• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. REKOMENDASI

A. Rekomendasi Kebijakan

Upaya pengurangan risiko bencana di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro memerlukan landasan kebijakan strategis. Kebijakan strategis ini dapat dilakukan setelah melakukan kajian risiko bencana yang ada di Desa Wonocolo seperti dilakukan diatas. Berdasarkan hasil kajian risiko tersebut akan nampak tindakan pencegahan dan mitigasi apa yang sesuai, kesiapsiagaan apa yang harus dibangun, rencana tanggap darurat yang sesuai dengan kebutuhan, serta tindakan pemulihan pascabencana untuk semua jenis ancaman sesuai prioritasnya.

Tak hanya pengkajian risiko tingkat desa yang menjadi acuan penyusunan pilihan tindakan penanggulangan bencana Desa Wonocolo, tetapi juga rencana penanggulangan bencana tingkat di atasnya. Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) tingkat desa harus sejalan dengan RPB tingkat kabupaten, RPB tingkat propinsi dan Rencana Aksi Nasional (Renas) Penanggulangan Bencana Indonesia, sehingga membentuk keterpaduan tingkat nasional hingga desa.

Praktik-praktik pengurangan risiko bencana ini berkaitan dengan berbagai pihak yang berkepentingan atau pemangku kepentingan yang ada di desa Wonocolo.

Untuk melihat keberadaaan pemangku kepentingan tersebut, dilakukan pemetaan pemangku kepentingan secara partisipatif.

Adapun hasil dari pemetaan pemangku kepentingan secara partisipatif tersebut adalah sebagai berikut;

Halaman 53 dari 67

Gambar 3. Hasil Diskusi Pemetaan Pemangku Kepentingan di Desa Wonocolo

Sumber: Kajian Partisipatif Desa Wonocolo 2023

Dari kajian pemetaan pemangku kepentingan diatas, karakteristik masyarakat Wonocolo meskipun masyarakatnya banyak yang bekerja di tambang minyak, tetapi sektor pertanian masih sangat mempengaruhi pola hubungannya. Adanya lembaga- lembaga sosial di tingkat desa seperti LMDH, PKK dan BUMDES ternyata kurang memiliki peran dengan masyarakan Desa pada umumnya.

Keberadaan Perhutani yang memilki wilayah yang luas di Desa Wonocolo justru tidak nampak di bagan diatas. Hal ini dimungkinkan keberadaan Perhutani yang justru sering berbenturan (konflik sosial) dengan masyarakat Wonocolo. Konflik tersebut berkaitan dengan, pengelolaan lahan, pemanfaatan hasil hutan dan mungkin juga terkait status kepemilikan.

Penjelasan :

Lingkaran di tengah merepresentasikan masyarakat Desa Wonocolo yang menjadi pusat analisa.

Besar kecilnya lingkaran menunjukkan besar kecilnya pengaruh

lembaga/aktor/pemangku kepentingan tersebut

Jarak antara lingkaran dengan pusat lingkaran (Warga Desa Wonocolo) menunjukkan jauh dekatnya (gab) relasi hubungan yang ada.

Halaman 54 dari 67

Tabel 40. Analisa Pemangku Kepentingan dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Desa Wonocolo

Desa/Kec : Wonocolo/Kedewan Kabupaten : Bojonegoro

Provinsi : Jawa Timur

No Lembaga/

perkumpulan Keadaan / potensi Harapan/ Fungsi Ideal Masalah/ Kendala Peran dalam 1 Pemerintah PRB

Desa - Kegiatan pemerintah Desa

- Kepala desa ; Sarimanto

- Jumlah perangkat Desa 13 orang ( P = ) , (5L = - 6). ATK ada lengkap - Luas kantor 500m2

- Pemdes melayani masyarakat dengan baik - Pelayanan mudah dan

cepat

- Adanya Keterbukaan dalam anggaran dan penganggaran

- Penyebaran informasi yang kurang maksimal terhadap masyarakat - Pemeliharaan

infrastruktur yang belum maksimal - PAD masih kecil

- Koordinasi - Perencanaan - Pengang

garan

2 Pemerintah Kecamatan Kedewan

- Kegiatan

- Pemangku kebijakan di wilayah kecamatan - Jarak dari desa 4 km

- Pemerintah kecamatan selalu mendukung kegiatan yg dilakukan desa

- Melayani masyarakat dengan baik

- Memiliki program yang keterpihakan pd masyarakat

- Belum optimalnya dalam memberikan pelatihan pada perangkat desa

- Koordinasi

3 BPD Anggota 9 orang (L=2),

(P=3), jumlah 5 orang - BPD dipilih dengan cara voting

- Mengemban aspirasi masyarakat

- Membuat keputusan berama pemdes

- Tidak diharuskan mengantor

- Tidak ada computer

- Koordinasi - Musyawarah

4 Lembaga Masyarakat Desa (LMD)

- Jumlah 5 orang - Laki-laki 3, Perempuan

=2

- Bisa bekerja sama dengan warga

- Membantu pelaksanaan pemerintah desa di bidang Pengurangan risiko bencana (PRB) - Sosialiasasi

- Gabung dengan

kantor desa - Koordinasi

5 LMDH - Jumlah pengurus

….orang

- Luas wilayah ….. Ha2 - Kerjasama dengan

Perhutani

- Bekerjasama pengelolaan hutan

- Pelestatian hutan - Penanaman pohon - Melakukan program

tumpang sari

- Transportasi - Kurangnya

keterbukaan pengelolaan - Perencanaan yang

kurang bagus

- Koordinasi

6 PKK - Ketua : Eli Sumarsih - Jml pengurus ……orang - Jml anggota …orang - Kegiatan; pendi-dikan,

kesehatan, sosial, bumil/balita

- Berperan aktif dalam membantu pemdes dalam pemberdayaan perempuan

- Membantu peningkatan kesejahteraan keluarga

- Kurangnya permodalan/

anggaran

- Koordinasi

Halaman 55 dari 67

Desa/Kec : Wonocolo/Kedewan Kabupaten : Bojonegoro

Provinsi : Jawa Timur

No Lembaga/

perkumpulan Keadaan / potensi Harapan/ Fungsi Ideal Masalah/ Kendala Peran dalam 7 BUMDES - BUMDESA Wahyu PRB

Kinasih Wonocolo - Ketua Sutrisno SH - Pengelola BUMDES; …

orang

- Menjadi sumber PAD - Menghidupkan ekonomi

masyarakat desa

- Mengembangkan potensi desa

- Membangkitkan UMKM - Petani dan UMKM bisa

sejahtera

- Permodalan/

anggaran - Minimnya

perencanaan

- Koordinasi

8 Karang taruna - Ketua ; Sudidit R.

- Pengurus ...orang, anggota ; ….. orang - Kegiatan; Olah raga,

Seni budaya, Wirausaha,....

- Membantu pemdes di bidang Kepemudaan - Memajukan olah raga di

Wonocolo

- Mengembangkan potensi generasi muda Wonocolo

- Tidak memiliki

sekertariat - Koordinasi

9 Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)

- Jumlah RT=9, RW =3 - Sebagai pusat

pelayanan masyarakat terkecil

Membantu pemdes:

- Kemasyarakatan - Koordinasi warga - Gotong royong - Sosialiasi - Keamanan

- Insentif sangat

kurang - Koodinasi - Mengontrol

lingkungan masing- masing 10 Kelompok tani - Kelompok tani :

- Ketua kelompok tani : Wandito, Sutarto

- Mensejahterakan petani - Meningkatkan hasil tani - Menjadi potensi unggulan

desa Woncolo

- Kurangnya perencanaan - Tidak adanya

koordinasi

- Koordinasi

11 Kelompok Penambang Minyak

- Tambang minyak - Pangkalan minyak - Koperasi

- - -

12 POSYANDU - Jumlah kader ….

- Kegiatan Posyandu;

BALITA … kali/bulan, Lansia … kali/bulan, - Kader Posyandu;

- Lansia …..kader, BALITA… org, Remaja

…..kader

- Meningkatkan pelayanan masyarakat

- Sarana edukasi kesehatan remaja

- Mendukung program kesehatan.

- - Membantu

pelayanan bidang kesehatan - Koordinasi

13 LINMAS - Jumlah personel …

orang - Menegakkan ketertiban &

keamanan desa - Koordinsi

14 Kelompok seni

budaya - Karawitan/uyon uyon - Barongan

- Wayang kulit - Jaranan, ….

- Melestarikan budaya - Menambah income

masyarakat desa - Menghibur masyarakat

- Kurangnya pembinaan - Kurangnya kreasi

- Koordinasi - Sosialisasi

PRB melalui kesenian 15 Nahdlatul

Ulama - Fatayat, Muslimat, GP

Ansor, Banser - Meningkatkan ukhuwah

Islamiyah - Kurangnya sosialisasi

pada masyarakat - Koordinasi 16 Perguruan

beladiri - Kerasakti - SH Winongo - SH Teratai

- Mempersatukan dan ikut membantu ketertiban masyarakat

- Melestarikan budata &

menyehatkan masyrkat

- Sering terjadi kesalahpahaman antar perguruan sehingga menyeba- bkan perselisihan

- Koordinasi

Sumber: Kajian Partisipatif Desa Wonocolo 2022

Halaman 56 dari 67

Risiko Bencana disadari dapat menimpa berbagai sektor sekaligus, karena itu pengurangan risiko bencana juga harus dilakukan secara lintas sektoral atau lintas pemangku kepentingan. Keberhasilan kerja koordinasi lintas sektor dan pemangku kepentingan ini akan menjamin adanya pengarusutamaan pengurangan risiko bencana dalam kegiatan masing-masing sektor dalam mewujudkan desa tangguh.

Sinergi kerja lintas sektor ini juga akan dapat menghindari tumpang-tindih program/kegiatan yang dapat berakibat pada pendanaan yang tidak efisien.

Rekomendasi kebijakan dalam Pengurangan Risiko bencana perlu diselaraskan dengan tujuan dari komunitas Desa. Dengan penyelarasan ini kegiatan-kegiatan akan selaras dengan visi misi dalam pengembangan Desa Tangguh dan cita-cita komunitas Desa Secara umum.

Dari hasil identifikasi harapan-harapan dari komunitas terkait kondisi serta arah tujuan Desa Wonocolo, kemudian

disandingkan dengan beberapa pendekatan umum pembangunan desa adalah sebagai berikut;

1) Desa Tangguh, dimana kepentingannya adalah Pengelolaan Risiko bencana berbasis Komunitas (PRB)

2) Tujuan Kelestarian Lingkungan (KL) 3) Tujuan Kesejahteraan, capaian

Penghidupan berkelanjutan (PB)

Pada akhirnya perpaduan dari ketiga tujuan tersebut menghasilkan rekomendasi kegiatan-kegiatan yang mengakomodir dari tujuan ketiga-tiganya.

Rekomendasi bentuk kegiatan dituangkan dalam matrik rekap rekomendasi di bawah ini;

Gambar 4. Titik temu dari 3 isu

stratagis; Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Kelestarian Lingkungan (KL) dan Penghidupan Berkelanjutan (PB)

Halaman 57 dari 67

Dokumen terkait