• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prasyarat analisis statistik untuk uji PPM 1 Uji Normalitas Distribusi Data

Bagan 2.1 Hubungan antar Komponen dalam Pembelajaran Penjelasan mengenai komponen pembelajaran di atas adalah sebagi

B. Pengujian Hipotesis

1. Prasyarat analisis statistik untuk uji PPM 1 Uji Normalitas Distribusi Data

Xid : ½ x 100 = 50 Sdid : ⅓ Xid x 50 = 16,66

Dari perhitungan di atas selanjutnya dilakukan perhitungan kategori-kategori untuk variabel Y sebagai berikut:

1) Kategori dirasakan tinggi : X ≥ 50 + 0,61 (16,66) = X ≥ 60,16

2) Kategori dirasakan cukup : 50-0,61(16,66)<X<50+0,6(16,66)=39,83–60,16 3) Kategori dirasakan kurang: X ≤ 50 – 0,61 (16,66) = X ≤ 39,83

Berdasarkan kategori di atas, maka gambaran variabel Y dapat dipaparkan dalam bentuk tabel skor ideal sebagai berikut, yaitu:

Tabel 4.20

Kategorisasi kriteria skor ideal

Kategori Rentang Skor F %

Baik X ≥ 60,16 36 100

Sedang 39,83 – 60,16 - -

Kurang X ≤ 39,83 - -

Jumlah 36 100

Berdasarkan tabel di atas dapatlah disimpulkan bahwasanya 100%

responden merasakan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas III SDN 1 Tukmudal kecamatan Sumber Kabupaten Cirebonadalah baik. Apabila dilihat dari Mean (rata-rata) data variabel Y yang mencapai angka 86,11, maka berdasarkan hasil kategori analisis skor ideal di atas adalah baik.

Langkah-langkah untuk uji normalitas distribusi data adalah sebagai berikut:

a. Membuat tabel distribusi frekuensi

1) Mengurutkan data dari data terendah sampai tertinggi.

41, 43, 46, 47, 47, 48, 49, 50, 50, 50, 50, 51, 51, 51, 52, 52, 52, 52, 52, 52, 52, 52, 53, 53, 53, 53, 53, 54, 54, 54, 55, 56, 56, 56, 56, 58.

Data terendah = 41 Data tertinggi = 58

2) Menghitung jarak atau range (R) R = nilai tertinggi = nilai terendah R = 58 – 41 = 17

3) Mencari jumlah kelas (K) K = 1 + 3,3 log n

K = 1 + 3,3 log 36 K = 1 + 33 (1,5563)

K = 1 + 5,1357 = 6,1357 ≈ 6 4) Membentuk panjang kelas interval

P = R / K = 17/6 = 2,83 ≈ 3

5) Menentukan Batas-batas kelas interval 41 + 3 – 1 = 43 ... (41 – 43)

44 + 3 – 1 = 46 ... (44 – 46) 47 + 3 – 1 = 49 ... (47 – 49) 50 + 3 – 1 = 52 ... (50 – 52) 53 + 3 – 1 = 55 ... (53 – 55) 56 + 3 – 1 = 58 ... (56 – 58)

Tabel 4.21 Distribusi Frekuensi Kelas

Interval

f Xi Xi2 fXi fXi2

41 – 43 2 42 1.764 84 3.528

44 – 46 1 45 2.205 45 2.205

47 – 49 4 48 2.304 192 9.216

50 – 52 15 51 2.601 765 39.015

53 – 55 9 54 2.916 513 27.702

56-58 5 57 3.249 285 16.245

Jumlah 36 1884 97.731

b. Menenukan rata-rata 𝑋̅ =∑ 𝑓𝑋𝑖

𝑛 = (1884

36 ) = 52,33 c. Menentukan standar deviasi

s = 𝑛.∑ 𝑓𝑋𝑖2−(∑ 𝑓𝑋𝑖)2

𝑛.(𝑛−1) = √36.97731− 18842 36 (36−1)

= 31140

1260 = √24,71 = 4,97

d. Membuat daftar frekuensi yang diharapkan

1) Menentukan batas kelas yaitu skor kiri kelas interval pertama dikurangi 0,5 dan angka-angka skor kanan kelas interval ditambah 0,5 yaitu 40,5 ; 43,5 ; 46,5 ; 49,5; 52,5; 55,5 dan 58,5.

2) Mencari nilai Z-Score Z1 = 40,5−52,33

4,97 = - 2,38 Z2 = 43,5−52,33

4,97 = - 1,77

4,97

Z4 = 49,5−52,33

4,97 = - 0,56 Z5 = 52,5−52,33

4,97 = 0,03 Z6 = 55,5−52,33

4,97 = 0,63 Z7 = 58,5−52,33

4,97 = 1,24

3) Mencari luas 0-Z dari tabel kurve normal Tabel 4.22

Luas 0 – Z dari tabel kurve normal

Z Luas O – Z

- 2,38 0,4913

- 1,77 0,4616

- 0,17 0,3790

- 0,56 0,2123

0,03 0,0120

0,63 0,2357

1,24 0,3925

4) Mencari luas tiap kelas interval

 0,4913 – 0,4616 = 0,0297

 0,4616 – 0,3790 = 0,0826

 0,3790 – 0,2123 = 0,1667

 0,2123 + 0,0120 = 0,2243

 0,0120 – 0,2357 = 0,2237

 0,2357 – 0,3925 = 0,1564 5) Mencari frekuensi yang diharapkan (fe)

 36 X 0,0297 = 1,0692

 36 X 0,0826 = 2,9736

 36 X 0,1667 = 6,0012

 36 X 0,2243 = 8,0748

 36 X 0,2237 = 8,0532

 36 X 0,1564 = 5,6304

penolong

Tabel 4.23

Tabel Penolong Mencari Chi Kuadrat Hitung

No fo BK Z Luas

O – Z

Luas tiap kelas interval

Fe (fo-fe) (fo-fe)2 (fo-fe)2 : fe 1 2 40,5 -2,38 0,4913 0,0297 1,0692 0,9308 0,8663 0,8102 2 1 43,5 -1,77 0,4616 0,0826 2,9736 1,9736 3,8950 1,3098 3 4 46,5 -1,17 0,3790 0,1667 6,0012 2,0012 4,0048 0,6673 4 15 49,5 -0,56 0,2123 0,2243 8,0748 6,9252 47,9583 5,9392 5 9 52,5 0,03 0,0120 0,2237 8,0532 0,9464 0,8956 0,1112 6 5 55,5 0,63 0,2357 0,1564 5,6304 0,6304 0,3974 0,0705

58,5 1,24 0,3925

36 8,9082

𝜒2 = ∑ (𝑓𝑜 − 𝑓𝑒)2 𝑓𝑒

𝑘 𝑖=1

8,908 f. Membandingkan Chi Kuadrat hitung dengan Chi

Kuadrat Tabel

Dengan membandingkan χ2hitung dengan χ2tabel untuk ά = 0,05 atau 5% dan derajat kebebasan (dk) = k-1 = 6 – 1 = 5, maka dicari pada table Chi-Kuadrat didapat χ2tabel

= 11,070 dengan kriteria pengujian sebagai berikut:

 Jika χ2hitung≥χ2tabel, artinya distribusi data tidak normal

 Jika χ2hitung≤χ2tabel, artinya distribusi data normal Dengan demikian χ2hitung2tabel atau 8,908 < 11,70.

Kesimpulannya adalah berdistribusi normal.

Langkah-langkah untuk uji normalitas distribusi data adalah sebagai berikut:

a. Membuat tabel distribusi frekuensi.

1) Mengurutkan data dari data terendah sampai tertinggi.

75, 75, 80, 80, 80, 80, 80, 80, 80, 80, 85, 85, 85, 85, 85, 85, 85, 85, 85, 85, 85, 90, 90, 90, 90, 90, 90, 90, 90, 95, 95, 95, 95, 95, 95, 100

Data terendah : 75 Data tertinggi : 100

2) Menghitung jarak atau range (R) R = Nilai tertinggi – nilai terendah R = 100 – 75 = 25

3) Mencari jumlah kelas (K) K = 1 + 3,3 log n

K = 1 + 3,3 log 36 K = 1 + 33 (1,5563)

K = 1 + 5,1357 = 6,1357 ≈ 6 4) Membentuk panjang kelas interval

P = R / K = 25/6 = 4,15≈5

5) Menentukan batas-batas kelas interval 75 + 5 – 1 = 79 ... (75 – 79) 80 + 5 – 1 = 84 ... (80-84) 85 + 5 – 1 = 89 ... (85 – 89) 90 + 5 – 1 = 94 ... (90 – 94) 95 + 5 – 1 = 99 ... (955 – 99) 100+ 5 – 1 = 104 ... (100 – 104) 6) Membuat tabel distribusi frekuensi

Distribusi Frekuensi Kelas

Interval

f Xi Xi2 fXi fXi2

75 – 79 2 77 5.929 154 11.858

80 – 84 8 82 6.724 656 53.792

85 – 89 11 87 7.569 957 83.259

90 – 94 8 93 8.464 736 67.712

95 – 99 6 97 9.409 582 56.454

100 – 104 1 102 10.404 102 10.404

Jumlah 36 3.187 283.479

b. Menentukan rata-rata (Mean) 𝑋̅ = ∑ 𝑓𝑋𝑖

𝑛 = (3187

36 ) = 88,52 c. Menentukan Standar Deviasi

s = 𝑛.∑ 𝑓𝑋𝑖2−(∑ 𝑓𝑋𝑖)2

𝑛.(𝑛−1) = √36.28347− 31872 36 (36−1)

= 48275

1260 = √38,31 = 6,18

d. Membuat daftar frekuensi yang diharapkan

1) Menentukan batas kelas yaitu skor kiri kelas interval pertama dikurangi 0,5 dan angka-angka skor kanan kelas interval ditambah 0,5 yaitu 74,5; 79,5; 84,5;

89,5; 94,5; 99,5; 104;5.

2) Mencari nilai Z – Score

Z1 = 74,5−88,52

6,18 = - 2,26 Z2 = 79,5−88,52

6,18 = - 1,45 Z3 = 84,5−88,52

6,18 = - 0,65

6,18

Z5 = 94,5−88,52

6,18 = 0,96 Z6 = 99,5−88,52

6,18 = 1,77 Z7 = 104,5−88,52

6,18 = 2,50

3) Mencari luas 0 – z dari tabel kurve normal Tabel 4.25

Luas 0 – Z dari tabel kurve normal

Z Luas O – Z

-2,26 0,4881

-1,45 0,4265

-0,65 0,2422

0,15 0,0596

0,96 0,3315

1,77 0,4616

2,50 0,4938

4) Mencari luas tiap kelas interval

 0,4881 – 0,4265 = 0,0616

 0,4265 – 0,2422 = 0,1843

 0,2422 – 0,0596 = 0,1826

 0,0596 + 0,3315 = 0,3911

 0,3315 – 0,4616 = 0,1301

 0,4616 – 0,4938 = 0,0322

5) Mencari frekuensi yang diharapkan (fe)

 36 x 0,0616 = 2,21

 36 x 0,1843 = 6,63

 36 x 0,1826 = 6,57

 36 x 0,3911 = 14,07

 36 x 0,1301 = 4,68

 36 x 0,0322 = 1,15

penolong

Tabel 4.2

Tabel Penolong Mencari Chi Kuadrat Hitung

No fo BK Z Luas

O – Z

Luas tiap kelas interval

Fe (fo-fe) (fo-fe)2 (fo-fe)2 : fe 1 2 74,5 -2,26 0,4881 0,0616 2,21 -0,21 0,0411 0,0199 2 8 79,5 -1,45 0,4265 0,1843 6,63 1,37 1,8769 0,2830 3 11 84,5 -0,65 0,2422 0,1826 6,57 4,43 19,6249 2,9870 4 8 89,5 0,15 0,0596 0,3911 14,07 -6,07 36,8449 2,6186 5 6 94,5 0,96 0,3315 0,1301 4,68 1,32 1,7424 0,3723 6 1 99,5 1,77 0,4616 0,0322 1,15 -015 0,0225 0,0195

104,5 2,50 0,4938

36 6,3003

𝜒2 = ∑ (𝑓𝑜 − 𝑓𝑒)2 𝑓𝑒

𝑘 𝑖=1

6,300

f. Membandingkan Chi Kuadrat hitung dengan Chi Kuadrat tabel.

Dengan membandingkan χ2hitung dengan χ2tabel untuk ά = 0,05 atau 5% dan derajat kebebasan (dk) = k-3 = 6 – 3 = 3, maka dicari pada table Chi-Kuadrat didapat χ2tabel

= 7,815 dengan kriteria pengujian sebagai berikut:

 Jika χ2hitung≥χ2tabel, artinya distribusi data tidak normal

 Jika χ2hitung≤χ2tabel, artinya distribusi data normal Dengan demikian χ2hitung2tabel atau 6,300 <7,815.

Kesimpulannya adalah berdistribusi normal.

Uji linearitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data tersebut linear atau tidak. Uji linearitas data ini dilakukan sebagai prasyarat dari analisis korelasi PPM. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut

a. Membuat tabel kelompok variabel X dan variabel Y Tabel 4.27

Data variabel X dan variabel Y

X Y X2 Y2 X.Y

54 85 2916 7225 4590

47 85 2209 7225 3995

52 95 2704 9025 4940

52 80 2704 6400 4160

50 90 2500 8100 4500

53 90 2809 8100 4770

49 85 2401 7225 4165

58 100 3364 10000 5800

51 80 2601 6400 4080

53 80 2809 6400 4240

50 95 2500 9025 4750

52 90 2704 8100 4680

51 85 2601 7225 4335

48 80 2304 6400 3840

54 85 2916 7225 4590

54 85 2916 7225 4590

52 75 2704 5625 3900

52 80 2704 6400 4160

56 80 3136 6400 4480

43 90 1849 8100 3870

56 90 3136 8100 5040

53 80 2809 6400 4240

53 75 2809 5625 3975

56 85 3136 7225 4760

52 85 2704 7225 4420

46 90 2116 8100 4140

53 95 2809 9025 5035

52 80 2704 6400 4160

56 95 3136 9025 5320

41 85 1681 7225 3485

52 85 2704 7225 4420

55 90 3025 8100 4950

47 90 2209 8100 4230

51 80 2601 6400 4080

50 85 3025 7225 4250

1854 3100 96455 268250 159690 b. Menghitung jumlah kuadrat regresi (JKreg(a))

JKreg(a)= (𝛴𝑌

2)

𝑛 = 9610000

36 = 266944,44

c. Menghitung jumlah kuadrat regresi b ǀ a (JKreg b ǀ a

𝑏 =𝑛. (𝛴𝑋. 𝑌) − 𝛴𝑋. 𝑌

𝑛. 𝛴𝑋2− (𝛴𝑋)2 = 36. (159690 − (1854). (3100) 36.96455 − (1854)2

𝑏 = 1440

35064= 0,041

JKreg b ǀ a = 𝑏. (𝛴𝑋𝑌 − 𝛴𝑋.𝛴𝑌

𝑛 ) = 0,041 (159690 − 5747400

36 ) JKreg b ǀ a = 0,041 (40) = 1,64

d. Menghitung jumlah kuadrat residu (JKres) JKres= ΣY2 - JKreg(a) - JKreg (b ǀ a)

JKres= 268250 – 266944,44 – 164 = 1303,92

e. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b ǀ a (RJKreg(a)) RJKreg(a) = JKreg(a)

f. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b ǀ a (RJKreg b ǀ a) RJKreg (b ǀ a) = JKreg (b ǀ a) = 266944,44

RJKres = 𝐽𝐾𝑟𝑒𝑠

𝑛−2 = 1303,92

36 = 36,22

h. Mencari Jumlah Kuadrat Eror (JKE) dengan rumus:

JKE = ∑ =𝑘 {𝛴𝑌2𝛴𝑌2

𝑛 }

Untuk menghitung JKE harus mengurutkan data X mulai dari data yang paling kecil sampai data yang paling besar berikut disertai pasangannya.

Tabel 4.28

Kelompok data variabel X dan variabel Y

X Kelompok N Y

41 1 1 85

43 2 1 90

46 3 1 90

47 4 2 85

47 90

48 5 1 80

49 6 1 85

50

7 4

80

50 95

50 95

50 85

51

8 3

80

51 85

51 80

52

9 8

95

52 80

52 90

52 75

52 80

52 85

52 80

52 85

53

10 5

90

53 80

53 80

53 75

54

11 3

85

54 85

54 85

55 12 1 90

56

13 4

80

56 95

56 85

56 90

58 14 1 100

JKE = ∑ =𝑘 {𝛴𝑌2𝛴𝑌2

𝑛 } = [(85)2(85)2

1 ]+[(90)2(90)2

1 ] + [(90)2(90)2

1 ]+[(852+ 902) −(85+90)2

2 ]+[(80)2(80)2

1 ]+[(85)2(85)2

1 ]+[2(95)2+ (90)2+ (85)2

2(95+90+85)2

4 ]+[2(802) + (852) −2(80+85)2

3 ]+[(952) + 3(802) + (902) + (752) + 2(802) −(95+3(80)+90+75+2∗(85))2

8 ]+[2(902) + 2(802) + (752) −

(2(90+2(80)+75))2

4 ]+[2(802) + (852) −(2(80+85))2

3 ]+[(90)2(90)2

1 ]+[(802) + (952) + (852) + (902) −(80+95+85+90)2

4 ]+[(100)2(100)2

1 ] =

0+0+12,5+0+0+68,75+16,67+287,5+180+16,67+0+125+0 = 707,09

i. Mencari jumlah Kuadrat Tuna Cocok (JKTC) dengan rumus:

JKTC = JKres – JKE = 1303,92 – 707,09 = 596,83

j. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Tuna Cocok (RJKTC) dengan rumus: RJKTC=𝐽𝐾𝑇𝐶

𝑘−2=596,83

14−2 =49,74

k. Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Error (RJKE) dengan rumus:

RJKE=𝐽𝐾𝐸

𝑛−𝑘=596,83

36−14 =27,12

l. Menghitung F Hitung dengan rumus:

Fhitung = 𝑅𝐽𝐾𝑇𝐶 𝑅𝐽𝐾𝐸=49,74

27,12 =1,83

m. Menentukan keputusan pengujian:

Kaidah pengujian

Jika F hitung ≥ F tabel, artinya data berpola tidak linier F tabel = F (1-ά) (dk Tc, dk E)

= F (1-0,05) (dk=k-2, dk=n-k)

= F (1-0,05) (dk=14-2, dk=36-14)

= F (95%) (12,22) = 2,23

Dengan demikian nilai F < nilai tabel F, artinya data tersebut di atas adalah berpola linear.

1.3 Mengubah skor mentah menjadi skor baku variabel X

Analisis korelasi PPM menghendaki data yang bersifat interval atau ratio. Jika data X adalah data ordinal, maka harus dirubah menjadi skor baku terlebih dahulu agar menjadi data interval dengan rumus sebagai berikut:

Ti = 50+10.(𝑋𝑖−𝑥̅)

𝑠

1. Data ordinal 41 Ti = 50+10.(41−52,33)

4,97 = 50 +10.(-2,27) = 50-22,7 = 27,3 ≈ 28 2. Data ordinal 43

Ti = 50+10.(43−52,33)

4,97 = 50 +10.(-1,87) = 50-18,7 = 3323 ≈ 28 3. Data ordinal 46

Ti = 50+10.(46−52,33)

4,97 = 50 +10.(-1,27) = 50-12,7 = 37,3 ≈ 38 4. Data ordinal 47

Ti = 50+10.(47−52,33)

4,97 = 50 +10.(-1,07) = 50-10,7 = 39,3 ≈ 40

Ti = 50+10.(48−52,33)

4,97 = 50 +10.(-0,87) = 50-8,7 = 41,3 ≈ 42 6. Data ordinal 49

Ti = 50+10.(49−52,33)

4,97 = 50 +10.(-0,67) = 50-6,7 = 43,3 ≈ 44 7. Data ordinal 50

Ti = 50+10.(50−52,33)

4,97 = 50 +10.(-0,46) = 50-4,6 = 45,4 ≈ 46 8. Data ordinal 51

Ti = 50+10.(51−52,33)

4,97 = 50 +10.(-0,26) = 50-2,6 = 47,4 ≈ 48 9. Data ordinal 52

Ti = 50+10.(52−52,33)

4,97 = 50 +10.(-0,33) = 50-3,3 = 46,7 ≈ 47 10. Data ordinal 53

Ti = 50+10.(53−52,33)

4,97 = 50 +10.(0,130) = 50+1,3 = 51,3 ≈ 52 11. Data ordinal 54

Ti = 50+10.(54−52,33)

4,97 = 50 +10.(0,33) = 50+3,3 = 53,3 ≈ 53 12. Data ordinal 55

Ti = 50+10.(55−52,33)

4,97 = 50 +10.(0,53) = 50+5,3 = 54,3 ≈ 54 13. Data ordinal 56

Ti = 50+10.(56−52,33)

4,97 = 50 +10.(0,73) = 50+7,3 = 57,3 ≈ 58 14. Data ordinal 58

Ti = 50+10.(58−52,33)

4,97 = 50 +10.(1,14) = 50+11,4 = 61,4 ≈ 62

baku untuk data variabel X, maka diperoleh hasil skor baku untuk data variabel X yang disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel 4.29 Skor baku variabel X Skor mentah

Variabel X

Skor baku Variabel X

41 28

43 32

46 38

47 40

48 42

49 44

50 46

51 48

52 47

53 52

54 54

55 56

56 58

58 62

Dokumen terkait