• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Nasabah Terhadap Produk Bagi Hasil Di BMT Ash-

Dalam dokumen persepsi nasabah terhadap sistem bagi hasil (Halaman 56-67)

BAB II PERSEPSI NASABAH BMT ASH-SHAF TENTANG BAGI

C. Persepsi Nasabah Terhadap Produk Bagi Hasil Di BMT Ash-

Persepsi merupakan proses pengamatan yang sifatnya kompleks dalam menerima informasi-informasi yang ada di Lingkungan dengan menggunakan panca indra, pemahaman nasabah pengusaha mikro Desa Taman Indah Pringgarata terhadap produk bagi hasil yang diterapkan di BMT Ash-Shaff berbeda-beda, yaitu sebagai berikut:

Mengenai produk bagi hasil yang diterapkan di BMT Ash-Shaf, berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ibu Muslimah mengatakan:

“Produk bagi hasil di BMT Ash-Shaf sudah diterapkan sesuai dengan prinsip syariah, saya sedikit memahami produk dengan sistem bagi hasil yang diberikan oleh BMT kepada saya, meskipun dalam jumlah perhitungan bagi hasil saya masih perlu bantuan dari petugas. Alasan saya melakukan pembiayaan di BMT Ash-Shaf karena pada saat itu saya sangat membutuhkan modal untuk pengembangan usaha, pertama kali mendatangi lembaga awalnya saya binggung dengan apa yang sudah dijelaskan oleh karyawan disana, tetapi petugas disana selalu membimbing saya dalam melakukan pembiayaan sehingga saya cukup paham mengenai pembiayaan bagi hasil di BMT Ash-Shaff.”49

Mengenai produk bagi hasil yang diterapkan di BMT Ash-Shaf.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Ibu Siti Sarah, mengatakan:

“Saya menjadi anggota di BMT Ash-shaf sudah lama, BMT Ash- Shaf adalah satu-satunya BMT yang berbasis islam di Desa Taman Indah, saya sanagat setuju dengan penerapan produk bagi hasil di BMT Ash-Shaf. BMT tersebut sudah menerapkan prinsip bagi

48 Ibid.

49 Ibu Muslimah, (Nasabah), Wawancara, Desa Taman Indah, 08Juni 2020.

hasil sesuai dengan prinsip syariah, mengenai akad, saya hanya memahami akad yang saya gunakan pada saat ini.Selain akad yang saya gunakan saya tidak begitu paham.”50

Mengenai produk bagi hasil yang diterapkan BMT Ash-Shaf.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Ibu Maesarah mengatakan:

“Alasan saya melakukan pembiayaan di BMT Ash-Shaf karena saya ingin mentaati syariah islam, saya juga tertarik melakukan pembiayaan di BMT tersebut karena pada saat itu saya sanagat membutuhkan tambahanmodal untuk usaha, yang sekirannya dalam pengembalian BMT Ash-Shaf tidak memberatkan seperti di Lembaga keunagan konvensional, pengelola BMT juga tidak pernah memberatkan saya dalam penyetoran. Pelayanan di BMT juga sangat memuaskan, selain itu pegawainnya juga baik dan ramah.”51

Mengenai produk bagi hasil yang diterapakan BMT Ash-Shaf.

Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Aulia Karyawan BMT Ash-Shaf mengatakan:

“BMT Ash-Shaf adalah satu-satunya BMT yang berbasis syariah di Desa Taman Indah.BMT sebisa mungkin menerapkan produk bagi hasil sesuai dengan prinsip syariah, terkadang pengelola BMT mendapat kesulitan dalam memberikan pemahaman terhadap akad yang digunakan untuk suatu produk. Mengenai pemberian pembiayaan BMT hanya memberikan kepada anggota, selain anggota tidak diberikan, untuk anggota baru hanya diberikan pinjaman sebesar Rp 500.000 dan pinjaman paling besar mentok sebesar Rp 8.000.000 an.”52

Dari hasil wawancara dengan nasabah mengatakan bahwa pembiayaan dengan sistem bagi hasil sudah diterapkan sesuai dengan prinsip syariah, namun secara teoritis banyak sekali nasabah yang belum memahami akad- akad yang diterapkan BMT Ash-Shaff, hanya ketika nasabah membaca dikertas perjanjian alurnya baru bisa dipahami, mengenai pembayaran angsuran dengan jangka waktu yang sudah ditentukan.

50 Ibu Siti Sarah (Nasabah), Wawancara, Desa Taman Indah, 08 Juni 2020.

51 Ibu Maesarah (Nasabah), Wawancara, Desa Taman Indah, 08 Juni 2020.

52 Ibu Aulia (Karyawan BMT Ash-Shaf), Wawancara, Desa Taman Indah, 08 Juni 2020.

Dengan keberadaan BMT Ash-Shaf di Desa Taman Indah yang memberikan pembiayaan dengan sistem bagi hasil kepada masyarakat kecil, mendapat respon baik dari masyarakat, tetapi ada juga masyarakat yang masih kurang setuju dengan pengelolaan produk bagi hasil di BMT tersebut karena menurutnya masih belum sepenuhnya menerapkan prinsip syariah.

Upaya yang dilakukan BMT Ash-Shaf untuk mengembangkan usaha produktif adalah dengan memberikan permodalan dalam bentuk pembiayaan pada pelaku usaha mikro hal ini didasari fakta yang menunjukkan bahwa kebanyakan pelaku usaha mikro kecil seringkali tidak mendapatkan modal yang cukup untuk mengembangkan usahanya dan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pembiayaan dari bank dan lembaga keuangan lainnya.Faktor keamanan menjadikan nasabah mempercayaai BMT Ash-Shaf tempat untuk melakukan pembiayaan maupun simpanan. Adapun prosedur pembiayaan di BMT Ash-Shaf dibuat sedemikian sederhana untuk persetujuan pembiayaan maksimal tujuh hari kerja setelah seluruh dokumen yang dibutuhkan lengkap, BMT Ash-Shaff akan menginformasikan maksimal dua hari setelah kunjungan ke tempat usaha dilakukan.

Memberikan pelayanan yang baik terhadap semua orang adalah tugas mulia, nasabah akan merasa puas apabila mereka mendapatkan pelayananyang baik atau sesuai dengan yang diharapkan. Kepuasan nasabah akan memberikan persepsi yang baik terhadap produk yang ada di BMT Ash- Shaff Taman indah.

Untuk tata ruang dan lokasinya sudah sangat strategis, mudah dijangkau.Petugasnya juga sanagat ramah dan sopan. Dengan adanya BMT ini masyarakat merasa sangat terbantu dalam pengembangan usahanya.

Antusias masyarakat terhadap pembiayaan dengan sistem bagi hasil sangat tinggi, Karen BMT memberikan pembiayaan samapai lapisan bawah (pedagang bakulan).

Terkait dana pinjaman yang akan diberikan kepada anggota baru biasanya sebesar Rp.500.000, dan pinjaman pertama akan diangsur sesuai dengan waktu yang disepakati, tapi biasanya jika pinjaman sebesar Rp.

500.000 maka untuk pengembalian selama 20 minggu karyawan yang bertugas biasanya datang 1x seminggu dengan jumlah angsuran 25.000 iuran anggota 2.500 disesuaikan dengan jumlah pinjaman.

D. Standar Oprasional Prosedur BMT Ash-Shaf 1. Standar Pendaftaran anggota

Mengenai prosedur dan persyaratan bagi seseorang yang akan menjadi anggota dengan mengacu pada AD/ART, prosedur standar minimal pendaftaran anggota adalah memenuhi seluruh ketentuan dan persyaratan yang terkait dengan pendaftaran anggota sebagaimana tercantum dalam anggaran besar dan Anggaran Rumah Tangga di BMT As-Shaf Taman Indah Pringgarata antara lain :

a. Warga Negara Indonesia

b. Berdomisili diwilayah kerja BMT Ash-Shaf Taman Indah Pringgarata c. Tunduk pada AD dan ART BMT

d. Membayar simpanan pokok dan simpanan wajib yang besarnya ditentukan pada anggaran rumah tangga atau merupakan keputusan rapat anggota.53

2. Tata Cara Pemohonan Pinjaman

Tata cara permohonan pinjaman adalah aktivitas dilakukan oleh pemohon pinjaman, petugas dan pejabat pinjaman serta pihak terkait lainnya serta kelengkapan administrasi/formulir yang diperlukan dalam proses permohonan pinjaman hingga kepada saat pencairan pinjaman, permohonan pinjaman terdiri atas 1) permohonan layanan pinjaman oleh pinjaman baru (pinjaman baru), 2) permohonan pinjaman oleh peminjam lama (pinjaman ulang/tambahan)54

a. Prosedur umum

Calon peminjam mengisi formulir permohonan, analisa pinjaman dan melampirkan kelengkapan dokumen yang diperlukan berikut :

1) Foto copy pengenal diri dan pasangan (suami dan istri) 2) Foto copy kartu keluarga

3) Bukti kepemilikan harta jaminan, jika diperlukan.

b. Calon peminjam memiliki simpanan pokok dan wajib di BMT, bagi pemoho yang merupakan anggota BMT

c. Bagi calon anggota, diwajibkan memelihara simpanan calon anggota selama masa pinjaman.

53 Profil BMT Ash-Shaf Taman Indah Pringgarata, Dokumentasi, Pada Tanggal 19 Maret 2020.

54 Ibid.

d. Calon peminjam memberikan informasiyang diperlukan kepada petugas peminjam yang ditunjuk oleh BMT (baik melalui wawancara maupun dalam kunjungan lapangan).

e. Calon peminjam membayar administrasi pada saat pencairan pembiayaan dari pinjaman yang dicairkan dan biaya-biaya langsung lain jika ada (seperti biaya materai, biaya notaris atau biaya pengikat jaminan).

f. Pengurus administrasi permohonan pinjaman tidak dapat diwakilkan oleh calon peminjam kepada pihak lain.

g. Mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh BMT.55 3. Prosedur Permohonan fasilitas pinjaman baru

a. Saat penganjuan permohonan

1) Calon peminjam memenuhi prosedur umum sebagaimana disebut pada bagian prosedur umum dan menyerahkan semua dokumen persyaratan kepada petugas peminjam.

2) Petugas menerima dan memeriksa kelengkapan dokumen tersebut, dan selanjutnya menyerahkan seluruh berkas kepada pengurus BMT untuk menentukan waktu pelaksanaan survey.

3) Petugas melakukan survey/ kunjungan lapangan

4) Petugas lapangan memberikan usulan besaran pinjaman

55 Ibid.

5) Petugas menyampaikan hasil survey dan usulannya kepada komite pinjaman yang akan memutuskan disetujui atau tidak disetujuinya permohonan pinjaman.56

b. Evaluasi atas Permohonan

1. Komite pinjaman, sesuai dengan kewenangan melakukan evaluasi dan memberikan keputusan atas permohonan pinjaman dalam waktu selambat-lambatnya dua hari kerja setelah survey dan usulan dari peugas dari tugas pinjaman diterima.

2. Segera setelah data dihasilkan oleh komite peminjaman, petugas menyampaikan keputusan permohonan pinjaman komite kepada calon peminjam.

3. Apabila permohonan ditolak, maka petugas memperoses permohonan pinjaman yang lain.

4. Apabila permohonan disetujui, maka prosedur berlanjut sebagaimana disebut dalam pencairan pinjaman.57

c. Pencairan Pinjaman

1. Persetujuan komite pinjaman atas permohonan peminjam dituangkan dalam kolom khusus pada formulir permohonan dari calon peminjam yang bersangkutan.

2. Berdasarkan persetujuan tertulis diatas, petugas mempersiapkan:

a) Akad pinjaman

b) Berita acara penyerahan bukti barang jaminan.

56 Ibid.

57Ibid.

c) Surat penyertaan penyerahan barang jaminan dan kuasa menjual jaminan

d) Buku pinjaman dan simpanan

3. Calon peminjam menandatangani dokumen-dokumen tersebut, bersama pegawai yang berwenang dari BMT.

4. Setelah menandatangani perjanjian pinjaman , petugas memberikan memberikan kepada peminjam :

a) Berita acara penyerahan barang jaminan b) Buku pinjaman dan simpanan.58

E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Menggunakan Produk Bagi Hasil di BMT Ash-Shaf

Faktor-Faktor yang mempengaruhi minat nasabah menggunakan produk bagi hasil di BMT Ash-Shaf Taman Indah Pringgarata disebabkan oleh beberapa faktor.Berikut hasil wawancara dengan nasabah BMT Ash-Shaf Taman Indah Pringgarata.

1. Promosi

Promosi merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh pemasar sebagai elemen bauran pemasaran. Promosi digunakan perusahaan untuk berkomunikasi dengan nasabah maupun dengan calon nasabah baru.Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak H. Akmad Fauzi pimpinan BMT Ash-Shaf mengatakan:

“Bentuk promosi yang dilakukan BMT Ash-Shaf, melalui penyebaran brosur ke nasabah atau calon nasabah, BMT melakukan

58 Ibid.

promosi dengan cara memasang periklanandi media sosial, seperti facebook, Waatshap, promosi yang dipasang mengenai pengenalan produk-produk pembiayaan dan penghimpunan dana yang bertujuan untuk menarik nasabah agar mau menjadi nasabah di BMT Ash-Shaf Taman Indah Pringgarta.”59

2. Kepercayaan

Kepercayaan merupakanhubungan sosial yang dibangun atas dasar rasa percaya dan rasa memiliki bersama. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Jasiah nasabah BMT Ash-Shaf, mengatakan:

“saya menjadi anggota di BMT Ash-Shaf, dulu saya melakukan pembiayaan untuk mengembangkan usaha saya, tetapi sekarang saya sudah tidak begitu aktif, menurut saya BMT Ash-Shaf masih belum menerapkan produk bagi hasil sesuai dengan prinsip syariah, dan BMT Ash-Shaf dalam pengelolaannya masih sama seperti lembaga konvensional yang membedakan hanya pada syariah nya saja.”60 3. Lokasi

Kedekatan lokasi dalam melakukan transaksi menjadi pemicu untuk bertransaksi di BMT Ash-Shaf Taman Indah. Selain itu, gedung meliputi tata ruang, dan kondisi yang kondusif juga menjadi pertimbangan nasabah ketika sedang melakukan transaksi. Seperti yang dijelaskan oleh ibu Haerani masyarakat Desa Taman Indah, mengatakan.

“saya menjadi anggota di BMT Ash-Shaff sudah lama, alasan saya menjadi anggota karena pada saat itu saya sangat membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha, saya memilih BMT Ash-Shaf karena lokasi kantornya dekat dengan rumah saya sehingga nantinya akan sangat mempermudah saya dalam bertransaksi dan BMT Ash-Shaf juga tidak pernah memberatkan saya dalam penyetoran.”61

59 Bapak H. Akhmad Fauzi (pimpinan BMT Ash-Shaf), Wawancara, Desa Taman Indah, 08 Juni 2020.

60 Ibu Jasiah (Nasabah), Wawancara, Desa Taman Indah, 08 Juni 2020.

61 Ibu Haerani (Masyarakat), Wawancara, Desa Taman Indah, 08 Juni 2020.

4. Pelayanan

Kecepatan karyawan dalam melayani nasabah dan pemberian solusi atau menghadapi masalah memberi ketertarikan nasabah untuk melakukan transaksi, serta tidak pernah melakukan kesalahan pencatatan.Berdasarkan hasil wawancara saya dengan ibu Sakyah nasabah BMT Ash-Shaf, mengatakan.

“Dari awal pertama saya menjadi nasabah di BMT Ash-Shaf saya selalu mendapatkan pelayanan yang baik, petugasnya cukup ramah saya merasa nyaman dengan pelayanan di sana. Dengan adanya BMT Ash-Shaf di Desa Taman Indah saya merasa sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan modal, dalam pengembalian pun pihak pengelola tidak pernah memberatkan nasabah dalam penyetoran.”62

Berdasarkan wawancara dengan nasabah desa taman indah yang sudah terdaftar menjadi anggota, kedekatan kantor BMT Ash-Shaf dengan rumah warga menjadi pemicu masyarakat untuk melakukan transaksi di BMT Ash- Shaf dan pengetahuan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah masih sangat minim, masyarakat menganggap lembaga keuangan syariah masih sama dengan lembaga keuangan konvensional. Dan rasa bosan dari masing- masing anggota menjadi pemicu untuk menjalin kerja sama yang lebih lama menjadi daya tarik anggota terhadap BMT. Karena dalam waktu sekali seminggu petugas dari BMT akan menemui masing-masing anggota untuk membayar angsuran dan hal tersebut dilakukan terus-menerus.

Dengan adanya promosi masyarakat jadi tahu produk-produk yang diterapkan BMT Ash-Shaf, sehingga masyarakat tertarik menggunakan jasa yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan. Keyakinan nasabah terhadap

62 Ibu Sakyah (Nasabah), Wawancara, Desa Taman Indah, 08 Juni 2020.

produk dan jasa yang diterapakan BMT Ash-Shaf yang baik dan halal akan membawa barokah dan manfaat yang baik. Terbebasnya dari unsur ribawi akan mempengaruhi minat. Kecepatan karyawan BMT Ash-Shaf dalam melayani nasabah dan pemberian solusi atau menghadapi masalah memberi ketertarikan nasabah untuk melakukan transaksi, serta tidak pernah melakukan kesalahan pencatatan.

BAB III

ANALISIS TERHADAP PERSEPSI NASABAH TENTANG BAGI HASIL DI BMT ASH-SHAF

A. Analisis Persepsi Nasabah Terhadap Produk Bagi hasil

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Lapangan, diperoleh data yang memberikan banyak informasi tentang persepsi nasabah terhadap produk bagi hasil di BMT Ash-Shaff, dalam programnya mempunyai bermacam- macam produk, salah satunya adalah pembiayaan Mudharabah yang diberikan kepada pedagang kecil yang ingin mengembangkan dan meningkatkan produktivitas usahnya. Produktivitas dalam menjalankan usahanya perlu ditingkatkan karena merupakan faktor terpenting dalam suatu usaha yang dijalankan agar dapat maju dan berkembang.

Sistem bagi hasil adalah sistem yang meliputi tata cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dan pengelola dana. Bagi hasil ini tergantung kepada keuntungan usaha yang dijalankan. Jika usahanya tidak mendapat keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.63

prosedur pembiayaan dibuat sedemikian sederhana adapaun masyarakat yang ingin menjadi anggota baru di BMT Ash-Shaf bisa datang langsung ke BMT untuk mendaftarkan diri dengan membawa persyaratan-persyaratan yang sudah ditetapkan oleh lembaga, untuk persetujuan pembiayaan maksimal tujuh

63Antonio Syafi’I, dkk, Bank Syariah Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman Kedua (Yogyakarta : EKONISIA, 2006), hlm. 18.

54

hari kerja dihitung setelah seluruh dokumen yang dibutuhkan lengkap. BMT Ash-Shaf akan menginformasikan kepada nasabah maksimal dua hari setelah kunjungan ketempat usaha dilakukan.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mengenai jumlah nasabah yang melakukan pembiayaan di BMT Ash-Shaf berjumlah 30 orang dengan jangka waktu 5 bulan dan Terkait dengan masalah berapa jumlah dana pinjaman yang akan diberikan kepada anggota baru biasanya sebesar Rp 500.000. dan pinjaman pertama akan diangsur sesuai dengan waktu yang disepakati, jika pinjaman sebesar Rp 500.000 maka untuk waktu pengembalian pinjaman selama 20 minggu, karyawan yang bertugas biasanya datang 1x seminggu kerumah atau tempat usaha nasabah, dengan jumlah angsuran Rp 25.000 iuran anggota 2.500 disesuaikan dengan jumlah pinjaman pinjaman.

Dengan keberadaan BMT Ash-Shaff di Taman Indah Pringgarata juga sangat membantu perekonomian pengusaha kecil, yang biasanya pengusaha kecil melakukan pinjaman untuk tambahan modal usahanya kepada renternir dengan bunga yang sangat tinggi, selain itu BMT Ash-Shaf tidak mengedepankan keuntungan, lembaga ini menunjang nilai-nilai dalam islam seperti kepedulian kepada sesama.

Oleh karena itu, dalam rangka mensejahterakan dan meningkatkan pedapatan pedangang kecil untuk meningkatkan kegiatan ekonominya serta memperkuat daya saingnya, BMT Ash-Shaff dapat memberdayakan

masyarakat sampai lapisan bawah (pedagang bakulan). Hal tersebut terbukti dengan antusias masyarakat melakukan pembiayaan yang sangat besar.

Banyaknya informasi yang didapat masyarakat tentang lembaga keuangan syariah, memberi ruang bagi masyarakat untuk menangapinya, baik tanggapan itu positif maupun negatif, tergantung dari pemahaman masyarakat sendiri.Salah satu stimulus yang pemengaruhi perilaku masyarakat adalah lingkungan, baik itulingkungan sosial maupun budaya.Keberadaan lembaga keuangan syariah berada di Lingkunagan masyarakat awam, mengakibatkan kuranganya pemahaman masyarakat terhadap produk-produk syariah yang ada di BMT Ash-Shaf Taman Indah Pringgarta. Karena pengetahuan tentang lembaga keuangan syariah yang kurang, maka cukup sulit dari pihak pengelola untuk mengenalkan akad-akad maupun produk-produk yang diterapkan di BMT kepada masyarakat.

Pandangan masyarakat di Desa Taman Indah terhadap produk bagi hasil di BMT Ash-Shaff berdeda-beda. Pengalaman atau peristiwa yang mereka alami selama menjadi nasabah di BMT tidak sama, pada saat saya melakukan wawancara secara langsung kepada beberapa nasabah mereka memberikan tanggapan yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Deddy Mulyana yang menyatakan bahwa manusia mempunyai persepsi yang berbeda-beda terhadap sesuatu baik itu dilihat dari faktor pengetahuan ataupun pengalamannya terhadap suatu kejadian. Persepsi adalah suatu proses

aktif setiap orang memperhatikan, mengorganisasikan, dan menafsirkan semua pengalamnya secara selektif.64

Persepsi nasabah terhadap produk bagi hasil di BMT Ash-Shaf diterima dengan baik, mereka tertarik dengan adanya lembaga keuangan yang berbasis syariah, faktor keamanan menjadikan nasabah mempercayai BMT Ash-Shaf sebagai tempat untuk melakukan pembiayaan maupun simpanan. Sistem bagi hasil yang diterapkan BMT Ash-Shaf mengurangi beban mereka ketika melakukan pengembalian uang yang dipinjamnya..

B. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Nasabah Menggunakan Produk Bagi Hasil di BMT Ash-Shaf

Sistem bagi hasil adalah sistem yang meliputi tata cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dan pengelola dana. Bagi hasil ini tergantung kepada keuntungan usaha yang dijalankan. Jika usahanya tidak mendapat keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama oleh kedua belah pihak.65

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat nasabah menggunakan produk bagi hasil di BMT Ash-Shaf Taman Indah.

1. Promosi

Promosi merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh pemasar sebagai elemen bauran pemasaran. Promosi digunakan perusahaan untuk berkomunikasi dengan nasabah maupun dengan calon

64Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar, (Bandung, Remaja Rosada Karya. 2003).

65Antonio Syafi’I, dkk, Bank Syariah Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman Kedua (Yogyakarta : EKONISIA, 2006), hlm. 18.

nasabah baru. Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan untuk menarik calon nasabah untuk menggunakan jasa atau produk.

Dengan adanya promosi masyarakat jadi tahu produk-produk yang diterapkan BMT Ash-Shaf, sehingga masyarakat tertarik menggunakan jasa yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan. Keyakinan nasabah terhadap produk dan jasa yang diterapakan BMT Ash-Shaf yang baik dan halal akan membawa barokah dan manfaat yang baik. Terbebasnya dari unsur ribawi akan mempengaruhi minat. Kecepatan karyawan BMT Ash- Shaf dalam melayani nasabah dan pemberian solusi terhadap masalah yang dikeluhkan nasabah memberi ketertarikan terhadap nasabah untuk menggunakan pembiayaan di BMT Ash-Shaf.

Upaya yang dilakukan BMT Ash-Shaf untuk mengembangkan usaha produktif adalah dengan memberikan modal dalam bentuk pembiayaan kepada pelaku usaha kecil. Hal ini didasari dari fakta yang menunjukkan bahwa kebanyakan pelaku usaha kecil tidak memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan usahanya.

2. Kepercayaan

Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain diman kita memiliki keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil keputusan, ia akan lebih memilih

keputusan berdasarkan pilihan dari orang-orang yang lebih dapat ia percayadari pada yang kurang ia percayai.

Kepercayaan didalam islam dikatakan sebagai amanah. Orang yang amanah diartikan sebagai orang yang dapat dipercaya.Membangun kepercayaan pengelola BMT dengan nasabah sangat penting dilakukan agar nasabah betah dan puas dalam menggunakan produk yang ada di BMT tersebut.

3. Lokasi

Kedekatan lokasi dalam melakukan transaksi menjadi pemicu untuk bertransaksi di BMT Ash-Shaf Taman Indah.Selain itu, gedung meliputi tata ruang, dan kondisi yang kondusif juga menjadi pertimbangan nasabah ketika sedang melakukan transaksi.

BMT Ash-Shaf Taman Indah Pringgarata, dimana lembaga ini merupakan lembaga keuangan yang baru yang berbasis syariah yang berada di Desa Taman Indah, dari nasabah maupun calon nasabah memberikan respon yang baik terhadap keberadaan BMT Ash-Shaf.Lokasi yang strategis dan dekat dengan rumah membuat mereka memilih melakukan pembiayaan di BMT Ash-Shaf Taman Indah Pringgarata, hal ini yang melatar belakangi mereka melakukan transaksi di BMT tersebut.

4. Pelayanan

Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan oleh organisasi atau perorangan kepada konsumen, yang bersifat tidak

Dalam dokumen persepsi nasabah terhadap sistem bagi hasil (Halaman 56-67)

Dokumen terkait