• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENYALURAN DANA CORPORATE SOCIAL

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Profil Desa Lantan Kec. Batukliang Utara Kab

a. Sejarah Terbentuknya

Desa Lantan merupakan salah satu desa dari delapan desa yang ada di wilayah Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Desa ini merupakan hasil pemekaran dari Desa Aik Darek.

Proses adanya pemekaran dari Desa Aik Darek sehingga berdiri Desa Lantan yaitu berawal karena adanya keinginan masyarakat yang mengharapkan adanya peningkatan kualitas pelayanan publik, mengingat pusat pemerintahan Desa Aik Darek jaraknya cukup jauh sekitar ± 11 Kilometer dari Dusun Gubuk Kesah, Dusun Gubuk Makam, Dusun Lantan, Dusun Endut Tojang, Dusun Pondok Komak, Dusun Lantan Daya, Dusun Sumberan, Dusun Pemasir dan Dusun Rerantik.

Masyarakat dari dusun tersebut yang diwakili oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama melakukan rembuk membicarakan pemekaran wilayah atau berpisah dari Desa Aik Darek. Pada saar itu musyawarah dilakukan bersama dengan pemerintah Desa Aik Darek yang saat itu hadir kepala Desa Aik Darek yang dijabat oleh H. Lukman Adnan menyetujui adanya pemekaran, dan beliau sendiri yang langsung mengajukan pemekaran Desa Aik Darek yaitu Desa Lantan ke pemerintah daerah Kab.

Lombok Tengah, peristiwa ini terjadi pada tahun 1996.

Kata Lantan sendiri dari salah satu kosa kata dari dialek Pujut yang memiliki arti panjang. Hal ini dikarenakan geografis

53Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, Profile Desa Lantan Tahun 2019, Dokumentasi, dikutip tanggal 21 Maret 22 Maret 2023.

26

Desa Lantan memanjang menuju taman nasional gunung rinjani.

Lantan juga digunakan pada nama salah satu dusun yang saat itu sangat mengnginkan adanya pemekaran yaitu Dusun Lantan.

Sebagai tindak lanjut adanya musyawarah yang menginginkan pemekaran, maka pada tahun 1997 lahirlah sebuah Desa bernama Desa Lantan, dimana peresmian Desa Lantan baru dilakukan pada tanggal 01 September 1998 yang dilakukan oleh Gubernur NTB saat itu. Mengawali berjalannya administrasi desa, Desa Lantan saat berdirinya sudah langsung menempati kantor tetap, berdiri di atas tanah hasil swadaya masyarakat saat itu yang berlokasi di Dusun Lantan dengan ukuran bangunan keseluruhan 9m x 9m.

b. Visi dan Misi

Visi “Bersama Membangun Desa Lantan Menuju Desa Yang Lebih Baik”.

Misi :

1) Mendorong dan mendukung pengelollan Hutan Kemasyarakatan melalui pemberdayaan, pembinaam kelompok dan perbaikan jalan dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Lantan.

2) Menrong dan mendukung kegiatan=kegiatan keagamaan ditingkat masyarakat.

3) Menorong dan mendukung penganggaran dalam kebencanaan baik mitigasi dan pacabencana.

4) Mendorong kegiatan-kegiatan Badan Usaha Milik Desa secara lebih luas dan massif di masyarakat sebagai sentra ekonomi baik sebagai mitra usaha maupun dari segi permodalan.

5) Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui perbaikan sarana, prasana, dan pengingkatan PHBS serta P3K di tingkat dusun.

6) Mendukung dan mendorong kualitas pendidikan terutama tingkat AUD baik dari segi sarana maupun prasarana.

7) Menggali, membangun dan mengembangkan potensi sumber daya lokal pada sector produktif seperti pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, UMKM serta koperasi.

27

8) Mendorong pemberdayaan kelompok ekonomi kreatif terutama kelompok ibu-ibu.

9) Mendorong pembangunan serta perbaikan jalan dusun, desa, dan saluran irigasi yang berkualitas baik yang didanai ADD maupun sumber lain.

10) Mendorong proses pembangunan yang berasal dari aspirasi masyarakat di tingkat dusun, di tingkat muswarah dusun maupun di tingkat musyawarah desa.

11) Menciptakan pelayanan prima di tingkat desa dengan peningkatan sarana dan prasana.

12) Meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan yang dibiyai dari dana desa maupun sumber lainnya.

13) Meningkatkan kapasitas dan SDM perangkat desa dan lembaga lainnya ditingkat desa melalui pelatihan.

14) Melakukan peningkatan vegetasi di lahan kritis dan lahan pasca galian C melalui aksi penghijauan dan reboisasi.

c. Struktur Organisasi

Desa Lantan Kecamatam Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah memiliki struktur organisasi sebagai berikut :

Kepala Desa : Erwandi, S.Pd.

Sekretaris Desa : Abdul Karim Kasie Pelayanan : Rusniwati Kasie Kesejahteraan : Herawadi, S.H.

Kasie Pemerintahan : Aksan Jani

Kaur Perencanaan : Lalu Roni Didik, S,Pd.

Staf perencanaan : Nurul Azmi Kaur Keuangan : Sumiati, A.Md.

Staf Keuangan : Muhsan

Kaur Umum : Sri Muliana, A.Md.

Staf Umum : Ramli

Unit Pelaksana Wilayah

Kadus Gubug Kesah : Nafiah

Kadus Gubug Makam : Ahmad Ripa’i Kadus Lantan : Kharis Budi Harta Kadus Lantan Duren : Hadis

Kadus Endu Tojang : Samiun

28

Kadus Pondok Komak: Lalu Ahmad Sapri Kadus Lantan Daya : Suryadi SP

Kadus Sumberan : Nurhan Kadus Pemasi : Hasanahudin

Kadus Rerantik : Harwan, S.Kep., Ners.

d. Demografi Desa 1). Letak Geografis

Desa Lantan terletak antara 116°16’ - 116°17’ Bujur Timur dan 08°40 - 08°41 Lintang Selatan. Secara geografis wilayah Desa Lantan terletak di bagian Utara Tengah wilayah Kecamatan Batukliang Utara dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah utara : HGU dan Hutan Lindung Sebelah Timur : Desa Aik Berik dan Desa Teratak Sebelah Selatan : Desa Selebung dan Aik Darek Sebelah Barat : Desa Karang Sidemen dan Desa Tanak Beak.

Desa Lantan memiliki luas wilayah 1.217 ha., dengan ketinggian tanah dari permukaan air laut 246 mdpl dan memiliki curah hujan sebanyak 144.29 mm/bulan, suhu udara sekitar 22.22-30.46 ºC dan merupakan dataran rendah.

Jika dilihat dari orbitrasi atau jarak dari pemerintahan desa ke pemerintahan kecamatan adalah 8.33 Km, jarak dari pemerintahan desa ke pemerintahan kabupaten 22 Km, sedangkan ke Ibukota Propinsi berjarak 45 Km.

2). Geohidrologi

Wilayah Desa Lantan memiliki dua sungai yakni sungai Babak dan sungai Lenek yang merupakan sumber irigasi bagi tanah pertanian di wilayah Dusun Kesah, Gubuk Makam, Lantan dan Lantan Duren. Kedua sungai ini juga mengalir langsung kewilayah Kabupaten Lombok Barat dan wilayah Lombok Tengah Bagian Selatan. Dengan adanya dua kali ini maka kebutuhan petani untuk irigasi lahan pertaniannya cukup teratasi walaupun di musim kemarau.

29

e. Kondisi Ekonomi, Sosial dan Pendidikan Desa Lantan

Desa Lantan memiliki sumberdaya alam non hayati yang sangat melimpah seperti : air, lahan, udara, dan bahan galian serta sumberdaya alam hayati seperti perkebunan dan persawahan. Sumberdaya air di Desa Lantan terdiri terdiri dari air tanah termasuk mata air dan air permukaan. Baerdasarkan atas besaran hujan pertahun, hujan lebih dan evapotranspirasi yang akan berpengaruh terhadap air meterologis sesuai dengan gradasi sebaran curah hujan. Sehingga Desa Lantan memiliki sumberdaya alam yang sangat melimpah dan menjanjikan untuk dikembangkan meingkatkan kesejahteraan masyarakat adalah HGU, HKm, Hutan lindung, dan sungai yang airnya bersumber langsung dari kaki Gunung Rinjani.

Mengingat sumber mata air yang sangat melimpah, sehingga banyak air terjun di Desa Lantan yang kemudian menjadi daya tarik dan dikembangkan menjadi obyek wisata, diantaranya adalah air terjun Babak Pelangi dan air terjun Elong Tune. Air terjun Babak Pelangi terletak di Dusun Rerantek yang memiliki ketinggian kurang lebih 8 meter dengan debit air yang tidak terlalu besar, sedangkan air terjun Elong Tune berada di Dusun Pemasir. Dinamakan Elong Tune karena menurut cerita masyarakat pada waktu itu sering terlihat seekor ikan nesar yang menyerupai belut (Tune). Kedua air terjun ini salah satu sumber pendapatan perekonomian masyarakat, mengingat kedua air terjun tersebut dikelola sebagai obyek wisata, dimana biaya karcis masuk ke obyek wisata air terjun tersebut adalah Rp.

5.000,- (Lima ribu rupiah) perorang dan biaya parkir kendaraan roda dua sebesar Rp. 2.000,- (Dua ribu rupiah) dan roda empat sebesar Rp. 5.000,- (Lima ribu rupiah).

Selain kedua obyek wisata tersebut di atas yang dapat dijadikan sumber perekonomian masyarakat, Desa Lantan juga memilik sirkuit motor cross yang bernama sirkuit motor cross 459, nama ini diambil dari jumlah jari tangan Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bari, dimana beliau mengaku bahwa jumlah jari tanggannya berjumlah 9 buah berbeda dari tangan kebanyakan orang pada umumnya. Jumlah jari tangan kanan

30

beliau berjumlah 4 buah, dan jari tangan kirinya berjumlah 9 buah. Selain obyek wisata yang merupakan sumber pendapatan ekonomi masyarakat Desa Lantan juga memiliki sumber daya alam lainnya dari hasil perkebunan berupa kopi dan lain sebagainya. Pada sisi lainnya, mengingat melimpahnya air di Desa Lantan menyebabkan potensi pertanian sangat menjanjikan karena petani di Desa Lantan dapat melakukan panen padi sepanjang musim. Bidang peternakan, Desa Lantan juga memiliki peternakan sapi terpadu yang berjumlah kurang lebih 400 ekor dan tersebar pada beberapa dusun.

Dilihat dari mata pencahariannya, penduduk Desa Lantan mata pencahariannya sudah mula bergeser dari sector primer ke sector industri, penerapan teknologi pada usaha pertanian, kerajinan dan sektor sekunder. Meskipun dalam pendataan terakhir tahun 2019 mengindikasikan adanya perkembangan ditingkat ekonomi masyarakat, namun dari 2.086 kepala keluarga, sebanyak 996 kepala keluarga tergolong miskin atau pra sejahtera

Desa Lantan memiliki jumlah penduduk 6.209 Jiwa yang terdiri atas laki-laki sebanyak 3.125 jiwa dan perempuan sebanyak 3.084 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 2.086, terdiri atas kepala keluarga laki-laki sebanyak 1.716 dan perempuan seabanyak 370 KK.

Penduduk Desa Lantan jika di lihat dari strata pendidikannya terdiri atas Sarjana (S!, S2 dan S3) sebanyak 84 orang, Diploma (D1, D2, D3) sebanyak 40 orang, SLTA/sederajat sebanyak 720 orang, tidak tamat SLTA/sederajat 200 orang, sedang menempuh SLTA 327 orang, Tamat SMP/sederajat sebanyak 342 orang, tidak tamat SMP 175 orang, sedang menempuh SMP/sederajat sebanyak 301 orang, Tamat SD sebanyak 2171 orang, tidak tamat SD sebanyak 450 orang, sedang menempuh SD sebanyak 693 orang, sedang TK sebanyak 257 dan belum sekolah sebanyak 449 orang.

Desa Lantan juga memiliki berbagai sarana dan prasarana yang terdiri atas tempat pendidikan al-Qur’an sebanyak 24, gedung PAUD sebanyak 4 unit, gedung TK 1 unit, gedung

31

SD/MI 4 unit, gedung SMP/MTs sebanyak 5 unit, dan gedung PT/ST/Akademi sebanyak 1 unit.

2. Profil PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk., Cabang Mataram54 a.Sejarah Berdirinya

Perbankan syariah memiliki peran yang sangat penting sebagai fasilitator pada seluruh sendi-sendi kegiatan aktivitas ekonomi ekonomi khususnya pada industry halal. Keberadaan perbankan syariah di tanah air ini sendiri mengalami perkembangan yang sangat sinifikan khususnya dalam beberapa decade terakhir ini. Hal ini dikarenakan adanya invasi produk, peningkatan layanan, serta pengembangan jaringan yang menunjukkan trens positif dari tahun ketahun. Bahkan semangat untuk melakukan percepatan juga terlihat dari semakin banyaknya Bank Syariah yang melakukan aksi korporasi, dan tidak terkecuali Bank Syariah yang dimiliki oleh pemerintah sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Industri perbankan syariah di Indonesia mencapai sejarah baru dengan hadirnya PT. Bank Syariah Indonesia Tbk (PT. BSI).

PT. BSI secara resmi lahir pada tangal 1 Pebruari 2021 atau bertepatan dengan tanggal 19 Jumadil Akhir 1442 H. Presiden Joko Widodo langsung meresmikan Bank Syariah terbesar di Indonesia tersebut di Istana negara. PT. BSI merupakan hasil merger antara PT. Bank BRI Syariah, PT. Bank BNI Syariah, dan PT. Bank Syariah Mandiri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengeluarkan ijin merger tiga usaha bank syariah tersebut pada tanggal 27 Januari 2021 melalui surat No. SR-3/PB.1/2021.

Komposisi pemegang saham PT. BSI adalah PT. Bank Mandiri Tbk 50.83%, PT. Bank Negara Indonesia Tbk 24.85%, PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar 17.25% dan sisanya adalah pemegang saham yang masing-masing di bawah 5%.

Terkhusus PT. Bank Syariah Indonesia Cabang Mataram terdiri atas Pejanggik 1, Pejanggik 2, dan Pejanggik 3. Khusus PT. Bank Syariah Cabang Pejanggik 1 ini berlokasi di Jalan

54PT. Bank Syariah Indonesia Cabang Mataram, “Profil PT. Bank Syariah Indonesia Cabang Mataram”. Dokumen, dikutip pada tanggal 27 Maret 2023

32

Pejanggik No. 23 Cakranegara Mataram NTB. Bank ini sebelumnya bernama PT. BNI Syariah Cabang Mataram hingga pada tanggal 1 Pebruari 2021 telah sah mengganti nama menjadi PT. Bank Syariah Indonesia Cabang Mataram Pejanggik 1 dan resmi beroperasi.

PT. BNI Syariah Cabang Mataram sendiri berdiri pada tanggal 7 juli 2011 dan secara langsung diresmikan oleh kepala Cabang Mataram dan mulai beroperasi pada tanggal 25 juli 2011. Selanjutnya seiring dengan kebijakan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak bulan Maret 2020 terjadilah pergabungan antara 3 (tiga) bank syariah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

b. Visi dan Misi PT. Bank Syariah Indonesia Tbk., Cabang Mataram Pejanggik 1

1) Visi

“Top 10 Global Islamic Bank”

2) Misi

a) Memberikan akses solusi keuangan syariah di Indonesia.

Melayani >20 juta nasabah dan menjadi top 5 bank berdsarkan asset (500+T) dan nilai buku 50 T di tahun 2025.

b) Menjadi bank besar yang memberikan nilai baik bagi para pemegang saham. Top 5 bank yang paling profitable di Indonesia (ROE 18%) dan valuasi kuat (PB>2). Menjadi perusahaan pilihan dan kebanggaan para talenta terbaik Indonesia. Perusahaan dengan nilai yang kuat dan memberdayakan masyarakat serta berkomitmen pada pengembangan karyawan dengan budaya berbasis kinerja.

c. Struktur Organisasi PT. Bank Syariah Indonesia Tbk., Cabang Mataram Pejanggik 1

Struktur organisasi PT. Bank Syariah Indonesia Tbk Cabang Mataram Pejanggik 1 beserta tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana tergambar berikut ini,

33

FINANCING OPERATION ADI PRAYITNO OPERATIONALSTAFF

TIA HARMAWANTIKA BACK OFFICE MABRUR HIDAYAT

TELLER BAIQ DEVI AGUSTINA ARISKA SHAFINA MONITA DZULAIHA FUNDING & TRANSACTION

STAFF ABDULLAH BAIQ NANDA ASTYA WIDARI

BERLIANA AULIA SMERM

MUHLIS

COSTUMER SERVICE REPRESENTATIVE PUTRI KUSUMA PURNAMASARI

TSAMARAH ADILLAH RIESLIA ACFS

MALIYANAN WAHIDAH JULIEZ IHSAN LAILUDDIN LALU M. SYAKIRRIZAL PAWNING SALES OFFICER

RATNA SEPTIANA

COSTUMER SERVICE SUPERVISOR ANNY ZUHRAINI MICRO STAFF

MUHAMMAD TRIYONO

PAWNING APPRAISAL BAIQ NOVIA DWI HERSA CONSUMER BUSSINES STAFF

ZAINAR AGUNG NUGROHO BAGAS WAHYU NUSANTARA MINAWATI ABDUL RISMAWANSYAH

BRANCH OPERATION & SERVICE MANAGER BAIQ MAHYUNI CONSUMER BUSSINES RELATIONSHIP

MANAGER SRI WAHYUNINGSIH MICRO RELATIONSHIP MANAGER

SULISTIO PUJI PANGESTU

BRANCH MANAGER SURYO EDHI

Gambar 1

Struktur Organisasi PT. BSI Tbk., Cabang Mataram Pejanggik 1

Uraian tugas dan tanggung jawab masing-masing posisi tersebut, diantaranya yaitu :

1) Branch Manager, jabatan ini merupakan jabatan tertinggi di dalam PT. Bank Syariah Indonesia Cabang Mataram. Secara garis besar, tugas pokok seorang branch manager adalah menjalankan stiap kebijakan yang diberikan oleh perusahan pusat. Selain itu, diwajibkan untuk melakukan pengembangan terhadap produk-produk yang disediakan disetiap cabang bank syariah Indonesia, tugas lainnya ialah mengontrol dan mengawasi berjalannya perkembangan kantor cabang.

34

Berikut rincian tugas yang dilakukan oleh Branch Manager : a) Memimpin perusahaan secara professional.

b) Bertanggung jawab terhadap kinerja PT. Bank Syariah Indonesia Cabang Mataram, serta mewakili dalam setiap hubungan dengan pihak luar.

c) Menjaga keberadaan, kelangsungan, dan pengembangan usaha kantor cabang mataram yang sesuai dengan ketentuan, petunjuk, dan kebijakan yang telah ditentukan oleh kantor pusat.

d) Menjalankan program kinerja sesuai dengan keputusan kantor pusat.

e) Menyusun rencana strategis jangka pendek dan jangka panjang untuk kantor cabang Mataram.

f) Memimpin rapat koordinasi dan evaluasi berkaitan dengan kinerja setiap devisi yang ada di kantor cabang Mataram.

g) Melakukan mekanisme kontrol operasional kantor cabang Mataram.

h) Memberi persetujuan/penolakan terhadap proses pembiayaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

i) Mengambil keputusan strategis yang disertai dengan pertimbangan yang matang sehingga mendukung peningkatan kinerja kantor cabang Mataram.

j) Menjaga agar operasional kantor cabang Mataram sesuai dengan yang berlaku, baik secara ekternal maupun internal.

2) Consumer Business Relationsip Manager, jabatan ini memiliki tugas untuk menjaga hubungan baik dengan nasabah yang akan melakukan transaksi, baik transaksi secara internal maupun secara ekternal dengan kantor cabang Mataram.

3) Teller merupakan salah satu jabatan yang berhubungan secara langsung dengan nasabah, dan seseorang dengan jabatan ini harus dapat melakukan komunikasi yang baik dan sopan dengan para nasabah secara langsung. Selain itu, teller sangatlah diharuskan dapat mengoperasikan media computer bila mana akan melakukan transaksi dengan para nasabah dan masyarakat. Adapun tugas teller bank, diantaranya:

a) Bertugas untuk melayani dan membantu nasabah yang

35

melakukan transaksi keuangan di kantor cabang Mataram.

b) Melayani setiap penarikan dana milik nasabah, transfer, dan nasabah yang ingin menabung di kantor cabang Mataram.

c) Mencatat setiap transaksi masuk yang dilakukan nasabah ke dalam komputer, dan mencetak bukti transaksi.

d) Menghitung dan mengemas mata uang yang diberikan nasabah dengan baik dan teliti. Membantu dalam membuka rekening baru milik nasabah.

e) Membantu mencairkan dana pinjaman nasabah yang telah melalui tahap-tahap verifikasi.

f) Mampu berkomunikasi dengan baik kepada nasabah, dan anggota tim bank lainnya.

4) Back Officer, jabatan ini memiliki peran dalam mensuport kepentingan strategi kantor cabang Mataram dengan terys menjaga internal kontrol yang berkualitas, dan mampu berkolaborasi dengan semua pihak back oofficer. Adapun tugas serta tanggung jawab yang dilakukan, diantaranya:

a) Bertanggungjawab dalam mengelola setiap laporan keuangan yang ada di kantor cabang Mataram.

b) Memiliki peran dalam memonitoring atau melakukan pengecekan terhadap invoice serta pemasaran pada kantor BSI cabang Mataram.

c) Membuat bukti laporan penjualan serta pemasaran produk kantor cabang Mataram.

d) Bertanggung jawab atas laporan pengecekan berkas pembelian produk kantor cabang Mataram.

5) Financing Operational, memiliki tanggung jawab terhadap keuangan, baik berupa tabungan dan pembiayaan. Financing memilki hak untuk memegang keuangan kantor cabang, termasuk menerima dan mengeluarkan dana, baik yang ada pad akas, pembiayaan, tabungan, dan investasi. Karena bekerja dibagian mengurus keuangan, karyawan yang berada dalam devisi financing operational harus memilki ketelitian yang tinggi dan pemahaman yang baik dalam menangani keuangan.

36

B. Praktik Penyaluran Dana Corporate Social Responsibility PT. BSI Tbk Pada Masyarakat Desa Lantan Kecamatan Batkliang Utara Kabupaten Lombok Tengah

Berkaitan dengan praktik penyaluran dana CSR yang dilakukan oleh PT. BSI Tbk, maka dapat peneliti uraikan hasil penelitian yang berkaitan dengan hal tersebut, diantaranya yaitu :

1. Penyaluran Dana Corporate Social Responsibility PT. BSI Tbk Pada Masyarakat Desa Lantan Kecamatan Batkliang Utara Kabupaten Lombok Tengah

Hasil penelitian yang peneliti lakukan dari studi dokumen dan hasil waancara, terlihat bahwa PT. BSI memiliki komitmen untuk menjalankan kegiatan tanggungjawab sosial perusahaan atau Coporate Social Responsibility (CSR) dan keuangan berkelanjutan.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Dokumen Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) yang telah diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). PT. BSI telah menyelaraskan pengelolaan CSR dan keuangan berkelanjutan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Depoletment Goals (SDGs).55

Berkaitan dengan penyaluran dana CSR, peneliti dapat sampaikan adanya tahapan dalam penyaluran tersebut baik yang dilakukan oleh PT. BSI Tbk pada tingkat kantor pusat maupun tingkat kantor cabang. Ditingkat kantor pusat, unit kerja Corporate Secretary & Communication Group bertanggung jawab atas pengelolaan CSR dan keuangan berkelanjutan secara bank wide.

Bank juga telah membentuk Sustainable Finance Department di bawah Supervise Direktur Complience & Human Capital. PT. BSI juga telah memiliki kebijakan terutama terkait dengan pengelolaan CSR yang tercantum dalam Standar Prosedur Operation (SPO) Corporate Secretary Tahun 2021.

Berdasarkan hasil studi dokumen dan penelitian yang peneliti lakukan, maka peneliti dapat menarasikan prosedur penyaluran dana CSR tersebut menjadi beberapa tahap, baik yang dilakukan dikantor

55PT. Bank Syariah Indonesia, Corporate Social Responsibility : Informasi Tentang CSR PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk, Dokumentasi, dalam https://bankbsi.co.id diakses tanggal 20 Februari 2023, pukul 13.30 Wita.

37

pusat maupun di kantor cabang, adapun tahap-tahap atau prosedur penyaluran dana CSR tersebut adalah sebagai berikut :

a. Tahapan kegiatan yang dilakukan oleh kantor pusat PT. BSI Tbk56

Pada lingkup kegiatan yang dilakukan oleh kantor pusat dalam proses penyaluran dana CSR yaitu :

1) Melakukan kajian dan analisa terhadap dasar hukum pelaksanaan penyaluran dana CSR.

Sebelum melakukan penyaluran dana CSR, terlebih dahulu pimpinan PT. BSI di kantor pusat melakukan kajian terhadap dasar pelaksanaan penyaluran dana CSR. Hal ini untuk menghindari persoalan hukum dikemudian hari.

Berdasarkan kajian, didapati bahwa penyaluran dana CSR dialkukan dengan berpedoman pada sejumlah peraturan perundang-undangan, diantaranya adalah i). Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseraon Terbatas; ii). Undang- Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal; iii).

Peraturan pemerintah No. 47 Tahun 2021 tentang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan Terbatas; iv). POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Emiten dan Perusahaan Publik; v). POJK Nomor 60/POJK.04/2017 tentang penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond); vi). Pedoman Teknis Bagi Bank Terkait Implementasi POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Peneraan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Emiten dan Perusahaan Publik; vii). Undang-Undang Zakat No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelollan Zakat.

2) Melakukan kajian terhadap metode dan lingkup due diligence terhadap dampak, sosial, ekonomi dan lingkungan.

Setelah adanya kajian atas peraturan perundang-

56PT. Bank Syariah Indonesia, Corporate Social Responsibility : Informasi Tentang CSR PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk, serta PT. Bank Syariah Indonesia, Standar Prosedur Operation (SPO) Coprporate Secretary 2021 dalam https://bankbsi.co.id diakses tanggal 20 Februari 2023, pukul 13.30 Wita.

38

undangan yang berlaku untuk menghindari persoalan hukum atas penyaluran dana CSR, maka setelah itu PT. BSI melakukan kajian atas metode dan due diligence terhadap dampak, sosial, ekonomi dan lingkungan. Hal ini penting dilakukan mengingat pelaksanaan tanggung jawab sosial merupakan salah satu upayapenting dalam menciptakan bisnis berkelanjutan PT. BSIyang berorientasi pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. PT. BSI telah memiliki metode due diligence untuk setiap core subject CSR, yang meliputi : i).

Survey kepuasan pegawai dan nasabah; ii). Peningkatan kompetensipegawai terkait CSR dan keuangan berkelanjutan melalui pelatihan yang diselengarakan oleh PT BSI Corporate University bekerjasama dengan lembaga mitra yang ahli di bidang CSR dan keuangan berkelanjutan; iii). Pelaksanaan pedoman bank dalam penyaluran pembiayaan dalam pemenuhan aspek analisis dampak lingkungan (AMDAL) pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), komersial serta korporasi.

Berdasarkan kegiatan due diligence tersebut, kemudian PT. BSI melakukan pemetaan siapa saja pemangku kepentingan yang terdampak dari kegiatan bisnis bank, yaitu individu atau kelompok yang dapat mempengaruhi atau terpengaruh oleh aktivitas dan layanan jasa perbankan serta kinerja bank. Adapun pemangku kepentingan yang signifikan terdampak atau berpengaruh pada dampak kegiatan perusahaan adalah sebagai berikut :

a) Pemegang saham dan investor, basis identifikasi adalah tanggung jawab dan pengaruh, topik utama utama kegiatan yaitu mempertahankan dan meningkatkan nilai usaha sesuai harapanpemegang sahat; menghormati hak-hak dan tanggung jawabpemegang saham sesuai peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku.

b) Nasabah, basis identifikasi adalah ketergantungan, topik utama kegiatan yaitu memberikan layanan dengan kualitas yang melebihi harapanpelanggan dan meningkatkan nilai bagi pelanggan; kerahasiaan data; memperluas jaringan dan

Dokumen terkait