Skema 3.2 Skema Alur Fikir
5.2 Proses Pelaksanaan P2K2 yang Dilakukan Pendamping PKH Pasca-Diklat P2K2 di 6 Wilayah (Padang, Yogyakarta, Makasar,
5.2.2 Human 5.2.3.1 Peserta P2K2
5.2.2.2 Pihak Internal PKH
Pendamping menjadi narasumber utama dalam pelaksanaan P2K2. Kondisi ini terjadi di semua wilayah yaitu Bandung, Banjamasin, Padang, Jayapura, Makassar dan Yogyakarta. Di Padang, pendamping dapat meminta bantuan sesama pendamping untuk menyampaikan materi yang dianggap sulit untuk disampaikan seperti materi mengenai Ibu Hamil: “Jadi kalau memang mendesak juga, kami minta tolong kawan sesama pendamping untuk isi materi. Karena tidak mungkin saya (laki-laki) membahas masalah ibu hamil dan konsep lainnya secara rinci” (Pendamping W, Wilayah Padang). Selain sesama pendamping, Kordinator Kota dan Supervisor PKH juga seringkali dimintai bantuan untuk menjadi
“Tidak ada, hanya ada supervisor dan Korkot saja yang membantu P2K2. Supervisor sama Korkot agar mereka juga bisa menjelaskan lagi ketika apa yang kita jelaskan terhadap KPM masih dianggap kurang jelas. Dan di lain sisi juga mereka bisa memonitoring kinerja kita pendamping pada saat P2K2 dengan warga” (Pendamping U, Wilayah Jayapura)
Salah satu pendamping di Bandung bahkan meminta bantuan kepada Sakti Peksos:
“Saya juga melibatkan sakti peksos untuk membantu karena bisanya saya kewalahan terkait bawa toolkits ke lokasi P2K2 dan mereka juga kadang membantu saya menyampaikan materi modul itu juga mereka dengan senang hati” (Pendamping DE, Wilayah Bandung)
5.2.2.2.2Pihak Eksternal
Pada pelaksanaan P2K2, Pendamping juga seringkali meminta bantuan kepada pihak eksternal untuk menjadi narasumber bagi materi tertentu karena dianggap lebih memahami materi tersebut.
Pihak eksternal yang biasanya membantu Pendamping untuk menjadi narasumber diantaranya adalah sebagai berikut:
• Tenaga Kesehatan
Di Bandung, Yogyakarta dan Banjarmasin, pendamping pernah meminta bantuan tenaga kesehatan untuk menyampaikan materi. Seperti yang dikemukakan oleh Pendamping di Banjarmasin: “Tapi kendalanya misal dari kesehatan itu kami tidak tau masalah kesehatan tetapi saya berkordinasi dengan tenaga kesehatan” (Pendamping Y, Wilayah Banjarmasin). Tenaga kesehatan yang biasa dimintai bantuan oleh pendamping adalah Bidan dan Kader Posyandu.
• Instansi Pemerintah
Di Banjarmasin, Pendamping menjalin kerjasama lintas sektoral dengan instansi pemerintah untuk mendukung tindak lanjut dari P2K2, seperti yang diungkapkan salah satu Informan berikut:
“Kami berupaya di provinsi untuk menjalin komunikasi dan koneksi dengan instansi-instansi terkait untuk masalah pemberdayaan dan sudah ada beberapa action dari KPM KPM kita yang mereka sudah mulai berubah pola pikirnya. Mereka yang sudah mendapatkan bekal dari modul-modul yang ada di FDS mereka sudah mulai bersiap ke arah graduasi. Ada 1 kabupaten dan 1 kota yang sudah sangat kuat kerjasama dengan lintas sektoralnya, yaitu kerjasama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdangan (Dis. Koperidagkop) itu di Kabupaten Tanah Laut dan Banjarbaru Kalau di Kota Banjar Baru, sekarang sedang dilakukan pembuatan nomor PIRT untuk industri rumah tangga untuk KPM kita yang punya usaha olahan makanan. Kalau di Kabupaten Tanah Laut, itu sedang ada pelatihan untuk pengemasan untuk usaha kecil”
(Kordinator Kota Banjarmasin, Wilayah Banjarmasin)
Berdasarkan penjelasan informan tersebut, kerjasama antara pendamping dan instansi pemerintah dapat menjadi upaya tindak lanjut dari pemberian materi di modul ekonomi dari pendamping. Bahkan hal ini dapat mendorong KPM untuk dapat graduasi mandiri. Di Padang, pada pelaksanaan P2K2 akbar yang diikuti oleh beberapa kelompok besar, Sekretaris Daerah setempat menjadi narasumber:
“Saat P2K2 akbar, kami semua seluruh kota Padang sewa mobil pariwisata itu kadang untuk satu kelompok, kadang juga sampai 3 sampai 5 kelompok juga. FDS akbar kalau kita di Padang Utara namanya pak, dihadiri Sekda dan beliau yang menyampaikan materi P2K2. Beliau Memberi arahan pak, contohnya PKH seperti ini bu uang nya harus begini bu”
(Pendamping C, Wilayah Padang)
Sementara itu, di Yogyakarta, Pendamping pernah bekerjasama dengan Kemenkumham sebagai penyuluh untuk memberikan materi mengenai perlindungan anak dan permasalahan hukum:
juga memberikan informasi kepada KPM untuk mengatasi permaslaahan terkait hukum” (Pendamping R, Wilayah Yogyakarta)
• Lembaga Keuangan
Lembaga keuangan yang turut memberikan materi pada pelaksanaan P2K2 adalah Bank dan Pegadaian. Pada pelaksanaan P2K2 di Yogyakarta, Pendamping bekerjasama dengan Pegadaian:
“Dalam penyampaian materi ada beberapa usaha yang dilakukan pendamping untuk menghadirkan pemateri dari luar, misalnya modul ekonomi, mencoba melobi orang dari pegadaian untuk memberikan materi kepada KPM PKH, kalau bisa mereka hadir di pertemuan kelompok tersebut”
(Pendamping FE, Wilayah Yogyakarta)
Sedangkan kerjasama dengan Bank yaitu BNI terkait dengan materi menabung di modul ekonomi. Seperti dijelaskan oleh informan berikut:
“Ada kerjasama dengan bank BNI, setiap peserta harus punya kaleng yang tiap hari diisi 1.000, dan setiap pertemuan, orang Bank tersebut yang akan datang di pertemuan kelompok untuk mencatat jumlah tabungan yang dikumpulkan oleh KPM, hal ini bisa memudahkan KPM untuk menabung , tapi belum semuanya ikut kegiatan ini, akan tetapi ada kelompok yang sebgaian besar anggotanya sudah ikut” (Pendamping R, Wilayah Yogyakarta)
Berdasarkan paparan tersebut, pendamping biasanya meminta bantuan dari pihak eksternal untuk melengkapi materi- materi di modul ekonomi dan kesehatan. Hal ini dilakukan karena pihak eksternal dianggap memiliki kompetensi yang lebih mumpuni untuk menjelaskan seperti tenaga kesehatan maupun lembaga keuangan. Selain itu, instansi pemerintah juga ikut menjadi narasumber eksternal di beberapa wilayah.
5.2.2.2.3 Harapan Terkait Narasumber
Dalam pelaksanaan P2K2 terdapat beberapa pendapat dari KPM dan pendamping mengenai narasumber yang diharapkan dapat ikut menjelaskan materi-materi di dalam modul. Pihak-pihak yang diharapkan menjadi narasumber adalah sebagai berikut:
• Tokoh Agama
Pelaksanaan P2K2 diharapkan dapat menggandeng tokoh agama untuk dapat memotivasi KPM, seperti yang diungkapkan salah satu Pendamping: “Perlu menggandeng tokoh agama karena perlu ada sentuhan di hati KPM agar mereka mendapatkan hidayah” (Pendampin N, Wilayah Bandung)
• Tenaga Kesehatan
Tenaga kesehatan yang dimaksud oleh KPM dan Pendamping adalah Bidang dan Dokter seperti yang dijelaskan oleh Informan berikut:
“Boleh itu pak, biar gentian gitupak. Jadi ndak bosan ada suasana baru juga. Yah.. pendamping bisa aja membahas kesehatan, tapi kalo ada dokter kan lebih pas pak. Tapi mungkin biayanya jadi masalah pak kalau seandainya harus bayar” (KPM RW, Wilayah Padang)
• Psikolog Anak
Keberadaan Psikolog Anak dalam modul pengasuhan anak menjadi salah satu aspirasi dari KPM dan Pendamping. Hal ini dikarenakan mayoritas KPM adalah ibu dengan anak-anaknya seperti dijelaskan oleh Informan: “Lalu perlu juga melibatkan psikolog anak karena kan mayoritas penerima PKH itu ibu dengan anak-anak makanya dengan mendapatkan materi dari psikolog materi tentang perlindungan anak dan perkembangan anak bisa jadi lebih dalam (Pendamping R, Wilayah Bandung)
• Koperasi
Harapan mengenai narasumber yang memahami
koperasi: “Kami ada arisan pak. Maunya saya itu ditingkatkan menjadi usaha simpan pinjam pak. kalau bisa didatangkanlah orang koperasi biar diajari kami” (KPM WW, Wilayah Padang) 5.2.3 Machine