BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Peran pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat
Hutan merupakan penentu sistem penyangga kehidupan dan sumber kemakmuran masyarakat di sekitarnya, yang semakin hari cenderung menurun kondisinya, oleh karena itu keberadaannya harus di pertahankan secara optimal, di jaga daya dukungnya secra lestari, dan diurus dengan arif, bijaksana, terbuka, professional, serta bertanggung jawab.
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan rakyat merupakan upaya untuk memampukan dan memandirikan masyarakat dari usaha-usaha kehutanan Atau dengan kata lain adalah Memberikan bantuan kepada masyarakat untuk mampu menolong dirinya sendiri dengan mengelola hutan rakyat. pemberdayan masyarakat di sekitar hutan rakyat dalam rangka pengelolaan hutan dan lahan sudah dimulai sejak lama yang implementasinya dalam bentuk pemberian bibit, pelatihan pengelolaan hutan rakyat, penghijauan, reboisasi dan rehabilitasi lahan kritis. Semua program tersebut dimaksudkan agar nilai-nilai pengelolaan hutan dan lahan dapat melembaga di masyarakat selain itu kelestarian hutan juga dapat dinikmati masyarakat sekitarnya, seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru. Adapun langkah-langkah yang di lakukan pemerintah dalam rangka memberdayakan masyarakat sekitar hutan rakyat, yaitu :
1. Mengembangkan potensi masyarakat (Enabling)
Mengembangkan potensi masyarakat dalam hal ini yakni menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang. titik tolaknya adalah pengenalan bahwa setiap manusia, setiap masyarakat, memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Artinya, tidak ada masyarakat yang sama sekali tanpa daya, karena jika demikian akan sudah punah. Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu, dengan mendorong, memotivasikan, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya di tambah dengan adanya dorongan, dan kesadaran masyarakat potensi hutan rakyat akan dapat di kelola dengan baik. Untuk mengetahui Program apa yang di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang dapat dilihat dari hasil wawancara sebagai berikut Yaitu :
A. Sosialisasi tentang pengelolaan hutan
Pernyataan salah satu pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang mengatakan bahwa :
“Program yang kami lakukan dalam membangun daya masyarakat yakni dengan bekerja sama dengan dinas kehutanan melakukan sosialisasi pengelolaan hutan” (Hasil wawancara MD, 07 September 2015 ).
Lanjut wawancara dengan pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru seksi pemberdayaan masyarakat dan daerah terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan
suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang mengatakan bahwa :
“Dalam rangka memberdayakan masyarakat, hal yang pertama yang dilakukan adalah mengenalkan hutan sebagai suatu potensi yang dapat di kembangakan melalui sosialisasi yang di lakukan bersama dinas kehutanan Kabupaten Barru” ( Hasil wawancara SR, 07 September 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru seksi perekonomian dan pembangunan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Ya, betul sebelum masyarakat ingin di berdayakan, patut di ciptakan sesuatu yang mendorong dan membangunkan potensi yang mereka miliki, berdasara pada hal tersebut kami melakukan terbelih dahulu sosialisasi tentang pengelolaan hutan ”(Hasil wawancara SN, 07 September 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang pembinaan hutan dan lahan terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Sudah menjadi tanggung jawab dinas kehutanan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa hutan di sekitarnya sangat amat potensial untuk di kembangkan, untuk itu kami melaksanakan suatu program sosialisasi tentang pengelolaan hutan rakyat” ( Hasil wawancara MT, 25 Agustus 2015 )
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang produksi dan pengelolaan hasil hutan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau
iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Pertama-tama tentu saja kita harus melakukan solialisasi kepada masyarakat di sekitar hutan rakyat bukan hanya memberikan informasi bahwa hutan di sekitarnya dapat di kelola, tapi juga memberi tahu bahwa ada batasan pengelolaan, misalnya utan lindung tidak boleh di eksplorasi, jadi kami juga memberi tahu batasa-batas pengelolaanya ”( Hasil wawancara SL, 25 Agustus 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang perlindungan dan pengamanan hutan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Potensi masyarakat sekitar hutan rakyat memang terlebih dahulu harus di kembangkan. Bagaimana cara mengembangkannnya? Pertama harus ada penyuluhan atau sosialisasi, agar masyarakat paham ini hutan rakyat mau diapakan ”( Hasil wawancara FS,25 Agustus 2015 ).
Berdasarkan hasil pengamatan selama dilapangan terkait terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru Yakni Pemerintah Kecamatan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Barru terlebih dahulu membangun daya masyarakat dengan mendorong, memotivasikan, dan membangkitkan kesadaran terhadap potensi yang dimiliki alam dan manusia dengan memberikan informasi kepada masyarakat , dengan melakukan sosialisasi pengelolaan hutan rakyat sebagai langkah awal pemerintah dalam rangka memberdayakan masyarakat di sekitar hutan.
B. Pelatihan pengelolaan hasil hutan
Pernyataan salah satu pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang mengatakan bahwa :
“Setelah sosialisasi biasanya ada pelatihan kepada petani dari dinas kehutanan agar hutan itu tidak asal di kelola” ( Hasil wawancara MD, 07 September 2015 ).
Lanjut wawancara dengan pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru seksi pemberdayaan masyarakat dan daerah terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang mengatakan bahwa :
“Hal ke dua tentu saja pelatihan, karena tidak mungkin masyarakat mengelola tanpa kemampuan, dan kemampuan tidak ada tanpa latihan” ( Hasil wawancara SR, 07 September 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru seksi perekonomian dan pembangunan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Setelah masyarakat mendapatkan informasi, masyarakat harus dilatih melalui program pelatihan yang tanggung jawabnya pada dinas kehutanan selaku penyelengara, kami di kecamatan hanya perpanjangan tangannya saja
”(Hasil wawancara SN, 07 September 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang pembinaan hutan dan lahan terkait masalah Program di lakukan
pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Nah, jika informasi tentangpengelolaan hutan sudah di ketahui masyarakat, maka selanjutnya adalah melatih, masyarakat harus dilatih, karena hutan memerlukan perlakuan khusus, buakan hanya di eksplorasi tapi juga harus di lestarikan”.( Hasil wawancara MT, 25 Agustus 2015 )
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang produksi dan pengelolaan hasil hutan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Yang selanjutnya dinas kehutanan harus melatih masyarakat sekitar hutan rakyat melalui pelatihan khusus, jangan sampai hutan hanya asal di Tanami, di sini kami melakukan pelatihan pemelirahaan lebah sehingga menghasilakan madu tapi juga memberikan pelatihan untuk mengembangkan ulat sutra sehingga hasil hutan tidak melulu Kayu ”( Hasil wawancara SL, 25 Agustus 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang perlindungan dan pengamanan hutan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Setelah daya masyarakat di kembangkan, daya tersebut harus di latih melalui program pelatihan, masyarakat di sekitar hutan dilatih mengembangkan dan mengelola hutan yang hasilnya nanntinya bukan hanya kayu namun juga hasil non kayu. Karena rata-rata masyarakat yang belum di latih hanya mengembangkan kayu saja, padalah banyak potensi hutan yang lain yang bisa di hasilkan selain kayu”( Hasil wawancara FS,25 Agustus 2015 ).
Berdasarkan hasil pengamatan selama dilapangan terkait terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru Yakni Pemerintah Kecamatan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Barru setelah dahulu membangun daya masyarakat dengan memberikan informasi mengenai hutan rakyat kepada masyarakata melaui sosialisasi, selanjutnya Pemerintah Kecamatan dan Dinas Kehutanan Kabupaten Barru melakukan pelatihan kepada masyarakat sekitar hutan agar hutan rakyat dapat di kelola sebagaimana mestinya serta dapat berdaya guna dan berhasil guna, bukan hanya memberikan sekedar pelatihan mengelola hutan, program pelatihan ini pun bertujuan agar hutan tidak hanya di kelola tapi juga untuk di lestarikan oleh masyarakat.
2. Memperkuat daya masyarakat (Empowering)
Dalam rangka ini diperlukan langkah-langkah lebih positif, selain dari hanya menciptakan iklim dan suasana. Perkuatan ini meliputi langkah-langkah nyata, dan menyangkut penyediaan berbagai masukan (input), serta pembukaan akses ke dalam berbagai peluang (opportunities) yang akan membuat masyarakat menjadi berdaya. Pemberdayaan bukan hanya meliputi penguatan individu anggota masyarakat, tetapi juga pranata-pranatanya. Menanamkan nilai-nilai budaya modern, seperti kerja keras, hemat, keterbukaan, dan kebertanggungjawaban adalah bagian pokok dari upaya pemberdayaan ini.
Demikian pula pembaharuan institusi-institusi sosial dan pengintegrasiannya ke dalam kegiatan pembangunan serta peranan masyarakat di dalamnya. Yang
terpenting disini adalah peningkatan partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut diri dan masyarakatnya. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan, pengamalan demokrasi. Dalam rangka memperkuat daya masyarakat, adapun yang dilakukan pemerintah Kecamatan Pujananting dan Dinas Kehutan kabupaten Barru, yaitu:
1. Memberikan bantuan bibit baik kayu maupun non kayu
Pernyataan salah satu pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Kami memperkuat daya masyarakat dengan memberikan berbagai bantuan sesuai dengan hasil pelatihannya, seperti pelatihan pengembangan ulat sutra, maka kami akan memberikan bibit tanaman murbei dan anakan ulat sutra tentu saja dari Dinas Kehutanan Kami hanya jadi perpanjangan tangannya kepada masyarakat disini”
( Hasil wawancara MD, 07 September 2015 ).
Lanjut wawancara dengan pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru seksi pemberdayaan masyarakat dan daerah terkait masalah memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Kami memberikan bibit secara rutin dan gratis kepada masyarakat dari Dinas Kehutanan, jika bibit kayu biasanya setelah adanya pemanennan kayu jati secara besar-besaran, karena di sini juga petani masih kurang paham mengenai pembibitan” ( Hasil wawancara SR, 07 September 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru seksi perekonomian dan pembangunan terkait Program di lakukan
pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Bibit gratis dari Dinas Kehutan sepertinya program yang terkait dengan memperkuat daya masyarakat ini, jadi dinas itu rajin memberikan bibit, bahkan rutin menyediakan bibit baik kayu maupun non kayu”(Hasil wawancara SN, 07 September 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang pembinaan hutan dan lahan terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Kami memberikan bibit kayu maupun non kayu yang kami harapkan dapat di kelola dengan baik oleh masyarakat sekitar hutan rakyat, sesuai dengan pelatihan yang kami adakan”.( Hasil wawancara MT, 25 Agustus 2015 )
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang produksi dan pengelolaan hasil hutan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Untuk tahun ini kami memberikan pelatihan menternakkan ulat sutra jadi kami memberikan anakan ulat sutra, serta tanaman murbei sebagai makanan ulat sutra karena di pelatihan sudah kita kasi tahu cara merawat hingga mengembang biakkannya”( Hasil wawancara SL, 25 Agustus 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang perlindungan dan pengamanan hutan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Di hutan rakyat pujananting itu tidak hanya berpotensi untuk jati tapi juga yang non kayu seperti tahun lalu kami memberikan lebah hutan yang di ternakkan sehingga dapat menghasilkan Madu yang tentu saja dapat berhasil guna bagi masyrakat sekita, terbukti dengan bantuan yang kami berikan
presentasi masyarakat miskin di sekitar hutan rakyat di kecamatan Pujananting Kabupaten Barru yang mampu mengelola kayu maupun non kayu meningkat kesejahtraannya sekitar 35,5%”( Hasil wawancara FS,25 Agustus 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan Salah satu anggota Forum pemerhati lingkungan (FPL) Sulawesi Selatan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Memperkuat daya masyarakat dengan memberikan bibit tanaman sepertinya sudah dari dulu dilakukan pemerintah kabupaten barru, hanya saja mengapa masyarakatnya belum berdaya?, karena bibit tanaman yang di berikan adalah tanaman jangka panjang yang panennya bertahun-tahun sekali, coba saja bibit yang di beriakan adalah bibit tanaman jangka pendek sehingga keuntungan yang didapat juga cepat”(Hasil wawancara TV, 8 September 2015)
Lebih lanjut wawancara dengan Salah satu anggota Forum pemerhati lingkungan (FPL) Sulawesi Selatan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Memperkuat daya masyarakat memang tidak hanya sekedar dilatih lalu di beri bibit, namun juga harus di awasi. Meskipun masyarakat telah mendapatkan pelatihan, yang lebih bisa kan dinas kehutanannya, akan lebih baik jika ada waktu mungkin sekali seminggu untuk memantau, guna mencegah hal-hal yang tidak di inginkan seperti gagal panen dan sebgainya”(Hasil wawancara AF, 8 September 2015)
Lebih lanjut wawancara dengan Masyarakat sekitar Hutan Rakyat terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Biasa memang di kasi bibit, biasanya sudah pelatihan besoknya kita di kasi bibit, biasa jati, atau kayu yang lain tapi tahun ini di kasi bibit murbei untuk ulat sutra katanya ”(Hasil wawancara AN, 10 September 2015) Lebih lanjut wawancara dengan Masyarakat sekitar Hutan Rakyat terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Kami sebenarnya sangat terbantu dengan adanya pemberian bibit gratis ini tapi kadang bibit yang di berikan tidak sesuai dengan yang ingin menanam, biasanya ada bibit tambahan tapi dua atau tiga hari kemadian baru ada ”(Hasil wawancara UM, 10 September 2015)
Berdasarkan hasil pengamatan selama dilapangan terkait terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka memperkuat daya masyarakat di sekitar hutan rakyat di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru Pemerintah setempat bekerjasama dengan Dinas Kehutanan memberikan batuan berupa bibit baik kayu maupun non-kayu, agar hasil hutan dapat beragam. Masyarakat terbantu dengan adanya pemberian bibit ini, terbukti dengan presentasi masyarakat miskin di sekitar hutan rakyat di kecamatan Pujananting Kabupaten Barru yang mampu mengelola kayu maupun non kayu meningkat kesejahtraannya sekitar 35,5% Namun di harapkan peran dari Dinas kehutanan agar dapat mengawasi pemberian bibit agar dapat mencegah gagal panen.
3. Melindungi (protecting)
Memberdayakan mengandung pula arti melindungi atau penguatan. Dalam proses pemberdayaan, harus dicegah yang lemah menjadi bertambah lemah, oleh karena kekurangberdayaan dalam menghadapi yang kuat. Oleh karena itu,
perlindungan dan pemihakan kepada yang lemah amat mendasar sifatnya dalam konsep pemberdayaan masyarakat. Melindungi tidak berarti mengisolasi atau menutupi dari interaksi, karena hal itu justru akan mengerdilkan yang kecil dan melunglaikan yang lemah. Melindungi harus dilihat sebagai upaya untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang, serta eksploitasi yang kuat atas yang lemah. Pemberdayaan masyarakat bukan membuat masyarakat menjadi makin tergantung pada berbagai program pemberian (charity). Karena, pada dasarnya setiap apa yang dinikmati harus dihasilkan atas usaha sendiri (yang hasilnya dapat dipertikarkan dengan pihak lain). Dengan demikian tujuan akhirnya adalah memandirikan masyarakat, memampukan, dan membangun kemampuan untuk memajukan diri ke arah kehidupan yang lebih baik secara berkesinambungan. Dalam rangka melindungi daya masyarakat (protecting) , adapun yang dilakukan pemerintah Kecamatan Pujananting dan Dinas Kehutan kabupaten Barru, yaitu:
1. Melakukan reboisasi
Pernyataan salah satu pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka melindungi daya masyarakat (protecting) di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Segala sesuatu yang di lakukan tentu saja harus di lindungi, misalnya dengan melakukan reboisasi atau penghijauan kembali, ya itu rutin kami lakukan untuk menjaga hutan tetap lestari” ( Hasil wawancara MD, 07 September 2015 ).
Lanjut wawancara dengan pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru seksi pemberdayaan masyarakat dan daerah terkait masalah melindungi
daya masyarakat (protecting) di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Melindunginya tentu saja dengan tetap menjaga kelestarian hutan dengan reboisasi, ya lahan-lahan tidur biasanya kami Tanami kembali dengan bantuan anggota masyarakat dan tentu saja Dinas kehutanan lah yang menyediakan bibit untuk hal itu” ( Hasil wawancara SR, 07 September 2015).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru seksi perekonomian dan pembangunan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka melindungi daya masyarakat (protecting) di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Masyarakat biasa menghijaukan kembali lahan-lahan yang sudah tidak di gunakan, biasanya di Tanami kelapa atau pohon-pohon lain yang bisa tumbuh di mana saja, sehingga bisa kita lihat di dekat hutan itu masih hijau semua, tidak ada yang gundul”(Hasil wawancara SN, 07 September 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang pembinaan hutan dan lahan terkait masalah Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka melindungi daya masyarakat (protecting) di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Langka yang kami lakukan untuk melindungi selain tetap memantau yang telah di lakukan masyarakat, kami juga melakukan peremajaan lahan dengan menanaminya kembali dengan program reboisasi yang sangat rutin kami lakukan biasanya awal musim penghujan”. ( Hasil wawancara MT, 25 Agustus 2015 )
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang produksi dan pengelolaan hasil hutan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka melindungi daya masyarakat (protecting) di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Melindunginya kami melakukan reboisasi, mengijaukan kembali lahan- lahan yang sudah tidak di pergunakan karena prinsipnya disini selain mengekplorasi hasil hutan kita juga harus tetap melestarikannya, memang dampaknya belum terlihat sekarang, tapi untuk generasi berikutnya, kan kalau alam kita tetap lestari hasil hutan itu akan berlimpah juga ”( Hasil wawancara SL, 25 Agustus 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan pegawai dinas Kehutanan Kabupaten Barru bidang perlindungan dan pengamanan hutan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka melindungi daya masyarakat (protecting) di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Melindungi tentu saja dengan memantau yang pertama yang kedua kita harus pastikan hutan yang di eksplor tetap lestari, artinya tetap hijau, tidak ada yang gundul atau jika membuka lahan tidak boleh di bakar, untuk mencegah gundulnya lahan kami melakukan penghijauaan kembali lahan- halan yang sudah tidak di pergunakan, atau dengan kata lain di reboisasi ”(
Hasil wawancara FS,25 Agustus 2015 ).
Lebih lanjut wawancara dengan Salah satu anggota Forum pemerhati lingkungan (FPL) Sulawesi Selatan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka melindungi daya masyarakat (protecting) di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :
“Langkah perlindungan seperti Reboisasi memang sudah jadi kewajiban bagi pemerintah setempat juga dinas terkait, karena tentu saja kita mencegah adanya lahan gundul, selain reboisasi itu meremajakan lahan kembali pohon yang di hasilkan nantinya juga berguna banyak sebagai penghasil oksigen sehingga udara yang di hasilkan sehat ”(Hasil wawancara TV, 8 September 2015)
Lebih lanjut wawancara dengan Salah satu anggota Forum pemerhati lingkungan (FPL) Sulawesi Selatan terkait Program di lakukan pemerintah setempat dan dinas terkait dalam rangka melindungi daya masyarakat (protecting) di Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru mengatakan bahwa :