BAB III METODE PENELITIAN
3.3 Populasi dan Sampel
Populasi adalah seluruh data yang mejadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan. Pengertian lain, menyebutkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes, atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian.40
Berdasarkan pengertian populasi tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksud dengan populasi yaitu keseluruhan obyek atau subyek yang menjadi fokus penelitian seorang peneliti dalam melakukan suatu penelitian.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik di MAN Sidrap Kec.
Baranti Kab. Sidrap kelas XI dengan jumlah 128 peserta didik.Adapun jumlah populasi pada penelitian ini dapat dilihat pada table berikut:
40S.Margono, Metodologi penelitian Pendidikan (Cet. 4;Jakarta:Rineka Cipta, 2004), h. 118.
Table 3.1 Data Populasi Peserta Didik Kelas XI
NO KELAS JUMLAH PESERTA DIDIK
1 XI MIA 1 27
2 XI MIA 2 27
3 XI MIA 3 25
4 XI IIS 1 24
5 XI IIS 2 27
Jumlah 128
Berdasarkan data yang ada, maka penelitian yang penulis lakukan menggunakan objek peserta didik kelas XIMAN Sidrap Kec. Baranti Kab Sidrap, di mana kelas XI terdapat 5 kelas. Keseluruhan peserta didik kelas XI berjumlah 128 untuk itulah peneliti menggunakan penelitian sampel.
3.3.2 Sampel
Pengambilan sampel (sampling) adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi.41Selanjutnya, memgenai penetapan besar kecilnya sampel tidaklah ada suatu ketetapan yang mutlak, artinya tidak ada suatu hal yang perlu diperhatikan adalah keadaan homogenitas dan heterogenitas populasi.42
41Juliansya Noor, Metodologi Penelitian(Cet 1:Jakarta: Prenamedia Group, 2011), h. 148.
42S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, h. 123.
Sampel yang baik yaitu sampel yang memiliki populasi atau yang repsentatif artinya yang menggambarkan keadaan populasi atau mencerminkan populasi secara maksimal tetapi walaupun mewakili sampel bukan merupakan duplikat dari populasi.43
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan, bahwa sampel merupakan sebagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang relatif sama dan dianggap bisa mewakili populasi.
Setelah penulis melakukan observasi awal pada lokasi penelitian maka peneliti memutuskan bahwa penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive atau sampel bertujuan, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA 1, XI MIA 2, dan XI IIS 2 dengan alasan kelas yang paling banyak jumlahnya. Diantara kelas XI MIA 1, XI MIA 2, XI MIA 3, XI IIS 1, dan XI IIS 2 yang memiliki kesempatan dikarenakan layak memberikan data yang dibutuhkan.
Sementara untuk menentukan ukuran sampel pada penelitian ini, digunakan rumus Slovin sebagai berikut.
Keterangan:
n = Jumlah elemen/anggota sampel.
N = Jumlah elemen/anggota populasi.
e =Eror level (tingkat kesalahan) (catatan: umumnya digunakan 1% atau 0,01, 5% atau 0,05, dan 10% atau 0,1).44
43Cholid Narbuko dan H. Abu Achmadi, Metodologi Penelitian(Cet 10: Jakarta:BumiAksara, 2009), h. 107.
Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin dan taraf kesalahan 10% maka diperoleh sampel sebanyak 81 orang.
Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 3.2 Data sampel peserta didik kelas XI MIA 1, XI MIA 2, dan XI IIS 2 MAN Sidrap
NO KELAS JUMLAH PESERTA DIDIK
1 XI MIA 1 27
2 XI MIA 2 27
3 XI IIS 2 27
JUMLAH 81
Berdasarkan tabel tersebut jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 81 peserta didik, penulis fokus pada kelas XI MIA 1, XI MIA 2 dan XI IIS 2 saja, adapun jumlah peserta didik kelas XI MIA 1 adalah 27, XI MIA 2 adalah 27 dan XI IIS 2 adalah 27 peserta didik jadi jumlah secara keseluruhan sampel dalam penelitian ini adalah 81 peserta didik yang terdiri dari 3 kelas.
3.4 Teknik dan Intrumen Pengumpulan Data 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data, maka penulis menggunakan beberapa teknik dari instrumen penelitian, sebagai berikut:
3.4.1.1 Observasi
Observasi merupakan pengamatan secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek penelitian.Jadi, observasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh peneliti
44Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, Edisi I (Cet. IV; Jakarta: Kencana, 2014), h. 158.
terhadap kondisi lingkungan obyek penelitian sehingga dapat digambarkan secara jelas tentang kondisi obyek penelitian tersebut.Dalam melakukan observasi ini, peneliti menggunakan sarana utama indera penglihatan.
3.4.1.2 Kuesioner atau Angket
Kuesioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan atau peryataan yang diberikan secara tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.Daftar pertanyaan dapat bersifat terbuka, yaitu jika jawaban tidak ditentukan sebelumnya oleh peneliti dan dapat bersifat tertutup, yaitu alternatif jawaban telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti.45Jenis angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket terbuka dimana angket bisa dijawab/direspon secara bebas oleh responden.
3.4.1.3 Dokumentasi adalah pengambilan data dengan mengumpulkan data-data berupa dokumen-dokumen yang terdapat di MAN Sidrap Kec. Baranti Kab. Sidrap yang berhubungan dengan pembahasan skripsi ini. Di dalam melaksanakan dokumentasi ini, dokumen yang dikumpulkan berupa profil sekolah, dan proses belajar mengajar.
3.4.2 Intsrumen Pengumpulan Data
Penggunaan alat ukur dibutuhkan dalam mengetahui suatu keadaan mengenai baik atau tidak, berhubungan atau tidak, berpengaruh atau tidak, ada peningkatan atau tidak dan lain sebagainya. Alat ukur dalam penelitian ini dinamakan instrumen penelitian yang akan mengetahui apakah ada atau tidaknya pengaruh varibel pertama ( X ) terhadap variabel kedua ( Y ).
Peneliti memilih instrumen sebagai berikut:
45 Juliansya Noor, Metodologi Penelitian, h. 139.
Angket merupakan instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk teknik pengumpulan data.Angket yang diberikan berbentuk daftar check-list yang berisikan pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan indikator-indikator variabel penelitian, jenis angket yang digunakan adalah angket terbuka.Instrumen penelitian ini menggunakan skala Likerts, yang merupakan skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut variabel penelitian. Dengan kata lain skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudin indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak ukur untuk menyusun item-item intrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan yang akan dijawab oleh responden.Skala penilaian dalam setiap variabel adalah skala penilaian 1-5, dengan alternatif jawaban yang disediakan diangket ini mulai dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.Berikut merupakan kisi-kisi instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun kisi-kisi instrumen angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Penggunaan LCD Berbasis Aplikasi Power Point presentation (X) Terhadap Minat Belajar Peserta Didik (Y) Kelas XIPada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MAN Sidrap Kec. Baranti Kab. Sidrap .
No Variabel Indikator No.
Item/Butir 1. Penggunaan LCD
berbasis aplikasi power point
-Pendidik menggunakan media power point dalam proses pembelajaran.
-power point yang digunakan dalam bentuk Teks, garfik/gambar, foto, suara, fim
-meningkatkan motivasi peserta didik
--peserta didiklebih kreativitas dalam belajar .
-Peserta didik mudah memahami materi pembelajaran.
-Membentuk sikap peserta didik sesuai dengan Karakteristiknya, kebutuhan, dan minat
-Power point bisa menyusun bahan presentasi dalam bentuk visual menarik dalam waktu yang singkat.
-Menghemat waktu dan biaya.
1
2-6
7
8
9
10-12
13
14-15
-Merangsang pikiran peserta didik -Memberi pemahaman baru pada peserta didik
-Menjelaskan materi dengan konkret -Dapat mengingat pelajaran lebih lama
-Mudah mengunkapkan kembali pelajaran
-Menghilangkan perasaan jenuh dalam belajar
-Memberikan pesan yang mendalam bagi peserta didik
-Menciptakan lingkungan yang kondusif
-Mengatasi kesulitan belajar
16-17 18
19 20
21
22
23
24
25
2. Minat belajar -Perasaansuka/senang dalam proses pembelajaran .
-Menumbuhkan semangat belajar peserta didik
-Perhatian peserta didik dalam proses pembelajaran.
-Meningkatkan konsentrasi peserta didik dalam belajar
1-2
3
4
5
-merangsang rasa ingin tahu peserta didik dalam belajar
-Aktivitas belajar peserta didik dalam belajar.
-Kesadaran belajar peserta didik.
-Peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran
-Konsentrasi dalam proses pembelajaran
-Adanya kemampuan dalam belajar -Keterlibatan peserta didik dalam belajar
-Mengurangi rasa bosan dalam belajar
-Menarik minat dalam belajar
-Meningkatkan ketertarikan dalam belajar
-Meningkatkan ketekunan dalam belajar
-Mempermudah mengingat pelajaran -Lebih aktif dalam belajar
-Lebih bergairah dalam belajar -Memancing partisipasi dalam proses pembelajaran
6
7
8-9 10
11
12 13
14
15 16
17
18 19 20 21
-Meningkatkan kegemaran dalam belajar
-Membuat peserta didik lebih rajin -Memiliki keinginan dalam belajar -Mengembangkan diri dalam belajar
22
23 24 25
Adapun kriteria alternatif jawaban yang di sediakan adalah sebagai berikut:
Alternatif Jawaban Keterangan Alternatif jawaban
Skor
Sangat setuju SS 5
Setuju S 4
Kurang Setuju RG 3
Tidak setuju TS 2
Sangat tidak setuju STS 1
Setelah data penelitian ini terkumpul, maka penulis mengolah data yang ada denga menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis metode analisis statistik deskriptif dan statistik infrensial.
3.4.2.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
Uji coba instrumen seyogyanya dilakukan sebelum instrumen tersebut benar- benar digunakan dalam penelitian.Uji coba instrumen pada penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan alat ukur yang tepat dan dapat terpercaya mengumpulkan data yang
dibutuhkan dalam menjawab permasalahan yang diteliti.Instrumen dapat dikatakan baik sebagai alat ukur apabila intsrumen tersebut telah valid dan reliabel.46
3.4.2.1.1 Uji Validitas Instrumen Penelitian
Validitas berkaitan dengan apakah alat ukur yang dipakai secara tepat mengukur konsep yang ingin diukur. Oleh karena itu, alat ukur yang digunakan dalam sebuah penelitian harus mempunyai vailiditas yang tinggi.47Validitas internal instrumen yang berupa test harus memenuhi validitas konstruk dan validitas isi. Sedangkan untuk instrumen yang non-test yang digunakan untuk mengukur sikap cukup memenuhi validitas konstruk.48 Oleh karena itu, uji validitas instrumen dalam penelitian ini akan dilakukan menggunakan uji validitas konstruk.
Uji validitas konstruk dilakukan dengan menggunakan pendapat para ahli, dalam hal ini setelah instrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu maka selanjutnya dikonsultasikan dengan para ahli.Setelah pengujian konstruk dari ahli dilanjutkan dengan uji coba dilapangan dan analisis item.49 Untuk mengetahui validitas butir instrumen digunakan rumus korelasi pearson product moment.Dengan kriteria pengujian, jika rhitung ≥ rtabel, maka instrumen dikatakan valid pada tingkat signifikansi α= 5%. Pengujian validitas akan dilakukan dengan SPSS Versi 21.
46Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi) (Cet; V, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2005), h.67.
47Eriyanto, Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-ilmu Sosial Lainnya, Edisi I (Cet I; Jakarta: Kencana, 2011), h. 259.
48Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, h. 176
49S. Eko Putro Widoyoko, Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian, h. 146.
3.4.2.1.2 Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini adalah reliabilitas internal, karena diperoleh dengan cara menganlisis data dari satu kali pengumpulan data.
Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu.Hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas instrumen.Adapun uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini menggunaka teknik Alpha Cronbach. Dengan kriteria pengujian, jika koefisien reliabilitas (ri) > 0,6, maka instrumen dapat dikatakan reliabel.Pengujian reliabilitas akan dilakukan dengan SPSS Versi 21.
3.4.2.3 Instrumen untuk Dokumentasi
Instrumen untuk dokumentasi berupa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan organisasi sekolah, data peserta didik, dan data guru MAN Sidrap serta foto-foto yang diambil selama penelitian ini berlangsung yang berhubungan dengan penelitian ini.
3.5 Teknik Analisi Data
Tahap yang dilakukan setelah mengumpulkan data di lapangan adalah melakukan analisis data dari data yang telah terkumpul.Adapun kegiatan analisis data meliputi mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melalukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diujikan.Analisis data terbagi menjadi yakni analisis deskriptif dan analisis inferensial.
3.5.1 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi.50
50Sugiyono, Statistika untuk Penelitian (Bandung:CV ALFABETA, 2002), h. 21.
Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan statistik deskriptif, dilakukan dengan mendeskripsikan semua data dari semua variabel dalam bentuk presenatase, distributif frekuensi, histogram, grafik, mean, modus, median, dan standar deviasi.
3.5.2 Uji Prasayarat Analisis
Uji prasyarat analisis diperlukan untuk mengetahui apakah analisis data untuk pengujian hipotesis dapat dilanjutkan atau tidak.Dalam penelitian ini, akan dilakukan uji normalitas dan uji linieritas.
3.5.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan sebuah uji prasyarat mengenai kelayakan data untuk kemudian dianalisis dengan menggunakaan statistik parametrik atau statistik non- parametrik.51Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah data hasil penelitian tersebut berdistribusi normal atau tidak normal.Uji normalitas dilakukan dengan teknik One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test pada SPSS versi 21.Dengan kaidah pengujian sebagai berikut.
3.5.2.1.1 Kriteria pengujian yang diambil berdasarkan perbandingan antara Dhitung dan Dtabel:
Jika Dhitung ≤ Dtabel, maka data berdistribusi normal.
Jika Dhitung > Dtabel, maka data tidak berdistribusi normal.
3.5.2.1.2 Kriteria pengujian yang diambil berdasarkan nilai probabilitas.
Jika probabilitas (sig) > 0,05, maka data berdistribusi normal.
Jika probabilitas (sig) <0,05, maka data tidak berdistribusi normal.
51Misbahuddin dan Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, Edisi I(Cet. II;
Jakarta: Bumi Aksara, 2013), h. 278.
3.5.2.2 Uji Linieritas
Uji liniearitas merupakan uji prasyarat analisis yang digunakan untuk mengetahui pola data, apakah data penelitian berpola liniear atau tidak liniear.Uji liniearitas berkaitan dengan penggunaan regresi liniear.52Sehingga, sebelum melakukan uji regresi maka terlebih dahulu dilakukan uji liniearitas.Uji linieritas dilakukan dengan menggunakan Tabel Anova pada SPSS Versi 21. Dengan kaidah pengujian sebagai berikut,
3.5.2.2.1 Kriteria pengujian yang diambil berdasarkan perbandingan antara Fhitung dan Ftabel:
Jika Fhitung ≤ Ftabel, maka data berpola liniear Jika Fhitung >Ftabel, maka data tidak berpola liniear.
3.5.2.2.2 Kriteria pengujian yang diambil berdasarkan nilai probabilitas.
Jika probabilitas deviasi liniear (sig deviation from liniearity) > 0,05, maka data berpola liniear.
Jika probabilitas deviasi liniear (sig deviation from liniearity) < 0,05, maka data tidak berpola liniear.
3.5.2 Statistik Inferensial
Analisis inferensial merupakan teknik analisis data yang digunakan untuk mendapatkan sebuah kesimpulan atas data yang telah diperoleh sehingga perlu dilakukan uji hipotesis.Pada penelitian ini, terdapat tiga hipotesis yang diajukan dan masing-masing hipotesis akan diuji kebenarannya.
Pengujian hipotesis pertama dan kedua digunakant-test satu sampel dengan uji pihak kiri (one tail) pada SPSS Versi 21 dengan program One Sample T-test.Dengan
52Misbahuddin dan Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, h. 292.
kriteria pengujian, jika -ttabel ≤ thitung, maka H0 diterima dan Haditolak.Adapun rumus t- test satu sampel sebagai berikut.
̅ √ Dimana:
= nilai t yang dihitung.
̅ = nilai rata-rata.
= nilai yang dihipotesiskan.
= simpangan baku sampel.
= jumlah anggota sampel.53
Sedangkan pengujian hipotesis ketiga digunakan regresi liniear sederhana.Berikut merupakan tahap-tahap yang dilakukan dalam analisis inferensial pada regresi liniear sederhana.
3.5.3.1 Mencari koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y dengan menggunakan rumus pearson product moment.
∑ (∑ )(∑ )
√[ ∑ (∑ ) ][ ∑ (∑ ) ]
3.5.3.2Membuat persamaan regresi liniear sederhana
Dimana:
variabel terikat X = variabel bebas
53Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), h.
250.
adan b = konstanta.54
Untuk mencari nilai konstanta b:
∑ ∑ ∑ ∑ (∑ )
Sedangkan untuk mencari nilai konstanta a:
∑ ∑
3.5.3.3 Melakukan uji signifikansi dengan mencari thitung = √ ( ) √
3.5.3.4 Menarik kesimpulan dengan kaidah pengujian.
3.5.3.4.1 Kriteria pengujian yang diambil berdasarkan perbandingan antara thitung dan ttabel:
Jika –ttabel ≤ thitung ≤ +ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Jika thitung > ttabel, maka Ha diterima dan H0 ditolak.
3.5.3.4.2 Kriteria pengujian yang diambil berdasarkan nilai probabilitas.
Jika probabilitas (sig) ≤ 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika probabilitas (sig) > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
3.5.3.4 Mencari Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui seberapa besar kontibusi dari penggunaan LCD berbasis aplikasi power point sebagai variabel independen terhadap minat belajar peserta didik sebagai variabel dependen, dengan menggunakan rumus koefisien determinasi (Kd), rumusnya adalah sebagai berikut:
54Syofian Siregar, Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif di Lengkapi dengan Perhitungan Manual &Aplikasi SPSS Versi 17, h. 379
Kd = r² x 100%
Keterangan:
Kd = nilai koefisien determinasi r = nilai koefisien korelasi.
50
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sebelum penulis memaparkan deskripsi hasil penelitian dari setiap item variabel pada penelitian ini, terlebih dahulu penulis memaparkan hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen untuk mengetahui item instrumen mana yang valid dan tidak valid, serta untuk mengetahui sejauh mana instrumen dapat dipercaya dalam mengukur variabel dalam penelitian ini. Hasil uji validitas dan uji reliabilitas instrumen secara rinci dipaparkan sebagai berikut.
4.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 4.1.1 Hasil Uji Validitas Instrumen
Pengujian validitas setiap butir pernyataan digunakan dengan menganalisis setiap item. Mengkorelasikan skor setiap butir pernyataan dengan skor total yang merupakan jumlah skor butir pernyataan. Uji validitas instrumen data Penggunaan LCD berbasis power point presentation dan minat belajar dalam penelitian ini menggunakan program IBM SPSS 21 For Windows dari hasil uji validitas diperoleh data lihat pada (lampiran 3 dan 4). Dari hasil uji validitas tersebut nilai koefisien korelasi (rhitung) yang diperoleh dari analisis uji validitas instrument uji vaiditas dari hasil uji selanjutnya dibandingkan dengan nilai (rtabel) untuk mengetahui item mana yang valid dan yang tidak valid. Jika nilai rhitung > rtabel maka item dikatakan valid. Diketahui jumlah sampel (n) = 73, dan kebebasan (df) = n-2 = 71, maka diperoleh rtabel pada taraf signifikansi 0,05 sebesar 0,230 (lihat tabel r pada lampiran). Nilai rtabeltersebut selanjutnya dibandingkan
dengan nilai rhitung yang diperoleh melalui uji validitas instrumen. Hasil uji validitas instrumen dirangkum sebagai berikut:
Tabel 4.1Rangkuman hasil uji validitas
Variabel Jumlah Item Semula
Jumlah Item tidak Valid
No. Item Tidak Valid
Jumlah Item Valid Penggunaan LCD
Berbasis Apliakasi Power Point presentation
25 1 12 24
Minat Belajar 25 1 4 24
Item yang tidak valid pada variabel Penggunaan LCD Berbasis Aplikasi Power Point presentation diperoleh 1 item, yaitu nomor 12. Pada varibel Y tjuga terdapat item yang tidak valid yaitu no 4 . Item tersebut dinyatakan tidak valid karena nilai koefisien korelasi (rhitung) < rtabel.
4.1.2 Hasil Uji Realibilitas Instrumen
Setelah mengetahui hasil uji validitas instrumen dari kedua variabel, maka dilanjutkan dengan uji realibilitas instrumen, yang dilakukan dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics Versi 21. Hasil uji reliabilitas sebagai berikut.
Tabel 4.2 Realibilitas Variabel X
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.752 24
Sumber Data: IBM SPSS Statistics Versi 21
Berdasarkan uji realibilitas instrumen variabel X (Penggunaan LCD berbasis aplikasi power point presentation) diperoleh nilai Alpha Cronbach’s sebesar 0.752 ≥ 0.6, maka instrumen reliabel. Sehingga instrumen data pada variabel X termasuk valid dan reliabel untuk seluruh butir instrumennya, maka dapat digunakan untuk pengukuran data dalam rangka pengumpulan data.
Tabel 4.3Realibilitas Variabel Y
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.830 24
Sumber Data: IBM SPSS Statistics Versi 21
Berdasarkan uji reliabilitas instrumen variabel Y (minat belajar) diperoleh nilai Alpha Cronbach’s sebesar 0.830 ≥ 0.6, maka instrumen reliabel. Sehingga instrumen data pada variabel Y termasuk valid dan reliabel untuk seluruh butir instrumennya, maka dapat digunakan untuk pengukuran data dalam rangka pengumpulan data yang sama dengan apa yang terdapat pada nilai reliabilitas variabel X.
4.2 Deskripsi Hasil Penelitian
Deskripsi data yang disajikan dalam bagian ini meliputi data variabelpenggunaan LCD berbasis aplikasi power point (X) dan minat belajar (Y).Data yang diperoleh dari masing-masing variabel disajikan dalam bentuk deskripsi data, baik variabel bebas maupun variabel terikat. Analisis deskripsi data yang dimaksud meliputi
penyajian mean, median, modus, standar deviasi, dan tabel serta diagram kategori kecenderungan masing-masing variabel.
Data tersebut kemudian dianalisis dengan analisis statistik deskriptif menggunakan bantuan IBM SPSS 21 for Windows. Hasil perhitungan statistik deskriptif masing-masing variabel disajikan sebagai berikut.
4.2.1 Penggunaan LCD Berbasis Aplikasi Power Point Presentation
Hasil penelitian menunjukkan bahwaskor variabel Penggunaan LCD Berbasis Aplikasi Power Point presentation dalam penelitian ini diukur menggunakan angket yang terdiri dari 25 butir pernyataan. Setelah dilakukan uji validitas diperoleh 2 butir pernyataan yang tidak valid dan 48 butir pernyataan yang valid. Angket memiliki 5 alternatif jawaban dimana skor tertinggi adalah 5, dan skor terendah adalah 1.
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif variabel Penggunaan LCD Berbasis Aplikasi Power Point telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata (Mean) sebesar 42,31, modus (Mo) 40, median (Me) 42, standar deviasi (SD) sebesar 3,52 dengan nilai maksimum 50 dan nilai minimum 34 .
Data yang diperoleh kemudian disusun ke dalam tabel distribusi frekuensi, yang dapat dilihat sebagai berikut.
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Penggunaan LCD berbasis aplikasi power point presentation
No. Kelas Interval Frekuensi Absolut
Frekuensi Kumulatif
Frekuensi Relatif
1 87-90 1 1 1,37%
2 91-94 3 4 4,11%
3 95-98 8 12 10,96%
4 99-102 14 26 19,18%
5 103-106 17 43 23,3%
6 107-110 20 63 27,4%
7 111-114 6 69 8,2%
8 115-119 4 73 5,48%
Jumlah 73 291 100%
Diketahui tabel distribusi frekuensi data variabel Penggunaan LCD berbasis aplikasi power point presentation pada tabel 4.6 dapat dibuat histogramnya sebagai berikut:
Gambar 4.1 Grafik Histogram Data Variabel Penggunaan LCD berbasis aplikasi power point
4.2.2Variabel Minat Belajar
Variabel minat belajar peserta didik pada penelitian ini diukur menggunakan angket yang terdiri dari 25 butir pernyataan. Seteleh dilakukan uji validitas instrumen diperoleh 1 butir pernyataan yang tidak valid, dan 24 butir pernyataan yang valid.
Angket memiliki 5 alternatif jawaban dimana skor tertinggi adalah 5, dan skor terendah
0 5 10 15 20
87-90 91-94 95-98 99-102 103-106 107-110 111-114 115-119
Frekuensi Absolut
adalah 1. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif variabel minat belajar peserta didik yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata (Mean) sebesar107,68 modus (Mo)110, median (Me) 108,00, standar deviasi (SD) sebesar 6,060 dengan nilai maksimum 120 dan nilai minimum 91.
Apabila data yang diperoleh disusun ke dalam tabel distribusi frekuensi, dapat dilihat sebagai berikut.
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Variabel Minat Belajar No. Nilai Frekuensi
Absolut
Frekuensi Kumulatif
Frekuensi Relatif
1 91-94 2 2 2,73%
2 95-98 3 5 4,11%
3 99-102 10 15 13,70%
4 103-106 15 20 20,54%
5 107-110 19 39 26,02%
6 111-114 13 52 17,80%
7 115-118 10 62 13,70%
8 119-122 1 63 1,40%
Jumlah 73 258 100%