• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses kemitraan

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 67-78)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil penelitian dan pembahasan

4. Proses kemitraan

dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat di Kelurahan Simboro. Namun kurangnya kordinasi ataupun sosialisasi pemahaman kepada masyarakat menjadi kendala karena sebagian masyarakat masih menganggap kerjasama adalah keuntungan suatu lembaga atau kelompok saja, Berikut adalah tabel informan yang menyapaikan pengetahuannya tentang kemitraan.

Tabel 10.4. Informan yang berhasil diobservasi

No Pekerjaan Pemahaman

kemitraan

persentase

1. Kepala Dinas Kebersihan 1 36%

2. Kepala bidang kebersihan 1 26%

3. Seklu Simboro 1 22%

4. Ketua ksm 1 12%

5. Masyarakat sipil 2 4%

Jumlah 6 100%

Sumber : hasil observasi

Dari beberapa pernyataan informan yang berhasil diobservasi masing- masing menyampaikan pengetahuannya tentang kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan ada beberapa informan yang sudah lumayan mengetahui kemitraan, namun ada beberapa juga dari semua informan yang belum mengetahui kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

4. Proses Kemitraan Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

Kabupaten, konflik menjadi indikasi tidak berjalannya kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat.

adapun proses kemitraan Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Simboro Kabupaten Mamuju :

A. Identifikai Intern Lemabaga

Identifikasi intern lembaga merupakan persiapan untuk keperluan menyelenggarakan apa yang perlu dimitrakan, dalam hal ini penyelenggaraan program adalah penyediaan keperluan untuk melakukan kerjasama dalam pengelolaan sampah maka perlua disiapkan yang adalah :

1. Tempat

Tempat merupakan lokasi yang dijadikan sebagai naungan untuk masyarakat dalam mengelolah sampah, tempat ini adalah sasaran untuk menjalankan suatu kerjasama pemerintah dan masyarakat, pemerintah menyediakan tempat untuk pengelolaan sampah dan masyarakat hanya bekerja, namun dalam hal ini masyarakat yang ada dilingkungan Simboro lokasi tersebut adalah lokasi salah satu masyarakat yang ada dilingkungan tersebut, seperti yang disampaikan oleh Pemerintah Kelurahan Simboro bahwa.

,…….Lokasi yang yang ditempati masyarakat dalam pengelolaan sampah adalah lokasi salah satu dari masyarakat dilingkungan simboro, pemerintah hanya menyediakan fasilitas seperti mesin pendaur ulang dan bak sampah.(wawancara oleh IL 29 maret).

Senada dengan pernyataan kelompok Masyarakat, penyediaan untuk sarana dan prasarana dalam kerjasama pengelolaan sampah, menyampaikan bahwa,

,…..Penyediaan tempat atau lokasi itu kelompok kami sendiri yang menyediakan, tapi kalau penyediaan mesin atau bak sampah itu dari pemerintah, dan lokasi ini punya milik pribadi salah satu dari masyarakat kelurahan simboro yang dijadikan lokasi untuk

kerjasma kami dengan pemerintah dalam pengelolaan sampah.

(wawancara PY 29 maret 2014).

Pernyataan diatas menunjukkan bahwa penyediaan tempat untuk kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Simboro bukan Pemerintah yang menyediakan melainkan masyarakat itu sendiri, Pemerintah hanya menyediakan sarana dan prasarana mesin dan bak sampah dan kendaraan, namun dalam kerjasama ini tentunya masih banyak kekurangan di karenakan masih ada masyarakat yang belum sadar akan pentingnya pengelolaan sampah. Maka dari itu pemerintah mencoba mengembangkan kemitraan ini melalaui kordinasi.

Kordinasi ini merupakan yang secara langsung dari Masyarakat atau kelompok masyarakat yang ingin bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, kordinasi yang disampaikan masyarakat kedinas tata ruang dan kebersihan ditindak lanjuti dengan melaksanakan sosialisasi ke tiap-tiap kelurahan. Pemerintah Kelurahan yang menjadi penanggung jawab lingkungan masyarakatnya berperan penting untuk mengembangkan kerjasama. Dengan demikian Masyarakat datang langsung untuk menyampaikan usulan-usulan mengenai pengelolaan sampah di Daerah atau lingkungannya masing-masing, baik ke Pemerintah Kelurahan ataupun datang langsung ke Pemerintah Kabupaten Dinas Tata Ruang dan Kebersihan, kemudian apabila masyarakat sudah memberikan usulannya pemerintah dinas kebersihan wajib menaggapi keinginan masyarakat dan yang menjadi kendala adalah Pemerintah Daerah seabagai fasilitator penyedian sarana dan prasarana mengalami kesulitan diakibat masih ada Masyarakat yang kurang sadar akan hal pengelolaan sampah padahal Masyarakat juga berperan penting.

2. Tenaga Kerja

tenaga kerja merupakan suatu alat untuk kelancaran suatu pekerjaan dimana alat ini akan bekerja dengan baik sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, dalam hal ini tenaga kerja adalah masyarakat itu sendiri dimana masyarakat ini terbentuk dalam satu organisasi yang disebut kelompok swadaya masyarakat (KSM). Di kelurahan simboro ada dua KSM yaitu di lingkungan simboro dan simbuang dari dua KSM tersebut masing-masing mempunyai anggota tenaga kerja dalam pengeloaan sampah, seperti yang disampaikan oleh pemerintah bahwa,

,….tenaga kerja dalam kerjasama kami dengan masyarakat adalah orang-orang yang ada dikelompok tersebut, kami dari pemerintah memberi kepercayaan kepada masyarakat yang ada di kelurahan simboro untuk pengelolaan sampah dan ini juga demi kebaikan lingkungan mereka, jadi kalau untuk tenaga kerja pastilah masyarakat itu sendiri. (wawancara AS 28 Maret 2014).

Pernyataan diatas menunjukkan kalau tenaga kerja dalam kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Simboro adalah kelompok masyarakat yang dibentuk khusus dalam lingkungan untuk berperan dan berpartisipasi untuk membantu Pemerintah dalam pengelolaan sampah, ada beberapa orang yang ada dalam kelompok tersebut (KSM), Pemerintah dalam menjalankan kemitraan dengan masyarakat sudah lumayan baik, namun masih perlu banyak di koreksi dalam kerjasama tersebut.

3. Sarana Dan Prasarana

sarana dan prasarana merupakan yang paling penting dalam pengelolaan sampah, kemitraan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah diKelurahan Simboro sudah lama berjalan, namun perlu ada pengembangan dalam penyediaan sarana untuk mengembangkan kerjasama demi terwujudnya keinginan

Pemerintah dan Masyarakat dalam kerjasama tersebut, seperti yang disampaikan Pemerintah Dinas Tata Ruang dan Kebersihan bahwa,

,…...dalam kerjasama ini kami dari pemerintah sudah menyediakan sarana dan prasarana di setiap kelurahan yang ada dikota mamuju, dan kami khususkan dikelurahan simboro ada penyediaan mesin dan bak sampah, kerjasama ini bentuk kepedulian kami dan masyarakat dalam menangani lingkungan. (wawancara SY 28 maret 2014).

Peryataan diatas yang disampaikan oleh salah satu staf bagian persampahan Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Mamuju merupakan adanya kerasama pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Simboro, pemerintah dalam menyediakan sarana antara lain adalah mesin pendaur sampah plastik, motor pengankut sampah dari TPS ke tempat pemrosesan KSM dan bak sampah untuk setiap lingkungan.

pengelolaan sampah untuk masyarakat diterima dengan baik oleh sebahagian masyarakat, namun yang menjadi kendala dalam kerjasama ini masyarakat di Kelurahan Simboro masih banyak yang kurang sadar dengan keberadaan sarana dan prasarana yang disediakan oleh Pemerintah, seperti yang disampaikan oleh salah satu masyarakat yang ada di Kelurahan Simboro menyampaikan bahwa,

,……Untuk penyediaan sarana dikelurahan simboro sudah hampir merata disetiap lingkungan, karena disinilah yang menjadi tempat pembuangan sementara sampah kota, jadi kiami dari kelompok masyarakat selalu kordinasi kemasyarakat yang ada dilingkungan sini untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan pemerintah. (wawancara oleh UD 02 april 2014).

Pernyataan diatas menunjukkan bahwa masyarakat kurang aktif dalam pengelolaan sampah, padahal yang diperlukan adalah partisipasi dan peran serta seluruh element masyarakat, kerjasama hanya ada pada kelompok masyarakat tertentu, namun minimnya peran dan partisipasi masyarakat kelurahan Simboro

menjadi salah satu kendala dalam kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Simboro.

4. Dana

Dana merupakan salah satu tolak ukur kelancaran kerjasama pemerintah dan masyarakat, dalam pengelolaan sampah dan yang disiapkan Pemerintah adalah dana anggaran Pemerintah untuk penyediaan sarana dan prasarana seperti bak sampah dan mesin pendaur ulang, dana dalam kerjasama ini tidak semua dari Pemerintah melainkan dana dari kelompok masyarakat itu sendiri, seperti yang disampaikan oleh Pemerintah Kelurahan Simboro bahwa,

,….Dana yang dipake dalam kerjasama pengelolaan sampah adalah dari pemerintah dan masyarkat, seperti penyediaan mesin dan bak sampah itu dari pemerintah tapi kalau untuk dana lainnya itu disiapkan kelompok masyarakat itu sediri, kan untuk penjualan sampah daur ulang milik masyarakat sendiri bukan untuk pemerintah (Wawancara oleh PI 02 april 2014).

Senada yang disampaikan oleh kelompok masyarakat bahwa, ,…Iya dana yang dipake itu dana kita sendiri tapi kalau untuk penyediaan mesin dan bak sampah itu dana dari pemerintah dan kami bayar tiap bulan. (Wawancara oleh PK 03 april).

Peryataan diatas menunjukkan kalau dana yang dipakai sebagian dari Pemerintah dan Masyarakat, kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah sudah berjalan dengan baik, mulai dari lokasi dan penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah sudah menunjukkan kerjasama namun masih perlu dikembangkan karena tinggkat kesadaran masyarakat juga menjadi pengaruh dalam menjalankan kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Simboro.

B. Merumuskan Aspek

Aspek apa yang dibutuhkan dalam pengelolaan sampah menjadi salah tolak ukur untuk kepentingan kerjasama(cooperation), sehingga perlu ada penyediaan sarana dan prasarana, Penyediaan ini merupakan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan sampah, masyarakat hanya sebagai sumber daya yang harus mempergunakan fasilitas yang sudah disiapkan oleh pemerintah, seperti yang disampaikan oleh Dinas Tata Ruang dan Kebersihan bahwa,

,…..Kami sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk pengelolaan sampah di setiap lokasi kelompok swadaya masyarakat, dan fasilitas tersebut berupa bak sampah dan mesin pendaur ulang sampah plastik.Ini kami lakukan karena untuk mengantisipasi banyaknya timbunan sampah susulan. (Wawancara PA 04 april 2014).

Pernyataan diatas merupakan salah satu proses kemitraan dimana penyediaan sarana dan prasarana untuk pengelolaan sampah sudah disiapkan oleh Pemerintah kesetiap lingkungan yang menjadi pembuangan sampah sementara (TPS). Namun yang menjadi kendala adalah masyarakat tidak sepenuhnya berpartisipasi dalam pengelolaan sampah karena persediaan fasilitas dari Pemerintah hanya di khususkan untuk kelompok Masyarakat (KSM), inilah yang menjadi masyarakat dilingkungan Simboro dan simbuang hanya yang menjadi anggota yang ikut serta dalam pengelolaan tersebut, sedangkan masyarakat lainnya hanya sebatas membuang sampah dan itupun tidak pada bak yang sudah disediakan.

Senada yang disampaikan langsung oleh ketua KSM Simboro bahwa,

,…Kami disini kelelahan dan anggota juga Mengakui itu sebab masyarakat disekitar lingkungan simboro tidak sadar dengan kemunculan KSM ini, padahal seharusnya mereka juga bisa

berpartisipasi dengan membuang sampah pada bak yang sudah disiapkan. (wawancara oleh PY 29 maret 2014).

Pernyataan diatas menunjukkan bahwa peran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masih kurang efektif, karena kesimpulan dari kelompok masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah menjadi tolak ukur ketidak ikutan masyarakat dalam menangani sampah dilingkungannya masing-masing.

C. Komponen-Komponen

komponen ini merupakan kerjasama dalam pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Pemerintah dan Masyarakat selanjutnya dilakukan pembinaan kepada masyarakat salah satunya adalah pembinaan.

Pembinaan(cultivate,) ini sifatnya menyeluruh pada masyarakat perkotaan, dari pembinaan ini dinas tata ruang dan kebersihan melakukan sosialisasi kepada pemerintah kelurahan agar menindak lanjuti gambaran-gambaran pengelolaan sampah secara terpadu dengan adanya pembinaan ini diharapkan masyarakat yang ada diperkotaan dapat memahami dan berperan aktif dalam menangani sampah. Hal ini dilakukan oleh dinas tata ruang dan kebersihan mengingat melalui pembinaan kepada masyarakat setidaknya mampu mengubah pola perilaku masyarakat agar dapat mandiri dalam menangani lingkungannya masing-masing.

Melalui pembinaan ini Pemerintah Kelurahan menindak lanjuti sosialisasi ditingkat RT atau mengundang langsung masyarakat untuk hadir dalam pengenalan pengelolaan sampah terpadu, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah diperkotaan menjadi salah satu terlaksananya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, seperti yang disampaikan oleh seklu simboro bahwa,

,...kemarin sempat diadakan pertemuan/pelatihan di dinas tata ruang dan kebersihan yang dihadiri semua kelurahan yang ada dikota mamuju kami disana diberikan pemahaman juga arahan

tentang kerjasama dalam pengelolaan sampah. (wawancara oleh IL 02 april 2014).

Pernyataan diatas merupakan pengembangan kemitraan sudah berjalan hanya saja belum adanya kepastian aturan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah terhadap kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah, sosialisasi yang diadakan oleh pemerintah kepada semua tingkat kelurahan sudah berjalan dengan baik akan tetapi yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kerjasama menyeluruh kemasyarakat belum dapat dilakukan, kemitraan pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah hanya berjalan di satu titik dilingkungan Kelurahan yaitu dilingkungan kelompok saja dan sifat belum menyeluruh, seperti yang disampaikan oleh salah satu masyarakat di lingkungan Kelurahan Simboro bahwa,

,...saya tidak tau dek kerjasama apa yang dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah disni, karena tidak pernah ada pemerintah datang disini bertanya tentang pengelolaan sampah, disana ada pembuangan sampah, jadi kami disini biasa buang sampah disana.

Pernyataan yang disampaikan oleh masyarakat disekitar lingkungan Kelurahan Simboro belum mengetahui adanya kemitraan Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah, melalui pembinaan yang dilakukan Pemda untuk Masyarakat sifatnya hanya dikelompok swadaya masyarakat atau KSM belum menyeluruh kemasyarakat yang ada dilingkungan Kelurahan Simboro padahal kelancaran kerjasama dalam pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari suatu kelompok Masyarakat saja, akan tetapi perlu diketahui dan dipahami seluruh Masyarakat, karena tidak dapat dipungkiri Masyarakat yang menjadi salah satu penyebab timbulnya sampah untuk itu Pemerintah dengan segala kelemahan

mengupayakan melakukan pembinaan secara efektif demi pengembangan kemitraan antara Pemerintah dan Masyarakat.

D. Membuat Kesepakatan Dengan Calon Mitra

Kesepakatan ini merupakan proses untuk menjalankan kerjasama yang baik, diperlukan suatu kesepakatan antara Pemerintah dan Masyarakat agar kerjasama dalam pengelolaan sampah berjalan sesuai keinginan Masyarakat dan Pemerintah, kesepakatan antara lain adalah:

1. Surat perjanjian

Surat perjanjian adalah bukti dari kemitraan Pemerintah dan Masyarakat, namun dalam kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam pengelolaan sampah belum ada surat perjanjian ini dikarenakan Pemerintah hanya menyediakan mesin dan bak sampah dan masyarakat hanya membayar pajak dari mesin tersebut selebihnya itu hasil keuntungan yang didapat masyarakat dibagikan keanggota pekerjanya. Seperti yang disampaikan oleh Pemerintah bahwa,

,…..Iya sampai saat ini belum ada surat perjanjian antara pihak pemerintah dan masyarakat, namun jika ditelusuri lebih dalam kemitraan ini ada juga di Dinas PU bagian SATKERPPLP, nah disana ada kontrak kerja dan surat perjanjian, disini Cuma ada kepakatan sebatas pengawasan. (wawancara oleh MS 04 april 2014).

Penyataan diatas menunjukkan belum adanya surat perjanjian dikarenakan Pemerintah dalam kerjasama ini masih tergolong keingianan antara Pemerintah dan Masyarakat, belum ada aturan Hukum didalam kerjasama antara Pemerintah dan Masyarakat, inilah yang menjadi salah satu kendala dalam kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Simboro Kabupaten Mamuju.

2. Pengawasan

Pengawasan merupakan cara untuk mengembangkan kemitraan antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah, pengawasan ini dilakukan secara teratur oleh Pemerintah, dimana Pemerintah datang langsung kelokasi masyarakat untuk membuktikan kalau masyarakat selalu aktif dalam mengelolah sampah. Dalam pengawasan ini bukan hanya Pemerintah Daerah yang selalu turun langsung kelapangan melainkan pengawasan ini dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.

Pengawasan ini bertujuan untuk menindak lanjuti pengawasan Pemerintah Daerah yang sudah menyiapkan sarana pengelolaan sampah untuk masyarakat yang ada di Kelurahan Simboro, ketua KSM berfungsi sebagai pemegang kebijakan pemerintah dalam pengawasan terhadap Masyarakat dalam pengelolaan sampah baik itu dalam kelompoknya sendiri maupun diluar kelompok yang ikut serta dalam penanganan lingkungan.

Seperti yang disampaikan salah satu bagian Administrasi Dinas Tata Ruang dan Kebersihan bahwa,

,...pengawasan yang dilakukan oleh pihak kami adalah turun langsung kelokasi masyarakat untuk melihat kinerja mereka dalam pengelolaan sampah, pengawasan ini juga melibatkan masyarakat itu sendiri karena itu cukup membantu kami, jadi kami percayakan kepada ketua ksm simboro untuk mengawas dan menjaga sarana yang telah kami sediakan.(wawancara oleh kl 29 maret 2014).

Pernyataan diatas merupakan pengawasan yang di lakukan Pemerintah disetiap Kelurahan Simboro adalah pengawasan langsung untuk mengetahui kinerja dari masyarakat dalam pengelolaan sampah, pengawasan juga dilakukan oleh masyarakat yang merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang sedang di jalankan dengan masyarakat. Peryataan lain disampaikan oleh masyarakat bahwa,

,…..Pengawasan tetap ada karena itu adalah kesepakatan kami dengan pemerintah untuk menjalankan kerjasama dalam mengelola sampah, pengawasan ini berfungsi untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, namun untuk hasil dari sampah yang kami olah tidak ada bagi hasil, retribusi yang kami berikan kepemerintah hanya pajak penggunaan mesin daur ulang tiap bulan..(wawancara oleh KL 29 maret 2014).

Pernyataan diatas merupakan kesepakatan Pemerintah dan Masyarakat dalam melakukan kerjasama hanya berbentuk pengawasan, dimana pengawasan ini dilakukan oleh Pemerintah yang meninjau langsung lokasi masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah. Pengawasan dikembangkan secara menetap dalam kerjasama Pemerintah dan Masyarakat mengingat tidak adanya aturan dan hukum yang mengikat dalam kerjasama tersebut, pemerintah secara hukum belum mengeluarkan atau mengatur suatu aturan yang tetap untuk memastikan pada perjalanan kerjasama akan mengalami kendala bahkan terjadi suatu yang tidak di inginkan antara kedua belah pihak.

Dalam dokumen Skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 67-78)

Dokumen terkait