• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

BAB II LANDASAN TEORI

C. Ekonomi Islam

2. Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

Sarat suatu hubungan agar berdiri dengan kokoh adalah tiang yang kokoh. Jika bangunan yang kokoh tersebut adalah ekonomi syariah maka tiang penyanggahnya adalah sebagai berikut:

a. Siap Menerima Resiko

Prinsip-prinsip ekonomi syariah yang dapat dijadikan pedoman oleh setiap muslim dalam bekerja untuk menghidupi dirinya dan keluarganya, yaitu menerima resiko yang terkait dengan pekerjaanya itu.50

b. Sidiq (benar, jujur)

Sifat sidiq harus menjadi visi hidup setiap muslim, karena hidup manusia berasal dari Yang Maha Benar, maka kehidupan didunia pun harus dijalani dengan benar, supaya kita dapat kembali pada pencipta

48 M.A.Manan, Ekonomi Islam : Teori dan Praktek, (Jakarta: PT Intermasa, 1992), h. 19.

49Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam, Ekonomi Islam.(Jakarta: Rajawali Pers, 2009) h. 19.

50 Zainuddin Ali, Hukum Ekonomi Syari‟ah, (Jakarta: Sinar Grafika, 2009), h. 7.

Yang Maha Benar. Dari konsep sidiq ini, muncullah konsep turunan khas ekonomi dan bisnis, yakni efektivitas (mencapai tujuan yang tepat, benar) dan efisiensi (melakukan kegiatan dengan benar, yakni menggunakan teknik dan metode yang tidak menyebabkan kemubaziran)

c. Amanah (tanggunng jawab, kepercayaan, kredibilitas)

Amanah menjadi misi hidup setiap muslim. Sifat ini akan membentuk kredibilitas yang tinggi dan penuh tanggung jawab pada setiap individu muslim. Sifat amanah memainkan peranan yang fundamental dalam ekonomi dan bisnis, karena tanpa kredibilitas dan tanggung jawab, kehidupan ekonomi dan bisnis akan hancur.

d. Fathanah (kecerdikan, kebijaksanaan, intelektualitas)

Implikasi ekonomi dan bisnis dari sifat ini adalah bahwa segala aktivitas harus dilakukan dengan ilmu, kecerdikan dan pengoptimalam semua potensi akal yang ada untuk mencapai tujuan.Jujur, benar, kredibel dan bertanggung jawab saja tidak cukup dalam berekonomi dan berbisnis.Para pelaku harus pintar dan cerdik supaya usahanya efektif dan efisien, agar tidak menjadi korban penipuan.

e. Tabligh (komunikasi, keterbukaan, pemasaran)

Sifat ini merupakan taktik hidup muslim. Karena sejak, memberitahu.

Sifat ini bila sudah mendarah daging pada setiap Muslim, apalagi yang bergerak dalam bidang ekonomi dan bisnis, akan menjadikan setiap pelaku ekonomi dan bisnis sebagai pemasar-pemasar yang tangguh dan

lihai. Karena sifat tabligh menurunkan prinsip-prinsip komunikasi (personal maupun masal), pemasaran, penjualan, periklanan, keterbukaan dan lain-lain.

“Nabi Muhammad mengajarkan untuk bertindak jujur dan adil serta bersikap baik dalam setiap transaksi perdagangan.Dalam hal ini kunci keberhasialan dan kesuksesan Nabi dalam perdagangan diantaranya adalah dimilikinya sifat-sifat terpuji beliau yang sangat dikenal penduduk mekah saat itu.Bersikap adil dan jujur merupakan persyaratan penting seseorang dalam melakukan perdagangan, disamping menjaga hubungan baik dan berlaku ramah tamah kepada mitra dagang serta para pedagang. Pedagang yang tidak jujur, meskipun mendapat keuntungan yang besar, boleh jadi keuntungan yang diperoleh hanya sementara”.51

f. Kebebasan bertidak/berusaha

Pelaku-pelaku ekonomi dan bisnis menjadikan Nabi sebagai teladan dan model melakukan aktivitasnya, sifat-sifat Nabi yang dijadikan model tersebut terangkum kedalam sifat utama, yakni sidiq, amanah, fathanah, dan tabligh.Keempat prinsip tersebut bila digabungkan dengan nilai keadialan dan khalifah akan melahirkan prinsip kebebasan berusaha pada setiap Muslim, khususnya pelaku bisnis dan ekonomi.52

51Jusmaliani dan Masyhuri et al, Bisnis Berbasis Syariah, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008), h.

46 52Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro, Islam, Ed-3, (Jakarta : Rajawali Pers, 2010), h.

38-43

g. Kemaslahatan (akhlak terpuji)53

Kegiatan ekonomi yang berlandaskan „aqidah tauhid menjamin terwujudnya kemaslahatan dan kebaikan perekonomian untuk masyarakat luas dan bukan hanya masyarakat muslim. Hal ini, karena ekonomi dalam pandangan Islam merupakan sarana dan fasilitas yang dapat membantu pelaksanaan ibadah dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ekonomi yang demikian dilaksanakan oleh pelaku-pelaku ekonomi yang selalu merasakan kehadiran dan pengawasan Allah SWT, sehingga selalu berhias dan selalu menjunjung tinggi akhlak yang terpuji, keadilan, kebebasan dan segala tekanan untuk meraih kebaikan hidup yang diridhai Allah SWT didunia dan di akhirat.54

Dalam bisnis ada prinsip kebebasan namun meskipun diberi kebebasan harus tetap dalam koridor Islam yang tidak meninggalkan akhlak yang terpuji agar terwujudnya kemaslahatan dan kebaikan perekonomian untuk masyarakat luas.

53 Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin, Islamic Banking, Sebuah Teori, Konsep dan Aplikasi, (Jakarta : Bumi Aksara, 2010), h. 20

54Ibid., h. 24-25

A. Jenis dan Sifat Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah (field research) yaitu metode untuk menemukan secara spesifik dan realis tentang apa yang sedang terjadi di masyarakat.1 Penelitian ini dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan guna mendapatkan penelitian pada objek yang dikaji. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa penelitian lapangan dilakukan untuk mempelajari secara teratur kajian-kajian atau sebab akibat terjadinya sesuatu yang berkaitan tentang Penyaluran zakat Perhotelan Ditinjau dari Perspektif Islam.

2. Sifat Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Secara harfiah penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud membuat pencandraan (deskriptif) mengenai situasi atau kejadian.2 Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara cepat. Bentuk penelitian ini kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat atau memiliki karakteristik bahwa datanya dinyatakan dalam keadaan kewajaran atau sebagaimana adanya (natural

1Mardalis, Metode Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 1990), h. 20

2 Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian, (Jakarta Timur: Ramayana Press dan STAIN Metro, 2008) h. 17

setting) dengan tidak dirubah dalam bentuk simbol atau bilangan, sedangkan perkataan penelitian pada dasarnya berarti rangkaian kegiatan atau proses pengungkapan rahasia suatu yang belum diketahui dengan mempergunakan cara bekerja atau metode sistematik, terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.3

Uraian diatas dapat diambil pengertian bahwa, penelitian diskriptif kualitatif adalah mendiskripsikan atau mengambarkan secara sistematis penyaluran zakat perhotelan ditinjau dari perspektif Islam.

B. Sumber Data

Data artinya informasi yang didapat melalui pengukuran-pengukuran tertentu, untuk digunakan sebagai landasan dalam menyusun argumentasi logis menjadi fakta.4 Sumber data adalah subjek dimana data dapat diperoleh.

Pengumpulan sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 macam yaitu:

1. Sumber Data Primer

Sumber primer merupakan data dasar yang langsung dikumpulkan dari berbagai sumber yang pertama.5 Sumber primer dalam penelitian ini adalah Manager Hotel Familie dan Manager Hotel Grand Sekuntum.

Data yang diperoleh dari Manager Hotel Familie Metro adalah bagaimana dalam menyalurkan zakat. Data yang diperoleh dari Manager

3 Moh. Kasmir, Metodologi Penelitian Kualitatif-Kuantitatif, (Malang: UIN Maliki Press, 2010), h. 175

4 Abdurrahmat Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2001), h. 104.

5 Sumardi Suryabrata, Metodelogi Penelitian, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2008), h.39

Hotel Grand Sekuntum adalah mengenai berapa banyak mustahik yang mendapatkan zakat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari- hari.

2. Sumber Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang diperoleh dan digali dari sumber kedua atau sekunder.6 Sumber data sekunder yang penulis gunakan berasal dari buku-buku yang membahas tentang zakat seperti Buku Yusuf Qardhawi yang berjudul Fiqhus Zakat, Wahbah Zuhaily berjudul Zakat Kajian Berbagai Madzhab dan lain-lain. Serta beberapa dokumen- dokumen dan sumber lain yang membahas mengenai penyaluran zakat dari perspektif ekonomi Islam.

C. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dapat dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.7

Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu gabungan antara data pustaka dan lapangan.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagi berikut:

1. Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanggung jawab, dengan saling bertatap muka antara pewawancara dengan responden dengan menggunakan alat yang

6 Ibid,.

7 W. Gulo, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Gramedia, 2002), h.110

dinamakan interview guide (panduan wawancara).8 Menurut Husaini Usman dan Purnomo Seriady Akbar wawancara adalah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung, sehingga mendapatkan data yang diperlukan.9 Dalam kegiatan ini wawancara terbagi menjadi tiga macam yaitu:

a. Interview bebas (tanpa pedoman pertanyaan)

b. Interview terpimpin (menggunakan daftar pertanyaan)

c. Interview bebas terpimpin (kombinasi antara Interview bebas dan terpimpin).10

Adapun metode yang peneliti gunakan adalah Interview bebas terpimpin yaitu peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan kerangka pertanyaan yang telah dipersiapkan, sedangkan objek yang diberikan kebebasan dalam memberikan jawaban. Metode Interview ini digunakan untuk mendapatkan informasi tentang penyaluran zakat perhotelan ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Yang akan diwawancarai dalam penelitian ini adalah pihak-pihak Hotel Familie dan Grand Sekuntum Kota Metro yaitu, Manager dan 2 orang karyawan guna untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai penyaluran zakat perhotelan ditinjau dari perspektif ekonomi Islam.

8 Moh Nasir, Metode penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2003), h.174

9 Husaini Usman dan Purnomo Seriady Akbar, Metode Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara), h.55

10 Nasution, Metode Research (Penelitian Ilmiah), (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), h.117

2. Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah “metode pengumpulan data dengan cara mempelajari serta mencatat data yang didokumentasi. Menurut Abdurrahmat Fathoni, metode dokumentasi adalah “teknik pengumpulan data dengan mempelajari catatan-catatan mengenai data pribadi responden.”11 Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang penyaluran zakat perhotelan Kota Metro.

D. Metode Analisis Data

Analisis data yang digunakan adalah Konten Analisis (Analisis isi) yaitu jenis analisis tersebut pada akhir rangkaian data dan penelitian kualitatif lain, prosesnya jauh lebih mekanis serta proses analisisnya ditinggalkan sampai data tersebut kumpul.12 Analisa data adalah proses penyederhanaan dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan.13 Di dalam menganalisis data, digunakan analisis deskriptif kualitatif, karena data yang diperoleh dalam bentuk data kualitatif. Metode kualitatif maksudnya data yang diuraikan sedemikian rupa disertai pembahasan dan kemudian hasil analisis tersebut menjawab permasalahan dan penelitian.

Metode berfikir yang peneliti gunakan dalam merumuskan kesimpulan akhir dari skripsi ini adalah cara berfikir induktif. Berfikir induktif yaitu

11Abdurrahmat Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2006), h. 112

12 Catherine Dawson, Metode Penelitian Praktis, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), h.145 13 Masri Singarimbun dan Sofyan Efendy, Metode penelitian Survei, (Jakarta: LP3ES, 1989), h.263

suatu cara berfikir yang berangkat dari fakta-fakta yang khusus dan konkrit tersebut ditarik secara generalisasi yang mempunyai sifat umum.14

Berdasarkan keterangan di atas maka dalam menganalisis data peneliti menggunakan data yang telah diperoleh dalam bentuk uraian-uraian kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan cara berfikir induktif yang berangkat dari informasi serta fakta-fakta yang ada dalam lapangan tentang penyaluran zakat perhotelan di tinjau dari perspektif Islam.

14 Sutrisno Hadi, Metode Research Jilid 1, (Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1984), H.

42

A. Gambaran Umum Hotel Familie 2 Metro dan Grand S’kuntum Kota Metro

1.Gambaran Umum Hotel Familie 2 Kota Metro a. Sejarah Hotel Familie 2 Metro

Keberadaan Hotel Familie 2 tidak terlepas dari keberadaan Hotel Familie 1. Pada awalnya Hotel Familie bernama Losmen Familie yang berdiri pada tahun 1967, bermula dari sebuah rumah yang di jadikan wisma, yang di kenal dengan Wisma Pendowo, kemudian Wisma Pendowo di beli oleh Alm. Bpk. Ki Agus Haji Abdul Hakim Bin Hasan, nama Wisma Pendowo di rubah namanya menjadi Losmen Familie yang di kenal dengan nama Losmen Familie 1, terletak di samping Bioskop Nuban Ria Metro.1

Sedangkan nama Familie 2 sendiri bermula dari rumah yang di miliki anggota polisi bernama Alm. Bpk. Kemas Sulaiman, yang kemudian di jadikan Wisma Bayangkara pada sekitar tahun 1966.

Namun di karenakan Bpk. Kemas Sulaiman pindah ke Bandung, Wisma Bayangkara di beli oleh Alm. Bpk. Ki Agus Haji Abdul Hakim Bin Hasan sekitar pada tahun 1967.2

Sejak saat itu Wisma Bayangkara di perbaiki dan di rubah menjadi Losmen Familie 2 yang beralamat di Jalan Sukarso Nomor 3 Imopuro,

1Dokumentasi Hotel Familie 2 Kota Metro

2Ibid.

Kota Metro. Dan Losmen Familie 1 yang berlokasi di samping Bioskop Nuban Ria, di karenakan ada tata ruang kota, oleh pemerintah setempat, sehingga saat ini lokasi Losmen Familie 1 di jadikan fasilitas umum untuk masyarakat.3

Losmen Familie 2 pada saat itu terdapat 12 kamar penginapan, seiring berjalanya waktu Losmen Familie 2 pada tahun 1980 di kembangkan menjadi 2 lantai dan terdapat 20 kamar penginapan.

Kemudian loseman Familie 2 oleh Alm. Bpk. Ki Agus Haji Abdul Hakim Bin Hasan di serahkan kepada anaknya Almh. Ibu. Yohana Hakim, Losmen Familie 2 terus beroperasional dari tahun ke tahun.4

Dengan berkembangnya bisnis penginapan dan seiring kemajuan zaman, namun tidak demikian dengan Losmen Familie 2 tidak berkembang dan tertinggal, sampai akhirnya Losmen Familie 2 di serahkan kepada Ibu. Hj. Yulisa Binti Tubagus Mansur yang merupakan istri dari Bpk. H. Kemas Yahya Rahman. Dan pada tahun 2010 Losmen Familie 2 di tingkatkan menjadi Hotel Familie 2, lalu pada tahun 2014 Hotel Familie 2 direnovasi seluruhnya dan merubah seluruh bentuk asli dari Losmen Familie 2, pada tahun 2015, tepatnya hari senin, tanggal 10 agustus 2015 Hotel Familie 2 di resmikan oleh wali Kota Metro Bpk. H.

Lukman Hakim, yang di hadiri oleh para pejabat tinggi kota Metro dan Provinsi Lampung.5

3Ibid.

4Ibid.

5Ibid.

b. Fasilitas Hotel Familie 2 Kota Metro

Hotel Familie 2 adalah hotel yang berkonsep Syariah, saat ini Hotel Familie 2 merupakan hotel terlengkap dan terbesar di kota metro, dengan bangunan lima lantai, yang di dukung oleh fasilitas lift untuk menuju ke kamar tamu. HOTEL FAMILIE 2 menyediakan berbagai type kamar dengan tarif yang terjangkau, total kamar HOTEL FAMILIE 2 saat ini mencapai 40 kamar. Selain itu ada beberapa fasilitas HOTEL FAMILIE 2 yang menjadikan tamu lebih nyaman menginap, sesuai dengan motto hotel FAMILIE 2 “Kepuasan Pelanggan, Kebahagiaan Kami” yaitu : 1) Parkir kendaraan yang luas

2) Keramah tamahan karyawan yang selalu siap membantu keperluan tamu

3) Pelayanan 24 jam, baik hari biasa maupun hari besar nasional 4) Safe deposit box, tempat penitipan barang berharga milik tamu 5) Wellcome drink, minuman selamat datang yang di berikan kepada

tamu ketika akan menginap

6) Lift yang memanjakan tamu dan mempermudah akses tamu menuju kamar

7) Air Panas, mandi air panas di hotel yang di sediakan pada kamar – kamar tertentu

8) AC, semua kamar menjadikan istirahat menjadi lebih nyaman

9) Wi-Fi atau internet mempermudah untuk komunikasi online dan menjelajah dunia maya

10) Room Service,jasa pelayanan makanan dan minuman di antar langsung ke kamar

11) Break Fast,di berikan sarapan untuk 2 orang dari setiap kamar, yang di antar langsung ke kamar

12) Mushola untuk beribadah, berdo‟a, dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa

13) Meeting Room, fasilitas untuk acara pertemuan dengan kapasitas 15 hingga 40 peserta

14) Laundry, fasilitas mencuci pakaian tamu dengan harga yang sangat terjangkau

15) CCTV menjadikan keamanan tamu lebih terjaga sepenuhnya 16) Lobby, tempat santai dengan menikmati siaran tv cable dan di hiasi

aquarium yang natural

17) Telphone, untuk berkomunikasi dengan karyawan dan antar kamar satu dengan kamar yang lain

18) Car Rental memudahkan tamu untuk bepergian, antar jemput bandara dan sebagainya

19) dan fasilitas hotel yang lainya.6

Hotel Familie 2 Metro terus beroperasional dan terus maju hingga saat ini. Tipe kamar yang ada di Hotel Familie 2 Metro diantaranya adalah:

1) Standard 2) Superior 3) Deluxe

6Ibid.

4) Familie 5) Deluxe plus 6) Standard plus.7

Berdasarkan dari uraian di atas maka dapat di simpulkan definisi hotel secara rinci yaitu suatu jenis usaha akomodasi yang menyediakan fasilitas dari pelayanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya untuk umum yang ingin tinggal sementara waktu dan dikelola secara komersial.8

2.Gambaran Umum Grand S’kuntum Metro a. Sejarah Hotel Grand S’kuntum Metro

Hotel Grand S‟kuntum Metro beralamat di Jl. A.H. Nasution No.

60, Kota Metro – Lampung. berdiri pada tahun 1970 di Kota Metro, Provinsi Lampung, dengan nama Hotel S‟kuntum, oleh Bpk. H.

Siradjuddin Djahidin, Sm.Hk. (Sekda Pertama Lampung Tengah). Hotel S‟kuntum merupakan hotel pertama yang berlantai 3 di Kota Metro.

Dengan berjalannya waktu, hotel tersebut sekarang berubah fungsi menjadi pusat pertokoan.9

Seiring berjalannya waktu, Hotel S‟kuntum ini berhenti sejenak dalam operasional, dikarenakan banyaknya pesaing dan juga dikarenakan kurang memadainya sarana dan prasarana dalam hotel.

Sebagai karya untuk Kota Metro dan mengenang kembali Hotel

7Dokumentasi Hotel Familie 2 Kota Metro

8Al Bataafi, wisnu, 2005. House Keeping Departement, floor and Public Area, Bandung, Alfabeta, hal. 10

9Dokumentasi Hotel Grand S‟kuntum Kota Metro.

S‟kuntum tempo dulu, dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG., anak dari pendiri Hotel S‟kuntum tempo dulu membangun kembali hotel tersebut dengan nama Hotel Grand S‟kuntum, yang benuansa sejarah kolonisasi di Kota Metro sehingga di setiap sudut ruangan hotel terdapat foto sejarah kolonialisasi yang ada di Kota Metro.10

Pembangunan tahap pertama secara resmi mulai beroprasional pada tanggal 01 Januari 2014 yang diresmikan oleh Walikota Metro H.

Lukman Hakim, SH. MM., dan pembangunan tahap dua mulai beroperasional tanggal 17 November 2015, dengan harapan membantu Kota Metro mempersiapkan insfrastruktur di bidang parawisata yang representatif serta mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi lokal, sehingga terjadi peningkatan kegiatan perekonomian yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Metro pada khususnya dan Lampung pada umumnya.11

Harapan adanya Hotel Syariah Grand S‟kuntum di Kota Metro yaitu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal yang selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hotel Syariah ini memberikan alternative penginapan di Kota Metro dengan lokasi yang strategis serta beragam fasilitas seperti adanya restoran, pemandian air hangat, wisata sepeda, fasilitas SPA bagi wanita, meeting room yang telah disediakan di Hotel Syariah Grand S‟kuntum Metro.12

10Ibid.

11info@hotelgrandS‟kuntum.com, diakses pada tanggal 25 Februaril 2017

12Ibid.

b. Fasilitas Hotel 1) Healthy Café

Nikmati hidangan dan manjakan lidah dengan masakan khas nusantara yang sehat bersama teman, keluarga & relasi bisnis di hotel Grand S‟kuntum.

2) Free Wi-Fi

Berkomunikasi lewat media social juga pengetahuan yang tidak terbatas dari dunia digital/internet di hotel kami melalui ketersediaan jaringan wi-fi tanpa batas.

3) Family Karaoke

Hilangkan kejenuhan dengan hiburan live music dan karaoke bersama kerabat dan keluarga di family karaoke hotel Grand S‟kuntum

4) Warm Swimming Pool

Therapy pegal dan lelah anda di warm swimming pool (kolam air hangat) yang terpisah Pria & Wanita dengan pengawasan dokter tulang.

5) Wisata Sepeda

Nikmati keindahan Kota Metro dengan berkeliling menggunakan sepeda yang disediakan.

6) Sport Garden

Jaga kesehatan dengan berolahraga di Sport Garden Hotel Grand S‟kuntum stamina kuat badanpun sehat.

7) Ballroom & Meeting Room

Ballroom yang dibuat sistem sewa 24 jam dengan harga terjangkau dan nikmati berbagai fasilitas yang tersedia. Kenyamanan rapat dengan relasi bisnis dan keluarga dengan fasilitas rapat yang menunjang di meeting room hotel Grand S‟kuntum.

8) Lounge & Spa

Ruang lobby dan lounge hotel telah didesain dengan nyaman, bernuansa sejarah kolonialisasi & free wifi. Bagi para wanita, dapat memanjakan tubuh dan kebugaran diri di tempat SPA Grand S‟kuntum.13

B. Perhitungan dan Pendistribusian Zakat diHotel Familie 2 dan Grand S’kuntum Kota Metro

1.Perhitungan dan Pendistribusian Zakat diHotel Familie 2 Kota Metro Hotel Familie 2 adalah hotel berbasis syari‟ah yang berbeda dengan hotel-hotel lain. Perbedan ini terutama dalam masalah pemberian fasilitas dan pelayanan hotel yang prima. Hotel ini juga tidak hanya membayar pajak kepada pemerintah setiap tahun melainkan juga membayar zakat.

Penentuan zakat yang dikeluarkan di Hotel Familie 2 Kota Metro tidak serta merta menunggu haul dan nishab dalam menghitung zakat. Hotel Familie mengalokasikan dana yang sama setiap bulannya untuk kepentingan zakat, infaq dan shadaqoh (ZIS).14

13Dokumentasi Hotel Grand S‟kuntum

14 Wawancara dengan Bapak Reza Setiawan Manager Hotel Familie 2 Kota Metro, Pada Tanggal 18 Juli 2017.

Berdasarkan hal tersebut, terlihat bahwa Hotel Familie 2 Kota Metro tidak menggunakan perhitungan untuk mengeluarkan zakat perhotelan. Hal ini dikarenakan kebijakan perusahaan yang dari awal sudah seperti itu. Dana zakat, infaq dan shadaqah sudah ditentukan besarnya sehingga perusahaan tidak pernah menghitung zakat berdasarkan haul maupun nishab.

Pelaksanaan pembayaran zakat, infaq dan shadaqah ini juga sudah dilakukan sejak pertama kali hotel ini berdiri yang dihitung secara haul, tepatnya sejak manager pertama. Hingga saat ini, Hotel Familie 2 Kota Metro tetap membayar zakat, infaq dan shadaqah. 15

Pembayaran zakat ini juga hanya dilakukan atas nama Hotel Familie 2 Kota Metro. Artinya zakat ini bukan ditarik atau diambil dari direktur, manager maupun para karyawan Hotel Familie 2. Apabila direktur, manager maupun karyawan ingin membayar zakat, maka hal ini diperbolehkan.

Namun, pembayaran zakat dilakukan langsung oleh yang bersangkutan tanpa ada campur tangan dari pihak hotel. Hotel tidak mewajibkan para pekerja atau karyawannya membayar zakat yang dalam hal ini merupakan zakat profesi. 16

Sejak berdirinya Hotel Familie 2 Kota Metro, Hotel Familie 2Kota Metro selalu berupaya untuk membayar zakat dan mendistribusikannya meskipun tidak memperhatikan nishab dan haul.

Hotel Familie 2 Kota Metro mendistribusikan zakat dengan dua cara yaitu:

15 Wawancara dengan Bapak Reza Setiawan .,

16Ibid.

Dokumen terkait