• Tidak ada hasil yang ditemukan

> TUJUAN BAB:

1. Menjelaskan bagaimana cara memilih dan membeli rumah.

2. Menjelaskan membeli versus menyewa rumah.

3. Menggambarkan keuangan pembelian rumah.

K

epemilikan tempat tinggal atau rumah merupakan pengeluaran terbesar yang akan dihadapi kebanyakan orang. Sebagai salah satu investasi, memiliki rumah atau tempat tinggal merupakan tujuan dari sebagian besar orang. Pilihan tempat tinggal akan membutuhkan tenaga, waktu, dan uang Anda secara ekstensif.

Pada kenyataannya, faktor pendapatan, harga rumah, serta kondisi ekonomi akan memengaruhi seseorang untuk membeli atau menyewa rumah. Pilihan membeli atau menyewa rumah sendiri memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Membeli

https://unsplash.com/photos/KsXwour MEs Photo by iprian Lipenschi on Unsplash

120 BAGIAN II DASAR-DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN

rumah akan memberikan Anda keuntungan investasi, namun demikian bunga KPR dan biaya perawatan rumah berkala menjadi risiko dari pilihan ini. Sedangkan menyewa rumah akan membatasi privasi serta keleluasaan Anda dalam hal kepemilikan, namun akan menguntungkan keuangan Anda karena membutuhkan dana yang lebih sedikit dibandingkan membeli rumah.

Bab ini akan membahas bagaimana Anda dapat memilih untuk membeli atau menyewa rumah dengan mempertimbangkan pilihan jenis tempat tinggal dan kondisi keuangan Anda. Karena kondisi ekonomi akan memengaruhi harga properti serta bunga yang dibebankan, bab ini juga menyajikan berbagai jenis bunga yang biasa diterapkan dalam kredit pembelian rumah. Sehingga pada akhirnya Anda dapat membuat keputusan dengan baik terkait dengan membeli atau menyewa rumah yang sesuai dengan situasi Anda.

Memilih Rumah

Membeli rumah adalah salah satu keputusan terbesar untuk berinvestasi, sehingga keputusan ini harus dipertimbangkan dengan serius. Untuk mengambil keputusan membeli rumah, harus dipertimbangkan beberapa hal; mengevaluasi beberapa faktor seperti lokasi, serta membandingkan harga beli dan sewa rumah.

Dengan cara ini dapat diketahui bahwa menyewa rumah memerlukan biaya yang besar dibandingkan keuntungan memiliki rumah.

Indonesia memiliki jumlahi industri properti terbanyak. Dengan keterbatasan lahan dan infrastruktur, pembangunan properti vertikal di tengah kota berkembang dan tetap menjadi incaran bagi investor. Banjir besar yang beberapa kali melanda Jakarta membuat industri properti di pinggir Jakarta berkembang pesat. Investasi di bidang perumahan sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, seperti rumah tinggal biasa, townhouse, serta kondominium dan apartemen. Menurut Manurung dan Rizky (2010), pembahasan beberapa jenis perumahan adalah sebagai berikut.

Rumah Tinggal Biasa

Rumah tinggal dapat dibangun sendiri atau dibangun oleh pengembang (developer) yang dikenal dengan kompleks atau real estat. Terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh dengan memiliki rumah di kompleks, di antaranya adalah infrastruktur yang lengkap serta fasilitas jalan kompleks yang menjadi tanggung jawab dari pengembang, ditambah dengan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, seperti air, listrik, telepon, pembuangan (sampah), dan keamanan.

Selain itu, manfaat tambahan fasilitas lain yang dapat dirasakan adalah rumah ibadah, sekolah, klinik atau rumah sakit, pertokoan, dan lain sebagainya.

©penerbit

©

©

© salemba

Kekurangan dari membeli properti di kompleks adalah harga tanah dan bangunan yang Anda beli pasti lebih mahal dibandingkan apabila membeli langsung dari penjual.

Townhouse

Permintaan hunian rumah di dalam kompleks semakin banyak yang diiringi dengan keterbatasan lahan untuk membangun kompleks yang luas. Untuk memenuhi kebutuhan perumahan kelas menengah ke atas yang semakin meningkat, terdapat kompleks perumahan baru yang dikenal dengan istilah townhouse.

Dengan jumlah rumah (unit) yang tidak terlalu banyak, otomatis fasilitas yang disediakan oleh pengembang dan pengelola townhouse tidak selengkap seperti fasilitas yang disediakan oleh pengembang real estat. Keuntungan membeli rumah di townhouse adalah dalam hal fasilitas, terutama faktor keamanan. Namun demikian, kerugian dari membeli townhouse umumnya terdapat pada masalah ukuran rumah yang kecil dengan luas tanah yang tidak terlalu besar, dengan desain rumah yang sederhana, minimalis dan pemanfaatan ruang secara maksimal—harga termasuk relatif lebih mahal.

Kondominium dan Apartemen

Di Indonesia, membedakan antara kondominium dan apartemen agak sulit karena tidak ada regulasi yang jelas untuk masing-masing kategori tersebut.

Sementara, di luar negeri kondominium dan apartemen diatur secara jelas, terutama dalam hal fasilitas penunjang yang disediakan oleh pengembang dan pengelola. Kondominium memberikan banyak fasilitas penunjang hampir sama seperti real estat, sedangkan apartemen biasanya hanya memberikan fasilitas tambahan berupa tempat parkir dan tempat cuci umum (mesin cuci umum).

Kondominium adalah hunian yang dibangun bertingkat seperti gedung perkantoran. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, pembangunan kondominium di Indonesia berkembang sangat pesat terutama di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Kondominium dibangun untuk mensiasati ketersediaan tanah yang terbatas di kota besar serta jarak antara rumah (yang biasanya di pinggir kota) dengan tempat kerja (yang biasanya di tengah kota) dengan mempertimbangkan tingkat kemacetan di kota-kota besar.

Keuntungan yang didapat dengan membeli hunian ini adalah jarak yang sangat dekat dengan pusat kota atau pusat bisnis, dilengkapi dengan fasilitas penunjang tambahan seperti di real estat, tingkat keamanan yang relatif lebih tinggi, serta harga yang relatif lebih terjangkau. Adapun kerugian membeli

122 BAGIAN II DASAR-DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN

hunian ini adalah ukuran tempat tinggal yang sangat kecil dan terbatas karena sebuah kondominium atau apartemen standar biasanya berukuran kurang lebih 50 meter persegi, serta kenyamanan dan privasi yang kurang karena berdekatan dengan tetangga. Hal lain yang harus diperhatikan sebelum membeli “rumah susun” ini adalah status sertifikat tanah.

Pertimbangan Harga

Saat Anda ingin membeli rumah, pertama Anda harus memperkirakan berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan, serta berapa banyak modal yang Anda miliki untuk membeli rumah serta membayar cicilan rumah setiap bulannya.

Beberapa orang biasanya membayar rumah dengan uang muka sebesar 10-20 persen dari harga rumah tersebut dan memperoleh cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Anda akan membayar cicilan KPR setiap bulannya hingga masa cicilan tersebut berakhir. Pihak perumahan yang memberikan cicilan kepada pembeli menentukan berapa jumlah cicilan yang akan dibayarkan oleh pembeli setiap bulannya berdasarkan situasi keuangan dan sejarah pinjamannya.

Berbagai macam situs web dapat dijadikan referensi untuk memperkirakan nilai maksimum dari rumah berdasarkan kondisi keuntungan (seperti gaji dan pendapatan bersih).

Para perencana keuangan memberikan saran bahwa harga rumah seharusnya tidak melebihi dua kali pendapatan tahunan rumah tangga dan pembayaran hutang rumah tangga tidak boleh melebihi 40 persen dari total pendapatan kotor setiap bulannya. Selain itu, secara keseluruhan program ini tidak dapat dilakukan oleh semua orang, informasi keuangan dan pengeluaran dari pemilik rumah juga harus dipertimbangkan.

Kemampuan Membayar Uang Muka

Anda dapat menentukan maksimum uang muka berdasarkan perkiraan nilai pasar (market value) dari aset yang harus disesuaikan dengan uang tunai yang ada sebagai uang muka dan transaksi biaya (seperti biaya penutup) setelah memperoleh cicilan. Pastikan untuk mengatur keuangan dengan lancar sehingga dapat menutupi biaya tidak terduga.

Kemampuan Membayar Cicilan Per Bulan

Seberapa besar cicilan yang dapat dibayarkan per bulan? Laporan arus kas digunakan untuk menentukan arus kas bersih yang dapat Anda bayarkan untuk

©penerbit

©

©

© salemba

cicilan per bulan. Jika Anda membeli rumah, maka Anda tidak membayar sewa rumah per bulan dan dapat mengalokasikan uang tersebut untuk membayar cicilan rumah per bulan. Anda juga harus mempertimbangkan bahwa dengan memiliki rumah, terdapat pengeluaran lain seperti pajak properti, asuransi rumah, dan biaya perbaikan rumah. Anda tidak harus memaksakan untuk membeli rumah yang begitu mahal, sehingga dapat menekan arus kas. Semakin besar cicilan per bulan, maka semakin sedikit uang untuk simpanan dan investasi lainnya.

Faktor-faktor penting untuk dipertimbangkan saat membeli rumah adalah sebagai berikut.

arga. Pilihlah rumah dengan harga yang sesuai dengan modal. Hindari membeli rumah yang tidak mampu Anda bayar, meskipun rumah tersebut adalah rumah yang Anda inginkan, karena hal tersebut akan memberatkan Anda dalam membayar cicilan per bulan.

Lokasi yang trategis. Pertimbangkan untuk membeli rumah dengan lokasi yang strategis. Hal tersebut akan mempermudah akses Anda menuju tempat kerja dan melakukan aktivitas-aktivitas lainnya.

Pemeliharaan. Beberapa rumah dibuat oleh perusahaan konstruksi yang menggunakan bahan baku berkualitas rendah dibandingkan yang lain. Selain itu, rumah baru cenderung membutuhkan lebih sedikit biaya pemeliharaan dibandingkan rumah lama. Rumah dengan taman yang besar cenderung membutuhkan lebih banyak biaya pemeliharaan.

Untuk kondominium, terdapat berbagai fasilitas seperti kolam renang, lapangan tenis, dan lainnya. Secara umum, kondominium akan menentukan biaya pemeliharaan per bulan untuk fasilitas tersebut secara tetap. Selain itu, mereka dapat menambahkan struktur dari kondominium, seperti atap rumah yang baru dan pemeliharaan lainnya.

Area ekolah. Jika Anda mempunyai anak, aspek pendidikan adalah hal penting dalam menentukan lokasi rumah, sehingga rumah dengan akses sekolah yang mudah akan menjadi pilihan yang bagus. Walaupun jika Anda tidak mempunyai anak, rumah dengan akses sekolah yang mudah akan memiliki nilai jual yang lebih baik.

ilai Jual. Nilai jual rumah akan bergantung pada lokasi rumah tersebut.

Banyak rumah di wilayah yang sama memiliki fasilitas yang sama. Meskipun harga rumah yang diberikan oleh penjual cenderung sama, pergerakan harga

124 BAGIAN II DASAR-DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN

tiap rumah akan berbeda-beda. Contohnya, rumah yang dekat dengan sekolah akan lebih mahal dibandingkan rumah yang jauh dari sekolah.

Anda tidak dapat memprediksi nilai jual rumah dengan tepat, tetapi Anda dapat mengevaluasi nilai jual rumah sekarang yang terletak di daerah yang sama dengan nilai jual rumah di daerah tersebut tahun lalu. Informasi tentang harga rumah yang tersedia di internet bervariasi. Harga jual rumah yang naik di tahun sebelumnya dapat digunakan untuk memprediksi harga jual rumah di masa yang akan datang. Namun perlu diingat, bahwa jika Anda menggunakan makelar dalam menjual rumah, Anda harus membayar komisi sekitar 6 persen dari harga jual rumah tersebut.

Kebutuhan Pribadi. Untuk menjelaskan kriteria di atas secara keseluruhan, fasilitas rumah harus disesuaikan dengan kebutuhan pribadi Anda, seperti jumlah kamar, ukuran dapur, luas halaman, dan lainnya.

Menyewa versus Membeli Rumah

Kehidupan masyarakat yang mobile berdampak pada keputusan untuk membeli atau menyewa rumah. Keputusan dalam memilih tempat tinggal harus dianalisis berdasarkan gaya hidup dan faktor keuangan. Bagi kebanyakan anak muda, menyewa tempat tinggal akan menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda berencana untuk tinggal di suatu daerah untuk waktu yang lama dan yakin bahwa harga real estat di daerah tersebut akan meningkat, Anda harus mempertimbangkan untuk membeli rumah. Bagi beberapa orang yang secara finansial mampu untuk membeli rumah tetapi mereka memilih untuk menyewa, biasanya keputusan tersebut diambil untuk menghindari komitmen biaya yang dibutuhkan untuk perawatan rumah.

Keuntungan Menyewa Rumah

Terdapat tiga keuntungan dari menyewa rumah, yaitu mobilitas, tanggung jawab yang lebih rendah, dan biaya perolehan yang lebih rendah.

obilitas. Menyewa rumah menawarkan kemudahan ketika Anda harus atau ingin pindah tempat tinggal. Pekerjaan baru, kenaikan harga sewa, kebutuhan untuk apartemen yang lebih besar, atau keinginan untuk tinggal di komunitas yang berbeda dapat menjadi faktor kebutuhan untuk pindah tempat tinggal. Secara umum, pindah tempat tinggal akan lebih mudah

©penerbit

©

©

© salemba

ketika Anda menyewa rumah dibandingkan membeli rumah. Misalnya, setelah Anda menyelesaikan sekolah dan memulai karir, menyewa rumah akan mempermudah Anda untuk pindah tempat tinggal karena faktor pekerjaan.

Tanggung Ja ab yang Lebih Rendah. Dengan menyewa rumah, Anda memiliki tanggung jawab yang lebih kecil dibandingkan memiliki rumah karena Anda tidak bertanggung jawab atas biaya perawatan dan perbaikan.

Namun, Anda tetap harus membersihkan rumah sehari-hari. Seorang penyewa memiliki beban biaya pemeliharaan yang lebih sedikit untuk keperluan pemeliharaan sehari-hari, sedangkan pemilik rumah bertanggung jawab untuk beban yang berkaitan dengan pajak properti, asuransi properti, perbaikan, dan pemeliharaan berkala yang membutuhkan biaya yang lebih besar.

Biaya Perolehan yang Lebih Rendah. Terkait dengan biaya perolehan, menyewa rumah lebih murah dibandingkan membeli rumah. Orang yang membeli rumah baru harus membayar ratusan juta rupiah untuk uang muka dan biaya pelunasannya, sementara penyewa hanya mengeluarkan uang untuk jaminan dan biaya sewa rumah secara berkala.

Kerugian Menyewa Rumah

Menyewa rumah memiliki beberapa kerugian finansial, hal ini dapat memaksa Anda untuk membatasi gaya hidup dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Pihak penyewa tidak dapat menikmat manfaat keuangan yang diperoleh oleh pemilik rumah dalam bentuk potongan pajak untuk bunga pinjaman dan pajak properti atau keuntungan dari kenaikan nilai properti dari real estat. Mereka hanya memiliki sedikit kontrol pada apa yang mereka sewa.

aya idup yang Terbatas. Dengan menyewa rumah, beberapa aktivitas yang dilakukan di kediaman secara umum terbatas. Sebagai contoh, ketika mengadakan pesta dan saat menggunakan pengeras suara akan diawasi secara ketat. Selain itu, terdapat berbagai peraturan yang terkadang membatasi penyewa, seperti aturan yang melarang untuk memelihara hewan peliharaan.

Ketentuan yang Terperinci. Penyewa harus menandatangani dokumen yang berisi informasi terkait kondisi sewa. Dokumen tersebut berisi informasi sebagai berikut:

126 BAGIAN II DASAR-DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN

t %FTLSJQTJproperti termasuk alamat.

t /BNBEBOBMBNBUEBSJQFNJMJLapartemen/rumah (yang disewakan) atau pemilik tanah.

t /BNBEBSJQFOZFXB

t 5BOHHBMFGFLUJGEBSJNBTBTFXB t -BNBXBLUVTFXB

t +VNMBIVBOHKBNJOBO

t 4JTUFN CVMBOBOUBIVOBOEBOXBLUVQFNCBZBSBOUFSNBTVLUBOHHBMKBUVI tempo pembayaran.

t 5FNQBUQFNCBZBSBOTFXB

t 5BOHHBMEBOEFOEBVOUVLLFUFSMBNCBUBOQFNCBZBSBO

t %BGUBSLFQFSMVBOQFSBMBUBOGVSOJUVSBUBVGBTJMJUBTMBJOZBOHUFSEBQBUEBMBN sewa tersebut.

t "LUJWJUBTZBOHEJMBSBOH NFNFMJIBSBIFXBOSFOPWBTJEBOMBJOOZB t )BLQFOZFXBVOUVLNFOZFXBLBOMBHJVOJUZBOHEJTFXB

t %FOEB VOUVL LFSVTBLBO BUBV QJOEBI EJ UJOHHBM TFCFMVN NBTB TFXB berakhir.

t ,POEJTJEJNBOBQFNJMJLEBQBUNBTVLLFEBMBNapartemen.

Adapun ketentuan sewa dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang ada, serta disepakati baik oleh pemilik dan penyewa rumah.

Keuntungan Memiliki Rumah

Terdapat beberapa keuntungan dengan memiliki rumah, di antaranya adalah Anda akan merasa bangga dengan memiliki tempat tinggal, memperoleh manfaat keuangan, dan mendapatkan keleluasaan gaya hidup dengan memiliki tempat tinggal sendiri, baik itu dengan cara membeli rumah, kondominium, atau membuat rumah sendiri.

Kebanggaan emiliki Tempat Tinggal. Memiliki tempat tinggal sendiri merupakan tujuan utama dari kebanyakan orang. Stabilitas kediaman dan lokasi tempat tinggal pribadi menjadi penting dalam kehidupan seseorang.

an aat Keuangan. Salah satu manfaat keuangan dari memiliki rumah adalah pengurangan bunga pinjaman dan pembayaran pajak real estat untuk pajak penghasilan. Keuntungan potensial yang lain adalah kenaikan nilai properti.

Pada akhirnya pemilik rumah dapat melakukan pinjaman dengan menggunakan surat kepemilikan rumah sebagai jaminan. Kepemilikan adalah nilai yang dimiliki dikurangi utang.

©penerbit

©

©

© salemba

Keleluasaan aya idup. Jika menyewa rumah memberikan mobilitas, memiliki rumah memberikan Anda lebih banyak kesempatan untuk mengekspresikan diri. Pemilik rumah memiliki lebih banyak kebebasan dibanding penyewa dalam mendekorasi tempat tinggal dan menjamu tamu.

Kerugian Memiliki Rumah

Adapun kerugian memiliki rumah adalah bahwa investasi ini dapat berdampak pada aspek kondisi keuangan yang tidak pasti, keterbatasan mobilitas, dan biaya hidup yang lebih tinggi.

Ketidakpastian Keuangan. Di antara ketidakpastian keuangan sehubungan dengan pembelian rumah adalah mendapatkan uang muka. Mendapatkan KPR bisa menjadi masalah terkait dengan situasi keuangan pribadi Anda atau kondisi ekonomi saat ini. Pada akhirnya, perubahan harga properti secara luas dapat memengaruhi investasi keuangan.

obilitas yang Terbatas. Kepemilikan rumah tidak memberikan kemudahan untuk pindah lokasi tempat tinggal seperti halnya dengan menyewa rumah.

Jika terjadi perubahan kondisi yang membuat Anda perlu menjual rumah, hal tersebut dapat menjadi hal yang sulit. Suku bunga yang tinggi dan faktor lain dapat menyebabkan permintaan rumah akan melemah.

Biaya idup yang Lebih Tinggi. Memiliki tempat tinggal sendiri tentunya memerlukan biaya yang lebih mahal. Pemilik rumah bertanggung jawab atas biaya pembangunan, perawatan, dan perbaikan.

Keuangan Pembelian Rumah

Bagi Anda yang ingin membeli properti secara kredit, perhitungkanlah jenis bunga dan sistem perhitungan bunga yang diterapkan bank sebagai pemberi kredit.

Menyewa vs Membeli Rumah

Membandingkan biaya menyewa dan membeli melibatkan berbagai jenis faktor.

Contoh berikut ini adalah contoh dari basis penilaian dari dua alternatif tempat tinggal. Misalnya, sebuah apartemen memiliki biaya sewa per bulan sebesar

128 BAGIAN II DASAR-DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN

Rp1.250.000 dan sebuah rumah dengan biaya Rp200.000.000. Diasumsikan persentase tingkat pajak sebesar 28 persen.

Perhitungan lebih rinci terkait biaya sewa atau membeli rumah dapat dilihat pada Tabel 7.1. Meskipun angka dalam contoh ini lebih mendukung untuk membeli. Ingat bahwa di setiap keputusan keuangan, perhitungan hanya menjadi bagian dari jawaban dan penilaian biaya peluang yang berkaitan dengan menyewa dan membeli.

> TABEL 7.1 Perhitungan biaya sewa versus membeli rumah Contoh

Hitungan Anda B A A SE A RUMAH

Pembayaran sewa tahunan Rp 15.000.000

Asuransi menyewa Rp 210.000

Kerugian bunga pada deposito sekuritas (jumlah sekuritas dikali bunga rekening tabungan setelah

dikurangi pajak) Rp 36.000

Rp 15.246.000 - B A A MEMBEL RUMAH

Pembaran tahunan KPR Rp 15.168.000

Pajak properti (biaya tahunan) Rp 4.800.000 Asuransi pemilik rumah (premi tahunan) Rp 600.000 Estimasi perbaikan dan perawatan rumah (1%) Rp 2.000.000 Kerugian bunga setelah pajak pada uang muka

dan biaya penutupan dikurangi (keuntungan

finansial dari kepemilikan rumah Rp 750.000

Pertumbuhan Ekuitas –Rp. 1.120.000

Penghematan pajak untuk bunga KPR (bunga KPR tahunan dikali tarif pajak)

–Rp. 3.048.000 Penghematan pajak untuk pajak properti (pajak

properti tahunan dikali tarif pajak)

–Rp. 1.344.000 Estimasi apresiasi tahunan (1.5%) –Rp. 3.000.000 Jumlah total biaya pembelian tahunan Rp14.806.000

Perhitungan Bunga Kredit

Terdapat tiga jenis suku bunga kredit berdasarkan sifatnya (Karvof, 2009).

1. Suku bunga tetap (fixed rate)

Suku bunga yang dibebankan kepada debitur yang nilainya selalu tetap selama jangka waktu kredit, tanpa mengikuti naik turunnya bunga di pasar uang—dalam hal ini suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia).

©penerbit

©

©

© salemba

2. Suku bunga mengambang (floating rate)

Suku bunga yang suatu waktu bisa berubah selama jangka waktu kredit bergantung pada faktor yang memengaruhinya. Secara umum, jika suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) naik, suku bunga kredit pun ikut naik. Bunga dapat berubah secara berkala, misalnya setiap bulan, tiga bulan, enam bulan, atau setahun.

3. Suku bunga campuran (fixed floating rate)

Suku bunga yang menggabungkan bunga tetap dan bunga mengambang.

Setelah beberapa periode, misalnya 1 tahun pihak bank memberikan bunga tetap, selanjutnya bank akan memberlakukan bunga mengambang.

Berdasarkan sistem perhitungannya, terdapat tiga suku bunga kredit, (Karvof, 2009).

1. Sistem bunga flat (flat rate)

Sistem bunga flat adalah bunga yang dikenakan kepada nasabah yang didasarkan pada jumlah pokok kredit. Misalnya, Anda dikenakan bunga 6 persen per tahun dengan utang pokok Rp12.000.000. Cicilan yang harus Anda bayar setiap bulan adalah Rp1.060.000 yang terdiri atas cicilan pokok Rp1.000.000 dan cicilan bunga Rp60.000. Jumlah cicilan Anda akan tetap sama dari bulan pertama dan bulan-bulan selanjutnya.

2. Sistem bunga efektif (effective rate)

Sistem bunga efektif adalah bunga yang dikenakan kepada nasabah yang didasarkan pada saldo pokok utang. Beban bunga yang Anda tanggung dengan sendirinya akan menurun setiap bulan karena pokok utang juga berkurang seiring dengan pembayaran cicilan yang Anda lakukan. Secara umum, besaran bunga efektif ini kurang lebih 2 kali bunga flat.

3. Sistem bunga anuitas (annuity rate)

Sistem bunga anuitas adalah bunga yang dikenakan kepada nasabah yang porsi cicilan pokok ataupun pembayaran bunganya tidak sama setiap bulan. Secara umum, bunga anuitas relatif sama dengan bunga efektif, bahkan bank sering kali menyebut perhitungan bunga anuitas ini sebagai bunga efektif. Dalam sistem ini, cicilan pada waktu awal relatif besar, tetapi porsi cicilan pokoknya relatif kecil. Semakin mendekati akhir jangka waktu kredit, porsi cicilan pokok semakin besar, dan porsi pembayaran bunga menjadi lebih kecil.

130 BAGIAN II DASAR-DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN

KESIMPULAN

1. Ketika mempertimbangkan untuk membeli rumah, Anda harus mengevaluasi situasi keuangan untuk menentukan berapa banyak Anda mampu membayar. Beberapa kriteria utama yang digunakan dalam memilih rumah adalah harga, kenyamanan lokasi, kualitas, sistem sekolah, dan potensi nilai jual kembali.

2. Anda dapat melakukan penilaian rumah dengan analisis pasar. Harga jual rumah saat ini di daerah yang sama dapat digunakan untuk menentukan harga rata-rata per kaki persegi. Kemudian, harga per kaki persegi ini dapat diterapkan pada ukuran luas rumah yang Anda nilai.

3. Sebelum membuat keputusan akhir untuk membeli rumah, Anda dapat membandingkan total biaya memiliki rumah dengan menyewa rumah selama periode waktu tertentu untuk menentukan pilihan. Total biaya memiliki rumah diperkirakan dengan menjumlahkan biaya-biaya yang berhubungan dengan rumah, mengurangkan penghematan pajak dari memiliki rumah, dan mengurangi nilai yang diharapkan dari ekuitas rumah pada akhir periode.

©penerbit

©

©

© salemba

Dalam dokumen Ebook Pengelolaan keuangan pribadi (Halaman 133-145)