• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Pembuatan Semen pada PT. Semen BosowaMaros

Dalam dokumen DI AREA RAW MILL PT. SEMEN BOSOWA MAROS (Halaman 37-41)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Proses Pembuatan Semen pada PT. Semen BosowaMaros

Proses pembuatan semen pada PT. Bosowa Maros ini merupakan proses kering. Proses pembuatan semen tersebut adalah sebagai berikut:

a. Bahan mentah terdiri dari :

Bahan kapur, tanah Hal, pasir silika, dan clan gypsum.

b. Proses pembuatan

1) Batu kapur di quarry diledakkan dengan bahan peledak. Dengan alat berat batu kapur dipilih yang berdiameter maksimum 170 cm. Batu ini kemudian dimuat dan diangkut dengan dump truk ke alat pemecah.

2) Crusher

Batu kapur hasil querry dipecahkan oleh hammer crusher sehingga memiliki ukuran dengan diameter maksimum 3 cm.

3) Clay pit

Tanah liat dari clay pit diambil dengan menggunakan alat berat, kemudian diangkut ke storage hall (tempat pengumpulan).

4) Clay drier

Clay yang berada di storage hall dikeringkan dalam clay drier agar mendapatkan kadar air maksimum 1 % dan clay ini dikumpulkan dalam silo.Pasir silika diambil dari deposit yang ada di daerah Sulawesi Selatan, sementara yang sebagian lagi didapatkan dari kandungan clay dari clay pit.

5) Raw mill

Batu kapur, tanah liat dan pasir silika yang masing-masing diangkut dengan LS Apron Feeder, Clay Apron Feeder serta Silica Apron Feeder.Clay bersama-sama digiling dalam raw mill sampai menjadi tepung dan dimasukkan dalam silo. Proses penggilingan tersebutselalu mendapatkan pengawasan dari laboratorium, sehingga raw mill yang dihasilkan langsung siap untuk dibakar.

6) Kiln/tungku putar

Raw mill dari silo diangkut ke kily untuk dibakar dengan temperatur 1350 °C - 1500 °C, sehingga dihasilkan terak/clinker.

7) Finish Mill

Clinker bersama-sama gypsum (3%) digiling dalam finish mill sehingga menjadi semen.

Dengan hasil perhitungan secara teori ini, kita akan memperoleh gambaran tentang tingkat efisiensi dan tingkat keamanan dari penggunaan peralatan-peralatan listrik yang digunakan pada pabrik PT. Semen Bosowa Maros, khususnya pada area Raw mill.

Data yang akan dipergunakan untuk perhitungan adalah sebagai berikut (sumber: Bagian Electrical PT. Semen Bosowa Maros):

Tabel 3.1: Data yang akan dipergunakan untuk perhitungan No. Deskripsi

Motor P

(KW) V

(Volt) A (mm2) L (m) R

(Ω/km) X

(ft/km)

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Belt Conveyor 75,00 380 120 550 0,153 0,069

2 Belt Conveyor 7,50 380 16 550 1,150 0,075

3 Belt Conveyor 7,50 380 16 550 1,150 0,075

4 Belt Conveyor 7,50 380 16 550 1,150 0,075

5 Belt Conveyor 110,00 380 120 160 0,153 0,069

6 Belt Conveyor 11,00 380 10 160 1,830 0,075

7 Fan 30,00 380 25 440 0,727 0,075

8 Belt Conveyor 5,50 380 4 60 4,610 0,075

9 Belt Conveyor 7,50 380 4 80 4,610 0,075

10 Belt Conveyor 5,50 380 4 120 4,610 0,075

11 Belt Conveyor 7,50 380 6 140 3,080 0,075

12 Belt Conveyor 11,00 380 10 140 1,830 0,075

13 Belt Conveyor 30,00 380 16 160 1,510 0,075

14 Bucket 200,00 380 185 180 0,099 0,075

Elevator 15 Bucket

Elevator 15,00 380 16 180 1,150 0,075

16 Fan 30,00 380 25 170 0,727 0,075

17 Reduce Lube

Pump 55,00 380 25 80 0,727 0,075

18 Reduce Lube

Pump 55,00 380 10 80 0.727 0,075

19 Shut-Off

Damper 11,20 380 10 140 1.830 0,075

20 Shut-Off

Damper 11,20 380 10 170 1.830 0,075

21 Shut-OffDamp

er 11,20 380 10 180 1.830 0,075

22 Water Spray

System 11,00 380 10 80 1.830 0,075

23 Water Spray

System 11,00 380 10 80 1.830 0,075

24 Water Spray

System 11,00 380 10 80 1.830 0,075

25 Bucket

Elevator 250,00 380 185 280 0,099 0,069

26 Inching Drive 15,00 380 16 280 1,150 0,075

27 Fan 7,50 380 16 90 1,150 0,075

28 Fan 11,00 380 10 80 1.830 0,075

29 Fan 5,50 380 6 280 3,080 0,075

30 Fan 20,00 380 16 100 1,150 0,075

31 Fan 18,50 380 16 280 1,150 0,075

32 Hyd-Pneum

Spring 22 380 16 100 1,150 0,075

33 Hyd-Pneum

Spring 22 380 16 100 1,150 0,075

34 Fan (Mil) 3300 11000 150 120 0,124 0,098

35 Fan (Mil) 3300 11000 150 100 0,124 0,098

36 Roller Mill

Main Drive 5000 11000 150 150 0,124 0,098

37 LS Apron

Feeder 5,6 380 10 100 1.830 0,075

38 Clay Apron 7,5 380 10 100 1.830 0,075

Feeder

39 Silica Apron

Feeder 5,6 380 10 120 1.830 0,075

40 Roller Mill

Class 400 6000 300 160 0,060 0,069

Cos : 0,85 Efisiensi : 0,85

B. Menghitung KHA Minimum, Luas Penampang, serta besar Jatuh Tegangan Pada Penghantar.

1. Menghitung Arus Nominal Motor dan KHA Minimum Penghantar

Untuk Arus nominal motor 75 KW (Belt Conveyor), 30 KW (Fan), 55 KW (Reduce lube pump) dengan beban pada MCC 1P1-1V2:

a. untuk motor 75 KW (belt conveyor) P= 75 KW

V= 380 V Pf= 0,85

 = 0,85

Inom= √ . . , . ,

=157,72 A

Nilai KHAmindari penghantar adalah:

KHAmin=l,25 x 157,72

= 197,15 A b. untuk motor 30 KW (Fan)

P= 30 KW V= 380 V

Pf = 0,85

 = 0,85

Inom= √ . . , . ,

=63,09 A

Nilai KHAmindari penghantar adalah:

KHAmin=l,25 x 63,09 A

= 78,86 A

c. untuk motor 55 KW (Reduce Lube Pump) P = 55 KW

V = 380 V Pf = 0,85

= 0,85

Inom= √ . . , . ,

= 115,66 A

Nilai KHAmindari penghantar adalah:

KHAmin=l,25 x 115,66 A

= 144,58 A

Ketiga motor diatas adalah motor tunggal sehingga KHA kontinyu > KHA minimum penghantar, KHAmin= 125% x I nominal motor(PUIL 2000: 180) Hasil selengkapnya bisa dilihat pada label 3.2

Tabel 3.2 : Arus Nominal Motor dan KHA Minimum Penghantar No. Deskripsi Motor P

(KW) V

(Volt) R (/km)

X (/km)

Inom

(A) KHAmin

(A)

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Belt Conveyor 75,00 380 0,153 0,069 157,72 197,15

2 Belt Conveyor 7,50 380 1,150 0,075 15,77 19,71

3 Belt Conveyor 7,50 380 1,150 0,075 15,77 19,71

4 Belt Conveyor 7,50 380 1,150 0,075 15,77 19,71

5 Belt Conveyor 110,00 380 0,153 0,069 231,32 289,15 6 Belt Conveyor 11,00 380 1,830 0,075 23,13 28,91

7 Fan 30,00 380 0,727 0,075 63,09 78,86

8 Belt Conveyor 5,50 380 4,610 0,075 11,57 14,46

9 Belt Conveyor 7,50 380 4,610 0,075 15,77 19,71

10 Belt Conveyor 5,50 380 4,610 0,075 11,57 14,46 11 Belt Conveyor 7,50 380 3,080 0,075 15,77 19,71 12 Belt Conveyor 11,00 380 1,830 0,075 23,13 28,91 13 Belt Conveyor 30,00 380 1,510 0,075 63,09 78,86 14 Bucket Elevator 200,00 380 0,099 0,075 420,58 525,73 15 Bucket Elevator 15,00 380 1,150 0,075 31,54 39,43

16 Fan 30,00 380 0,727 0,075 63,09 78,86

17 Reduce Lube

Pump 55,00 380 0,727 0,075 115,66 144,58

18 Reduce Lube

Pump 55,00 380 0.727 0,075 115,66 144,58

19 Shut-Off

Damper 11,20 380 1.830 0,075 23,55 29,44

20 Shut-Off

Damper 11,20 380 1.830 0,075 23,55 29,44

21 Shut-Off

Damper 11,20 380 1.830 0,075 23,55 29,44

22 Water Spray

System 11,00 380 1.830 0,075 23,13 28,91

23 Water Spray

System 11,00 380 1.830 0,075 23,13 28,91

24 Water Spray

System 11,00 380 1.830 0,075 23,13 28,91

25 Bucket Elevator 250,00 380 0,099 0,069 525,72 657,15 26 Inching Drive 15,00 380 1,150 0,075 31,54 39,43

27 Fan 7,50 380 1,150 0,075 15,77 19,71

28 Fan 11,00 380 1.830 0,075 23,13 28,91

29 Fan 5,50 380 3,080 0,075 11,57 14,46

30 Fan 20,00 380 1,150 0,075 42,06 52,58

31 Fan 18,50 380 1,150 0,075 48,68 58,35

32 Hyd-Pneum

Spring 22 380 1,150 0,075 46,26 57,86

33 Hyd-Pneum

Spring 22 380 1,150 0,075 46,26 57,83

34 Fan (Mil) 3300 11000 0,124 0,098 239,73 299,66 35 Fan (Mil) 3300 11000 0,124 0,098 239,73 299,66 36 Roller Mill

Main Drive 5000 11000 0,124 0,098 363,23 454,04

37 LS Apron

Feeder 5,6 380 1.830 0,075 11,78 14,73

38 Clay Apron

Feeder 7,5 380 1.830 0,075 15,77 19,71

39 Silica Apron

Feeder 5,6 380 1.830 0,075 11,78 14,73

40 Roller Mill

Classifier 400 6000 0,060 0,069 532,73 665,91

2. Menghitung Luas Penampang Penghantar.

Untuk penghantar motor 75 KW (Belt Conveyor), 30 KW (Fan), 55 KW (Reduce lube pump) dengan beban pada MCC 1P1-1V2:

a. untuk motor 75 KW (belt conveyor) P= 75 KW

V= 380 V Pf= 0,85

 = 0,85

Inom= √ . . , . ,

=157,72 A

Nilai KHAmindari penghantar adalah:

KHAmin=l,25 x 157,72

= 197,15 A b. untuk motor 30 KW (Fan)

P= 30 KW V= 380 V Pf= 0,85

= 0,85

Inom= √ . . , . ,

=63,09 A

Nilai KHAmindari penghantar adalah:

KHAmin=l,25 x 63,09 A

= 78,86 A

c. untuk motor 55 KW (Reduce Lube Pump) P = 55 KW

V = 380 V Pf = 0,85

= 0,85

Inom= √ . . , . ,

= 115,66 A

Nilai KHAmindari penghantar adalah:

KHA =l,25 x 115,66 A

= 144,58 A

Tabel 2.3:Faktor koreksi untuk kabel XLPE dengan suhu keliling yang lain dengan 30°C(PUIL 2000 : 320)

Suhu keliling 15°C 20 °C 25 °C 30 °C 35 °C 40 UC

1 2 3 4 5 6 7

Faktor koreksi 1,1 1,12 1,07 1 0,94 0,87

Tabel 2.1: KHA terus menerus untuk kabel tanah berpenghantar XLPE, yang dipasang sejajar pada suatu system fase tiga pada suhu keliling 30°C atau suhu tanah 30°C.(PUIL 2000:313)

Jenis kabel teganga n rendah

penampangLuas nominal

mm2

KHA terus menerus

Berinti tunggal (*) Berinti dua (*) Berinti tiga empat (*) Ditanah

A Diudara

A Ditanah

A Diudara

A Ditanah

A Diud

ara A

1 2 3 4 5 6 7 8

1,5 43 35 33 27 29 23

2,5 58 43 44 36 38 32

4 76 57 58 48 49 41

6 95 72 72 61 60 52

10 128 98 97 83 97 71

16 169 132 128 113 108 96

N2XY 25 220 187 167 150 141 130

35 265 217 201 186 170 159

50 316 263 239 226 201 193

70 385 331 295 290 249 245

95 465 408 355 353 299 302

120 531 474 404 413 340 349

150 597 550 458 468 381 400

185 680 633 516 540 434 464

240 790 750 600 590 506 552

300 901 871 695 745 585 640

400 1032 1019 - - - -

500 1180 1183 - - - -

CATATAN :

- KHA terus menerus tanah ini dihitung berdasarkan kondisi tersebut dalam 7.3.6.2 dan 7.3.6.4

- Jarak minimum antar kabel 7 cm

Dengan memperhitungkan faktor koreksi temperatur 30°C maka penghantar yang sesuai:

a. Untuk motor 75 KW (Belt Conveyor) adalah kabel (4 Core (C) - 50 mm2).

Dengan Kuat hantar arus =1 x 201 A

Sedangkan penghantar yang digunakan pada pabrik PT. Semen Bosowa Maros adalah tipe kabel 2XY-J (4C -120 mm2).

Dengan Kuat Hantar Arus = 1 x 340 A

b. Untuk motor 30 KW (Fan) adalah kabel (3 Core (C) – 10 mm².

Dengan Kuat Hantar Arus = 1 x 97 A

Sedangkan penghantar yang digunakan pada pabrik PT. Semen Bosowa Maros adalah tipe kabel 2XY-J (3 Core (C) – 25 mm².

Dengan Kuat Hantar Arus = 1 x 141 A.

c. Untuk motor 55 KW (Reduce Lube Pump) adalah kabel ( 4 Core (C)- 35 mm².

Dengan Kuat Hantar Arus = 1 x 170 A.

Sedangkan penghantar yang digunakan pada pabrik PT. Semen Bosowa Maros adalah tipe kabel 2XY-J (3 Core (C) – 25 mm².

Dengan Kuat Hantar Arus = 1 x 141 A.

Hasil selengkapnya bias dilihat pada tabel 3.3

d. Mengitung Besar Jatuh Tegangan Pada Penghantar

Dalam perhitungan jatuh tegangan diperlukan data-data antara lain : - Impedansi rangkaian

- Faktor daya - Arus beban

- Tegangan sisi pengirim atau penerima

Besar jatuh tegangan pada saluran dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut:

V=√3. I .L . (R.Cos+ X.Sin)

Jadi besar jatuh tegangan untuk motor 75 kw (Belt conveyor), 30 KW (Fan), 55 KW (Reduce Lube Pump) :

a. Motor 75 KW (Belt Conveyor)

V=√3. I .L . (R.Cos+ X.Sin)

=√3. 157,72 . 0,55 . (0,153 . 0,85 +0,069 .0,527)

= 25 Volt b. Motor 30 KW (Fan)

V=√3. I .L . (R.Cos+ X.Sin)

=√3. 63,09 . 0,44 . (0,727 . 0,85 +0,075 .0,527)

=31,60 Volt

c. Motor 55 KW (Reduce Lube Pump)

V=√3. I .L . (R.Cos+ X.Sin)

=√3. 115,66 . 0,08 . (0,727 . 0,85 +0,075 .0,527)

=10,54 Volt

Sedangkan persentasi jatuh tegangan untuk motor 75 KW (Belt Conveyor), 30 KW (Fan), 55 KW (Reduce Lube Pump) adalah :

a. 75 KW (Belt Conveyor)

%E = x 100%

= x 100% = 6,60 % b. 30 KW (Fan)

%E = x 100%

= , x 100% = 8,30 % c. 55 KW (Reduce Lube Pump)

%E = x 100%

= , x 100% = 2,70 %

Hasil selengkapnya bisa dilihat pada table 3.3 berikut:

Tabel 3.3 :KHA terus menerus, Luas Penampang serta Besar Jatuh Tegangan pada Penghantar

No Deskripsi

Motor KHA

(A) Luas

Penampang Disyaratkan

(mm2)

Jenis dan Luas Penampang dipakai(mm )

Jatuh Tegangan Di

syarat kan

Dipa

kai Besar

(V) Prosen tase (%)

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Belt Conveyor 201 340 50 2XY-J

(4C-120) 25,00 6,60 2 Belt Conveyor 29 108 1,5 2XY-J (3C-16) 15,30 4,00 3 Belt Conveyor 29 108 1,5 2XY-J (3C-16) 15,30 4,00 4 Belt Conveyor 29 108 1,5 2XY-J (3C-16) 15,30 4,00

5 Bell Conveyor 299 340 95 2XY-J

(4C-120) 10,66 2.80 6 Belt Conveyor 29 97 1,5 2XY-J (4C-10) 10,20 2,70

7 Fan 97 141 10 2XY-J (3C-25) 31,60 8,30

8 Belt Conveyor 29 49 1,5 2XY-J

(4C-4) 4,76 1,25

9 Belt Conveyor 29 49 1,5 2XY-J

(4C-4) 8,60 2,20

10 Belt Conveyor 29 49 1,5 2XY-J

(4C-4) 9,52 2,50

11 Belt Conveyor 29 60 1,5 2XY-J (4C-6) 10,10 2,67

12 Belt Conveyor 39 97 1,5 2XY-J

(4C-10) 8,94 2,35 13 Belt Conveyor 97 108 10 2XY-J (3C-16) 17,78 4,70 14 Bucket

elevator 585 434 300 2XY-J

(3C-185) 16,22 4,27 15 Bucket

Elevator 49 108 4 2XY-J (4C-16) 10,00 2,60

16 Fan 97 141 35 2XSY (3C-25) 12,10 3,20

17 Reduce Lube

Pump 170 141 35 2XY-J (3C-25) 10,54 2,70

I8 Reduce Lube

Pump 170 97 35 2XY-J (4C-10) 10,54 2,70

19 Shut-Off

Damper 38 97 2,5 2XY-J (4C-10) 9,31 2,40

20 Shut-Off

Damper 38 97 2,5 2XY-J (4C-10) 11,30 2,97

21 Shut-Off

Damper 38 97 2,5 2XY-J (4C-10) 12,00 3,10

22 Water Spray

System 29 97 1,5 2XY-J (4C-10) 5,11 1,30

23 Water Spray

System 29 97 2,5 2XY-J (4C-10) 5,11 1,30

24 Water Spray

System 29 97 1,5 2XY-J

(3C-10) 5,11 1,30 25 Bucket

Elevator 585 434 300 2XY-J

(3C-185) 30,75 8,00 26 Inching Drive 49 108 4 2XY-J (4C-16) 15,56 4,09

27 Fan 29 97 1,5 2XY-J (4C-10) 2,50 0,66

28 Fan 28 60 1,5 2XY-J (4C-6) 5,11 1,30

29 Fan 29 108 6 2XY-J (4C-16) 15,00 3,90

30 Fan 60 108 6 2XY-J (3C-16) 7,40 1,90

31 Fan 60 108 6 2XSY (4C-16) 24,00 6,30 33 Hyd-Pnewn

Spring 60 108 6 2XY-J (4C-16) 8,15 2,14

34 Fan (Mil) 340 381 120 2XSY (1C

-150) 7,80 0,07

35 Fan (Mil) 340 381 120 2XSY

(1C -150) 6,50 0,07 36 Roller Mill

Main Drive 506 381 240 2XSY (1C

-150) 14,80 0,13 37 LS Apron

Feeder 29 97 1,5 2XCY

(3C-10) 3,25 0,85 38 Clay Apron

Feeder 29 97 1,5 2XY-J (3C-10) 4,36 1,15

39 Silica Apron

Feeder 29 97 1,5 2XCY

(3C-10) 4,00 1,00 40 Roller Mill

Classifier 585 585 300 2XSY (3C -

300) 12,90 0,21

Pada label di atas terlihat bahwa penghantar yang digunakan adalah

"Penghantar dengan nomenklatur 2X yang berarti bahwa penghantar tersebut berisolasi XLPE".(PUIL 2000:475), sedangkan "System J pada 2XY-J berarti bahwa penghantar tersebut berurat majemuk hijau-kuning".(P. Van Harten dan Ir. E. Setiawan : 290)

C. Prosentase dan Besar Rugi Daya Pada Penghantar Motor

Prosentase rugi-rugi daya yang terjadi pada saluran dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut :

P = √ . . ..

Untuk penghantar motor yang berasal (incoming) dari MCC 2P1 - 1V2 (pada area Substation ER - 5, Blending Bed Area Crusher) dengan Penghantar motor 75 KW (Belt Conveyor), 30 KW (Fan), 55 KW (Reduce Lube Pump) :

a. Motor 75 KW (Belt Conveyor) P = 75 KW

V= 380V In= 157,72 A Pf = 0,85

R= 0,153 Ohm/km L= 550 m

%P = √ . . ..

= √ . , . ,. , . ,

=7,08%.

Sehingga besarnya rugi-rugi daya pada penghantar adalah :

∆P= 7,08 % . 75 KW

= 5,31 KW

b. Motor 30 KW (Fan) P = 30 KW

V= 380V In=63,09 A Pf = 0,85

R=0,727 Ohm/km L= 440 m

%P = √ . . ..

= √ . , . ,. , . ,

=10,80 %.

Sehingga besarnya rugi-rugi daya pada penghantar adalah :

∆P= 10,80 % . 30 KW

= 3,20 KW.

c. Motor 50 KW (Reduce Lube Pump) P = 55 KW

V= 380 V In= 115,66 A Pf = 0,85

R= 0,727 Ohm/km L= 80 m

%P = √ . . ..

= √ . , . ,. , . ,

=3,60 %.

Sehingga besarnya rugi-rugi daya pada penghantar adalah :

∆P= 3,60 % . 55 KW

= 2,00 KW.

Dengan cara yang sama maka hasil selengkapnya adalah sebagai berikut:

Tabel3.4 : Prosentase dan Besar Rugi Daya Pada Penghantar Motor No. Deskripsi Motor P

(KW) V

(Volt) Pf In

(A) %P

(%) ∆P

(KW)

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Belt Conveyor 75,00 380 0,85 157,72 7,08 5,31 2 Belt Conveyor 7,50 380 0,85 15,77 5,30 0,40 3 Belt Conveyor 7,50 380 0,85 15,77 5,30 0,40 4 Belt Conveyor 7,50 380 0,85 15,77 5,30 0,40 5 Belt Conveyor 110,00 380 0,85 231,32 3,00 3,34 6 Belt Conveyor 11,00 380 0,85 23,13 3,63 0,20

7 Fan 30,00 380 0,85 63,09 10,80 3,20

8 Belt Conveyor 5,50 380 0,85 11,57 1,72 0,09 9 Belt Conveyor 7,50 380 0,85 15,77 3,10 0,23 10 Belt Conveyor 5,50 380 0,85 11,57 3,43 0,19 11 Belt Conveyor 7,50 380 0,85 15,77 3,65 0,27 12 Belt Conveyor 11,00 380 0,85 23,13 3,20 0,35 13 Belt Conveyor 30,00 380 0,85 63,09 6,20 1,87 14 Bucket Elevator 200,00 380 0,85 420,58 4,00 8,04 15 Bucket Elevator

Inching Drive 15,00 380 0,85 31,54 3,50 0,52

16 Fan 30,00 380 0,85 63,09 4,15 1,24

17 Reduce Luhe

Pump 55,00 380 0,85 115,66 3,60 2,00

18 Reduce Lube

Pump 55,00 380 0,85 115,66 3,60 2,00

19 Shut-Off

Damper 11,20 380 0,85 23,55 3,23 0,36

20 Shut-Off

Damper 11,20 380 0,85 23,55 3,93 0,44

21 Shut-Off

Damper 11,20 380 0,85 23,55 4,16 0,46

22 Water Spray

System 11,00 380 0,85 23,13 1,80 0,20

23 Water Spray

System 11,00 380 0,85 23,13 1,80 0,20

24 Water Spray

System 11,00 380 0,85 23,13 1,80 0,20

25 Bucket Elevator 250,00 380 0,85 525,72 7,80 19,56

26 Inching 15,00 380 0,85 31,54 5,40 0,82

27 Fan 7,50 380 0,85 15,77 0,87 0,13

28 Fan 11,00 380 0,85 23,13 1,80 0,14

29 Fan 5,50 380 0,85 11,57 5,30 0,59

30 Fan 20,00 380 0,85 42,06 2,60 0,52

31 Fan 18,50 380 0,85 48,68 8,40 1,50

32 Hyd-Pnewn

Spring 22 380 0,85 46,26 2,80 0,63

33 Hyd-Pneum

Spring 22 380 0,85 46,26 2,80 0,63

34 Fan (Mil) 3300 11000 0,85 239,73 0,07 2,18 35 Fan (Mil) 3300 11000 0,85 239,73 0,05 1,80 36 Roller Mill Main

Drive 5000 11000 0,85 363,23 0,12 6,25

37 LS Apron

Feeder 5,6 380 0,85 11,78 1,16 0,06

38 Clay Apron

Feeder 7,5 380 0,85 15,77 1,55 0,12

39 Silica Apron

Feeder 5,6 380 0,85 11,78 1,40 0,08

40 Roller Mill

CLssifier 400 6000 0,85 532,73 0,17 0,68

D. Analisa Kapasitas Transformator Distribusi

Dalam menentukan kapasitas transformatorter lebih dahulu harus mengetahui besar daya maksimum yang ditanggung oleh transformator. Adapun data- data yang diperlukan untuk perhitungan kapasitas transformator antara lain : - Jumlah beban terpasang (Total Demand Maksimum)

- Jumlah permintaan daya (Total Demand Power) - Faktor ketidak seragaman (Diversity factor)

Dengan mengetahui data-data tersebut di atas, maka besar daya total yang dibutuhkan oleh beban yang harus disuplai oleh transformator dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:

Daya total = Beban Kontinyu + . x Beban Sesaat

Jumlah beban terpasang (Total Demand Maksimum) adalah jumlah semua input /beban yang terpasang.. Data jumlah beban terpasang pada area raw mill PT. Semen Bosowa Maros adalah :

Beban terpasang pada LVD (Dept, number 3P1 - 1V1) = 1136 KVA Beban terpasang pada LVD (Dept. number 3P1 - 1V2) - 1499 KVA Jumlah Permintaan daya adalah jumlah dari penyerapan daya oleh beban kontinyu dan beban sesaat.

Data jumlah beban kontinyu dan sesaat pada area raw mill PT. Semen Bosowa Maros terdapat pada label berikut:

Tabel3.5 :Jumlah permintaan daya (Total Demand Power) pada Area ER-4 Raw mill.

No. Beban Beban

Kontinyu

Beban Sesaat

Total

1 LVD (Dept. number 3P1 - 1V1) 857 297 1136

2 LVD (Dept. number 3P1 - 1 V2) 1131 94 1499

Faktor ketidakseragaman (Diversity factor) adalah ketidakseragaman penyerapan daya karena adanya pengoperasian beban-beban dalam waktu yang tidak bersamaan.

DIV .Factor =

Dari data yang diperolehmaka didapatkan factor ketidakseragaman sebagai berikut:

1. Untuk Beban pada LVD (Dept. number 3P1 - 1V1) Div. Factor =

= 1,3255

2. Untuk Beban pada LVD (Dept. number 3P1 - 1V2) Div. Factor =

= 1,3253

Dari hasil perhitungan di atas, maka dapat ditentukan kapasitas transformator sebagai berikut:

1. Untuk Transformator 3P1 - 1T1 yang mensuplai MCC 3P1 - 1VI Total Daya= 1136 + , .(297)

= 1360,07 KVA

Transformator yang digunakan adalah trafo AYdengan kapasitas 1600 KVA.

2. Untuk Transformator 3P1 - 3T2 yang mensuplai MCC 3P1 - 1V2 Total Daya= 1499 + .(94)

= 1569,93 KVA

Transformator yang digunakan adalah trafo AYdengan kapasitas 2000 KVA.

E. Penentuan Pengaman Beban Motor

Penentuan kapasitas pengaman untuk motor, didasarkan pada arus nominal motor tersebut Dari hasil perhitungan terdahulu didapatkan bahwa arus nominal sebagai berikut.

1. Untuk motor 3300 KW, Fan (mil) Besar arus niminal, Inom- 299,66 A

Digunakan relay pengaman Over load tipe SPAC 320 C, data CT 300/5 A.

2. Untuk motor 5000 KW, Roller Mill Main Drive Besar arus nominal, lnom= 454,04 A

Digunakan relay pengaman Over load tipe SPAC 320 C, data CT 300/5 A.Sedangkan untuk motor-motor dengan KW yang kecil digunakan pemutus daya (Circuit Breaker — CB) dengan setting arus sebagai berikut:

Tabel 3.6 : Data Circuit Breaker Yang Dipakai Sebagai Pengaman Motor Pada Area Raw Mill PT Semen Bosowa maros. Sumber Data Bagian Electrical PT.

Semen Bosowa Maros No Deskripsi

Motor P

(KW) V

(Volt) Inom

(A) KHAmin

(A) Kapasitas CB Range

CB(A) I (A)

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Belt Conveyor 75,00 380 157,72 197,15 110-160 160

2 Belt Conveyor 7,50 380 15,77 19,71 12,5-16 16

3 Belt Conveyor 7,50 380 15,77 19,71 12,5-16 16

4 Belt Conveyor 7,50 380 15,77 19,71 12,5-16 16

5 Belt Conveyor 110,00 380 231,32 289,15 165-235 235

6 Belt Conveyor 11,00 380 23,13 28,91 20-25 25

7 Fan 30,00 380 63,09 78,86 55-80 80

8 Belt Conveyor 5,50 380 11,57 14,46 9,0-12,5 12,5 9 Belt Conveyor 7,50 380 15,77 19,71 12,5-16,0 16 10 Belt Conveyor 5,50 380 11,57 14,46 9,0-12,5 12,5 11 Belt Conveyor 7,50 380 15,77 19,71 12,5-16,0 16

12 Belt Conveyor 11,00 380 23,13 28,91 20-25 25

13 Belt Conveyor 30,00 380 63,09 78,86 45-63 63

14 Bucket Elevator 200,00 380 420,58 525,73 285 - 425 425 15 Bucket Elevator

Inching Drive 15,00 380 31,54 39,43 12,5-16,0 16

16 Fan 30,00 380 63,09 78,86 55-80 80

17 Reduce Lube

Pump 55,00 380 115,66 144,58 80-120 120

18 Reduce Lube

Pump 55,00 380 115,66 144,58 80-120 120

19 Shut-Off

Damper 11,20 380 23,55 29,44 20-25 25

20 Shut-Off

Damper 11,20 380 23,55 29,44 20-25 25

21 Shut-Off

Damper 11,20 380 23,55 29,44 20-25 25

22 Water Spray

System 11,00 380 23,13 28,91 24-32 24

23 Water Spray

System 11,00 380 23,13 28,91 24-32 24

24 Water Spray

System 11,00 380 23,13 28,91 24-32 24

25 Bucket Elevator 250,00 380 525,72 657,15 160-830 830

26 Inching Drive 15,00 380 31,54 39,43 29-42 42

27 Fan 7,50 380 15,77 19,71 12-17 16

28 Fan 11,00 380 23,13 28,91 12-24 24

29 Fan 5,50 380 11,57 14,46 3,7-12 12

30 Fan 20,00 380 42,06 52,58 14-45 45

31 Fan 18,50 380 48,68 58,35 14-45 45

32 Hyd-Pneum

Spring 22,00 380 46,26 57,83 36 - 52 52

33 Hyd-Pneum

Spring 22,00 380 46,26 57,83 36-52 52

34 LS Apron

Feeder 5,60 380 11,78 14,73 12,5-16 16

35 Clay Apron

Feeder 7,50 380 15,77 19,71 12,5-16 16

36 Silica Apron

Feeder 5,60 380 11,78 14,73 12,5-16 16

37 Roller Mill

Cissifier 400,00 380 532,73 665,91 160-830 830

F. Pembahasan

Dari hasil perhitungan sebelumnya, diperoleh gambaran sebagai berikut:

1. Secara keseluruhan dari 40 motor yang diambil sampelnya, terdapat perbedaan yang cukup besar antara luas penampang kabel yang disyaratkan dengan luas penampang kabel yang digunakan, Perbedaan yang besar ini terjadi karena pertimbangan perusahaan untuk mengantisipasi perkembangan beban yang di masa yang akan datang.akan tetapi ada 3 buah motor yg penghantarnya lebih kecil dari yang diisyaratkan yaitu motor 200 KW (Bucket Elevator), 250 KW (Bucket Elevator), 5000 KW (Roller Mill Main Drive).

2. Besarnya jatuh tegangan pada distribusi sekunder atau pada beban motor-motor listrik yang dianalisa (sebanyak 40 buah motor) Presentase tertinggi terjadi pada motor 11 KV (fan) sebesar 8,3 % dan yang terendah terjadi pada motor 3 MW (Fan) sebesar 0,06 %.

3. Prosentase rugi-rugi daya pada penghantar motor juga tidak ada yang lebih dari 10 %. Presentase tertinggi terjadi pada motor 18,5 KV (fern) sebesar 8,4 % dan yang terendah terjadi pada motor 7,5 KW (Fan) sebesar 0,05 %.

4. Kapasitas transformator yang digunakan masih cukup jauh lebih besar dari kebutuhan beban, seperti untuk Transformator 3P1 - 1T2 yang mensuplai MCC 3P1 - 1V2 baru terpakai sekitar 78,5 % dari total kapasitas 2000 KVA, dan transformator 3P1 - 1T1 yang mensuplai MCC 3P1 - 1VI baru terpakai sekitar 85 % dari total kapasitas 1600 KVA.

5. Rating arus CB yang digunakan dari motor yang diambil sampelnya terdapat 10 buah motor diantaranya yang memiliki rating arus CB yang kurang dari arus

nominal motor. Dan perbedaan terbesar terjadi pada motor 55 KW (Reduce Lube Pump\ di mana (nominal motor adalah 115,66 A, sedangkan rating arus CB yang terpasang adalah 105 A.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil evaluasi mengenai instalasi tenaga listrik pada area Raw Mill PT.

Semen Bosowa Maros, maka dapat ditarik kesimpulan :

1. Terdapat 3 buah motor dimana penghantar yang digunakan tidak sesuai dari yang diisyaratkan,yaitu : motor 200 KW (Bucket Elevator) dimana penghantar yang digunakan 185 mm² (KHA=434 A) sedangkan yang diisyaratkan 300 mm² (KHA =585 A), motor 250 KW dimana penghantar yang digunakan 185 mm² (KHA =434 A) sedangkan yang diisyaratkan 400 mm² (KHA =625 A), motor 5000 KW (Roller Mil Main Drive) dimana penghantar yang digunakan 150 mm² (KHA=381 A) sedangkan yang diisyaratkan 240 mm² (KHA =506 A).

2. Jatuh tegangan pada distribusi sekunder, terutama saluran beban motor-motor listrik, sesuai dengan hasil perhitungan umumnya masih dalam batas yang diisinkan, di mana umumnya besar jatuh tegangan adalah dibawah 10 %(SPLN 1:1995 pasal 4)

3. Terdapat beberapa pengaman (CB) yang dipakai pada motor listrik berkapasitas kurang dari arus nominal dari motor. Seperti pada motor 30 KW (Belt Conveyor) dengan arus nominal 63,09 A hanya menggunakan CB dengan kapasitas 63 A, motor 15 KW (Bucket Elevator Inching Drive) dengan Arus nominal 31,54 A hanya menggunakan CB dengan kapasitas 16 A, motor 18,5 KW (Fan) dengan arus nominal 48,68 A hanyan menggunakan CB dengan kapasitas 45 A.

B. Saran

Kelebihan - kelebihan dalam hal dimensi teknis dari kapasitas peralatan - peralatan yang terpasang seperti : penghantar, dan transformator sebaiknya dipakai untuk pengembangan di kemudian hari.

Dalam dokumen DI AREA RAW MILL PT. SEMEN BOSOWA MAROS (Halaman 37-41)

Dokumen terkait