BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.3 Aspek Pelayanan Umum
2.3.2 Fokus Urusan Pemerintahan Pilihan
2.3.2.3 Pertanian
1. Sub Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Pembangunan disektor pertanian memegang peranan yang strategis dalam menentukan tingkat kesejahteraan dan kemajuan perekonomian masyarakat. Sektor ini memegang perananan penting karena merupakan penyedia kebutuhan pokok dan sumber mata pencaharian mayoritas masyarakat. Perkembangan produksi dan produktifitas tanaman pangan dan hortikultura dari tahun 2010 sampai tahun 2014 terus meningkat seiring dengan peningkatan pembangunan infrastruktur pendukungnya. Namun laju pertumbuhan produksi sub sektor ini cenderung menurun. Dalam RPJM 2010-2015 ditargetkan sub sektor tanaman pangan akan tumbuh sebesar 6,5 persen pada tahun 2015.
118 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Agam 2016-2021
Tahun 2012 capaian kinerja sub sektor ini sudah melebihi target tersebut yaitu 7,29 persen, namun pada tahun 2013 melambat signifikan mencapai 5,69 persen.
Tabel 2.83 dibawah ini memperlihatkan perkembangan produksi tanaman pangan dan hortikultura dari tahun 2010 – 2013. Dari tersebut, dapat dilihat sub sektor pertanian tanaman pangan didominasi oleh usaha tanaman padi dan palawija. Dari tahun 2010 sampai tahun 2013 luas panen dan produksi terus meningkat.
Produktifitas cenderung stabil pada kisaran 5,3 – 5,4 ton/ha. Kalau dihubungkan dengan penurunan luas lahan baku sawah yang terus terjadi, peningkatan produksi dicapai dengan mengoptimalkan lahan sawah yang ada, mengurangi sawah-sawah yang dibiarkan terlantar dan menyegerakan musim tanam. Kondisi ini dicapai dengan adanya peningkatan infrastuktur terutama irigasi sehingga mendukung kebutuhan air sepanjang tahun.
Kalau dilihat dari sisi nilai tukar petani tanaman pangan dari tahun 2010 – 2013 selalu berada dibawah 100 dan cenderung menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kesejahteraan petani tanaman pangan sulit meningkat, dapat menyebabkan semakin berkurangnya animo masyarakat untuk menanam tanaman pangan.
Sementara untuk tanaman hortikultra NTP nya lebih dari 100 dan berfluktuasi. Dilihat dari sisi laju pertumbuhan produksi tanaman pangan dan hortikultura dari tahun 2010 sampai tahun 2012, laju pertumbuhan produksi meningkat tetapi pada tahun 2013 kembali melambat.
Hasil sensus pertanian tahun 2013 menunjukkan bahwa rumah tangga yang berusaha pada sub sektor tanaman pangan didominasi pada usaha tanaman padi yaitu 40,95 ribu rumah tangga atau 92,12 persen dari keseluruhan rumah tangga yang berusaha di sub sektor tanaman pangan (44,45 ribu). Tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Agam dan terbanyak berturut-turut yaitu di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Palembayan, Baso dan Ampek Angkek.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Agam 2016-2021 119
Termasuk dalam kelompok tanaman pangan yaitu palawija.
Tanaman palawija terdiri dari kelompok biji-bijian, kacang-kacangan dan umbi-umbian. Dari 11 komoditi palawija yang diusahakan jagung merupakan komoditi terbanyak yang diusahakan dengan luas areal tanam 65,91 persen dari seluruh luas tanam tanaman palawija, diikuti oleh ubi jalar dan ubi kayu. Jagung terbanyak diusahakan pada sentra pengembangan yaitu Kecamatan Lubuk Basung, Tilatang Kamang dan IV Nagari. Produktifitas jagung terus meningkat dari tahun 2010 sampai tahun 2013, yaitu dari 4,37 menjadi 7,85. Yang perlu diantisipasi adalah alih fungsi lahan sawah produktif menjadi areal pertanaman jagung.
120 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Agam 2016-2021
Tabel 2.77 Luas Panen, Produksi dan Produktifitas Tanaman Pangan di Kabupaten Agam Tahun 2010-2014 NOKomodi ti
Luas Panen (Ha)Produksi (Ton) Produktivitas (Ton/Ha) 201020112012201320142010201120122013201420102011201220132014 1 Padi Sawah55.92156.432 56.992 57.94658.511 296.088298.051304.321 306.410322.6215,415,395,345,295,51 2 Padi Ladang203 1641068235108699452,62 352,201485,324,264,27 4,264,24 3 Jagung5.4886.107 7.5137.1847.93223.96542.95752.85659.079060.4214,377,03 7,047,07 7,62 4Ubi Kayu75175998478691213.387 13.603 17.673 24.65429.14117,8317,92 17,9631,3731,95 5 Ubi Jalar 1.525 1.3481.3661.3491.24624.493 21.87122.195 35.41542.74916,0616,22 16,25 28,4 2 34,31 6Kacang Tanah1.0651.192 1.2581.173 1.1752.123 2.563 2.7802.585 2.587 1,992,15 2,21 2,202,20 7 Kacang Hijau4764727164801151301311191,721,801,81 1,85 1,86 8Kacang Kedele91106171 141122 160191 3102492161,761,801,81 1,771,77 Sumber : Badan Pusat Statistik
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Agam 2016-2021 121 2. Kehutanan
Sektor Kehutanan adalah kegiatan yang memiliki proporsi yang besar dalam pemanfaatan ruang, oleh karena itu Wilayah Kehutanan sangat rentan dengan tekanan terhadap penggunaan lahan dari berbagai sektor termasuk oleh kegiatan kehutanan itu sendiri.
Kebijakan pembangunan pemanfaatan potensi sumberdaya alam secara berkelanjutan pada sektor kehutanan tahun 2011-2015 yang dapat dilaksanakan di Kabupaten Agam adalah (1) Pengembangan perencanaan dalam pemantapan kawasan hutan. (2) Rehabilitasi dan konservasi untuk menekan laju degradasi hutan dan lahan. (3) Pengembangan pembibitan tanaman hutan. (4) Konservasi Sumberdaya hutan.
Pengembangan perencanaan dalam pemantapan kawasan hutan sudah dimulai pada tahun 2011, adapun kegiatan telah dilaksanakan yaitu Pembuatan Rencana pengelolaan Rehabilitasi hutan dan Lahan (RPRHL) sebagai dasar pembuatan Rancangan RHL di Kabupaten Agam selama 5-15 tahun.
Rehabilitasi dan konservasi untuk menekan laju degradasi hutan dan lahan telah dilaksanakan. Tahun 2014 telah dilaksanakan penanaman hutan rakyat, penghijauan lingkungan, dan penanaman bibit dari kebun rakyat ± 1.416 Ha, sehingga total lahan yang telah direhabilitasi sampai tahun 2014 adalah seluas ± 6.547 Ha (12,13%).
Rencana pengelolaan rehabilitasi hutan dan lahan 2011-2015 adalah seluas 14,771,70 ha.
Konservasi Sumberdaya hutan dilaksanakan melalui pembuatan bangunan konservasi seperti Dam Penahan dan Dam Pengendali sebanyak 5 unit pada tahun 2014. Sedangkan tahun 2013 dilaksanakan pembuatan bangunan konservasi dam pengendali 2 unit, tahun 2012 dilaksanakan pembuatan dam pengendali 2 unit, dan tahun 2011 dilaksanakan pembuatan dam 1 unit dan sumur resapan 1 unit, sampai dengan tahun 2014 jumlah bangunan konservasi sebanyak 11 unit.
122 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Agam 2016-2021
Disamping itu untuk peningkatan operasi pengamanan hutan dan peningkatan pelayanan administrasi peredaran kayu, pada tahun 2014 dilaksanakan pengadaan pakaian kerja lapangan dan kelengkapan petugas pengamanan hutan , alat ukur dimensi dan kelengkapan mobil Polisi Hutan, pada Tahun 2014 telah dilaksanakan 105 kali operasi pengamanan, terdapat 3 kasus diperolah barang bukti 11.0297 m3 kayu, getah pinus 1.050 kg, dan truk 1 unit.
3. Perdagangan
Sektor perdagangan besar dan eceran merupakan sektor yang memberikan kontribusi paling besar setelah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Sektor ini tumbuh dengan baik setiap tahunnya dari tahun 2010 – 2014 dengan peningkatan sebesar 4,55%
dari 17,89% menjadi 18,71%. Namun tahun 2015 terjadi penurunan sebesar 5,90%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.78
Kontribusi Perdagangan Besar dan Eceran terhadap PDRB Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
No. Uraian 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1.
Kontribusi Perdagangan Besar dan
Eceran terhadap PDRB (%)
17,89 17,97 18,51 18,69 18,71 17,60
Dibidang sarana prasarana pendukung perdagangan, terdapat 30 pasar nagari dan 12 pasar serikat, semuanya pasar tersebut merupakan pasar tradisional yang kondisinya dalam keadaan rusak parah dan ringan. Namun secara bertahap Pemerintah Kabupaten Agam selalu berupaya menganggarkan kegiatan untuk pembangunan dan rehabilitasi pasar.
4. Perindustrian
Disamping sektor pertanian dan sektor perdagangan, sektor industri pengolahan merupakan sektor yang diandalkan untuk
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Agam 2016-2021 123
memacu kinerja ekonomi daerah dan merupakan sektor ketiga terbesar dalam kontribusi terhadap PDRB. Sektor industri pengolahan terutama agro industri merupakan industri yang berbasis pengolahan dengan bahan baku asil pertanian sehingga memacu peningkatan nilai tambah komoditi pertanian dan perikanan. Untuk lebih jelasnya kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.79
Kontribusi Sektor Industri Pengolahan terhadap PDRB Kabupaten Agam Tahun 2010-2015
No. Uraian 2010 2011 2012 2013 2014 2015 1.
Kontribusi Sektor Industri Pengolahan terhadap PDRB (%)
13,50 13,45 13,54 13,47 13,34 13,34
Dari tabel diatas terlihat bahwa meskipun kontribusi sektor industri pengolahan merupakan ketiga terbesar terhadap PDRB Kabupaten Agam, namun perkembangannya masih sangat fluktuatif setiap tahun.