• Tidak ada hasil yang ditemukan

Problematika Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN

F. Kerangka Teori

2. Problematika Pembelajaran

Setiap pembelajaran pastinya selalau mengalami yang namanya problem atau masalah, tidak semua pembelajaran itu sempurna nama yang mendekati sempurna itu banyak. Problematika adalah suatu massalah yang

21 Faisal, Stelly Martha Lova, Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar, (Medan: CV Harapan Cerdas, 2018), hlm. 126-128.

21 timbul dan masalah harus diselesaikan. Problem dalam proses pembelajaran yang ditelusuri dan dan dicari apa penyenyebab terjadinya problem tersebut. Pembelajran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, untuk memperhitung kejadian-kejadian ekstrem yang berperan terhadap rangkian kejadian yang berlangsung dan di alami siswa. Jika problem dalam pembelajaran dapat diketahui maka akan terjadi prosses belajaran yang lebih lagi.22

Sebagai sebuah proses, pembelajaran dihadapkanh berbagai problem. Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan: “Problematika diartikan sebagai hal yang belum dapat dipecahkan sehingga dapat menimbulkan permasalahan”23. Masalah itu dapat diartiakn sebagai suatu persoalan atau kendala yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kensenjangan antara kenyataan dengan harapan dapat tersekesaikan.

Secara umum, proses pembelajaran dapat dicari dari faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar. Pembelajaran pembelajarn pada hakikatnya adalah proses interaksi antara guru dan siswa, guru dengan guru, dadn siswa dengan sumber belajar. Berhasil atau tidaknya dalam mencapai tujuan pendidikan tergantung pada peroses pembelajaran siswa24. Dalam proses pembelajarn seorang pendidik sebaiknya banyak menguasai berbagai macam stratrgi, model-model pembelajaran dengan

22 Djamarah dan Zain, 2010, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka cipta

23 Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA

JAKARTA: BALAI PUTAKA2002,hlm.276

24Bisri Mustofa,hlm.276.

22 baik dan benar yang sesuai dengan karakter siswa karena dengan adanya penggunaan dan penguasaan beberapa strategi dan model, tujuan pembelajaran akan terlaksana dengan baik sehingga tumbuh minat siswa dalam mengikuti proses pembelajarn. Seorang pendidik sebaiknya menguasai bahan ajar dan menggunakan bahasa yang baik dan benar yang mudah dipahami olah peserta didik, agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Belajar pada dasarnya merupakan usaha mengubah atau meningkatkan potensi siswa tersebut.

Belajar merupakan suatu proses, suatu kegiaatan dan buakn suatu hasil atau tujuan, belajar bukan hanya meningkatkan akan tetapi mengalami25. Hasil belajar bukan suatu penguasaan melainkan pengubahan tingkah laku peserta didik. Belajar bukan suatu tujaun akan tetapi merupkan suatu proses untuk mencapai tujaun. Dapat ditarik kesumpulan bahwa problematika pembelajaran adalah kendala atau persoalan dalam proses belajar mengajar yang harus dipecahkan agar tercapainya sebuah tujuan pembrlajaran. Adapun factor yang menentukan suatu keberhasilan pembelajaran yaitu bahan baku (raw input) intrumen lingkuanan26.

Problematika pembelajaran disebabkan faktor lingkungan pada dasarnya dapat antisipasi dengan berbagi kebijakan sekolah tertentu, terutama yang menerapakan layanan plus, biasanya sudah mengantisipasi

25 Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara 2014, hlm.27

26Bisri Mustofa,hlm. 177

23 faktor-faktor melalui berbagai kebijakan. Dampak lingkungan dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran sehingga proses pembelajaran dapat berjalan sebagaiman mestinya dan materi pembelajarn dapat diserap denagn baik dan benar oleh peserta didik. Pembelajaran tematik atau kurikulum 2013 memiliki tiga tahapan yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaa pembelajaran dan evaluasi atau penilaian pembelajaran,

a. Perencanaan dan problematika pembelajaran Tematik 1) Perencanaan Pembelajaran Tematik

Pembelajaran adalah proses yang sistematis tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa perencanaan merupakan pengambilan keputusan mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan. Perencanaan pembelajaran kurikulum 2013 memuat program tahunan, program semester, silabus dan RPP. Sebagai rancangan perencanaan pembelajaran tematik dalam kurikulum 2013 yaitu:

a) Program Tahunan, program tahunan merupkan rencana penetapan alokasi waktu 1 tahun pembelajaran untuk mencapau kompetensi inti, kompetensi dasar, yang ada dalam kurikulum 2013. Prota berdasarkan kurikulum 2013 merupakan program umum pembelajaran untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru.

Prota tersebuta sebagai rencana umum pelaksanaan pembelajaran setelah diketahui kepastian jumlah jam pelajaran yang efektif

24 dalam satu tahun, prota perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pembelajaran karena merupakn pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya.

b) Program Semester, program semester merupkan penjabarn dari prota sehingga dari program tersebut tidak bias disusun sebelum tersusunya prota, program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut.

c) Silabus, silabus merupakan rencana pembelajaran pada sutau kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk peniliaan, penilaiaan alokasi waktu, dan sumber belajar27.

Dalam kurikulum 2013 silabus sudah disiapkan oleh pemerintah baik unuk kurikulum nasional maupun kurikulum wilayah, hal ini menandakan pelaksanaannya guru hanya tinggal mengmbangkan rencana pembelajaran, pernyatan tersebut menandakan bahwa silabus perlu dipahami sebelum membuat RPP karena pada dasarnya RPP dikembangkan berdasarkan rumusan silabus yang ditetpakn oleh pemerintah28.

27Majid, Abdul , pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: Remaja Rosda Karya. 2014, hlm.108

28Mulyasa, Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013.

Bandung:PT Rosda Karya, 2013, hlm.181

25 d) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah prosedur dan perorganisasian pembelajaran untuk mencapai suatu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarakan dalam silbus, lingkup rencana pembelajaran paling luas mencakup suatu kompetensi dasar yang terdiri satu atau untuk satu kali pertemuan atau lebih. Adapun komponen pengembangan RPP yaitu:

(1) Mencantumkan identitas

(2) Mencantumkan tujuan pembelajaran (3) Mencantumkan materi pembelajaran

(4) Mencantumkan model atau metude pembelajaran

(5) Mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran (6) Mencantumkan media, alat bahan, dan sumber belajar (7) Mencantumkan penilaiaan

2) Problem Pembelajaran Tematik

Kesulitan dalam membuat perencanaan pembelajran ini merupakan salah satu problem bagi guru yang tidak mmiliki keterampilan mendesain perencanaan pembelajaran tersebut.

Tematik terpadu adalah kesulitan mereka dalam:

a) Menjabarkan kompetensi inti dan kompetensi dasar ke dalam indicator.

26 b) Mengembankan indicator dalam bentuk kata kerja oprisional yang dikembangkan dari kata kerja oprisional pada kompetensi dasar.

c) Melakukan pemetaan terhadap kompentisi dasar lintas mata pelajaran dan melakukan kompetensi dasar dalam bentuk sebuah tema.

d) Menjabarkan indicator menjadi materi pembelajaran.

e) Merumuskan keterpaduan berbagai mata pelajaran pada langkah pembelajaran dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) f) Merumuskan tujuan pembelajaran sesuai materi yang

dijabarkan dari inidikator.

g) Dalam memilih metude pembelajaran yang sesuai dengan materi, kemampuan peserat didik, ketersedia sarana, kondisi dan alokasi waktu.

h) Mengurutkan langkah pembelajaran sesuai dengan tema, metude yang sesuai dengan pembelajaran ilmiah, katateristik mata pelajaran, kemampuan peseta didik, dan kesedian sarana

i) Menjadikan alat peraga murah, sederhana dan efektif dalam membantu tercapainya proses pembelajaran yang aktif, menyenangkan dan mencapai kompetensi yang ditentukan j) Memilih sumber belajar yang sesuai dari sumber aslinya.

27 k) Melakukan evaluasi yang sesuai denagn materi , karekteristik mata pelajaran dan menggambarkan hasil belajar yang sebenarnya

l) Membuat format penilaian dengan berbagai komponen.29 b. Pelaksanaan dan problem Pembelajaran Tematik

1. Pelaksanaan Pembelajaran Tematik

Tahapan ini merupakan pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar sebagai unsur inti dari aktivitas pembelajaran dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan rambu-rambu yang telah disusun dalam perencanaan sebelumnya. Langkah-langkah kegiatan yang ditempuh diterpakan tiga langkah yaitu sebagai berikut30:

a) Kegiatan Awal atau Pendahuluan

Dari kegiatan membuka pola pembelajaran adalah untuk menarik perhatian siswa yang dapat dilakukan dengan cara seperti menyakinkan siswa bahwa materi atau pengalaman belajar yang akan dilakukan berguna untuk dirinya, menumbuhkan motivasi belajar siswa yang dapat dilakukan dengan cara seperti membangun suasana akrab sehingga siswa merasa dekat, dan dilakukan dengan cara mengumukakan tujuan yang akan dicapai serta tugas-tugas yang harus dilakukan dalam hubungan dengan pencapian tujuan.

29 Dwi Ramdani Prastianingsih dkk, Jurnal Penelitian Analisis Kesulitan Guru dalam Pembelajaran Tematik di SD Negeri 3 Haji pemanggilan Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2012/2013, 4

30Majid, Abdul , pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: Remaja Rosda Karya. , 2014, hlm.129-130

28 b) Kegiatan Inti

Merupakn kegiatan pokok dalam pembelajaran dalam kegiatan ini dilakukan pembahasan terhadap tema dan sub tema melalui berbagai kegiatan belajar dengan menggunakan metude dan media sehingga siswa dapat mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, pada penyajian dan pembahasan guru dalam penyajian hendaknya lebih berperan sebagai fasilator. Guru pada kegiatan inti ini guru harus menggunkan strategi pembelajaran dengan upaya menciptakan lingkungan belajar sedemikian rupa agar siswa aktif mempelajari permasalahan yang berkenan dengan tema atau sub tema dalam proses pembelajaran hendaknya guru selalu memberikan umpan balik pada siswa agar peserta didik mencapai jawaban dari permaslahan yang akan dipelajari.

c) Tahapan Penutup atau Tahapan Penilaian

Tahapan penutup adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakahiri pelajaran. Tahapan penutup ini merupakan tahapan evaluasi atau penilaian dan tindak lanjut dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan tahapan ini untuk mengtahui timgkat keberhasilan dari tahapan-tahapan. Adapun kegiatan yang dilakukan guru pada tahap penutup ini adalah meninjau kembali dan melalukan evaluasi pada akhir ulanagn, selain itu guru dapat menginformasikan kegiatan pembelajaran selanjutnya. Dalam kegiatan meninjau kembali dapat dilakukan dengan menerangkan

29 initi pembelajaran atau membuat ringkasan. Dalam kegiatan ini guru dapat menggunakan pedoman evaluasi.

c. Evaluasi atau penilaian pembelajaran

Dalam kurikulum 2013 sistem penilaian yang digunakan adalah penilaian autentik, penilaian autentik ini sangat cocok dengan pendekatan tematik integrative dalam pembelajaran, khususnya jenjang sekolah dasar atau mata pelajaran yang sesuai. Dalam penilaian autentik guru mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar siswa baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba membangun jejaring dan lain-lain. Penilaian autentik merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian pelaksanaan berkelanjutan, bukti autentik, akurat dan konsisten31. Jenia penilaian autentik yaitu: penilaian proyek, penilaian kinerja.

Portofolio, penilaian jurnal, penilaian tertulis dan non tertulis.

Dokumen terkait