• Tidak ada hasil yang ditemukan

Renewable Resources

Krisis Lingkungan dan Ide, Gerakan Konservasi Lingkungan

B. Data Krisis Lingkungan Global dan Lokal Indonesia

1) Renewable Resources

74 Krisis Lingkungan dan Ide, Gerakan Konservasi lingkungan

energi di alam yang dapat digunakan bagi manusia.62 SDA adalah materi fisik yang dapat dilihat panca indera.63 SDA bisa terdapat dimana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar SDA seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.

Ekosistem dalam kehidupan manusia memiliki sifat yang dinamis, dalam arti, tidak saja bisa berubah menurut ukuran waktu dan tempat, melainkan juga memiliki angka-angka interaksi yang besar sejak masa permulaan. Menurut William W. Murdoch, interaksi dalam pembagian makanan adalah angka paling besar dalam dinamika ekosistem.64

Atas dasar karakter demikian, bumi sebagai tempat bernaung makhluk hidup mampu memberikan kehidupan bagi ekosistem di dalamnya melalui SDA yang dimilikinya. SDA menjadi pendukung bagi kelestarian makhluk hidup yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Dari sekian banyak SDA yang ada, dapat dikelompokkan menjadi dua macam; SDA yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan SDA yang tidak dapat diperbaharui (non-renewable resources).

a) Air

Air adalah kebutuhan dasar seluruh makhluk hidup. Air juga merupakan substansi yang utama dalam komponen atau struktur bumi.65 Semakin naik jumlah makhluk hidup, akan semakin besar kuantitas air yang dibutuhkan. Bagi manusia selain untuk minum, mandi dan mencuci, air bermanfaat juga: pertama, sebagai sarana transportasi; kedua, sebagai sarana wisata atau rekreasi; ketiga, sebagai sarana irigasi atau pengairan; keempat, sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).66 Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang semakin meningkat diperlukan industrialisasi yang dengan sendirinya akan meningkatkan lagi aktifitas penduduk serta beban penggunaan sumber daya air.67

Kualitas air Indonesia baik sumur, sungai maupun laut sudah mengalami penurunan. Kualitas air di Indonesia umumnya telah dicemari oleh limbah domestik yang masuk ke badan sungai di sampimg limbah lainnya yang berasal dari industri, pertanian maupun peternakan. Pemantauan kualitas air tahun 2004 di 30 provinsi menunjukkan bahwa sungai Progo di Jawa tengah, Sungai Citarum Jawa Barat sudah tidak memenuhi kriteria air kelas I menurut PP no.82 tahun 2001. Begitupun dengan sungai Ciliwung Jakarta, konsentrasi Biochemical Oxigen Demand (BOD-nya) telah melebihi Baku Mutu nasional DKI Jakarta selama periode 1992-1997.

Begitupun dengn hasil penelitian 48 air sumur di Jakarta tahun 2004 yang terbukti tercemar dan mengandung bakteri coliform dan fecalcoli. Kondisi air laut juga tidak jauh berbeda, dimana dari hasil penelitian tahun 1980 air laut terbukti mengandung timbel dan kadmium 2,50 sampai 4,00 part permilon (ppm) melebihi standar seharusnya yaitu 0,03 ppm.68

65William W. Murdoch, Environment, Resources, Pollution and Society, h. 136.

66Jenis PLTA antara lain, jika cekungan di daratan yang digenangi air terjadi secara alami disebut danau, dan jika cekungan di daratan yang digenangi air terjadi karena buatan manusia disebut waduk.

67Juli Soemirat, Kesehatan, h. 108.

68www..walhi.or.id/kampanye/air/privatisasi

76 Krisis Lingkungan dan Ide, Gerakan Konservasi lingkungan

b) Udara

Udara yang bergerak dan berpindah tempat disebut angin.

Lapisan udara yang menyelimuti bumi disebut atmosfer. Gas-gas yang terdapat di atmosfer antara lain oksigen, nitrogen dan karbondioksida. Pada atmosfer terdapat beberapa lapisan yang terbentuk karena adanya interaksi antara sinar-sinar matahari, gaya tarik bumi, rotasi bumi dan permukaan bumi. Lapisan tersebut adalah lapisan Ozon yang berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.69

Pencemaran udara biasanya disebabkan oleh dua faktor, yaitu:

natural source dan anthropogenic sources. Kasus di Indonesia, kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh sebab kedua, yaitu karena kegiatan dan aktifitas manusia. Pencemarannya disebakan oleh emisi kendaraan bermotor yang mengeluarkan zat-zat berbahaya dan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia, bahkan juga bagi lingkungannya. Zat tersebut diantaranya timbal/timah hitam (pb), Suspende particular matter (spm), Oksida nitrogen (Nox), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan aoksida fotokimia (Px). Sementara itu laju pertumbuhan kendaraan bermotor di jakarta mencapai 15% pertahun hingga tahun 2005.70

c) Tanah

Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Lapisan-lapisan tanah disebut horison,71 yang jenis dan jumlah zat organik di dalamnya dipengaruhi oleh suhu, oksigen, dan zat organik sekitarnya. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam SDA pertanian. Pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi, jagung dan sagu. Palawija terdiri dari ubi-ubian dan

69Richard J. Hickey, "Air Pollution", dalam William (ed), Environment, h.

189.

70 www.walhi.or.id/kampanye/cemar/udara. dan Lihat Juga Tresna Sastrawijaya, Pencemaran Lingkungan, (Jakarta, Rineka Cipta, 2009), h. 188

71Stanley E. Manahan, Environmental Chemistry (Boston: Willard Grant Press, 1972), h. 73.

kacang-kacangan; dan holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

Kualitas tanah Indonesia juga mulai rusak dengan bahan kimia non-organik seperti pupuk buatan, pestisida, insektisida, fungsida dan herbisida yang telah banyak digunakan dalam dunia pertanian.

Kerusakan ekosistem tanah yang terjadi antara lain berkurangnya populasi cacing penghembur tanah dan ular sawah, hilangnya predator pemakan hama wereng, seperti berbagai macam laba-laba, dan musnahnya microba penghembur tanah.72

d) Hewan

Hewan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu hewan liar dan hewan piaraan. Hewan liar ialah hewan yang hidup di alam bebas dan dapat mencari makan sendiri. Hewan piaraan ialah hewan yang dipelihara untuk hobi atau kesenangan semata, ataupun ternak sebagai hewan yang dikembangbiakkan untuk kemudian dimanfaatkan atau diperjualbelikan.

e) Tumbuhan

Tumbuhan adalah tanaman yang tumbuh dari proses interaksi berbagai unsur dalam tanah. Habitat tumbuhan ada dua: pertama, Hutan, merupakan ekosistem luas yang ditumbuhi beraneka ragam tumbuhan. Hutan bukan hanya sekumpulan individu pohon, tetapi merupakan suatu masyarakat tumbuhan yang kompleks, yang terdiri dari pohon, semak, tumbuhan bawah, jasad renik tanah dan hewan lain. Mereka satu sama lain terikat hubungan ketergantungan.73 Menurut statusnya, hutan dapat dibagi menjadi empat, yaitu: lindung,

72Berbagai hasil penelitian tentang penurunan kualitas tanah, selanjutnya baca, Francis Wahono, Revolusi Hijau; Dari perangkap Involusi ke perangkap Globalisasi, Petani dalam Jeratan Globalisasi, Jurnal Wacana. No.4, Insist, 1999, Yogyakarta, h. 11. Mengenai prinsip-prinsip pengelolan tanah dan problemanya di Indonesia selanjutnya lihat Arsyad, Sitanala dan Ernan Rustiadi, Penyelamatan Tanah, Air dan lingkungan, (Jakarta, yayasan Obor Indonesia, 2008), h.47

73Hadi S. Ali Kodra, "Kapasitas Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup", Diktat, h. 7, t.d.

78 Krisis Lingkungan dan Ide, Gerakan Konservasi lingkungan

produksi, wisata, dan suaka alam. Kedua, Perkebunan, yaitu habitat tumbuhan yang lebih kecil dibandingkan hutan.