• Tidak ada hasil yang ditemukan

REFLEKSI DAN REKOMENDASI

ADVOKASI KE PEMDA

G. REFLEKSI DAN REKOMENDASI

Laporan Akhir Konsultan BPMP Kalimantan Selatan | 55

REFLEKSI DAN REKOMENDASI

Hasil dari berbagai regulasi dan aturan yang keluar untuk memperlancar implementasi Kebijakan Merdeka Belajar di daerahnya beserta kebijakan dukungan yang dikeluarkan oleh pemangku kebijakan di masing-masing daerah memang belum sepenuhnya berhasil di wilayah BPMP Kalimantan Selatan ini.

Adanya situasi politis yang belakangan ini berkembang mempengaruhi proses dan hasil dari upaya tim BPMP Kalimantan Selatan bersama konsultan dalam advokasi regulasi ini. Beberapa Kepala daerah yang masih belum devinitif menjadikan proses regulasi terhenti dan belum mengetahui sampai adanya kepala daerah yang baru nanti. Dimungkinkan di tahun 2024 nanti merupakan tahun politik yang mau-tidak mau tim BPMP Kalsel dan pendampingnya akan lebih berhati-hati dalam advokasi berkaitan dengan regulasi untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Belajar ini.

Walaupun sudah dibantu dengan adanya Bimtek dan beberapa kegiatan pendukungnya serta contoh-contoh dan juga langkah-langkah dalam mengaktualisasikan pada pembuatan serta penerapan suatu aturan yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, yakni yang ada dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan juga situs-situs kemendikbud lainnya serta ditambah dengan dashboard pembantu yang dihasilkan dari tim BPMP Kalsel, masih juga diketemukan beberapa misconception dari pelaku pendidik pada satuan pendidikan dibeberapa jenjang bahkan pada beberapa instansi Pemerintah Daerah, baik itu di tingkat Propinsi Kalimantan Selatan dan juga di pemerintah daerah Kota serta pemerintah daerah Kabupaten. Hal ini ditemukan ketika refleksi akhir tahun akan capaian di setiap PDM-nya.

Laporan Akhir Konsultan BPMP Kalimantan Selatan | 56

Artinya kegiatan “refleksi” bersama dengan melihat target capaian awal serta membandingkan dengan capaian yang terjadi perlu untuk dilihat bersama kembali dengan melibatkan semua stake holder yang terkait. Dianalisa dari berjalannya waktu pada titik–titik tertentu untuk melihat capaian sementara beserta tantangan yang ada berikut solusi yang diperlukan, juga sampai pada dukungan seperti apa serta siapa saja yang dibutuhkan kemudian. Formulasi itu perlu untuk diagendakan secara kontinyu di tim BPMP Kalimantan Selatan secara bertingkat dan bertahap. Bila perlu dibukukan untuk diketahui oleh pihak- pihak yang kompeten di setiap daerahnya untuk kemudian bisa diharapkan mendukung akan implementasi Kebijakan Merdeka Belajar sesuai arahan dari kemendikbudristek.

Beberapa praktik baik juga telah terjadi di beberapa tempat baik itu pada satuan pendidikan (guru dan atau Kepala sekolahnya) dan juga pada pemerintah daerah lewat lembaga satuannya yakni Dinas Pendidikan. Hal yang perlu juga untuk dicatat dan bahkan dibuat suatu kisah inspiratif yang kemudian bisa dipublikasikan sebagai “inspirasi” ke yang lain.

Sebagai catatan dari konsultan kemudian adalah tentang kajian Peraturan Bupati yang bisa mengarah pada “meninggalkan” satuan pendidikan di luar dinas pendidikan (peraturan pendidikan yang tidak inklusif). Dengan mengingat di wilayah kabupaten atau kota juga mempunyai satuan pendidikan di luar Dinas Pendidikan yakni Kemenag. Bupati dan atau walikota itu membawahi semua instansi yang ada di wilayahnya, termasuk Kemenag. Bagaimanapun itu juga perlu terpikirkan untuk “menjembatani” meluasnya program Kurikulum Merdeka Belajar di wilayahnya. Mungkin suatu rekomendasi dalam menjawab hal tersebut, adalah ditambahkannya “juknis” dan atau semacamnya dari tingkat Kakemenag dan atau Satuan Pendidikan Madrasah di semua jenjang.

Laporan Akhir Konsultan BPMP Kalimantan Selatan | 57

Di beberapa kesempatan, Konsultan bersama tim BPMP Provinsi Kalimantan Selatan telah berupaya mengadakan koordinasi bersama pemerintah daerah dengan dinas pendidikannya, untuk memaksimalkan dari rencana pembiayaan pemerintah daerah dengan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal Pendidikan. Diupayakan pemerintah daerah bisa mengupayakan terjadi peningkatan anggaran untuk sektor pendidikan tersebut. Pada kesempatan lain konsultan bersama tim BPMP Propinsi Kalimantan Selatan juga mengupayakan pemerintahan daerah lewat dinas pendidikannya untuk menerapkan berbagai kebijakan yang sesuai dan mengarah pada keberlangsungan Kurikulum Merdeka, selain mengupayakan juga terjadinya kerjasama dalam mendukung KM dengan dunia usaha dan dunia industri yang tersebar pada kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Selatan.

Beberapa Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan di daerah tertentu telah berhasil mengimplementasikannya, dan itu diperlukan “reward” akan capaian yang telah dilewatinya. Hal yang bisa menjadikan “pemantik” untuk daerah lain berbuat dan berupaya untuk kemudian berhasil. Bagi kami para konsultan, reward sangat perlu diberikan kepada mereka yang benar-benar berprestasi atau menjalankan kegiatan dengan maksimal, sekaligus memicu untuk kemudian hari menjadi lebih baik atau terjadi peningkatan dalam proses implementasinya. Tentunya dikaitkan dengan keakuratan, ketepatan dan kecepatan dari hasil yang terjadi. Tidak kalah penting juga adalah refleksi, yang bisa didorong pula ke daerah atau satuan pendidikan untuk lebih mengetahui bersama akan apa saja tantangan, juga kendala yang harus di”sikapi” kemudian.

Dan itu dilakukan secara kontinyu, bahkan perlu dilakukan refleksi di pertengahan masa sebelum semester pelajaran. Kalau di akhir adalah evaluasi.

Laporan Akhir Konsultan BPMP Kalimantan Selatan | 58

Hal seperti di atas itulah kiranya yang akan terus diperhatikan tim BPMP Propinsi Kalimantan Selatan di waktu berikutnya, karena pada hakekatnya BPMP merupakan kepanjangan tangan dari Pemerintah, dalam hal inni adalah Kemendikbudristek yang akan memastikan arahan dan kebijakan tentang pendidikan terlaksana dengan program-programnya. Bersama pemerintah daerah dan dengan dinas pendidikannya diharap bisa terjadi kerjasama dan kolaborasi dalam memperhatikan dan memenuhinya, seperti pada SPM-nya dari anggarannya dan dukungan non material-nya sebelum ke pemenuhan yang lain.

Jika secara minimal sudah terpenuhi akan lebih memudahkan dalam pelaksanaan program IKM di daerahnya.

Rekomendasi lain adalah penyelarasan SDM pada pelaku pendidikan khususnya pemangku kebijakan, agar tidak terjadi kesalahan pengertian konsep tentang IKM. Dengan terus mengajak untuk mengikuti perkembangan terkait Kurikulum Merdeka seperti workshop sampai pada kegiatan rakor. Dan di tingkat pelaksana pendidikan atau pelaku pembelajaran bisa terus diarahkan dengan penigkatan kapasitas secara mandiri bersama komunitas belajarnya (kombel). Hal yang sangat baik bila mendapatkan dukungan daerah dengan aturan dan atau kegiatan pennjang lainnya. Yang jelas kesemuanya harus terdampingi, termonitoring juga terefleksi sehingga diketahui tantangan dan solusi di dalamnya sebagai upaya peningkatan dan perbaikan kemudian.

Konsultan juga pernah mengambil peran didalamnya dengan sharing materi tentang pemikirtan berkembang atau Growth Mindset. Suatu pola pikir yang terus dan tetap berusaha agar terjadi perubahan yang lebih baik, khususnya pada peningkatan mutu pendidikannya. Semoga bisa dilaksanakan, diteruskan dan dikembangkan oleh para guru penggerak yang telah mendapatkannya.

Laporan Akhir Konsultan BPMP Kalimantan Selatan | 59

Dokumen terkait