BAB IV HASIL PENUTUP
B. Saran
1. Untuk masyakarat agar lebih berperan dalam melindungi atau menaggulangi Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga, karena peran masyarakat sangat dibutuhkan agar mengurangi tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
2. Aparat penegak hukum yang lebih memperhatikan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah tangga, agar tidak memiliki pandangan yang masih konvensional.
3. Untuk para korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga agar lebih berani melaporkan kekerasan yang dialami, karena Kekerasan Dalam Rumah Tangga sudah diatur dalam Undang-Undang N0. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Kekarasan Dalam Rumah Tangga bukan hanya kekerasan fisik saa, namun kekerasan psikis, kekerasan seksual keekrasan pelantaran rumah tangga, dll.
DAFTAR PUSTAKA
Acmad Ali, Menguak Teori Hukum dan Teori Peradilan Vol 1 Jakarta: Kencana, 2010.
Ahamad Suhari, “Implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, (Sripsi Universitas Negeri Malang, Malang, 2010.
Ahmad Sudirman Abbas, Pengantar Pernikahan Analisa Perbandingan Antar Mazhab, (Jakarta: PT. Prima Herza Lestari.
Ahmad Suhari, Universitas Negeri Malang, Skripsi Implementasi Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, 2010.
Anastasia Reni Widyastuti, “Perlindungan Hukum Terhadap Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga”, Vol. 11, No. 1, September 2016.
Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, Bandung: Pustaka Setia, 2008.
Burhan Ashsofa, Metode Penelitian Hukum.
Dadang Iskandar, Universitas Ibn Khaldun Jurnal Upaya Penanggulangan Terjadi Kekerasan dalam Rumah Tangga. 2016
Dika Pratama, Universitas Islam Indonesia, Tesis. 2019. Efektivitas Penegakan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Nomor 23 Tahun 2004, Di Yogyakarta.
Dokumen, BPS Sumbawa Barat, Tahun 2021
Ellya Rosana,” Kepatuhan Hukum”, Vol. X, No. 1, Januari-juni 2014.
Esmi Warrasih, Pranata Hukum sebagai Telaaah Sosiologis, Semarang: Suryadaru Utama, 2005.
Harskrisnowo, Hukum Pidana dan Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Pemahaman terhadap Bentuk-bentuk Kekerasan terhadap Perempuan dan Alternatif Pemecahanya, Jakarta. 2000.
Herlina Etwiory “Kajian Yuridis Dalam Rumah Tangga (Suatu Study Tenttang Hubungan Hukum Privat dan Hukum Publik”, Vol.I, No. 3, 2016.
Heryanto Monoarfa, “Efektivitas dan Efesiensi Penyelenggaraan Pelayanan Publik‟‟:Suatu Tinjauan Kinerja Lembaga Pemerintahan”. Jurnal pelangi ilmu,Vol. 05, No. 01, 2012.
Kompas.com, 27 Juli, pukul 14:33 WIB
Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010
Margaret Baton, The Political Economy Of Women‟s Liberation. Dalam, Monthy Review, 1998.
Marzuki, Metodologi Rist, Yogyakarta: PT. Hamindita. 1983.
Moerti Hadiati Soeroso, Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Dalam Prespektif Yuridis – Vikimologis, Jakarta : Sinar Grafika, 2010.
Munir Fuady. Sosiologi Hukum Kontemporer, Intraksi Kekuasaan Hukum, dan Masyarakat, Bandung: Citra Aditya Bati, 2007.
Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Penelitian Gabungan, Jakarta: Prenamedia Group, 2016.
Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Bab 1 ketentuan Umum.
Purnadi Purbacarakan dan Soerjono Soekanto. Prihal kaidah hukum. Bandung:
Alumni, 1982.
R. Langley, Ricard. D. dan Levy. C. Memukul istri, Trj. R. Mosasi, Jakarta:
Cakrawala, tt 2006.
Rendi Amanda Ramdhan, Universitas Riau, Skripsi, Pengaruh Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap Tingkat Keharmonisan dalam Keluarga di Kelurahan Umban Sari Kecematan Rumbai Kota Pekanbaru. 2018 Saraswati, Rika. “Perempuan dan Penyelesaian Kekerasan Dalam Rumah
Tangga”, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2006.
Satipjo Raharjo „‟Hukum dan Perubahan Sosial”, Bandung: Alumni, 1983.
Soejono Soekanto, Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum, Edisi Pertama, Jakarta: Rajawali, 1982.
Soejono Soekanto, Sosiologi Keluarga Tentang Ihwal Keluarga, Remaja dan Anak, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Soerjono Soekanto, Faktor-faktor yang mempengaruhi Penegakan Hukum, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.
Soll Lubis, Politik dan Hukum di Era Reformasi, Bandung: CV. Mandar Maju, 2009.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2011
Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Yogyakarta: Renaka Cipta: 2006`
Suharso dan Retniningsih, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Lux, Semarang:
Widya karya, 2009.
Sutrisno Hadi, Metode Reseach, Jakarta: Andi Offsel, 1986
Tohirin, Metode Penelitian Kualititatif dalam Pendidikan dan Bimbingan Konseling, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada 2012.
Wira Sanjaya, Penelitian Pendidikan: Jenis, metode, dan Prosedur. Jakarta:
Kecana Prenada Media Grop, 2013.
Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2015.
Zainuddin Ali, Sosiologi Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2006.
Pedoman Wawancara
Tujuan pedoman wawancara adalah untuk mendapatkan informasi pada penelitian, dengan mengajukan sebuah pertanyaan kepada informan.
a. Wawancara dengan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga
1) Apakah mengetahui adanya Undang-Undang yang mengatur tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
2) Mengapa tidak melaporkan kekerasan yang dialami.
3) Sejauhmana tingkat pemahaman korban tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
4) Bagaimana reaksi tetangga atau masyarakat setempat ketika anda mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
5) Selain kekerasan fisik kekerasan apa saja yang anda ketahui.
6) Bagaimana tanggapan polisi atau penegak hukum dalam menyelesaikan masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
7) Apakah pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga mengetahui Kekerasan yang dilakukan sudah diatur di dalam Undang-Undang.
b. Wawancara dengan masyarakat Taliwang
1) Apakah mengatahui adanya Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga
2) Sejauhmana pemahaman terkait Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga
3) Bagaimana reaksi jika terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga di lingkungan sekitar.
4) Alasan-alasan mengapa tidak ingin melaporkan Kekerasan yang di Dalam Rumah Tangga yang terjadi di lingkungan sekitar.
5) Bagaimana pandangan masyarakat terhadap peran pemerintah dalam menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
6) Bagaimana menanggapi adanya Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
c. Wawancara dengan tokoh masyarakat
1). Bagaimana pandangan terhadap Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
2). Apa peran tokoh masyarakat dalam menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
3). Sejauhmana peran masyarakat dalam menanggulangi Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
d. Wawancara dengan Penegak Hukum
1). Bagaimana Polres Sumbawa Barat dalam menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
2). Faktor apa saja yang membuat korban tidak mau melanjutkan kasusnya.
3). Sejauhmana keberanian korban dalam melaporkan kekerasan yang dialami.
4). Apa saja fasilitas yang ada dalam menangani kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
e. Wawancara dengan BP2P3KPB
1). Bagaimana pandangannya terhadap Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
2). Apakah korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga mengetahui adanya Undang-Undang khusus yang mengatur tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
3). Apa saja yang membuat korban tidak berani melaporkan atau mengadukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dialaminya.
4). Berapa banyak korban yang berani melaporkan kekerasan yang dialami.
DAFTAR INFORMAN
NO. Nama Keterangan
1. Khafidatun Nisa Kanit PPA Polres Sumbawa Barat 2. Hj. Mulyani SP. Kepala DP2KBP3A
3. Drs. Nasrum Tokoh Masyarakat
4. WR Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga
5. D Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga
6. A Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga
7. MF Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga
8. M Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga
9. WR Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga
10. DL Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga 11. VM Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga 12. SA Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga 13. WA Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga 14. Riyanti Ananda Masyarakat Taliwang
15. Efi Masyarakat Taliwang
16. Nurul Masyarakat Taliwang
17. SA Masyarkat Taliwang
18. A Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
DOKUMENTASI PENELITIAN