• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

Dalam dokumen PERDA RPJMD KAB.WONOGIRI 2021-2026 (Halaman 135-142)

Bab IX Penutup

4. Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman

Peningkatan akses masyarakat terhadap perumahan dan permukiman layak merupakan salah satu prioritas nasional dalam rangka pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar. Hal ini dikarenakan rumah/tempat tinggal beserta lingkungan yang aman dan sehat merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang. Adapun kebutuhan rumah sangat dipengaruhi oleh kondisi demografi dimana jumlah penduduk yang semakin meningkat berdampak pada peningkatan jumlah kebutuhan perumahan. Kabupaten Wonogiri memiliki rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,69%, yang sekaligus dapat dimaknai bahwa juga terjadi pertumbuhan jumlah keluarga baru yang pada akhirnya akan meningkatkan kebutuhan rumah bagi keluarganya.

Sisi kebutuhan (demand) dan sisi penyediaan (supply) merupakan faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan rumah/tempat tinggal.

Adapun dalam hal ini kebutuhan (demand) dipengaruhi oleh kemampuan pendapatan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan rumah/tempat tinggal. Sedangkan penyediaan (supply) ditentukan oleh kemampuan badan usaha/lembaga penyedia dalam membangun rumah. Lebih lanjut, selisih (gap) antara kebutuhan dan ketersediaan rumah inilah yang disebut dengan backlog rumah.

Jumlah backlog rumah di Kabupaten Wonogiri pada pendataan tahun 2016 sebesar 67.291, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 67.777 (Data BKKBN, 2020), artinya dari data backlog penghunian di Kabupaten Wonogiri naik sebesar 0,18% per tahun, sedangkan jumlah KK pada tahun 2020 sebanyak 393.015. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa penambahan jumlah rumah di Kabupaten Wonogiri belum selaras dengan penambahan penduduknya.Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Miskin (Maskin) akan sulit memenuhi kebutuhan rumah layak huni karena rendahnya pendapatan. Hal ini sebagaimana disebutkan sebelumnya, yaitu tingkat pendapatan rumah tangga merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan untuk memiliki rumah.

Rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat miskin juga berpengaruh pada jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Berdasarkan data dari

Dispera KPP Kabupaten Wonogiri, jumlah RTLH di Wonogiri tercatat sebesar 25.002 Kepala Rumah Tangga (KRT) yang secara rinci terdiri dari :

1) Prioritas 1, tiga dari ketiga komponen (atap, lantai dan dinding/aladin) tidak layak sebanyak : 10.744 KRT;

2) Prioritas 2, dua dari ketiga komponen (atap, lantai dan dinding/aladin) tidak layak sebanyak : 13.742 KRT; dan

3) Prioritas 3, satu dari ketiga komponen (atap, lantai dan dinding/aladin) tidak layak sebanyak : 516 KRT

Tabel 2. 58

Persebaran Jumlah RTLH di Kabupaten Wonogiri Tahun 2019

Sumber : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Wonogiri, 2019

Pelibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah serta dukungan CSR (Corporate Social Responbility) dari swasta sudah dilakukan mulai tahun 2019 dalam rangka penanganan RTLH. Adapun penanganan ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam rangka mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin. Secara lebih rinci, perkembangan data rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 di Wonogiri dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut :

No Kecamatan Prioritas 1 Prioritas 2 Prioritas 3 Jumlah

1 Pracimantoro 986 2.837 139 3.962

2 Paranggupito 481 569 22 1.072

3 Giritontro 362 295 3 660

4 Giriwoyo 319 165 12 496

5 Batuwarno 217 537 9 763

6 Karangtengah 412 191 2 605

7 Tirtomoyo 523 556 18 1.097

8 Nguntoronadi 360 718 4 1.082

9 Baturetno 663 1.295 34 1.992

10 Eromoko 654 731 9 1.394

11 Wuryantoro 294 604 9 907

12 Manyaran 547 453 11 1.011

13 Selogiri 163 217 - 380

14 Wonogiri 382 610 7 999

15 Ngadirojo 222 415 14 651

16 Sidoharjo 188 320 11 519

17 Jatiroto 207 319 69 595

18 Kismantoro 1.636 735 89 2.460

19 Purwantoro 831 503 8 1.342

20 Bulukerto 334 337 8 679

21 Puhpelem 80 46 - 126

22 Slogohimo 302 306 6 614

23 Jatisrono 332 560 5 897

24 Jatipurno 107 132 17 256

25 Girimarto 142 291 10 443

Jumlah 10.744 13.742 516 25.002

Tabel 2. 59

Data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2020

No Kecamatan Jumlah RTLH (Unit)

PDBT

2015 2016 2017 2018 VERVAL

2019 2019 2020 1 Baturetno 2.721 2.696 2.466 2.333 1.992 1.874 1.714

2 Batuwarno 933 915 915 894 763 683 623

3 Bulukerto 565 545 545 519 679 616 429

4 Eromoko 3.216 3.171 3.170 3.108 1.394 1.267 1.038

5 Girimarto 707 697 646 599 443 300 146

6 Giritontro 1.979 1.974 1.974 1.949 660 594 569 7 Giriwoyo 3.293 3.273 3.268 3.166 496 384 175

8 Jatipurno 511 506 506 478 256 117 68

9 Jatiroto 1.060 1.037 1.037 920 595 414 248

10 Jatisrono 1.028 999 981 931 897 726 575

11 Karangtengah 866 856 855 840 605 574 519

12 Kismantoro 4.272 4.175 3.929 3.767 2.460 2.121 2.010 13 Manyaran 2.691 2.666 2.652 2.408 1.011 896 829

14 Ngadirojo 1.032 1.002 1.002 974 651 539 406

15 Nguntoronadi 1.391 1.363 1.218 1.192 1.082 1.027 931 16 Paranggupito 1.392 1.369 1.188 1.076 1.072 1.024 988 17 Pracimantoro 3.877 3.808 3.758 3.699 3.962 3.709 3.513

18 Puhpelem 253 235 235 220 126 107 76

19 Purwantoro 3.174 3.154 3.135 3.096 1.342 918 433

20 Selogiri 881 820 668 329 380 160 0

21 Sidoharjo 739 724 724 694 519 438 333

22 Slogohimo 1.265 1.235 1.225 1.156 614 84 0

23 Tirtomoyo 2.422 1.949 1.949 1.912 1.097 1.014 823

24 Wonogiri 1.211 1.183 1.076 928 999 687 397

25 Wuryantoro 1.753 1.740 1.573 1.545 907 862 797 JUMLAH 43.232 42.092 40.695 38.733 25.002 21.135 17.640 Sumber: Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Wonogiri, 2020

Pelibatan pemerintah, pemerintah daerah serta dukungan CSR (Corporate Social Responbility) dari swasta sudah dilakukan mulai tahun 2019 dalam rangka penanganan RTLH. Adapun penanganan ini dilakukan oleh pemerintah Wonogiri dalam rangka mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin. Secara lebih rinci, perkembangan penanganan RTLH beserta Rasio Rumah Layak Huni tahun 2017 sampai dengan tahun 2020 di Wonogiri dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut :

Tabel 2. 60

Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kabupaten Wonogiri Tahun 2017-2020

Tahun

SUMBER PEMBIAYAAN

Jumlah (Unit) APBN

APBD Prov.

APBD

Kab/Kota DANA

DESA CSR

Swadaya/

lainnya

2017 565 742 80 - 10 - 1.397

2018 631 742 409 180 - 1.962

2019 952 753 328 1781 196 - 4.010

2020 782 417 332 2.048 - - 3.579

Sumber : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Wonogiri, 2020

Sumber : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Wonogiri, 2020 Gambar 2. 48

Perkembangan Jumlah Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2020

Kebutuhan akan rumah layak huni juga dapat dipengaruhi oleh faktor geografi, seperti bencana alam. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2020 jenis pelayanan dasar pada SPM perumahan rakyat daerah Kabupaten/Kota terdiri atas :

1)Penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota sebesar 100%

2)Fasilitasi penyediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat yang terkena relokasi program pemerintah daerah kabupaten/kota

Sumber : Data Informasi Bencana Indonesia, 2020 (https://bnpb.cloud/dibi/laporan5a) Gambar 2. 49

Kejadian Bencana Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019

Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa pada tahun 2019, Kabupaten Wonogiri termasuk dalam daerah dengan tingkat kejadian yang cukup rendah dibanding dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, terkait dengan rumah korban terdampak bencana dari tahun 2016-2020 di Wonogiri dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. 61

Kejadian Bencana dan Rumah Korban Bencana di Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2020

Tahun Jumlah Kejadian Rusak Berat Rusak Sedang Rusak Ringan

2016 54 5 102 160

2017 71 154 403 32

2018 67 18 43 83

2019 44 5 17 86

2020 254 9 43 82

Sumber : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Wonogiri, 2020

Selain pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, hal yang perlu diperhatikan kaitannya dalam peningkatan akses masyarakat terhadap perumahan dan permukiman layak adalah penanganan permukiman kumuh. Utamanya di Kabupaten Wonogiri, permukiman kumuh perlu mendapat perhatian lebih karena jumlahnya yang masih cukup tinggi.

Rendahnya tingkat kesejahteraan, kesadaran berperilaku hidup sehat dan kesadaran hukum akan kelestarian lingkungan merupakan salah satu faktor tumbuhnya kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Wonogiri.

Jumlah total kawasan kumuh di Kabupaten Wonogiri berdasarkan hasil identifikasi kawasan kumuh sesuai Keputusan Bupati Nomor 305 Tahun 2014 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Wonogiri adalah 47,98 Ha. Sedangkan sesuai pembagian urusan, maka luasan kawasan kumuh di Kabupaten Wonogiri dapat dibedakan menjadi 3 klasifikasi, yaitu di bawah 10 Ha, antara 10-50 Ha, dan di atas 15 Ha. Adapun dalam hal ini, luasan kumuh di bawah 10 Ha merupakan kewenangan Kabupaten, sedangkan 10-15 Ha wewenang Provinsi dan di atas 15 Ha merupakan tanggung jawab pusat. Secara lebih rinci, berikut luas kawasan permukiman kumuh berdasarkan pembagian urusan di Kabupaten Wonogiri.

Tabel 2. 62

Luas Kawasan Permukiman Kumuh di Kabupaten Wonogiri No Uraian <10ha 10-15ha >15ha Total

1 Luas (ha) 37,49 10,49 0 47,98

2 Jumlah kawasan 11 1 0 12

Sumber : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Wonogiri, 2020

Penanganan permukiman kumuh di Kabupaten Wonogiri mengalami peningkatan, yaitu dari 1,2 Ha (2,5%) di 2017 menjadi 23,88 Ha (49,77%) di 2019. Adapun perkembangan penanganan luasan kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Wonogiri dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. 63

Luas Kawasan Permukiman Kumuh yang Tertangani di Kabupaten Wonogiri Tahun 2016-2019

Tahun

Jumlah Capaian per Tahun (Ha)

Kumulatif Capaian (Ha)

% Capaian per Tahun

% Capaian Kumulatif

2016 0 0 0% 0%

2017 1,2 1,2 2,5% 2,5%

2018 22,18 23,38 46,23% 48,73%

2019 0,5 23,88 1,04% 49,77%

Sumber : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Wonogiri, 2020

Kaitannya dengan penanganan permasalahan di bidang perumahan dan permukiman, hal yang dihadapi oleh pemerintah Kabupaten Wonogiri adalah terkait pendataannya. Belum adanya koordinasi dan sinergi pendataan serta sistem yang mendukung menjadikan data yang dimiliki terbatas dan sinergi penanganan permasalah di bidang perumahan dan kawasan permukiman terbilang cukup rendah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, maka BPS merupakan lembaga yang menyelenggarakan pemenuhan statistik dasar. Sedangkan instansi pemerintah sesuai lingkup tugas dan fungsinya merupakan pihak yang menyelenggarakan statistik sektoral secara mandiri dan atau bersama badan. Oleh karena itu, ke depan diharapkan sinergi pendataan antara BPS dan Pemerintah semakin baik, sehingga penanganan permasalahan di bidang perumahan dan permukiman dapat berjalan lebih optimal.

Lebih lanjut, seiring dengan berkembang dan munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru di Kabupaten Wonogiri, mendorong adanya peristiwa urbanisasi serta memunculkan peluang lapangan pekerjaan. Hal ini selanjutnya akan meningkatkan kebutuhan hunian masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan intensitas pemanfaatan lahan untuk permukiman (meningkatkan kepadatan bangunan). Sementara itu, peningkatan pemanfaatan lahan untuk hunian yang dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat khususnya kategori MBR seringkali tidak diimbangi dengan aksesibilitas Prasarana Sarana Utilitas Umum (PSU) yang

memadai, diantaranya seperti tidak terdapatnya akses air minum, air bersih, dan sanitasi. Akibatnya, kualitas kawasan permukiman semakin lama akan semakin menurun dan akhirnya memunculkan kawasan permukiman kumuh baru.

Untuk mengetahui kondisi perumahan kumuh dan permukiman kumuh terkini, dilakukan studi kelayakan kawasan kumuh perkotaan Kabupaten Wonogiri pada tahun 2019, dengan tujuan untuk melakukan inventarisasi kawasan kumuh perkotaan Kabupaten Wonogiri. Proses identifikasi menggunakan kriteria kumuh sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 14 Tahun 2018 tentang Pedoman Teknis Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Dari hasil studi tersebut, diperoleh inventarisasi kawasan kumuh baruberada di 12 kecamatan, 25 desa/kelurahan dengan luasan 394,120 Ha. Hasil verifikasi dan validasi diperoleh luasan prioritas sebesar 106,19 Ha yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Wonogiri Nomor 653/49/HK/2021 terbagi dalam 9 kawasan. Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2. 64

Lokasi dan Luas Kawasan Kumuh Perkotaan

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Wonogiri Nomor 653/49/HK/2021

Kawa

san No Nama Kawasan

Nama Lokasi ( Dukuh/Du sun/Kamp

ung)

Luas (HA)

Lingkup Administrasi RT/RW Kel/Desa Kec

1

1 Kawasan

Krisak Brajan 4,14 RT. 001

RW. 005 Kaliancar Selogiri 2 Kawasan

Krisak Krisak 0,09 RT. 001

RW. 001 Singodutan Selogiri 3 Kawasan

Krisak Krisak 1,02 RT. 001

RW. 004 Singodutan Selogiri 4 Kawasan

Krisak Krisak 1,78 RT. 001

RW. 005 Singodutan Selogiri 5 Kawasan

Krisak Krisak 1,60 RT. 002

RW. 001 Singodutan Selogiri 6 Kawasan

Krisak Krisak 1,73 RT. 002

RW. 005 Singodutan Selogiri 7 Kawasan

Krisak Krisak 2,68 RT. 003

RW. 001 Singodutan Selogiri 8 Kawasan

Krisak Krisak 2,42 RT. 003

RW. 004 Singodutan Selogiri

2

9 Kawasan

Gerdu Gerdu 4,54 RT. 001

RW. 002 Giripurwo Wonogiri 10 Kawasan

Gerdu Gerdu 1,67 RT. 001

RW. 005 Giripurwo Wonogiri 11 Kawasan

Gerdu Gerdu 4,20 RT. 002

RW. 002 Giripurwo Wonogiri 12 Kawasan

Gerdu Gerdu 2,85 RT. 002

RW. 005 Giripurwo Wonogiri 13 Kawasan

Gerdu Gerdu 1,58 RT. 002

RW. 006 Giripurwo Wonogiri

Kawa

san No Nama Kawasan

Nama Lokasi ( Dukuh/Du sun/Kamp

ung)

Luas (HA)

Lingkup Administrasi RT/RW Kel/Desa Kec

14 Kawasan

Gerdu Gerdu 4,36 RT. 003

RW. 005 Giripurwo Wonogiri 15 Kawasan

Gerdu Gerdu 1,15 RT. 003

RW. 007 Giripurwo Wonogiri 16 Kawasan

Gerdu Cubluk 2,35 RT. 001

RW. 002 Giritirto Wonogiri 3

17 Kawasan

Giriwono Giriwono 3,90 RT. 003

RW. 008 Giriwono Wonogiri 18 Kawasan

Giriwono Giriwono 4,89 RT. 005

RW. 008 Giriwono Wonogiri 4

19 Kawasan

Bulusulur Bulusulur 4,63 RT. 002

RW. 007 Bulusulur Wonogiri 20 Kawasan

Bulusulur Bulusulur 3,05 RT. 003

RW. 007 Bulusulur Wonogiri 5 21

Kawasan Pokoh Kidul

Pokoh

Kidul 8,88 RT.002

RW.006 Pokoh Kidul Wonogiri

6

22 Kawasan

Sendang Sendang 6,86 RT. 001

RW. 005 Sendang Wonogiri 23 Kawasan

Sendang Sendang 6,12 RT. 002

RW. 005 Sendang Wonogiri 7 24 Kawasan

Banaran Wonoboyo 3,71 RT.002

RW.011 Wonoboyo Wonogiri 8 25 Kawasan

Wuryorejo Wuryorejo 6,29 RT.001

RW.008 Wuryorejo Wonogiri

9

26 Kawasan

Baturetno Baturetno 3,11 RT. 001

RW. 001 Baturetno Baturetno 27 Kawasan

Baturetno Baturetno 4,03 RT. 001

RW. 008 Baturetno Baturetno 28 Kawasan

Baturetno Baturetno 2,62 RT. 001

RW. 011 Baturetno Baturetno 29 Kawasan

Baturetno Baturetno 3,21 RT. 002

RW. 018 Baturetno Baturetno 30 Kawasan

Baturetno Baturetno 2,70 RT. 003

RW. 017 Baturetno Baturetno 31 Kawasan

Baturetno Talunombo 4,01 RT. 002

RW. 001 Talunombo Baturetno

106,19

Sumber : Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Wonogiri, 2021

5.Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat

Dalam dokumen PERDA RPJMD KAB.WONOGIRI 2021-2026 (Halaman 135-142)