sejak anak dilahirkan, namun potensi tersebut tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak mendapatkan pendidikan dan latihan dari lingkungannya.
Setiap individu memiliki potensi kreatif, yang membedakan antara individu yang satu dengan yang lain adalah besar atau kecilnya potensi tersebut. Ada seorang individu yang sangat kreatif karena memiliki potensi kreatifitas yang besar, sedangkan individu yang lain kreativitasnya terbatas sepertinya tidak kreatif, ini karena individ yang bersangkutan potensi kreativitasnya hanyalah kecil/tidak seperti individu yang lain.
Individu yang dikatakan kreatif adalah seseorang yang memiliki potensi kreativitas yang besar. Untuk mengetahui hal ini ada cirri-ciri yang dapat dididentifikasikan melalui sikap, perilaku, dan penampilannya.
Untuk mengidentifikasi cirri-ciri tersebut dapat dilakukan melalui tes/
psikotes dan/atau pengamatan, serta melihat atau mencermati hasil-hasil karyanya.
Kreativitas dapat berkembang apabila memiliki kondisi lingkungan yang memberikan stimulasi agar potensi kreatif yang dimiliki seseorang tertantang untuk berfungsi secara optimal. Pada pembahasan materi berikut ini akan disajikan jenis lingkungan yang dapat memupuk berkembangnya kreativitas seseorang. Disamping itu juga factor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi berkembangnya kreativitas seseorang.
PERKEMBANGAN
Pendidikan formal di sekolah pada umumnya belum sepenuhnya berperan mengembangkan kreativitas siswa. Pembelajaran di sekolah mempunyai kecenderungan sebagai berikut :
Proses pembelajaran di sekolah cenderung mengembangkan aspek 1. kognitif saja yang bersifat menalar, sementara aspek kreativitas
terabaikan
Di sekolah anak-anak dibiasakan mencari jawaban tunggal, yaitu 2. hanya satu saja yang benar sesuai dengan apa yang diinginkan
guru.
Jawaban satu persoalan hendaknya seragam, konsep berpikir 3. divergen, tidak dikembangkan sepenuhnya, sehingga menghambat
berkembangnya kreativitas siswa.
Melalui pembahasan materi berikut ini konsep-konsep tentang masalah kreativitas akan diuraikan lebih rinci. Para pembaca dapat lebih memperdalam kajiannya tentang kreativitas melalui berbagai macam referensi lainnya.
Pengertian Kreativitas A.
Banyak ahli yang menjelaskan makna kreativitas. Inteligensi berkaitan dengan kemampuan berpikir konvergen, sedangkan kreativitas adalah berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk berpikir divergen. Berpikir konergen yaitu proses berpikir didasari oleh berbagai hal menuju kesatu hal/kesimpulan, sedangkan berpikir divergen yaitu kemampuan berpikir yan gberawal dari satu persoalan atau satu hal menuju keberbagai hal.
Misalnya dalam memecahkan suatu persoalan lalu ditinjau dari berbagai segi.
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan produk-produk baru, meskipun komponen-komponennya tidak semuanya baru. Apabila pendapat para ahli tersebut disimpulkan maka akan diperoleh pokok-pokok pemikiran tentang makna kreativias sebagai berikut :
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan 1. produk-produk baru
Kreativitas adalah kemampluan seseorang untuk berpikir divergen, 2. meskipun tetap ada kaitannya dengan kemampuan berpikir
konvergen.
Produk dari pemikiran kreatif itu antara lain mengandung ciri- 3. ciri adanya kelancaran (fluency) yaitu mengandung banyak ide/
pemikiran dan bersifat luas; keluwesan (flexibility) dapat diterapkan dlam memecahkan berbagai persoalan; keaslian (originality) bukan meniru bersifat khas dan unik; dan elaborasi (elaboration) merupakan penyempurnaan terhadapl hal-hal yang sebelumnya telah ada sehingga dapat lebih praktis, adanya guna, dan menimbulkan kemudahan-kemudahan untuk melakukan sesuatu.
Tahap-tahap Kreativitas B.
Potensi kreatif berkembang melalui beberapa tahap sebagai berikut:
Tahap persiapan (
1. preparation) yaitu mulai dengan mempelajari latar belakang masalah yang dihadapi
Tahap konsentrasi (
2. concentration) yaitu berpikir sepenuhnya tentang masalah tersebut
Tahap inkubasi (
3. incubation) yaitu istirahat untuk penenangan dengan cara santai sejenak
IIuminasi (
4. illumination) yaitu tahap pada saat seseorang mendapatkan suatu ide/gagasan tentang pemecahan masalah yang dihadapi tadi
Ferifikasi/produksi (
5. verivication/production) yaitu tahap terakhir mulai memecahkan masalah tersebut dan merealisasikan dalam bentuk ide- ide.
Karakteristik Individu Kreatif C.
Individu yang memiliki potensi kreativitas tinggi menunjukkan sikap dan perilaku yang kadang-kadang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang.
Kekhasan perilaku kreatif digambarkan oleh beberapa ahli berikut ini.
Menurut Rogers ada tiga kondisi dari pribadi kreatif, yaitu : Keterbukaan terhadap pengalaman
1. Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi 2. seseorang (internal locus evaluation), dan
Kemampuan untuk bereksperimen, untuk bermain dengan konsep- 3. konsep.
Para ahli lain seperti Torrance dan Dombo, Cohen mengemukakan beberapa ciri orang kreatif antara lain :
Suka humor, tidak kaku dan tidak tegang dalam bekerja 1.
Suka pada pekerjaan yang menantang 2.
Cukup kuat memusatkan perhatian
3. Suka mengemukakan ide-ide baru dan bersifat imajinatif 4. Lebih sensitif tehadap keadaan orang lain
5.
Tidak banyak terikat pada kelompoknya 6. Mampu memunculkan ide-ide yang aneh 7.
Terbuka terhadap ide/penemuan baru 8. Fleksibel/tidak kaku
9. Memiliki konsep diri positif 10.
perilaku kreatif tidak hanya memerlukan kemampuan berfikir kreatif (kognitif), tetapi juag memerlukan adanya sikap kreatif (afektif), pada saat sikap kreatif dioperasionalkan.
Ciri-Ciri Keluarga yang Melahirkan Anak Kreatif D.
Ada beberapa ciri kehidupan keluarga yang dapat melahirkan anak kreatif.
Menghargai anak sebagai pribadi 1.
Memberikan contoh tingkah laku kreatif
2. Menaruh perhatian pada pengembangan bakata anak 3.
Memiliki patokan etis yang jelas, seperti : 4. a. Kejujuran
Penghargaan pada mutu pekerjaan b.
Memiliki keingintahuan secara intelektual c.
Memiliki ambisi yang sehat.
d.
Kurang khawatir terhadap aktivitas yang dilakukan anak 5. Keluarga yang sering berpindah-berpindah
6.
Hal-hal yang Menghalangi Berkembangnya Kreativitas E.
Menurut David Campbel ada beberapa hal atau kondisi yang menghalangi berkembangnya kreativitas anak, antara lain:
Takut gagal bila akan melakukan aktivitas 1. Terlalu mengutamakan tata tertib dan tradisi 2. Gagal melihat kekuatan yang dimilikinya 3.
Berpikir teralalu pasti
4. Enggan untuk mencoba-coba/beramain-main 5.
Terlalu mengharap hadiah 6.
Faktor-faktor yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Kreativitas F.
Mengenai faktor apa saja yang dapat mempengaruhi berkembangnya kreativitas seseorang, berikut ini David Campbel (dalam Mangunhardjono, 1986) menjelaskan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu :
Faktor genetik
1. Adanya keterbukaan dalam keluarga 2. Adanya kebebasan psikologis 3.
Kehidupan yang sering berpindah-pindah
4. Tersedianya fasilitas yan memadai untuk mengembangkan bakat 5.
Keberanian dalam mengambil resiko 6.
Usaha Orang Tua dan Guru dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa G.
di Sekolah
Menurut Clark dan Rogers, untuk mengembangkan kreativitas (dalam mengajar) perlu menciptakan rasa aman dan kebebasan psikologis.
Untuk itu pendidikan perlu mengusahakan :
Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan 1. dan keterbatasannya.
Menghindarkan adanya suasana yang bersifat mengancam 2. Memberikan empaty terahadap persoalan yang dihadapi anak 3. Memberikan kebebasan untuk berpendapat,
4. permissiveness
(memaklumi) terhadap pemikiran anak.
Menurut David Campbel guru yang memiliki kebiasaan berikut ini sangat baik untuk menumbuh kembangkan kreativitas anak.
Bersifat mengasuh/membimbing 1.
Suka bersifat informal
2. Memiliki persiapan mengajar yang matang 3. Tidak terikat pada buku pelajaran saja 4.
Terbuka terhadap pendapat yang berlawanan 5. Suka memberikan penguatan (
6. reinforcement) bila ada siswa yang
kreatif
Tidak terlalu pasti.
7.
Ada beberapa strategi dalam pengembangan kreativitas, yaitu : Pribadi
1.
Kreativitas adalah ungkapan (ekspresi) dari keunikan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan atau produk kreatif ialah yang mencerminkan orisinalitas dari individu tersebut.
Pendorong
2. Bakat kreatif siswa akan terwujud bilamana ada dukungan dari lingkungan dan dorongan dari dalam dirinya sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu.
Proses
3. Anak/siswa perlu diberi kesempatan untuk melakukan aktivitas dan diberikan fasilitas yang diperlukan. Kurikulum yang terlalu padat mengakibatkan tidak ada peluang bagi siswa untuk melakukan kegitan kreatif, dan jenis pekerjaan yang monoton tidak menunjang bagi siswa untuk mengungkapkan dirinya secara kreatif.
Produk 4.
Kondisi yang mengungkapkan seseorang untuk menciptakan produk kreatif yang bermakna yaitu kondisi pribadi dan kondisi lingkungan. Kedua kondisi tersebut seberapa jauh mampu menimbulakan kegiatan kreatif dan menghasilkan sesuatu produk kreatif.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan produk-produk baru
.
Proses kreatif melalui beberapa tahap berikut ini : (1) tahap persiapan (preparation); (2) tahap konsentrasi (concentration); (3) tahap inkubasi (incubatin); (4) tahap illuminasi (illumination); (5) Ferifikasi/Produksi (Verivication/ Production)
.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi berkembangnya kreativitas anak, seperti faktor genetic, lingkungan keluarga, tidak mengalami tekanan psikologis
.
Ciri keluarga yang dapat memupuk berkembangnya kreativitas anak, antara lain : menghargai anak sebagai pribadi, memberikan contoh tingkah laku kreatif, menaruh perhatian pada pengambangn bakat anak.Beberapa hal yang menghambat berkembangnya kreativitas, antara lain takut gagal bila akan melakukan aktivitas, terlalu mengutamakan tata tertib dan tradisi, gagal melihat kekuatan yang dimilikinya dan berpikir terlalu pasti.
Pengertian A.
Bakat diyakini sebagai anugerah Tuhan YME kepada manusia.
Anugerah tersebut perlu dikembangkan melalui proses pendidikan.
Dengan bakat yang dimiliki, seseorang mampu meraih prestasi dalam berbagai bidang sesuai dengan bakatnya. Bakat yang dimiliki seseorang berbeda antara satu dengan lainnya, baik dari segi jenisnya maupun dalam derajat atau tingkat pemilikan suatu bakat. Ani berbakat musik, adi berbakat dalam mengoperasikan angka-angka, sementara budi berbakat teknik, dan Rina berbakat sastra. Itulah keragamannya meskipun mereka seumur bahkan mungkin bersaudara belum tentu bakat mereka sama.
Begitu juga dari segi derajat atau tingkat pemilikan bakat tertentu misalnya Adrian dan Afif sama-sama berbakat sastra, namun Adrian lebih menonjol dibandingkan dengan Afif.
Mengingat begitu pentingnya bakat sebagai salah satu potensi peserta didik, maka pendidik hendaklah berperan membimbing mereka agar bakat yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik tersebut dapat bekembang.
Oleh karena itu para pendidik perlu mengenali, memahami berabagai hal mengenai bakat, sehingga memudahkan mereka dalam membantu peserta didik dalam mengembangkan bakat yang dimilikinya.
Menurut Utami Munandar (1985), Bakat (attitude) pada umumnya diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Berbeda dengan bakat,