ACARA 6
1.1. Latar Belakang
Plankton adalah organisme yang hidup melayang di perairan dengan kemampuan pergerakan yang rendah. Organisme ini merupakan parameter biologi yang memberikan informasi mengenai kondisi kualitas dan tingkat kesuburan perairan. Plankton memiliki peranan yang sangat penying bagi biota lain diperairan. Apabila plankton tidak tersedia secara cukup maka kan mengganggu hubungan tingkatan tropic selanjutnya ( Hendrajat, E.A. dan Sahrijanna, A.,2019).
Plankton terdiri dari dua kelompok besar organisme akuatik (air) yang berbeda yaitu fitoplankyon (tumbuhan) dan zooplankton (hewan).Fitoplankton disebut juga plankton nabati, adalah tumbuhan yang hidupnya melayang atau mengapung di air. Zooplankton disebut juga plankton hewani merupakan hewan yang hidupnya melayang atau mengapung dalam lauut. Kemampuan berenangnya sangt terbatas sehingga keberadaannya sangat ditentukan kemana arus membawanya. Kedua plankton tersebut sangat berpengaruh bagi kehidupan di perairan (Imran,A.,2016).
Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik. Plankton terdiri dari sisa- sisa hewan dan tumbuhan laut.
Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak memiliki kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkan. Plankton hidup dipesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari guna mencukupi kebutuhan hidupnya (Mulyono, et al, 2018).
1.2. Tujuan
Tujuan dari praktikum acara 6 planktonologi adalah :
1. Mengetahui jenis-jenis plankton yang ada di suatu ekosistem 2. Mengetahui perbedaan fitoplankton dan zooplankton
II. MATERI DAN METODE
2.1. Materi 2.1.1. Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum acara 6 planktonologi adalah sebagai berikut :
Tabel 14. Alat yang digunakan pada praktikum acara 6
No. Nama Alat Fungsi Alat
1. Plankton net no.25 Untuk menyaring plankton pada pengambilan sampel di air laut dan air payau
2. Ember bervolume 10 L Untuk mengambil air laut atau air payau
3. Botol vial Untuk menampung air yang berisi plankton yang telah disaring menggunakan plankton net
4. Object glass Untuk meletakan objek
pengamatan
5. Mikroskop Untuk mengamati sampel
6. Pipet tetes Untuk mengambil larutan formalin lugol untuk dimasukkan ke botol vial yang berisi air plankton
7. Kamera Untuk mendokumentasikan hasil pengamatan
8. Alat tulis Untuk menulis hasil pengamatan
2.1.2. Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum acara 6 planktonologi adalah air sampel yang berisi plankton yang berfungsi sebagai bahan pengamatan dalam praktikum planktonologi.
2.2. Metode
Metode yang digunakan pada praktikum acara 6 planktonologi adalah sebagai berikut :
1. Disiapkan plankton net No.25 dan ditempatkan botol vial pada slot vial di plankton net.
2. Diambil air yang diperkirakan mengandung plankton menggunakan plankton net No.25 sebanyak 100 L.
3. Dilepaskan botol vial pada plankton net dan ditambahkan 3 ml formalin kedalamnya, tutup lalu homogenkan untuk kemudian lakukan proses identifikasi dan hitunglah plankton.
4. Diambilkan 1 tetes sampel air menggunakan pipet tetes.
5. Diteteskan sampel air tersebut di atas object glass kemudian ditutup dengan cover glass.
6. Diamati sampel air dengan menggunakan mikroskop pada perbesaran lemah kemudian perbesaran kuat.
7. Dicatat jenis dan jumlah plankton dan jumlah plankton tiap spesies atau berdasarkan jenis secara umum yang terlihat dan dihitung kelimpahannya dengan rumus.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil
Hasil yang didapatkan pada praktikum ini adalah :
Klasifikasi Pseudanabaenalimnatika Kingdom : Bacteria
Filum : Cyanobacteria Class : Cyanophyceae Subclass : Gracilliacutes Ordo : Pseodanabaenahles Family : Psuedanabahenahaceat
Genus : Pseudamanaena Spesies : Pseudanabenalimnatika
Klasifikasi Oithana sp.
Kingdom : Animalia Filum : Arthropoda Class : Malchlopoda Subclass : Copopeda Ordo : Siklopolda Family : Oithonidae Genus : Oithona Spesies : Oithona sp.
Gambar 1. Spesis Fitoplankton (laut)
Gambar 2. Spesies Zooplankton (laut)
Tabel 15. Kelimpahan Plankton di Perairan Pantai Sodong, Cilacap
No. Jenis Plankton Kelimpahan
1. Oithana sp. 1,07 x 103
2. Pseudanabaenalimnatika 1,07 x 103
3.2. Pembahasan
Secara sederhana plankton diartikan sebagai hewan dan tumbuhan renik yang hanyut dilaut. Nama plankton berasal dari akar kata Yunani “planet” yang berarti pengembara. Plankton juga dapat diartikan sebagai organisme hidup yang berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang ukurannya sangat kecil dengan kemampuan renang yang terbatas sehingga banyak ditemukan dalam keadaan mengambang atau mengapung dan mudah terbawa arus ( Imran, A., 2016).
Jenis-jenis plankton berdasarkan ukurannya dibagi menjadi beberapa macam yang pertama ada makroplankton yang memiliki ukuran > 1 mm, mikroplankton memiliki ukuran berkisar antara 0,06-1 mm dan nanoplankton yang berukuran < 0,06 mm yang umunya bersal dari beberapa jenis plankton (Sachlan, 1982 dalam Agustini dan Madyowati, 2014).
Keberadaan plankton di lingkungan sangat dipengaruhi dengan factor lingkungan baik factor biotik maupun abiotic.
Factor biotik merupakan makhluk hidup yang dijadikan nutrisi oleh makhluk hidup lainnya. Factor abiotic merupakan factor fisika-kimia seperti suhu, derajaat keasaman(pH), kandungan oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen (DO), dan insensitas cahaya yang mempengaruhi keberadaan makhluk hidup di lingkungan akuatik (Fazriati, A., 2019).
Fitoplankton dan zooplankton merupakan plankton yang berbeda, fitoplankton merupakan plankton nabati atau tumbuhan sedangkan zooplankton merupakan plankton hewani. Fitoplankton mampu berfotosintesis dan berperan sebagai produsen di lingkungan perairan sedangkan zooplankton berperan sebagai konsumen pertama yang menghubungkan fitoplankton sebagai produsen dengan organisme yang lebih tinggi jenjang trofiknya (Bettinetti and Manca, 2013 dalam Tambaru, R.,2018).
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Ada beberapa jenis plankton yang ditemui saat praktikum di
Pantai Sodong Cilacap yaitu fitoplankton Pseudanabaenalimnatika dan zooplankton Oithana Sp.
2. Fitoplankton dan zooplankton memiliki beberapa perbedaan seperti fitoplankton yang merupakan plabkton nabati (tumbuhan) sedangkan zooplankton merupakan plankton hewani, jika fitoplankton bisa membuat makanan sendiri dan menjadikan sebagai produsen di rantai makanan pada perairan , sedangkan zooplankton sebagai konsumen utama.
4.2. Saran
Praktikum acara ini sudah sangat terinstruksi dengan jelas dan mudah dilaksanakan.Semoga kedepannya tetap seperti ini bahkan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Bettentti and Manca, 2013. dalam Tambari, R., 2018. Fenomena Distribusi Zooplankton di Perairan Laut Makassar. Jurnal Pengolahan Perairan. 1 (2): 1-9
Fazriati, A., 2019. Kelimpahan dan Keanekaragaman Plankton di Situ Bagendit Kabupaten Garut. Skripsi (S1) thesis, FKIP UNPAS.
Hendrajat, E.A. dan Sahrijanna, A., 2019. KONDIS PLANKTON PADA TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus mondon FABRICIUS) DENGAN SUBSTRAT BERBEDA.
Imran, A., 2016. Struktur Komunitas Plankton Sebagai Bioindikator Pencemaran di Perairan Pantai Jeranjang Lombok Barat.
Mulyono, M., Firdaus, R., Alka, C. M., & Hamdani. 2018.
SUMBERDAYA HAYATI LAUT INDONESIA: Sebuah Pengantar Sumberdaya Hayati Laut Indonesia. Jakarta:
STP Press.
Sachlan, 1982 dalam Agustini, M. dan S. O. Madyowati. 2014.
Identifikasi dan Kelimpahan Plankton pada Budidaya Ikan Air Tawar Ramah Lingkungan. Jurnal Agroknow. 2 (1): hal. 39- 41