• Tidak ada hasil yang ditemukan

sekretaris penanggung jawab umum dalam organisasi. Pengambilan keputusan ini Namun dalam beberapa keadaan para ketua bidang juga dapat mengambil keputusan untuk para pegawainya. Hal itu tidak terlepas dari koordinasi yang dilakukan oleh kepala dinas dan ketua bidang.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Atriani, Noni. 2014. Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam.

Audina, D. & Halimuddin, 2016. Usia, Jenis Kelamin, dan Klasifikasi Hipertensi dengan Jenis Stroke di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. JIM Unsyiah. 1(1):1-6

Azhari, Ahmad Solihin. 2013. Pengaruh Penempatan Pegawai Terhadap Motivasi Pegawai di Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Bupati Jeneponto. 2008. Peraturan Daerah Jeneponto Nomor 3 Tahun 2008.

Jeneponto: Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Daft, Richard L. (2013). Understanding the Theory and Design of Organizations, 11th International Edition. Canada: South-Western

Depdik. 2014. Undang-Undang RI Nomor 5, Tahun 2014, tentang Aparatur Sipil Negara.

Derviş, B. 2013. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–

1699. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004 F Nugrahani. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Solo: Cakra Books.

Gammahendra, F., Hamid, D., & Riza, M. F.2014. Pengaruh Struktur Organisasi terhadap Efektivitas Organisasi. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 7(2), 1–10.

Gibson, Ivancevish, Donelly Jr. 2007. Organisasi (Perilaku,Struktur,Proses), Jilid I Edisi Lima. Jakarta: Erlangga.

Gunawan, Iman. 2013. Metode Penelitian Kualitatif, Teori dan Praktik. Jakarta:

Bumi Aksara.

Hackett, B., & Day, B. (2008). School of Communication. 1–2.

Hakim, L. N. (2013). Ulasan Metodologi Kualitatif : Wawancara Terhadap Elit Review of Qualitative Method : Interview of the Elite. 165–172.

Han, E. S., & goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, A. (2019). 済無No Title No Title. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–

1699.

Indiahono, Dwiyanto. 2013. Kajian Pengembangan Indikator Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen.

Kadarmo, Siwi Ultima. 2007. Koordinasi dan Hubungan Kerja. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indoneisa.

Kadji, Y. (2012). Tentang Teori Motivasi. Jurnal INOVASI, 9(1), 1–15. Retrieved fromhttp://id.portalgaruda.org/index.php?page=2&ipp=10&ref=search&

mod=document&select=title&q=teori+motivasi&button=Search+Docum ent

Lasmiyati. 2018. Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulonporogo.

Mahmudi. 2011. Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: UPP. AMP YKPN.

Nuradhawati, Rira. (2019). Program, D., Magister, P., Pemerintahan, I., Jenderal, U., & Yani, A.152 Dinamika Sentralisasi Dan Desentralisasi Di Indonesia. 2(1), 152–170.

Nurhayati, T., & Darwansyah, A. (2013). Peran struktur organisasi dan sistem remunerasi dalam meningkatkan kinerja. Jurnal Ekonomi Bisnis, 14(2), 1–16.

Moleong, Lexy J. 2018. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Pendidikan, K., Tentang, K., Dan, D., & Pendidikan, S. (2004). Kurikulum pendidikan "kajian tentang desentralisasi dan sentralisasi pendidikan.

Purwanto, A. J. 2014. Pentingnya Mempelajari Teori Organisasi. Teori Organisasi, Organizational Behavior. Organizational Be. Retrieved from http://www.kapanlagi.com/h/0000177244.html

Robbins, Stephen P dan Judge, Timothy A. 2013. Organizational Behavior 15th edition. United States: Prentice Hall.

Sari, R. N. I., & Hadijah, H. S. 2016. Peningkatan Kinerja Pegawai Melalui Kepuasan Kerja Dan Disiplin Kerja.Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 1(1), 204. https://doi.org/10.17509/jpm.v1i1.3389

Siagian, Sondang P. 2011. Teori dan Praktik Kepemimpinan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sondang P. Siagian. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Stephen, P. Robbins. 2006. Perilaku Organisasi edisi kesepuluh, alih bahasa.

Jakarta: PT. Indeks kelompok Gramedia.

Sudarmanto. 2009. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Yogyakarta:

Pustaka belajar.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.

Sukanto Reksohadiprojo dan T. Hani Handoko. 2004. Organisasi Perusahaan, Teori , Struktur dan Perilaku. Yogyakarta: BPFE.

Sultoni, Rizqi Fajar. 2015. Dimensi Struktur Organisasi. Juni 19 2015.

https://rizqifajarsultoni.wordpress.com/dimensi_struktur_organisasi/

Suryana, Ms. (2012). Metodologi Penelitian : Metodologi Penelitian Model Prakatis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Universitas Pendidikan Indonesia, 1–243. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

Suryaningsum, S. (2008). Perspektif Struktur Organisasi (Tinjauan sebagai Pengubah Perilaku). Jurnal Pendidikan Akutansi Indonesia, VI(1), 63–74.

Tanjung, M. (2017). Fungsi Organisasi dalam Manajemen Proyek. Manajemen Dan Informatika Komputer Pelita Nusantara, 1(Juli), 5.

https://doi.org/10.1109/TED.2005.859705

Taruna, Tukiman. 2017. FUNGSIONAL Organisasi Dan Pola-Pola Pendidikan.

Semarang: Universitas Katolik Sowgijapranata, hlm. 12

Torang, Syamsir. 2013. Organisasi & Manajemen (Perilaku, Struktur, Budaya &

Perubahan Organisasi). Bandung: Alfabeta.

Vogt, W. (2015). Purposive Sample. Dictionary of Statistics & Methodology.

https://doi.org/10.4135/9781412983907.n1547

Wiandini, D. (2011). Jurnal Manajemen Pendidikan Jurnal Manajemen Pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 479–487.

Wursanto, Ignasius. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta: Andi Offset.

LAMPIRAN

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN

FUNGSIONAL STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN JENEPONTO

Variabel Dimensi Indikator Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto

Kompleksitas

1. Jenis pekerjaan dalam struktur organisasi

2. Prosedur/cara unit kerja organisasi

3. Tingkat keberhasilan unit kerja organisasi

1. Kepala Dinas 2. Sekretaris 3. Kepala Bidang 4. Pegawai

1. Observasi 2. Wawancara 3. Dokumentasi Formalisasi 1. Peraturan dalam melaksanakan

tugas

2. Perilaku Individu

3. Penilaian kinerja pegawai Sentralisasi Struktur

Organisasi Dinas Pendidikan

Pola Pengambilan Keputusan

Lampiran 2. Pedoman Wawancara

Pedoman Wawancara (Kepala Dinas) Identitas Infroman :

Nama Informan : Pangkat/ Golongan : Hari/ Tgl Wawancara :

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Berdasarkan Kompleksitas.

1. Jenis pekerjaan apa saja yang harus dilaksanakan oleh setiap unit kerja dalam organisasi ?

2. Apakah Dalam melaksanakan tugas sehari-hari anggota unit kerja pada menggunakan cara/prosedur seperti apa ?

3. Bagaimana megetahui tingkat keberhasilan kerja dalam organisasi Struktur Organisasi Berdasarkan Formalisasi.

1. Dalam melaksanakan tugas, setiap anggota unit kerja dinas pendidikan diikat peraturan seperti apa ?

2. Bagaimana menyikapi karakteristik angota unit kerja yang mempunyai perilaku individu berbeda ?

3. Bagaimana melihat penilaian kinerja pada anggota unit kerja ?

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Berdasarkan Sentralisasi.

1. Apakah hanya pimpinan yang berhak mengambil keputusan organisasi ? 2. Benarkah, tanpa persetujuan pimpinan sangat sedikit aktivitas yang bisa

dilakukan ?

3. Bagaimana cara setiap unit untuk memutuskan sendiri permasalahan yang berkaitan dengan pekerjaannya?

Pedoman Wawancara (Sekretaris) Identitas Infroman :

Nama Informan : Pangkat/ Golongan : Hari/ Tgl Wawancara :

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Berdasarkan Kompleksitas.

1. Jenis pekerjaan apa saja yang harus dilaksanakan oleh setiap unit kerja dalam organisasi ?

2. Apakah Dalam melaksanakan tugas sehari-hari anggota unit kerja menggunakan cara/prosedur kerja seperti apa ?

3. Bagaimana megetahui tingkat keberhasilan kerja dalam organisasi ? Struktur Organisasi Berdasarkan Formalisasi.

1. Dalam melaksanakan tugas, setiap anggota unit kerja dinas pendidikan diikat dalam peraturan seperti apa?

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Berdasarkan Sentralisasi.

1. Apakah hanya pimpinan yang berhak mengambil keputusan organisasi?

2. Benarkah, tanpa persetujuan pimpinan sangat sedikit aktivitas yang bisa dilakukan?

Pedoman Wawancara (Kepala Bidang) Identitas Infroman :

Nama Informan : Pangkat/ Golongan : Hari/ Tgl Wawancara :

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Berdasarkan Kompleksitas.

1. Jenis pekerjaan apa saja yang harus dilaksanakan oleh setiap unit kerja dalam organisasi ?

Struktur Organisasi Berdasarkan Formalisasi.

1. Dalam melaksanakan tugas, setiap anggota unit kerja dinas pendidikan diikat dalam peraturan seperti apa ?

2. Bagaimana melihat penilaian kerja pada anggota unit kerja ?

3. Bagaimana menyikapi karakteristik anggota unit kerja yang mempunyai perilaku individu berbeda ?

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Berdasarkan Sentralisasi.

1. Apakah hanya pimpinan yang berhak mengambil keputusan organisasi ? 2. Bagaimana cara setiap unit untuk memutuskan sendiri permasalahan yang

berkaitan dengan pekerjaannya ?

Pedoman Wawancara (Pegawai) Identitas Infroman :

Nama Informan : Pangkat/ Golongan : Hari/ Tgl Wawancara :

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Berdasarkan Kompleksitas.

1. Jenis pekerjaan apa saja yang harus dilaksanakan oleh setiap unit kerja dalam organisasi ?

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Berdasarkan Sentralisasi.

1. Apakah hanya pimpinan yang berhak mengambil keputusan organisasi?

2. Bagaimana cara setiap unit untuk memutuskan sendiri kebijakan yang berkaitan dengan pekerjaannya?

Matriks FUNGSIONAL Data

FUNGSIONAL Struktur Organisasi Dinas Pendidikan

KET : F = Fokus : D = Deskriptor : P = Pertanyaan

Sub Fokus Hasil Wawancara Catatan Observasi Dokumentasi dan Teori yang Mendukung

Kompleksitas

Kepala Dinas (F1. D1. P1)

Terdapat berbagai macam jenis pekerjaan pada dinas pendidikan kabupaten jeneponto. Hal ini sesuai dengan bidang yang terdapat pada dinas pendidikan yang ada pada setiap unit kerja, masing- masing tugas telah diorganisir seefektif mungkin sehingga diupayakan agar tidak lagi pegawai yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya.

Pada hari senin, 21 September 2020, Peneliti datang ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto untuk melakukan penelitian tentang FUNGSIONAL Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto.

Pada saat itu peneliti juga bermaksud megadakan penelitian di Dinas Pendidikan Kabuppaten Jeneponto dengan menjelaskan maksud dan tujuan penelitian agar kiranya tidak saling terjadi

Selain observasi peneliti juga melakukan dokumentasi yaitu pengambilan gambar terkait dengan struktur organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto yang terditi dari absen Pegawai, Ruangan setiap unit kerja dan juga pegambilan data yang ada di Renstra/ Perencanaan Strategis. Kemudian diperkuat dengan adanya teori yang mendukung megenai tentang, Kompleksitas Torang (2013) menunjukkan kompleksitas merujuk pada tingkat diferensiasi yang ada di dalams sebuah organisasi. Diferensiasi

Sekretaris Dinas (F1. D1. P1)

Jenis pekerjaan pada setiap unit kerja, bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Namun pemberian pekerjaan juga tidak serta merta diberikan kepada setiap unit, selain memperhatikan keahlian setiap pegawai juga memperhatikan program kerja yang ada pada dinas pendidikan kabupaten jeneponto.

Kepala Bidang (F1. D1. P1)

Kan dinas pendidikan ini ranahnya mencakup pendidikan jadi untuk jenis pekerjaan yang namanya organisai pasti banyak, tapi penempatan tugas dan jenis pekerjaannya harus juga sesuai dengan keahliannya di masing-masing bidang.

Kenapa itu perlu karena untuk mengoptimalkan kerja dari masing- masing staff atau pegawai. Biasanya

hari. Peneliti di sambut oleh Staf Kasubbag Umum, kemudian peneliti diarahkan ke kepala Kasubbag Umum, sampai diruangan peneliti menjelaskan maksud dan tujuannya, dan pihak dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto memberikan kebijakan untuk dikumentasi dan wawancara kepada Kepala Dinas, Sekretaris, dan juga perwakilan Kepala Bidang dan di lanjutkan wawancara kepada Pegawai, ketika surat izin telah didisposisi.

Pada hari rabu tanggal 23 September 2020, peneliti kembali ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto untuk melanjutkan penelitian dan kembali disambut oleh Staf Kasubbag Umum dan diarahkan kembali ke ruangan Kepala Kasubbag Umum kemudian surat izin dari Penanaman Modal di disposisi dan ditindak lanjuti ke Sekretaris dan pada hari yang sama peneliti langsung melakukan

dari banyak unit yang berbeda yang mengerjakan pekerjaan yang berbeda dan menggunakan metode yang berbeda pula. Ada tiga elemen kompleksitas yang diketahui, yaitu diferensiasi horizontal dan diferensiasi vertical.

Diferensiasi horizontal

mempertimbangkan tingkat pemisahan horizontal di antara unitunit. Diferensiasi horizontal merujuk pada tingkat diferensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya, sifat dari tugas yang mereka laksanakan, dan tingkat pendidikan serta pelatihannya.

Dapat dikatakan bahwa semakin banyak jenis pekerjaan yang ada dalam organisasi yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang istimewa, semakin kompleks pula organisasi tersebut

Diferensiasi vertikal merujuk pada kedalaman hirarki struktur. Diferensiasi meningkat, demikian pula kompleksitasnya, karena jumlah tingkatan hierarki di dalam organisasi bertambah. Makin banyak tingkatan

pekerjaan karena ada pegawai yang bekerja bukan pada bidangnya, itumi yang harus dihindari. Jadi untuk jenis pekerjaan ya tentunya banyak karena struktur dari organisasi juga banyak.

Pegawai Dinas Pendidikan (F1. D1. P1)

Jenis pekerjaan setiap unit kerja, sudah diatur di masing masing bidangnya.

Setiap bidang mempunyai tupoksi yang berbeda-beda pula, banyaknya jenis pekerjaan sudah pasti ditentukan oleh struktur organisasinya.

Kepala Dinas Pendidikan (F1. D2. P1)

Tergantungji ia dari ketuanya karena yang lebih tau metode dan strategi apa yang bagus digunakan dari merekaji.

Efektifnya juga suatu pekerjaan apabila dalam satu bidang tersebut dapat menyelesaikan masalah dengan metode

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan yang ada di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto. Dari hasil observasi peneliti melihat dan meminta izin kepada Sekretaris untuk bisa megamati secara langsung proses pekerjaan dimana seluruh ASN melaksanakan aktivitasnya masing-masing.

dan tingkat hierarki yang paling rendah, makin besar pula potensi terjadinya distorsi dalam komunikasi, dan makin sulit mengkoordinasi pengambilan keputusan dari pegawai manajerial, serta makin sukar bagi top management untuk mengawasi kegiatan bawahannya.

Dalam hasil wawancara dalam komplesitas dinas pendidikan kabupaten jeneponto hal ini sesuai dengan bidang yang terdapat pada dinas pendidikan yang ada pada setiap unit kerja, masing- masing tugas telah diorganisir seefektif mungkin sehingga diupayakan agar tidak ada lagi pegawai yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya. Semua ASN yang ada dalam organisasi dinas pendidikan kabupaten jeneponto sudah tersusun masing – masing pekerjaannya dengan banyaknya unit kerja didalamnya dan pekerjaan yang berbeda dalam setiap bidangnya, dan juga dilihat dari program kerja yang akan dilaksanakan dalam dinas pendidikan kabupaten jenponto yang akan dilaksanakan di dalam bidangnya.

kondisi.

Kepala Bidang (F1. D2. P1)

Dalam menggunakan metode, disesuaikanji dengan jenis pekerjaan yang mau dilaksanakan. Tidak adaji metode yang khusus yang jelas pekerjaan itu bisa terlaksana dengan baik, selaku ketua bidangpun saya hanya mengarahkan bagaimana mereka harus bekerja selebihnya menjadi tanggung jawab sendiri untuk bagaimana menyelesaikan tugasnya.

Kepala Bidang (F1. D3. P1)

Tingkat keberhasilan yang dicapai setiap unit kerja untuk melaksanakan tugasnya tidak dapat diukur kuantitas. Hal ini terjadi karena dilihat pula pada tingkat kerja samanya dalam setiap bidang.

Apabila dalam suatu bidang mampu menjalin kerja sama yang baik pastinya

Pegawai Dinas (F1. D3.P1)

Untuk megetahui keberhasilan setiap pekerjaan yang dilakukan setiap unit melaporkan hasil evaluasi untuk megetahui tingkat keberhasilannya. Kita tidak bisa menentukan berapa lama upaya yang dilakukan dari setiap pekerjaan namun sekiranya setiap unit kerja harus memaksimalkan apa yang menjadi tugasnya.

Formalisasi

Kepala Dinas Pendidikan (F2. D1. P1)

Kalau Dinas pendidikan kabupaten jeneponto dalam melaksanakan tugas maupun yang lainnya diikat dan diatur sesuai dengan aturan yang ada di pemerintah daerah atau peraturan bupati yang ada di jeneponto. Output dari peraturan bupati itulah yang kemudian di

Selanjutnya pada hari Jum’at, tanggal 25 September 2020, peneliti melakukan observasi terkait dengan peraturan dalam Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto yang sesuai indicator proses ASN dalam melaksanakan pekerjaannya, pembagian kerja, hubungan organisasi dan lingkungan, peraturan dan tata tertib, perilaku

Formalisasi Menurut Torang (2013), formalisasi merujuk pada tingkat sejauh mana pekerjaan di dalam organisasi itu distandardisasikan. Jika sebuah pekerjaan sangat diformalisasikan, maka pemegang pekerjaan itu hanya mempunyai sedikit kebebasan mengenai apa yang harus dikerjakan, bilamana mengerjakannya, dan bagaimana ia harus melakukannya. Formalisasi merupakan suatu ukuran tentang

Sekretaris Dinas Pendidikan (F2. D1. P1)

Kalau peraturan yang ada disini berasal dari peraturan yang dikeluarkan oleh bupati. Namun ada beberapa peraturan yang kemudian di buat sendiri oleh dinas pendidikan, contohnya seperti peraturan untuk setiap unit kerja dalam menjalakankan tugas dan kesehariannya.

Memang terdapat peraturan yang dibuat oleh dinas pendidikan tapi peraturan tersebut kadang-kadang masih dilanggar oleh pegawai, seperti datang terlambat.

Ini juga masih diupayakan supaya kendala yang ada masih bisa diminimalisir. Mungkin dengan membuat peraturan yang baru.

Kepala Bidang (F2. D1. P1)

Peraturan ini sudah ditindak lanjuti

keseharian pegawai, dan proses pegambilan keputusan.

seseorang di dalam pekerjaannya berbanding terbalik dengan jumlah perilaku yang diprogramkan lebih dahulu oleh organisasi, maka makin besar standardisasi, makin sedikit pula jumlah masukan mengenai bagaimana suatu pekerjaan harus dilakukan oleh seorang pegawai. Standardisasi ini bukan saja melenyapkan kemungkinan para pegawai untuk berperilaku secara lain, tetapi juga menghilangkan kebutuhan bagi para pegawai untuk mempertimbangkan alternatif Organisasi menggunakan formalisasi karena keuntungan yang diperoleh dari pengaturan perilaku para pegawai.

Standardisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman. Standardisasi juga mendorong koordinasi. Penghematan yang diperoleh dari formalisasi juga tidak boleh diabaikan. Makin besar formalisasi tersebut, makin sedikit pula kebijaksanaan yang diminta dari pemegang jabatan. Hal ini relevan, karena kebijaksanaan memerlukan biaya.

dari bupati maupun peraturan yang dibuat oleh dinas pendidikan. Setuap unit kerja diharapkan mampu untuk menjalakan setiap peraturan yang ada sehingga prosedur pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan efektif dan sesuai posinya.

Kepala Bidang (F2. D2. P1)

Tidak bisa dipungkiri bahwasanya memang perilaku setiap orang dalam organisasi itu beda, tapi kita tidak boleh menyalahkan hal tersebut. Tugas kita adalah meminimalisir keegoisan yang ada dalam organisasi, misalnya dalam suatu pekerjaan ketua bidang menginginkan metode ini untuk menyelesaikan hal tersebut, tetapi disisi lain ada staff yang tidak menginginkan menggunakan metode tersebut dan ini bukan hal yang jarang terjadi, pasti sering kali terjadi. Namun hal kecil tersebut bisa berakibat fatal pada hasil yang akan dicapai. Untuk itu apabila terjadi hal yang seperti itu kita perlu orang-orang

dinas pendidikan kabupaten jeneponto dalam melaksanakan tugas maupun yang lainnya diikat dan diatur sesuai dengan aturan yang ada di pemerintah daerah atau peraturan bupati yang ada di jeneponto. Output dari peraturan bupati itulah yang kemudian di laksanakan oleh dinas pendidikan. Tidak bisa dipungkiri bahwasanya memang perilaku setiap orang dalam organisasi itu beda, tapi kita tidak boleh menyalahkan hal tersebut. Tugas kita adalah meminimalisir keegoisan yang ada dalam organisasi, misalnya dalam suatu pekerjaan ketua bidang menginginkan metode ini untuk menyelesaikan hal tersebut,

Tetapi disisi lain ada staff yang tidak menginginkan menggunakan metode tersebut dan ini bukan hal yang jarang terjadi, pasti sering kali terjadi. Dan hasil kinerja ASN pun dilihat prosesnya sejauh mana dalam melkasanakan setiap pekerjaannya yang disesuaikan setiap jabatan/bidangnya dalam hal ini sangatlah berkaitan dengan formalisasi

bisa mencapai suatu kesepakatan bersama.

Pegawai Dinas (F2. D2. P1)

Dalam organisasi itu, tidak semua karakteristik dari setiap orang bisa kita handel, kadang kita mau ini kita mau itu.

Jadi terdapat 2 pendapat yang berbeda.

Kalau itu sudah terjadi kita kembali ke asal kata organisasi dimana kita mau menyatukan pendapat. Untuk itumi ada yang namanya peraturan seperti yang saya katakan tadi. Mau tidak mau mereka harus mengikuti peraturan yang ada dalam organisasi ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan (F2. D3. P1)

Untuk mengetahui hasil kerja dari masing-masing pegawai biasanya dari ketua bidang melakukan sejumlah proses untuk melaporkan kinerja dari staffnya

pendidikan kabupaten jeneponto yang dimana semua ASN dalam organisasi dapat di koordinir dalam proses pelaksanaan tugasnya.

Untuk memberikan umpan balik atas pendataan yang dilakukan maka saya memberikan respon agar kiranya draft penilaian sementara mendapatkan keputusan yang kemudian diberikan kepada anggota. Setelah itu ketua bidang menyelenggarakan pertemuan dengan staffnya dan membahas hasil penilaiannya dengan memberikan motivasi dan bahasa yang positif.

Kepala Bidang (F2. D3. P1)

Supaya kita tau bagaimana hasil kerja dari setiap pegawai yang pertama itu kita kumpulkan data-data dulu yang berkaitan dengan perilaku individunya dan kinerja bawahannya. Ini bisa berupa catatan, laporan atau sebagainya. Kemudian kita buat penilaian dari data yang dikumpulkan tadi. Penilaian dan umpan baliknya termasuk dalam draf penilaian sementara. Setelah semuanya cukup, kita diskusikan dengan kepala dinas terakait dengan umpan balik tadi dan draf

penilaian akhir ditetapkan, dibicarakanlah dengan pegawai tadi dan memberikan hasil penilaian. Setelah diberikan dibahaslah hasil penilaiannya namun tidak untuk menjatuhkan tapi lebih ke pembicaraan yang menggunakan bahasa positif (ukuran motivasi).

Kepala Dinas Pendidikan (F2. D4. P1)

\

Dalam pekerjaan atau unit kerja sudah ada job masing masing yang sudah ditentukan.

Sekretaris (F2. D4. P1)

Dalam pekerjaan jelas dan lengkap sudah jelas dan sudah diberikan masing masing kepada ASN.

Kepala Bidang (F2. D4. P1)

Dalam proses pekerjaan sudah jelas dan teratur dan tinggal ASN menjalankan pekerjaannya.

Pegawai Dinas (F2. D4. P1)

Dalam proses pekerjaan sudah diatur dan disusun sedemikian dan tinggal dieksekusi bagi semua ASN.

Kepala Dinas Pendidikan (F2. D5. P1)

Kesenjangan apabila ASN mempunyai kesalahan yah otomatis kita tindak lanjuti dan kesalahan seperti apa yang dilakukan dan diserahkan ke pimpinan atau pemimpinnya untk diselesaikan.

Sekretaris Pendidikan (F2. D5. P1)

belum pernah terjadi dan kemungkinan akan diserahkan kepada pimpinan atau pemimpin kalau ada hal hal yang tidak diinginkan.

Kepala Bidang (F2. D5. P1)

Kesenjangan missal perilaku atau hal hal yang tidak diinginkan maka pastilah kita tindak lanjuti dan diserahkan kepada pimpinan maupun pemimpin yang paling berhak dan menyelesaikan.

Pegawai Dinas Pendidikan (F2. D5. P1)\

ASN yang ditemukan kesenjangan dalam hal tidak disiplin maka akibatnya kembali lagi bahwa dalam lembaga organisasi sudah mempunyai aturan pemda yang harus diikuti dan dijalani.

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan

Pegambilan keputusan tergantung pegambilan keputusan seperti apa didalam organisasi, kalau dalam rana keseluruhan dalam organisasi dalassm pegambilan keputusan diserahkan kepada kepala dinas atau sekretaris dinas jika dan apa bila rana dalam kelompok unit kerja maka diserahkan kepada pimpinannya dan tergantung pegambilan keputusan seperti apa yang dihadapi.

Sekretaris Dinas Pendidikan (F3. D1. P1)

Pengambilan keputusan diserahkan kepada kepala dinas yang bertanggung jawab penuh dalam organisasi itu sendiri dari hasil proses permasalahan yang terdapat dalam organisasi dam ketika berupa permasalhan kelompok yang bertanggung jawab adalah pimpinannya contoh dalam kepala bidang ketenaga kerjaan.

melakukan dokumentasi yaitu pengambilan gambar terkait dengan struktur organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto yang terditi dari absen Pegawai, Ruangan setiap unit kerja, alur pegambilan keputusan yang sesuai struktur organisasi dan juga pegambilan data yang ada di Renstra/

Perencanaan Strategis. Kemudian diperkuat dengan adanya teori yang mendukung megenai tentang, Sentralisasi menurut B.N. Marbun dalam bukunya Kamus Politik (2007:350) mengatakan bahwa sentralisasi yang paham nya kita kenal dengan sentralisme adalah pola kenegaraan yang memusatkan seluruh pengambilan keputusan politik ekonomi, social di satu pusat.

Sentralisasi adalah seeluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat.

Berdasarkan definisi diatas bisa kita interpretasikan bahwa sistem sentralisasi itu adalah bahwa seluruh decition (keputusan/Kebijakan) dikeluarkan oleh pusat, daerah tinggal menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan

Dokumen terkait