• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Prosedur Penelitian

Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pra penelitian dan pelaksanaan penelitian. Adapun langkah-langkah dari tahap penelitian tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Prapenelitian

Kegiatan yang dilakukan pada prapenelitian sebagai berikut :

a) Membuat surat izin observasi ke sekolah tempat diadakannya penelitian.

b) Mengadakan observasi ke sekolah tempat diadakannya penelitian, untuk mendapatkan informasi tentang keadaan sekolah.

c) Menetapkan sampel penelitian.

d) Penyusunan instrumen penelitian berupa angket (kuesioner) untuk mengukur kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan siswa.

2. Pelaksanaan Penelitian

Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan penelitian yaitu :

a) Melakukan uji validitas instrumen baik secara konstruk juga empirik.

Uji validitas instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas instrumen penelitian yang berupa angket (kuesioner) untuk mengetahui hubungan kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan Siswa dilaksanakan di SMA Negeri 5 Barru.

b) Pengisian angket (Kuesioner) kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan oleh seluruh siswa kelas XI MIA SMA Negeri 5 Barru.

H. Instrument Penelitian

Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar angket atau kuesioner. Dimana setiap pernyataan disediakan pilihan jawaban. Untuk melengkapi data-data penelitian, penelitian ini menggunakan skala likert dalam penyusunan angket. Peneliti menggunakan jenis instrumen dengan menggunakan angket disertai pemberian skor dengan ketentuan berikut : Tabel 3.2 Penyekoran Butir Angket

Pernyataan Skor

SS S KS TS STS

Positif 5 4 3 2 1

Negatif 1 2 3 4 5

Sumber : Sugiyono (2012)

Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan angket yang telah di uji validitasnya. Berikut juga disajikan kisi-kisi atau blue print dari instrumen kecerdasan naturalis dan kesadaran lingkungan, sebagai berikut :

Tabel 3.3 Blue Print Variabel Kecerdasan Naturalis

Variabel Indikator

Item soal

Jumlah

+ -

Kecerdasan Naturalis

Memahami Alam 1,3,5 2,7 5

Memperlihatkan

ketertarikan terhadap

tumbuhan dan hewan 4,6,8 - 3

Senang memelihara, merawat atau menjaga

hewan maupun tumbuhan 9,11 13 3

Suka beraktivitas dialam terbuka, kebun binatang

atau museum sejarah alam 10,12,14 - 3

Menujukkan Kepekaan terhadap bentuk-bentuk

alam 16,17 19 3

Memiliki keterkaitan yang tinggi dan pemahaman yang baik dalam topik- topik atau proyek berbasis alam

18,20,21 15 4

Mengenal dan

Membedakan berbagai jenis bebatuan, flora dan fauna

22,24 23 3

Suka berada di kebun, taman, akuarium atau

sistem kehidupan lain 25,27 29 3

Memiliki keyakinan bahwa hewan memiliki

hak sendiri 26, 30 28 3

Jumlah Soal 30

Sumber : Peneliti (2022)

Tabel 3.4 Blue Print Variabel Literasi Lingkungan

Variabel Indikator Item Soal Jumlah

+ -

Literasi Lingkungan

Pengetahuan Tentang Lingkungan

1,3,7,8,9,10,11,12 13,14,15,16,17

2,4,5,6 17

Sikap Terhadap Lingkungan

18,21,22,23,24,25, 27

19,20,26, 30

11

Tindakan Terhadap Lingkungan

28,29,31,33,35,37, 39,40

32,34,36, 38

12

Jumlah Soal 40

Sumber : Farida (2018).

I. Teknik Pengumpulan data

Adapun Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan angket. Angket atau kusioner digunakan pada penelitian ini untuk mengumpulkan data dengan memberi pertanyaan atau pernyataan kepada responden untuk dijawabnya Aspek yang akan diteliti yaitu kecerdasan Naturalis dan literasi lingkungan.

J. Teknik Analisis Data

Pengolahan data hasil peneltian digunakan beberapa teknik analisis data statistik dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Analisis Statistik deskriptif

Analisis data dalam penelitian ini meggunakan analisis deskriptif dengan pedekatan kuantitatif, yaitu analisis berupa statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang di teliti melalui data populasi sebagai mana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.

a) Kecerdasan Naturalis

Kategorisasi untuk mengelompokkan kecerdasan Naturalis siswa dibagi menjadi 5 yaitu sangat rendah, rendah, sedang tinggi dan sangat tinggi. Untuk mengelompokkan kecerdasan naturalis siswa maka digunakan pedoman kategori Azwar (2012), sebagai berikut:

Tabel 3.5 Tingkat Kecerdasan Naturalis

Interval Kategori

X < M – 1,5 SD Sangat Rendah

M – 1,5 SD < X ≤ M – 0,5 SD Rendah M – 0,5 SD < X ≤ M+0,5 SD Sedang M+0,5 SD < X ≤ X +1,5 SD Tinggi

M + ,5 SD < X Sangat Tinggi

Sumber : Azwar (2012) b) Literasi Lingkungan

Kategorisasi untuk mengelompokkan literasi lingkungan siswa dibagi menjadi 5 yaitu sangat rendah, rendah, sedang tinggi dan sangat

tinggi. Untuk mengelompokkan tingkat literasi lingkungan siswa maka digunakan pedoman kategori Azwar (2012), sebagai berikut.

Tabel 3.6 Tingkat Literasi Lingkungan

Interval Kategori

X < M – 1,5 SD Sangat Rendah

M – 1,5 SD < X ≤ M – 0,5 SD Rendah M – 0,5 SD < X ≤ M+0,5 SD Sedang M+0,5 SD < X ≤ X +1,5 SD Tinggi

M + ,5 SD < X Sangat Tinggi

Sumber : Azwar (2012) 2. Analis Statistik Inferensial

Pada statistik inferensial dilakukan beberapa pengujian untuk keperluan menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan. Adapun tahapan-tahapan untuk menguji rumusan masalah dalam pnenelitian, yaitu sebagai berikut:

a. Uji Prasyarat 1.) Uji Normalitas

Uji normalitas ini dimaksudkan untuk mengetahui normal tidaknya data yang diperoleh. Uji normalitas dilakukan dengan uji Kolmogrov Smirnov. Peneliti menggunakan program komputer program SPSS 25 for windows dalam uji normalitas untuk mempermudah proses pengujian. Dengan kriteria, apabila nilai

probabilitas lebih besar atau sama dengan 0,05, maka data dikatakan normal, demikian sebaliknya jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05, maka data dinyatakan tidak normal. Data yang diuji normalitasnya dalam penelitian ini adalah kecerdasan naturalis dan Kesadaran lingkungan.

2.) Uji Linearitas

Uji linieritas dimaksudkan untuk mengetahui linier tidaknya hubungan masing-masing variabel penelitian. Pada uji linearitas Peneliti menggunakan program komputer program SPSS 25 for windows untuk memudahkan proses analisisnya. Bila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka kedua variabel dinyatakan linier. Demikian pula bila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka kedua variabel dinyatakan tidak berhubungan secara liniar.

3.) Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi. Tenik analisis dalam penelitian ini menggunakan korelasional Product Moment. Teknik korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel dengan sumber dari dua variabel tersebut adalah sama.

a.) Koefisien Korelasi

Hasil dari uji hipotesis yakni analisis regresi linier sederhana diperoleh pula koefisien korelasi atau nilai (R) yang kemudian akan menentukan tingkat hubungan antar kedua

variabel berikut adalah tabel pengkategorian interpretasi koefisien korelasi:

Tabel 3. 7 Pengkategorian Interpretasi Koefesien Kolerasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00-0,199 Sangat rendah

0,20-0,399 Rendah

0,40-0,599 Cukup kuat

0,60-0,799 Kuat

0,80-1,000 Sangat kuat

Sumber : Sugiyono (2016)

43

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Barru. Hasil penelitian ini merupakan jawaban dari rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru. Pengambilan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara membagikan angket atau kuesioner kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan kepada siswa. Dalam penelitian ini memiliki sampel sebanyak 97 responden yang terbagi menjadi empat kelas yaitu kelas XI MIA 1, XI MIA 2 , XI MIA 3 dan XI MIA 4 .

1. Analisis statistik deskriptif

Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu berupa data kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru yang terdiri dari 97 responden dan dianalisis dengan menggunakan bantuan program pengolahan data Microsoft Excel 2010 sehingga diperoleh data sebagai berikut :

a. Kecerdasan Naturalis

Data kecerdasan naturalis yang diperoleh siswa dari hasil pengisian angket yang terdiri dari 30 pernyataan dimana masing-masing pernyataan yang telah di jawab oleh responden akan diberi skor. Analisis data

kecerdasan naturalis secara deskriptif secara jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Skor Kecerdasan Naturalis

Statistik Skor

Jumlah Responden 97

Skor Maksimum 138

Skor Minimum 79

Rata-rata 123,8

Rentang 59

Standar Daviasi 9,73

Sumber : Peneliti (2022)

Berdasarkan Tabel 4.1 Hasil analisis statistik deskriptif kecerdasan naturalis menunjukkan bahwa kecerdasan naturalis memiliki skor maksimum sebesar 138, skor minimum 79, skor rata-rata sebesar 128,8 dan memiliki skor rentang 59.

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Nilai Kecerdasan Naturalis Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Barru

Interval Kategori Jumlah Persentase (%)

X < 109 Sangat Rendah 4 4,1

109 < X ≤ 119 Rendah 22 22,7

119 < X ≤ 129 Sedang 38 39,2

129 < X ≤ X 139 Tinggi 33 34,0

139 < X Sangat Tinggi 0 0

Total 97 100

Sumber : Peneliti (2022)

Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa kecerdasan naturalis dari 97 siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru dalam kategori sangat rendah terdiri dari 4 siswa dengan persentase 4,1% , pada kategori rendah terdiri dari 22 siswa dengan persentase 22,7% , pada kategori sedang sebanyak 38 siswa dengan perentase 39,2% , pada kategori tinggi terdiri dari 33 siswa dengan persentase 34 % dan 0% pada kategori sangat tinggi. Berikut adalah diagram persentase tingkat kecerdasan naturalis siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru.

Gambar 4.1 Diagram Persentase Tingkat Kecerdasan Naturalis Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Barru

Sumber : Peneliti (2022)

Berdasarkan gambar diagram 4.1 dapat diketahui bahwa tingkat kecerdasan naturalis siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru dari 97

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

Sangat Rendah

Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Jumlah Persentase (%)

responden pada kategori sangat rendah terdiri dari 4 siswa, kategori rendah 22 siswa, kategori sedang 38 siswa, kategori tinggi 33 siswa dan tidak terdapat siswa pada kategori sangat tinggi.

b. Literasi Lingkungan

Data tingkat literasi lingkungan yang diperoleh siswa dari hasil pengisian angket yang berisi 40 soal pernyataan dan dianalisis secara deskriptif secara jelas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.3 Statistik Deskriftif Skor Literasi lingkungan

Statistik Skor

Jumlah Responden 97

Skor Maksimum 187

Skor Minimum 121

Rata-rata 157,9

Rentang 66

Standar Daviasi 13,38

Sumber : Peneliti (2022)

Berdasarkan Tabel 4.3 Hasil analisis statistik deskriptif tingkat literasi lingkungan siswa pada kelas XI SMA Negeri 5 Barru menunjukkan bahwa skor maksimum sebesar 187, skor minimum 121, skor rata-rata sebesar 157,9 dan memiliki skor rentang 66.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Nilai Literasi Lingkungan Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Barru

Interval Kategori Jumlah

Persentase (%)

X < 139 Sangat Rendah 6 6,2

139 < X ≤ 152 Rendah 26 26,8

152 < X ≤ 165 Sedang 38 39,2

165 < X ≤ X 178 Tinggi 15 15,5

178 < X Sangat Tinggi 12 12,4

Total 97 100

Sumber : Peneliti (2022)

Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui bahwa kategori tingkat literasi lingkungan dari 97 siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru terdiri dari kategori sangat rendah sebanyak 6 siswa dengan persentase 6,2% , pada kategori rendah sebanyak 26 siswa dengan persentase 26,8% , pada kategori sedang sebanyak 38 siswa dengan persentase 39,2% , siswa pada kategori tinggi sebanyak 15 siswa dengan persentase 15,5% dan pada kategori sangat tinggi terdiri dari 12 siswa dengan persentase 12,4%.

Berikut adalah diagram persentase tingkat literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru.

Gambar 4.2 Diagram Persentase Tingkat Literasi Lingkungan Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Barru

Sumber : Peneliti (2022)

Berdasarkan gambar diagram 4.2 dapat diketahui bahwa tingkat literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru dari 97 siswa pada kategori sangat rendah terdiri dari 6 siswa, kategori rendah 26 siswa, kategori sedang 38 siswa, kategori tinggi 15 siswa dan 12 siswa pada kategori sangat tinggi.

2. Analisis Inferensial

Analisis Inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel yaitu untuk mencari hubungan kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru.

Adapun langkah-langkah yang digunakan untuk menguji hasil hipotesis ini yaitu sebagai berikut :

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

Sangat Rendah

Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Jumlah Persentase (%)

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi variabel terikat dan variabel bebas mempunyai distribusi data yang normal atau tidak. Data dinyatakan normal apabila nilai signifikansi

> 0,05 Pengujian normal atau tidaknya suatu data yang di peroleh pada penelitian ini dibantu dengan menggunakan perangkat SPSS for windows yaitu dengan uji Kolmogrov Smirnov. Uji normalitas dilakukan pada masing-masing variabel penelitian yaitu variabel kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan. Berikut adalah hasil analisis uji normalitas antara kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan menggunakan uji Kolmogorov smirnov.

Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas

Variabel Peneitian

Test Statistik Sig. Keterangan

Kecerdasan Naturalis

0,089 0,058 Normal

Literasi Lingkungan

0,058 0,200 Normal

Sumber : Peneliti (2022)

Berdasarkan uji normalitas yang telah dilakukan dengan menggunakan uji Kormogorov smirnov diperoleh data nilai signifikan untuk variabel kecerdasan naturalis yaitu sebesar 0,058 sementara untuk literasi lingkungan yaitu sebesar 0,200. Hasil yang diperoleh

dari kedua variabel tersebut sig > 0,05 artinya bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal.

b. Uji Linearitas

Uji linearitas adalah uji yang digunakan untuk memastikan apakah data yang diperoleh sesuai dengan garis linear atau tidak. Uji linearitas digunakan untuk mengetahui apakah dua variabel yang akan dianalisis menunjukkan hubungan linear atau tidak secara signifikan.

Berikut adalah hasil uji linearitas data kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru dengan hasil uji linearitas diperoleh nilai signifikansi 0,609 yang berarti nilai signifikansi 0,609 > 0,05. Maka dapat dinyatakan bahwa hubungan antar dua variabel linear.

Tabel 4.6 Hasil Uji Linearitas

Variabel F Sig. Keterangan

XY 0,905 0,609 Linear

Sumber : Peneliti (2022)

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi dari kedua variabel > 0,05 yang berarti bahwa terdapat hubungan yang linear pada variabel dependen dan independen dengan adanya hubungan yang bersifat linear antar variabel kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan berarti bahwa uji prasyarat analisis telah terpenuhi.

3. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi. Tenik analisis dalam penelitian ini menggunakan korelasional Product Moment. Teknik korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel dengan sumber dari dua variabel tersebut adalah sama.

H0 : Tidak terdapat hubungan antara kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru.

HI : Terdapat hubungan antara kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru

a. Uji Korelasi

Tabel 4.7 Uji Korelasi

Variabel Korelasi Person

Sig. Keterangan

XY 0,560 0,000 Korelasi

Sumber : Peneliti (2022)

Uji korelasi merupakan salah satu uji statistik yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Uji korelasi yang dilakukan menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh nilai korelasi (r) sebesar 0,560 karena nilai korelasi tidak sama dengan 0 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Hubungan diantara kedua variabel

tergolong pada kategori cukup kuat dengan nilai signifikansi 0,000. 0,000 < 0,05 dengan demikian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru signifikan.

B. Pembahasan

Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional untuk menguji variabel dependen dan independen. Pengujian yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan menggunakan beberapa uji yang terdapat dalam SPSS 25 For Windows. Untuk mengetahui hubungan antar variabel maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, linearitas dan uji hipotesis.

1. Kecerdasan Naturalis dan Literasi Lingkungan a. Kecerdasan Naturalis

Nilai persentase kecerdasan naturalis yang diperoleh siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru menunjukkan bahwa kecerdasan naturalis dari 97 siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru dalam kategori sangat rendah terdiri dari 4,1% , pada kategori rendah 22,7% , pada kategori sedang 39,2% , pada kategori tinggi terdiri dari 34 % dan 0% pada kategori sangat tinggi. Hal tersebut membuktikan bahwa siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru memiliki kecerdasan naturalis yang tinggi.

b. Literasi Lingkungan

Nilai persentase literasi lingkungan yang diperoleh siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru menunjukkan bahwa literasi lingkungan dari 97 siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru terdiri dari kategori sangat rendah sebanyak 6,2% , pada kategori rendah 26,8% , siswa pada kategori sedang 39,2% , pada kategori tinggi sebanyak 15,5%

dan pada kategori sangat tinggi terdiri dari 12,4%.

2. Hubungan Kecerdasan Naturalis dan Literasi Lingkungan siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Barru

Berdasarkan analisis deskriptif kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Barru yang terdiri dari 97 responden untuk kecerdasan naturalis memiliki hasil dalam kategori sangat rendah 4,1% , pada kategori rendah 22,7% , pada kategori sedang 39,2% , pada kategori tinggi terdiri dari 34 % dan 0% pada kategori sangat tinggi. Adanya siswa yang memiliki tingkat kecerdasan naturalis yang rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya masih kurangnya faktor pengalaman yang dimiliki, budaya dan motivasi siswa terhadap kecerdasan naturalis.

Sedangkan untuk literasi lingkungan siswa, dari 97 responden kelas XI SMA Negeri 5 Barru terdiri dari kategori sangat rendah sebanyak 6,2% , pada kategori rendah 26,8% , siswa pada kategori sedang 39,2% , pada kategori tinggi sebanyak 15,5% dan pada kategori sangat tinggi terdiri dari 12,4%. Adanya siswa yang memiliki tingkat

literasi lingkungan yang rendah dikarenakan masih kurangnya minat siswa dalam mempelajari dan mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada lingkungan serta masih kurangnya kesadaran dan sikap peduli lingkungan yang dimiliki oleh siswa. Namun meskipun demikian, tingkat kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan yang dimiliki siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru dapat dikatakan dalam kategori baik.

Berdasarkan nilai koefsien korelasi antara kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru diperoleh hasil sebesar 0,560 oleh karena itu hubungan diantara kedua variabel tergolong pada kategori cukup kuat dengan nilai signifikansi 0,000.

0,000 < 0,05 dengan demikian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru signifikan.

Berdasarkan hasil analisis antara kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru terdapat hubungan yang positif dan signifikan antar kedua variabel hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dintaranya siswa memiliki keterikatan dan ketertarikan yang besar dalam berinteraksi dengan alam, siswa memiliki tingkat kepekaan terhadap alam serta penanaman pendidikan berbasis lingkungan di sekolah juga menjadi faktor terbesar dalam mempengaruhi kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan siswa pada kelas XI SMA Negeri 5 Barru dikarenakan dengan penanaman pendidikan berbasis lingkungan di sekolah maka akan sangat mudah

untuk menanamkan nilai pelestarian lingkungan yang dapat merubah pandangan siswa terhadap alam dan lingkungan sehingga dapat memahami pentingnya lingkungan dan mengetahui secara mendalam mengenai lingkungan hidup yang dapat terlihat pada tindakan dan perilaku. Selain itu, Peranan pendidikan berbasis lingkungan juga dapat membantu siswa membentuk dan memiliki kecakapan literasi yang baik dan dapat mengembangkan kecerdasan naturalis yang dimiliki oleh siswa. Sehingga, kecerdasan naturalis memiliki kontribusi terhadap literasi lingkungan yang dimiliki oleh siswa.

Siswa yang memiliki kecerdasan naturalis tentunya memiliki pengetahuan yang baik mengenai lingkungan dan siswa yang memiliki tingkat literasi lingkungan yang tinggi akan menggunakan pemikiran kritis dalam pemecahan masalah serta pengambilan tindakan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan kata lain siswa yang memiliki tingkat kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan akan senantiasa menjaga dan melindungi lingkungan serta lebih peka akan masalah- masalah yang terjadi pada lingkungan dan dapat memberi solusi dalam menanggulangi suatu masalah di lingkungan. Selain itu, siswa yang memiliki kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan akan senantiasa memberikan tindakan terbaiknya dalam merawat dan melestarikan lingkungan sehingga kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan

memiliki hubungan yang positif satu sama lain.

Hal ini sesuai dengan Penelitian yang dilakukan oleh Wirdiyanti (2020), yang mengungkapkan bahwa terdapat

hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan naturalis dengan perilaku tanggung jawab lingkungan siswa, dimana perilaku tanggung jawab lingkungan merupakan salah satu indikator dari literasi lingkungan, siswa yang memiliki kecerdasan naturalis dan perilaku tanggung jawab lingkungan senantiasa akan melakukan tindakan terbaiknya terhadap lingkungan dan akan menghasilkan perilaku yang mencerminkan sikap Pelestarian lingkungan serta penyelesaian masalah lingkungan dapat dilakukan.

Sejalan dengan itu, penelitian yang berhubungan dengan literasi lingkungan juga dikemukakan oleh Rokhmah (2021) dalam Pensa E- Jurnal : Pendidikan Sains yang menjelaskan bahwa kemampuan literasi lingkungan siswa saling berpengaruh dan berhubungan satu sama lain baik dari segi pengetahuan, kemampuan kogntif, sikap siswa terhadap lingkungan, dan perilaku siswa terhadap lingkungan. Dari kedua sumber tersebut semakin memperkuat bahwa kecerdasan naturalis saling berhubungan dengan literasi lingkungan siswa.

57

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru. Hal tersebut terbukti dari uji hipotesis yang telah dilakukan menggunakan uji korelasi person dengan nilai (r) sebesar 0,560 dan menunjukkan nilai signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 yang berarti bahwa terdapat hubungan kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru .

B. Saran

Adapun saran dalam penelitian ini yaitu :

1. Bagi siswa diharapkan dapat membudayakan sikap merawat tanaman ataupun hewan serta lebih peduli dan peka terhadap lingkungan sekitar sehingga dapat mengembangkan kecerdasan naturalis dengan literasi lingkungan yang dimiliki.

2. Bagi guru diharapkan dapat mengajak siswa dalam membudayakan sikap merawat tanaman dan hewan, sikap peduli lingkungan dan kesadaran lingkungan ataupun sikap peduli lingkungan sehingga dapat mengembangkan kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan yang dimiliki siswa.

3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian dengan mengembangkan variabel dalam penelitian ini yang berkaitan dengan kecerdasan naturalis dan literasi lingkungan

59

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Y., Mulyati, T & Yunansah, H. 2017. Pembelajaran Literasi: Strategi, Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika, Sains, Membaca dan Menulis. Jakarta: Bumi Aksara

Amstrong, Thomas. 2013. Kecerdasan Multipel di Dalam Kelas Edisi 3. Jakarta:

Indeks

Azwar, Saifuddin. 2012. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Budiningsih, Asri. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Darma, Y.A., Astuti, S. 2021. Pemahaman Konsep Literasi Gender. Tasik Malaya: Langgam Pustaka

Farida, I & Hadiansah. 2018. Pengembangan Literasi Lingkungan Bermuatan Nilai-nilai Islam Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek. Bandung: LP2M Gunawan, Heri. 2012. Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Badung:

Alfabeta

Hambali, H. 2017. Eksplorasi Pembelajaran Tadabbur Alam dalam Meningkatkan Kecerdasan Naturalis (Naturalistik Intelegence) dan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Intelegence) Siswa SMA Unismuh Makassar. Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar. Vol (5) No. (1).

(https://journal.unismuh.ac.id/index.php/jpf/article/view/345)

Hamzah, Syukri. 2013. Pendidikan Lingkungan. Bandung: PT. Rafieka Aditama

Hayatuddin, K & Aprita, S. 2021. Hukum Lingkungan. Jakarta: Kencana

Hidayati, N., Taruna, T., & Purnaweni, H. 2013. Perilaku Warga Sekolah dalam Program Adiwiyata Studi Kasus SMK Negeri 2 Semarang. Diponegoro University Institutional Repository. Universitas Diponegoro

Iriana, S. 2020. Hubungan Kecerdasan Naturalis dengan Hasil Belajar Biologi Siswa kelas XI SMA Negeri 5 Barru: Universitas Muhammadiyah Makassar. (https://diglibadmin.unismuh.ac.id)

Ismail, Affandi. 2018. Pengembangan Instrumen Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini di Kabupaten Luwu Timur Profinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Evaluasi Pendidikan. Vol. 9 No. 1

Dokumen terkait