• Tidak ada hasil yang ditemukan

Poliuretan (Spandex, Lycra, Vyrene, Spanzalle)

Dalam dokumen ILMU TEKSTIL (Halaman 140-145)

DUMMY DUMMY

Penampang Melintang dan Membujur Serat Poliakrilat.

Kiri Acrilan; Kanan: Orlon sagaara301.blogspot.com

DUMMY DUMMY

basah, kering atau leleh. Sebagian besar serat poliuretan dipintal dengan cara pemintalan kering seperti serat lycra yang diproduksi oleh Du pont Amerika. Serat poliuretan (spandex) selalu dikombinasikan dengan serat lain. Serat poliuretan dapat dibuat dalam bentuk benang plos (bare yarn), suatu filamen yang tidak dibungkus, benang terbungkus tunggal (single covered yarn), benang terbungkus ganda (double covered yarn) atau benang inti-antihan (core spun yarn). Bentuk yang sering digunakan adalah serat dibungkus dengan serat lain dan poliuretan adalah sebagai inti.

1. Struktur molekul rantai serat poliuretan terdiri dari:

a. Bagian yang panjang dinamakan bagian yang lunak (soft); sangat fleksibel, elastis seperti karet, dan tidak kristalin, biasanya terdiri dari polialkohol. Bagian yang lunak ini mudah berubah sehingga tekanan yang rendah pun dapat menghasilkan perpanjangan serat yang besar.

Berat molekul bagian yang lunak ini memengaruhi sifat serat poliuretan.

Dengan naiknya berat molekul bagian yang lunak (pada komposisi bagian yang keras=konstan) menyebabkan gaya elongasi menurun pada elongasi yang sama.

b. Bagian yang pendek dinamakan bagian yang keras (hard); kaku, kristalin, polar dan mempunyai kecenderungan untuk saling melekat dengan yang lainnya (mempunyai daya ikatan antar molekul yang kuat yaitu ikatan hidrogen) sehingga membentuk jaringan ikatan silang. Bagian ini terdiri dari gugus isosianat dan tidak berubah selama terjadi deformasi.

Bagian yang keras menyebabkan benang berbalik kembali ke panjang semula ketika tekanan dilepaskan setelah deformasi.

2. Sifat-sifat serat poliuretan a. Kekuatan dan mulur

Kekuatan serat poliuretan ± 0,7 g/denier ekiuvalen dengan ± 4 g/

denier putus. Mulur sebelum putus 520–610 %. Mulur dapat dikurangi oleh penggunaan sedikit agen ikatan silang seperti triol atau triaminin, selama pemanasan dan juga oleh penarikan dan proses pemantapan panas serat.

b. Berat jenis

Berat jenis serat poliuretan adalah 1,05.

c. Moisture Regain

Moisture regain serat poliuretan dalam keadaan standar adalah 0,3 %.

DUMMY DUMMY

d. Mengkeret

Serat poliuretan tidak mengkeret dalam air di bawah titik didih.

e. Konduktor panas

Serat poliuretan bukan penghantar panas yang baik.

f. Elastisitas

Serat poliuretan dapat ditarik 6-7 kali perelaksasi sebelum putus. Serat poliuretan bisa ditarik 500-700% dari bentuk asalnya. Penarikan 50%

pulih 93,5-96%.

g. Daya lenting (resilience)

Daya lenting dan fleksibilitas serat poliuretan sangat tinggi. Sifat pemulihan bentuk yang sangat cepat ini memberikan kenampakan yang rata dan rapi pada kain.

h. Efek panas

Titik lunak serat poliuretan adalah 170-230. Titik leleh serat poliuretan adalah 230-290.

i. Efek cahaya

Serat poliuretan mempunyai ketahanan terhadap cahaya yang baik tap dalam waktu yang lama akan kehilangan sedikit kekuatannya dan sedikit kuning.

3. Sifat kimia serat poliuretan a. Efek zat pengelantang

Warna serat poliuretan sudah putih walaupun derajat putih bervariasi.

Pada beberapa kondisi akan menyebabkan poliuretan menguning dan kekuatannya berkurang, misal dengan adanya zat pengelantang seperti kalsium hipoklorit, natrium hipoklorit, hidrogen peroksida.

b. Efek air laut

Serat poliuretan tidak terpengaruh oleh air laut.

c. Kemampuan pencucian

Semua jenis serat poliuretan tidak terpengaruh oleh pelarut pencucian kering (dry cleaning). Dapat dicuci dengan mesin cuci suhu 600C dan pencucian kering pada suhu 800C.

d. Pelarut

Serat poliuretan larut dalam dimetil formamida mendidih

DUMMY DUMMY

c. Reaksi dengan alkali

Serat poliuretan memiliki ketahanan yang baik terhadap beberapa alkali.

f. Reaksi dengan asam

Serat poliuretan mempunyai ketahanan yang baik terhadap beberapa asam.

g. Ketahanan terhadap keringat

Serat poliuretan mempunyai ketahanan yang baik terhadap degradasi oleh keringat.

h. Ketahanan terhadap minyak

Serat poliuretan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap minyak tubuh, kosmetik dan lotion pelindung sinar matahari.

4. Sifat biologi serat poliuretan

Serat poliuretan mempunyai ketahanan terhadap lapuk yang baik dan tidak terpengaruh oleh ngengat.

Pembuatan Serat Spandex

Serat spandex dapat diproduksi dengan tiga cara yang berbeda yaitu cara pemintalan leleh, cara pemintalan kering dan cara pemintalan basah. Cara pemintalan kering digunakan hampir 94,5% dari produksi spandex dunia.

Berikut adalah cara pemintalan spandex dengan pemintalan kering yaitu:

1. Tahap pertama adalah memproduksi prapolimer. Ini dilakukan dengan cara mencampur makroglikol dengan monomer diisosianat dengan perbandingan 1:2.

2. Tahap kedua; kemudian prapolimer direaksikan dengan diamine dalam jumlah yang sama. Reaksi ini dikenal dengan nama reaksi berantai yang berkelanjutan (chain extension reaction). Larutan yang dihasilkan dilarutkan dengan suatu pelarut untuk memproduksi larutan. Pelarut ini membantu membuat larutan menjadi lebih encer dan lebih mudah untuk ditangani dan kemudian dapat disemprotkan ke dalam lubang- lubang kecil (piringan besi) yang disebut spineret.

3. Tahap ketiga; larutan disemprotkan ke dalam lubang pemintalan yang berbentuk silinder di mana polimer disemprotkan melalui piringan besi yang berlubang-lubang kecil yang dinamakan spineret. Hal ini membuat larutan polimer terbentuk menjadi helaian serat yang panjang dan lurus atau yang disebut filamen. Ketika helaian ini melalui lubang spineret

DUMMY DUMMY

dipanaskan dengan nitrogen dengan presentasi tertentu dan larutan gas. Proses ini menyebabkan cairan polimer bereaksi secara kimiawi dan membentuk helaian yang solid atau filamen.

4. Tahap keempat: Setelah serat keluar dari lubang, untaian serat yang solid digabungkan bersama-sama untuk membuat ketebalan yang diinginkan. Setiap serat spandex dibuat dari banyak serat-serat kecil yang melekat satu sama lain secara alami.

5. Tahap kelima: Serat yang dihasilkan kemudian ditambahkan finishing agent yang bisa berupa magnesium stearat atau polimer lainnya.

Perlakuan ini mencegah serat saling menempel satu sama lain dan mempermudah proses selanjutnya.

Penggunaan Serat Spandex biasanya untuk pakaian yang pemakaiannya menginginkan merasa nyaman dan pas di badan, seperti: baju atletik, aerobic, pakaian olahraga, baju berenang, pakaian selam, netball body suits (baju jaring), bra, celana ski (ski pants), legging, pakaian atlet sepeda, sarung tangan, celana panjang wanita, kaus kaki, popok, skinny jeans, sabuk, pakaian dalam. Untuk perabotan rumah tangga seperti bantal microbead.

Untuk penggunaan pakaian persentase spandex lebih sedikit dari total material yang digunakan. Di Amerika jarang sekali digunakan untuk pakaian pria. Lebih sering digunakan untuk pakaian wanita agar lebih membentuk dan pas di badan. Biasanya dicampur dengan persentase yang cukup besar dari produk tekstil lain seperti katun atau polyester, untuk mengurangi efek kilap.

Benang tekstil tersusun dari serat-serat stapel atau filamen baik yang berasal dari amal maupun sintetis, yang disatukan atau diberi antihan guna pembuatan kain tenun, kain rajut atau lainnya. Macam benang yang dibuat tergantung dari macam serat yang digunakan, tekstur, pegangan, kelembutan (softless), resilensi dan durabillity dari kain yang akan dibuat.

Dalam dokumen ILMU TEKSTIL (Halaman 140-145)