BAB I PENDAHULUAN
C. Definisi Operasional
1. Rencana Pembelajaran
Untuk pembelajaran yang akan dieksprimenkan dalam mata pelajaran Geografi melalui pembelajaran Modul adalah materi pelajaran lithosfer dan pedosfer.
Materi tersebut dirancang penyampaiannya dalam pembelajaran melalui pembelajaran Modul untuk di laksanakan di kelas.
Rencana pembelajaran ini dilaksanakan 7 x pertemuan dengan alokasi waktu 1 x pertemuan 2 x 45 menit.
Pertemuan pertama - ketiga = materi lithosfer Pertemuan keempat - ketujuh = materi pedosfer 2. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisioner dan tes hasil belajar. Kuisioner digunakan untuk mengambil data tentang motivasi belajar sedang tes untuk melihat hasil belajar siswa. Alternatif respon siswa pada kuisioner untuk motivasi siswa, penskorannya menggunakan skala Likert dengan 5 kategori: sangat sering (SS), sering (S), kadang-kadang (KDG), jarang (JR), tidak pernah (TP). Penyataan terdiri dari dua jenis yaitu positif dan negatif. Untuk pernyataan positif diberi skor sangat sering (SS) dengan skor 5, sering (S) dengan skor 4, kadang-kadang (KDG) dengan skor 3, jarang (JR) dengan skor 2, tidak pernah (TP) dengan skor 1, sedangkan untuk pernyataan negatif sangat sering (SS) dengan skor
1, sering (S) dengan skor 2, kadang-kadang (KDG) dengan skor 3, jarang (JR) dengan skor 4, tidak pernah (TP) dengan skor 5.
Hasil belajar diukur dengan menggunakan tes hasil belajar, dengan jenis tes pilihan ganda. Setiap siswa yang menjawab benar diberi skor 1 dan siswa yang menjawab salah diberi skor 0.
a. Motivasi Belajar Siswa
Instrumen untuk motivasi belajar disajikan dalam bentuk angket, baik untuk kelas eksperimen maupun untuk siswa kelas kontrol. Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran geografi berhubungan dengan materi yang akan dipelajari oleh siswa kelompok eksperimen dan siswa kelompok kontrol sebelum pembelajaran modul yang dieksperimenkan tersebut dilaksanakan.
b. Tes Hasil Belajar
Instrumen tes hasil belajar siswa dalam pembelajaran geografi disajikan dalam bentuk pilihan ganda, baik untuk siswa kelompok eksperimen maupun untuk siswa dalam kelompok kontrol. Tes hasil belajar siswa ini dilaksanakan setelah siswa kelompok eksperimen dan siswa kelompok kontrol mempelajari materi pelajaran yang akan dieksperimenkan. Penentuan skor yaitu dengan ketentuan setiap jawaban yang benar diberi skor 1 dan setiap jawaban yang salah akan diberi skor 0.
Soal yang disajikan pada tes hasil belajar sama dengan tes pada motivasi belajar siswa.
3. Prosedur Pembelajaran dengan Modul
Peranan guru dalam sistem ini bukannya sebagai penyampaian informasi tetapi sebagai pengelola keras yang ditinjau dari langkah-langkah belajar modul sebagai berikut:
1. Pada saat dimulainya sesuatu modul
Sebelum modul digunakan di kelas, guru harus mempelajari pedoman guru dan bahan modul yang digunakan oleh siswa. Disamping itu guru harus mempelajari alat-alat dan sumber apakah yang harus disediakan atau dimiliki oleh para siswa agar modul tersebut dapat digunakan secara maksimal.
2. Pada saat berlangsungnya proses belajar
Peodman guru tidak memberikan petunjuk secara terperinci mengenai peranan guru dari waktu ke waktu pada saat berjalannya proses belajar dengan modul. Dalam hubungan ini guru harus kreatif sesuai dengan hakekat proses belajar dengan modul. Namun demikian ada garis besar ketentuan yang merupakan beberapa petunjuk yaitu:
1) Guru hendaknya melaksanakan tugas yang digariskan dalam pedoman guru
2) Guru harus menegaskan kepada siswa hal-hal khusus terdapat dalam modul tertentu
3) Guru hendaknya menegaskan kepada para siswa agar tidak perlu
tergesa-gesa dalam menyelesaikan modul, tetapi secepatnya menguasai bahan modul itu (tidak banyak waktu terbuang)
4) Guru hendaknya menekankan kepada siswa bahwa mereka boleh bertanya baik kepada guru maupun teman yang dianggap lebih tahu tentang hal-hal yang belum jelas.
5) Guru hendaknya mengadakan pengecekan keliling untuk mengetahui:
a) Seberapa jauh para siswa memahami petunjuk-petunjuk yang tertulis dalam modul, seperti terlihat dalam kemampuannya mengisi lembaran kerja
b) Seberapa jauh para siswa mengerjakan tugas-tugas seperti yang telah digariskan dalam modul
c) Kesulitan-kesulitan yang secara umum dihadapi oleh siswa 6) Guru boleh berperan menghentikan kelas secara khusus menjelaskan
hal yang sulit bila ternyata semua siswa dalam kelas menghadapi kesulitan yang sama.
3. Pada saat siswa selesai mengerjakan seluruh lembaran kegiatan siswa dan lembaran kerja
Secara umum dapat dikemukakan bahwa seorang siswa baru boleh mengambil tes apabila dia sudah benar-benar menguasai modul yang dipelajarinya seperti terbukti dari lembaran kerja yang telah diisinya.
Atas dasar ini seorang guru hendaknya:
1) Mengecek sampai berapa jauh siswa telah benar-benar menguasai modul tersebut dengan jalan memeriksa lembaran kerjanya
2) Segera memberikan tes kalau ternyata seseorang siswa benar-benar telah menyelesaikan lembaran kegiatan dan lembaran kerja dengan baik, secara kualitatif maupun kuantitatif.
4. Pada saat siswa telah menyelesaikan lembaran tes
1) Bagi siswa yang telah mencapai skor 70% guru harus segera:
a) Memberikan tugas-tugas pengayaan
b) Memberikan modul baru sebagai kelanjutan modul yang diteskan
2) Bagi siswa yang belum mencapai skor 70% guru harus segera mengadakan indentifikasi terhadap item-item yang masih dibuat salah serta menunjukkan bagian-bagian yang relevan dengan item-item tersebut. Terhadap siswa yang perlu mendapatkan bimbingan khusus maka:
a) Guru memberikan bimbingan khusus kepada yang bersangkutan
b) Berdiskusi kepada pihak bimbingan dan penyuluhan untuk mempelajari latar belakang kesulitan siswa tersebut sebelum mengambil suatu keputusan.
4. Desain Penelitian
Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain faktorial 2x2. Desain penelitian ditunjukkan dalam gambar sebagai berikut:
Metode Pembelajaran Motivasi
belajar
Pembelajaran dengan Modul
Pembelajaran dengan Non Modul Motivasi Belajar
Tinggi A1 B1 A1 B2
Motivasi Belajar Rendah
A2 B1 A2 B2
Bagan 3. Desain Penelitian Keterangan:
A1B1 : Siswa dengan motivasi belajar tinggi dalam kelompok eksperimen
A1B2 : Siswa dengan motivasi belajar tinggi dalam kelompok kontrol A2B1 : Siswa dengan motivasi belajar rendah dalam kelompok eksperimen
A2B2 : Siswa dengan motivasi belajar rendah dalam kelompok kontrol