BAB II RUANG LINGKUP PEGADAIAN SYARIAH UNIT
E. Sarana Dan Prasarana Pegadaian Syariah Unit Bonder
Sarana dan prasarana di Pegadaian Syariah Unit Bonder terbilang cukup lengkap karena sarana dan prasarana di Pegadaian Syariah Unit Bonder sangat membantu dalam berbagai kegiatan gadai disana.
Dibawah ini adalah sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Pegadaian Syariah Unit Bonder yang disajikan dalam bentuk tabel:
Tabel 4
Sarana dan prasarana Pegadaian Syariah Unit Bonder No Sarana dan prasarana jumlah
1 Gedung kantor unit 1
2 Kursi tunggu panjang 3
3 CCTV 1
4 Printer 4
5 Monitor 4
6 Telepon 1
7 Timbangan emas 1
8 Air uji 1
9 Sound system 1
10 Area parkir 1
Dari data tabel diatas bisa dilihat bahwa sarana dan prasarana yang ada di Pegadaian Syariah Unit Bonder cukup lengkap walaupun lokasi Pegadaian Syariah Unit Bonder terbilang cukup sempit namun bisa menunjang segala kegiatan transaksi disana.
F. Prosedur Akad Ijab Qabul Pegadaian Syariah Unit Bonder
Akad ijab qabul dilakukan antara pihak pegadaian dengan nasabah. Syarat-syarat yang harus ada dalam akad gadai yaitu, Pertama, kedua belah pihak adalah pihak yang berwenang dalam melakukan akad. Kedua, akad tersebut telah sesuai dengan ketentuan syarat gadai.
43
Ketiga, masing-masing pihak menyadari dan menyetujui konsekuensi hukum akad yang telah mereka sepakati.
Berdasarkan hasil wawancara dengan saudari Baiq Sulistiana salah satu nasabah Pegadaian Syariah Unit Bonder mengenai prosedur akad ijab qabul yang diterapkan Pegadaian Syariah Unit Bonder, Baiq Sulistiana Mengatakan Bahwa:
“akad ijab qabul yang saya sepakati dengan Pegadaian Syariah Unit Bonder adalah ijab qabul secara lisan dan tulisan, ijab qabul yang secara lisan kami sepakati pada saat penaksir memberitahukan kepada saya jumlah uang yang dapat saya pinjam berdasarkan jumlah barang yang saya gadaikan dan penaksir meminta saya untuk menyetujuinya atau tidak. Dan ketika saya menyetujuinya maka penaksir melanjutkan ke proses ijab qabul secara tulisan dimana saya harus menandatangani Surat Bukti Rahn yang didalamnya tertera semua pembiayaan yang harus saya bayar kepada Pegadaian Syariah Unit Bonder, dan ketika saya menandatangani surat tersebut maka secara otomatis saya menyetujui segala ketentuan-ketentuan yang diberlakukan oleh Pegadaian Syariah Unit Bonder”.50
Di Pegadaian Syariah Unit Bonder akad ijab qabul dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:
a. Lisan. Para pihak saling mengungkapkan kehendaknya dalam bentuk perkataan secara jelas. Bentuk ijab qabul dalam hal ini akan sangat jelas apablila dilakukan oleh para pihak. Ijab qabul yang dilakukan secara lisan tersebut dilakukan pada saat penaksir memberitahu nasabah berapa jumlah uang yang bisa dipinjamkan pegadaian. Dan bentuk dari akad lisan ini adalah pada saat penaksir memberitahu jumlah pinjaman dan nasabah pun menyetujuinya, dan irulah bentuk ijab qabul secara lisan tersebut.
50 Wawancara, Baiq Sulistiana, Selaku Nasabah Pegadaian Syariah Unit Bonder 15 Juni 2022 jam 11:16
44
b. Tulisan. Suatu perikatan tidak selamanya menggunakan lisan melainkan hal ini dapat dilakukan oleh para pihak yang tidak dapat bertemu langsung. Ijab qabul yang dilakukan melalui tulisan ini terdapat pada Surat Bukti Rahn dimana di surat tersebut terdapat tanda tangan nasabah atau pemilik barang.
Berdasarkan hasil wawancara dan penjelasan diatas maka dapat dilihat bahwa Pegadaian Syariah Unit Bonder menggunakan dua akad ijab qabul yakni secara lisan dan tulisan yang mana dari kedua jenis akad ijab qabul tersebut dilakukan secara berurutan yakni ijab qabul secara lisan dilakukan terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan ijab qabul secara tulisan.
G. Praktik Gadai Emas Di Pegadaian Syariah Unit Bonder.
Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) merupakan bagian dari sistem ekonomi Islam yang berhubungan dengan lembaga perekonomian saat ini, diamana suatu lembaga yang menerapkan prinsip Agama Islam yang terkandung didalamnya. Termasuk hal-hal yang masuk dalam kategori kemasyarakatan. Hal ini telah digambarkan dalam mekanisme peminjaman hutang dengan cara menggadaikan emas dalam pegadaian syariah. Praktik gadai emas yang dilakukan oleh Baiq Nuraini berdasarkan hasil wawancara dan praktik langsung. Baiq Nuraini mengatakan bahwa:
“pada saat saya datang ke kantor Pegadaian Syariah Bonder, saya diberikan kertas berisikan formulir data diri saya untuk diisi sebagai permohonan menggadai, selain selembaran formulir tersebut ada juga identitas yang dibutuhkan berupa KTP. Setelah itu barang gadai saya serahkan kepada penaksir supaya ditaksir terlebih dahulu, setelah emas saya ditaksir, penaksir memberi tahukan saya jumlah uang yang bisa saya pinjam, setelah saya setuju, semuanya diproses didalam sebuah selembar kertas yang dinamakan surat bukti Rahn”51
51 Wawancara, Baiq Nuraini, Selaku Nasabah Pegadaian Syariah Unit Bonder 14 Juni 2022 Jam 10:55
45
Jika dilihat dari prosedur peminjaman yang telah dijelaskan diatas, terdapat prosedur akad ijab qabul antara Rahin dengan Murtahin. dalam penjelasan dari jurnal Al-Iqtishad menjelaskan telah menjelaskan pendapat Hasbi Ash-Shiddieqy, dalam penjelasan tersebut beliau memaparkan adanya syarat-syarat yang harus ada dalam akad. Pertama, kedua pihak adalah pihak yang berwenang dalam melakukan akad. Kedua, akad tersebut haruslah sesuai dengan ketentuan syarat gadai. Ketiga, masing-masing pihak menyetujui dan menyadari konsekuensi hukum dari akad yang telah mereka setujui bersama.
Dari penjelasan Hasby Ash-Shiddieqy, dapat disimpulkan bahwasanya dalam praktek gadai emas menunjukkan sifat ridha antara Rahin dengan Murtahin, ditunjukkan dengan sifat kesadaran saat menggadai, dengan pemenuhan syarat yang telah diajukan, yang relatif mudah. Namun dar peminjaman tersebut ada prinsip ekonomi yang idak tergambarkan, kani dari segi transparansi atas semua pembiayaan terkait dengan total jumlah pinjaman yang diberikan kepada nasabah, dan kebanyakan dari masyarakat tidak menyadarinya bahkan mereka tidak perduli dengan hal itu.
Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara dengan Ibu Baiq Nuraini, beliau mengatakan:
”saya menggadai di Pegadaian Syariah itu sudah cukup lama, dan baru-baru ini saya juga telah melakukan gadai disana karena hanya menyiapkan KTP dan emas yang akan saya gadaikan saya sudah bisa mendapatkan pinjaman uang, dan untuk soal jumlah pinjaman, pihak Pegadaian itu sendiri yang memberitahukan kepada saya ttal pinjaman yang bisa saya dapatkan, dan jika saya telah menyetujuinya dan saya ridha maka pinjaman saya langsung diproses”. 52
Berdasarkan dari hasil wawancara dengan Ibu Baiq Nuraini selaku nasabah, faktor utama yang mempengaruhi Ibu Baiq Nuraini dalam melakukan transaksi gadai ialah mudahnya persyaratan yang diajukan dan tidak menyulitkan para nasabah. Hal ini sesuai dengan
52 Wawancara, Baiq Nuraini, Selaku Nasabah Pegadaian Syariah Unit Bonder, 14 Juni 2022 Jam 10:34
46
sistem yang telah ditetapkan oleh Pegadaian Syariah yaitu Rahn dalam Pegadaian Syariah merupakan solusi yang tepat untuk mendapatkan dana yang cepat tanpa ada kesulitan yang sesuai dengan hukum Islam. Dalam proses cepatnya yang hanya memakan waktu 15 menit, dana nasabah yang telah diajukan bisa langsung cair. Nasabah hanya perlu membawa agunan berupa emas ke kantor cabang Pegadaian Syariah terdekat dan selanjutnya akan diproses dalam waktu yang singkat.53 Dalam pernyataan tersebut gadai dalam tinjauan Islam tergolong mudah dan tidak menyulitkan. Akan tetapi jika ditinjau dari sisi hukum Islamnya ada prinsi mengenai biaya- biaya yang tersembunyi yang tidak dijelaskan secara transparan atau secara lisan oleh pihak pegadaian, dan hal ini terbukti dari catatan yang tertera di Surat Bukti Rahn. Dimana terdapat perbedaan antara Marhun bih dengan jumlah yang tertera.
Tanggapan dari Bapak Rangga Septian selaku Penaksir mengenai hal tersebut menjelaskan:
“mengenai jumlah pinjaman yang diberikan dengan jumlah yang tertera di Surat Bukti Rahn memang berbeda, dengan penjelasan pegadaian memberikan pinjaman kepada nasabah itu tidak diberikan secara penuh atau full 100% melainkan ada potongan 90% dari jumlah taksiran. Dan penjelasan dan penjabaran itu tidak bisa dipublikasikan”. 54
Walaupun masih tidak ada kejelasan dalam hal ini tetap tidak menutup kemungkinan dengan minatnya nasabah dalam melakukan gadai di Pegadaian Syariah, ini dikarenakan masyarakat lebih mengutamakan kebutuhannya tanpa melihat adanya sebuah kejanggalan.
Selanjutnya mekanisme pengambilan pinjaman Rahn menurut hasil wawancara dengan Bapak Rangga Septian selaku Penaksir adalah sebagai berikut:
53 Pegadaiansyariah.co.id, Di Akses Tanggal 14 Juni 2022, jam 20:12
54 Wawancara, Rangga Septian Selaku Penaksir Pegadaian Syariah Unit Bonder, 31 Mei 2022. Jam 11:11
47
“mengenai pengembalian pinjaman, nasabah diharuskan membawa kembali Surat Bukti Rahn dan identitas diri sebagai persyaratan untuk mendapatkan barang yang telah digadaikan (Marhun) kembali. Dan Rahin harus melunasi semua kekurangan dari pinjaman yang masih ada dan ditambah biaya Mu’nah yang per 10 hari tersebut. Dan Marhun dikeluarkan oleh Murtahin dan dikembalikan kepada pemiliknya (Rahin)”.55
Dalam gadai syariah tidak diperbolehkan menjual barang gadai tanpa seizin pemiik barang maka menurut hasil wawancara dengan pimpinan Pegadaian syariah Unit Bonder bapak muhammad Asfany beliau mengatakan:
“sebelum kami melakukan pelelangan terhadap barang jaminan, kami telah melakukan pemberitahuan dan perizinan yang dilakukan secara bersamaan paling awal sebulan sebelum pelelangan tersebut dilakukan dan paling telat seminggu sebelum pelelangan dilakukan”.56
Pada dasarnya pengembalian atau pelunasan pinjaman bisa dilakukan kapan saja baik secara tunai ataupun berangsur-angsur dan tidak perlu menunggu sampai jatuh tempo. Namun seringkali terjadi kalau nasabah mengundur untuk membayar angsuran dikarenakan mereka masih belum memiliki dana untuk melunasi atau menebusnya. Dari mekanisme peminjaman dan pengembalian gadai emas sampai kepada pemberitahuan dan perizinan pelelangan kepda nasabah yang telah dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa prosedur yang diterapkan oleh Pegadaian Syariah Unit Bonder, telah sesuai dengan prosedur gadai emas.
55 Wawancara dengan Bapak Rangga Septian Selaku Penaksir Pegadaian Syariah Unit Bonder, 31 Mei 2022. Jam 11:45
56 Wawancara dengan Bapak Muhammad asfany selaku Pimpinan Pegadaian Syariah Unit Bonder, 1 juni 2011. Jam 14:13
48 BAB III
TINJAUAN HUKUM EKONOMI ISLAM TERHADAP KONTRAK GADAI EMAS DI PEGADAIAN SYARIAH UNIT BONDER A. Praktik Gadai Emas di PT. Pegadaian Syariah Unit Bonder
1. Prosedur Peminjaman
Pada saat melakukan penelitian, peneliti menemukan bagaimana proses realisasi praktik gadai emas yang ada di Pegadaian Syariah Unit Bonder yang dilakukan oleh nasabah pada saat akan melakukan pinjaman dengan barang jaminan emas. Gadai merupakan salah satu kegiatan yang cukup diminati oleh masyarakat sampai saat ini.
Aktivitas gadai ini dimasukkan ke dalam kategori muamalah sempit yang berarti suatu kegiatan yang dilakukan berdasarkan aturan- aturan yang telah ditetapkan Allah SWT yang wajib ditaati dan bertujuan untuk mengatur hubungan dengan manusia dalam kaitan cara memperoleh dan mengembalikan harta benda dalam bentuk perjanjian atau perikatan yang sifatnya tertulis.
Muamalah merupakan bagian dalam sistem ekonomi Islam yang berhubungan dengan lembaga perekonomian saat ini. Dalam proses realisasi praktik gadai emas yang diterapkan di PT. Pegadaian Syariah Unit Bonder, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, terdapat beberapa prosedur peminjaman yang harus dilakukan oleh nasabah pada saat melakukan gadai, maka prosedur tersebut antara lain:
a. Sebelum melakukan permohonan gadai, nasabah harus memenuhi persyaratan yang diberikan pegadaian, persyaratan tersebut adalah:
1) Nasabah akan diminta untuk mengisi formulir yang berisi tentang data diri nasabah tersebut yang diberikan petugas Pegadaian
2) Nasabah akan diminta untuk menyerahkan KTP/SIM
b. Setelah nasabah memenuhi persyaratan tersebut, maka nasabah akan menyerahkan persyaratan seperti formulir data diri dan KTP/SIM, nasabah juga harus menyerahkan barang jaminan yang akan digadaikan kepada penaksir.
49
c. Penaksir akan melakukan penaksiran terlebih dahulu terhadap barang jaminan yang akan digadaikan.
d. Setelah ditaksir maka penaksir akan menyebutkan nominal yang dapat dipinjamkan kepada nasabah sesuai dengan kualitas barang jaminan gadai.
Setelah disetujui oleh nasabah terkait dengan nominal yang dapat dipinjamkan, maka peminjaman akan diproses dalam lembaran kertas yang dinamakan “Surat Bukti Rahn”.
Gadai merupakan kegiatan yang sangat diminati oleh masyarakat Desa Bonder hingga sekarang. Aktifitas seperti gadai ini dapat dimaksudkan dalam kategori mumalah sempit yang berarti suatu kegiatan yang dilakukan berdasarkan aturan-aturan Allah yang wajib ditaati dan tujuannya untuk mengatur hubungan dengan manusia dalam kaitan cara memperoleh dan mengembalikan harta benda dengan bentuk perjainjian atau perikatan yang sifatnya tertulis 2. Prosedur Pelunasan
Pegadaian Syariah Unit Bonder dalam pengembalian atau pelunasan pinjaman yang dilakukan oleh nasabah memiliki prosedur sebagai berikut:
a. Nasabah mendatangi kantor cabang Pegadaian Syariah Unit Bonder dengan membawa Surat Bukti Rahn yang asli dan KTP/SIM.
b. Nasabah menyerahkan SBR dan kartu tanda pengenal (KTP/SIM).
c. Membayar Marhun bih dan Ijaroh
d. Menyerahkan struk pembayaran pelunasan kepada petugas penyerah barang jaminan.
e. Barang jaminan (emas) dikembalikan ke nasabah atau nasabah menerima barang jaminan.
Menurut prosedur pengembalian yang telah dijelaskan diatas maka bisa dilihat bahwa bukan hanya peminjamannya saja yang mudah dan cepat akan tetapi prosedur pengembaliannya juga terbilang juga cepat.
50
B. Respon Masyarakat/Nasabah Terhadap Kontrak Gadai Emas Di Pegadaian Syariah Unit Bonder.
Pegadaian Syariah Unit Bonder menerapkan akad gadai syariah sebagai landasan utama dalam melakukan transaksi yang ada di Pegadaian Syariah Unit Bonder. Oleh karena itu timbullah tanggapan-tanggapan dari masyarakat yang menjadi nasabah Pegadaian Syariah Unit Bonder, tanggapan tersebut secara tidak langsung menjadi sebuah respon masyaratat terkait kontrak gadai yang diterapkan Pegadaian Syariah. Dari respon masyarakat tersebut ada yang memberikan respon positif dan respon yang negatif. Peneliti melakukan wawancara kepada masyarakat atau nasabah yang memberikan respon positif dan negatif namun peneliti menyederhanakan hasil wawancara tersebut dalam kalimat yaang mudah difahami.
Respon masyarakat sebagai nasabah dalam penelitian kali ini akan dibagi menjadi dua yaitu:
1. Respon Positif
Sebagian masyarakat yang menjadi nasabah Pegadaian Syariah Unit Bonder yang memberikan respon yang positif mempunyai alasan yang sama dengan nasabah lain yang memberikan respon positif juga yakni masyarakat atau nasabah menganggap bahwa menggadaikan emas di Pegadaian Syariah Unit Bonder sangatlah mudah dan tidak memberatkan sama sekali baik dari segi pengajuan pinjaman atau persyaratan maupun dari segi pembiayaannya. Menurut masyarakat yang memberikan respon positif kontrak gadai di Pegadaian Syariah Unit Bonder tidak memberatkan sama sekali karena jumlah pembiayaannya tidak terlalu tinggi sehingga para nasabah tidak khawatir untuk menggadaikan emas mereka di Pegadaian Syariah Unit Bonder.
Jumlah pinjaman yang mereka dapatkan juga terbilang cukup besar yakni 90% sehingga mereka tidak merasa rugi apabila ada pembiayaan-pembiayaan lain seperti biaya administrasi atau biaya akad yang harus mereka bayarkan dan jika dibandingkan dengan tempat gadai lain yang memberikan pinjaman yang lebih rendah dengan pinjaman yang di berikan Pegadaian Syariah Unit Bonder.
51
Nasabah juga merasakan kenyamanan dan tidak merasakan kekhawatiran apabila barang (emas) yang dijaminkan ke Pegadaian Syariah Unit Bonder karena telah ada pemberitahuan dan permintaan izin kepada nasabah apabila barang (emas) mereka telah jatuh tempo dan akan dilelang. Sebelum barang jaminan (emas) akan dilelang, Pegadaian Syariah Unit Bonder melakukan pemberitahuan dan permintaan izin pelelangan kepada nasabah. Hal ini juga yang membuat nasabah memberikan respon yang positif.
2. Respon Negatif
Respon negatif masyarakat atau nasabah kepada Pegadaian Syariah Unit Bonder seperti Pegadaian Syariah Unit Bonder mengambil keuntugan yang jumlahnya terlalu besar sehingga pada saat akan melakukan pelunasan mererka merasa sangat diberatkan oleh pembiayaan-pembiayaan yang mereka anggap terlalu besar jumlahnya, hal ini terjadi karena ketidaktahuan mereka terhadap rincian pembiayaan yang mereka tidak mengerti sama sekali.
Tanggapan selanjutnya adalah Pegadaian Syariah mengambil atau mengurangi berat emas mereka setiap melakukan gadai di Pegadaian Syariah, sehingga keinginan mereka menggadaikan emas mereka di Pegadaian Syariah menjadi berkurang. Tanggapan negatif lainnya adalah mereka sangat merasa tidak nyaman apabila melakukan gadai dalam jangka waktu yang pendek karena dalam jangka waktu yang pendek pun mereka harus membayar biaya administrasi yang sama dengan menggadaikan emas dalam jangka waktu yang lama.
Dari respon-respon masyarakat baik respon positif maupun respon negatif terhadap kontrak gadai di Pegadaian Syariah Unit Bonder diatas, maka dapat dilihat bahwa Pegadaian Syariah Unit Bonder memiliki tanggapan yang berbeda-beda. Setiap masyarakat atau nasabah yang memberikan respon positif adalah mereka yang mengerti maksud dari semua rincian pembiayaan yang tertera di Surat Bukti Rahn dan mereka yang memberikan respon positif juga mengerti syarat dan ketentuan yang ada di dalamnya. Adapun respon yang negatif yang didominasi oleh
52
masyarakat yang sama sekali tidak mengerti rincian-rincian pembiayaan yang tertera di Surat Bukti Rahn.
Kebanyakan dari mereka yang memberikan tanggapan yang negatif adalah mereka yang tidak memahami isi dari syarat dan ketentuan dan rincian pembiayaan yang mereka harus bayarkan, mereka hanya mengetahui jumlah keseluruhan yang harus mereka keluarkan pada saat akan melakukan pelunasan.
C. Tinjauan Hukum Ekonomi Islam Terhadap Kontrak Gadai Emas Di Pegdaian Syariah Unit Bonder
1. Landasan Hukum Gadai Syariah
Landasan hukum gadai syariah sebagaimana yang telah disyariatkan dalam Al-Qur‟an dan Al-Hadist adalah:
a. Yang dapat dijadikan sebagai dasar hukum perjanjian gadai adalah surah Al-Baqarah (2) Ayat 283.
َ ٌنٰىِرَفاتتتتتتتتًبِتَاَكاْوُدتتتتتتتتِجَتَْمَلَّوِرَفتتتتتتتتَسَىتتتتتتتتٰمَعَْمُتتتتتتتتتْنُكَ ْنِاَو
َ َنتتتتتتتتِمَاَ ْنِاتتتتتتتتَفٌََۗةتتتتتتتت َضْهُبْقَم
َۦَٗوتتتتتتتتتتتتَّبَرََاللهَِقتتتتتتتتتتتتَّتَيْلَوَ ٗوتتتتتتتتتتتتَتَناَمَاََنتتتتتتتتتتتتِمُتْؤاَىِذتتتتتتتتتتتتَّلاِّدَؤُيْمَفَاتتتتتتتتتتتت ًضْعَبَْمُكتتتتتتتتتتتت ُضْعَب
َاتتتتتتتتتتتَمِبََاللهَوََۗ ٗوتتتتتتتتتتتُبْمَقٌَمتتتتتتتتتتتِثٰاَٗوتتتتتتتتتتتَّنِاَفَاتتتتتتتتتتتَيْمُتْكَيَْنتتتتتتتتتتتَمَوَََۗةَداَيتتتتتتتتتتتَّذلاَاهتتتتتتتتتتتُمُتْكَت َلَو
ٌَمْيِمَعََنْهُمَمْعَت
Artinya: ““jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian dari kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”
Dalam suatu transaksi ijab qabul sangat dibutuhkan guna untuk menghindari suatu kesalah fahaman. Dalam ayat tersebut, yang mengandung amanah bukan hanya kreditur, tetapi juga
53
debiturnya. Dalam muamalah kedua belah pihak harus menunaikan amanah karena keduanya mengemban janji serta mengemban hak maupun kewajiban masing-masing. Di dalam As-sunnah dibolehkan mengadakan rahn ketika tidak safar dan adanya orang siap menulis.
Pendapat yang dikemukakan oleh jumhur ulama, bahwa barang jaminan yang dipegang ini diperhitungkan sebagaimana yang dijelaskan Al-Qur‟an sehingga tidak sah barang jaminan ini apabila belum dipegang oleh pihak kedua. Isi kandungan surah Al-Baqarah ayat 283 dapat disimpulkan bahwa kita tidak boleh melakukan transaksi gadai baik dalam keadaan safar ataupun tidak. Pada intinya apabila kita melakukan kegiatan utang piutang diharuskan ada saksi atau orang yang menuliskannya dan dapat dipercayainya dengan alasan supaya tidak ada kesalahfahaman diantara mereka.
b. Al-Hadist
Hadist yang dikisahkan Ummul Mukminin Aisyah:57
َىَرَت ْشاَممسوَويمعَاللهَىمصََيِبَّنلاَّنَاَاَيْنَعَُاللهََي ِضَرََةَشِءاَعَْنَع
ٍَدْيِدَحَ ْنِمَاًعْرِدَُوَنَىَرَوٍَلَجَاَىَلإَ ٍّيِدهُيَيَ ْنِمَاًماَعَط
Artinya: “Aisyah r.a berkata bahwa Rasul bersabda, Rasulullah membeli makanan dari seorang yahudi dan meminjamkannya baju besi beliau.”
3. Fatwa DSN-MUI Tentang Rahn
MUI (Majelis Ulama Indonesia) merupakan lembaga swadaya masyarakat yang mewadahi para ulama dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi masyarakat Muslim di Indonesia. Sejak berdirinya Dewan Syariah Nasional di Tahun 1999, DSN telah mengeluarkan sekitar 53 fatwa tentang ekonomi syariah. Dua diantaranya dijadikan sebagai dasar
57 Pengusahamuslim.com ( HR Al-Bukhori No 2513 Dan Muslim No. 1603) diakses tanggal 20 Juli 2022 jam 21:33
54
hukum di Indonesia tentang gadai syariah yaitu, fatwa DSN-MUI No.25/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn dan Rahn Emas adalah Fatwa DSN MUI No.26/DSN-MUI/III/2002. Fatwa ini memberikan ketentuan-ketentuan:
a. Murtahin (penerima barang) mempunyai hak untuk menahan Marhun (barang) sampai semua utang Rahin (pemilik barang) telah dilunasi.
b. Marhun dan manfaatnya tetap menjadi milik Rahin. Pada dasarnya Marhun tidak boleh dimanfaatkan oleh Murtahin kecuali Rahin telah mengizinkannya, dengan tidak mengurangi nilai Marhun dan pemanfaatannya itu sekedar pengganti biaya pemeliharaan dan perawatannya.
c. Penyimpanan dan pemeliharaan Marhun pada prinsipnya menjadi kewajiban Rahin, namun tidak dilakukan juga oleh Murtahin, sedangkan biaya dan pemeliharan tetap menjadi kewajiban pemilik barang atau Rahin.
d. Besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan barang gadai tidak boleh ditentukan berdasarkan berapa besar jumlah pinjaman.
e. Penjualan barang gadai atau Marhun.
1) Apabila telah jatuh tempo, Murtahin harus memperingatkan Rahin untuk segera melunasi hutangnya.
2) Apabila Rahin tetap tidak bisa melunasi hutangnya maka, Marhun dijual dengan paksa/dieksekusi melalui lelang sesuai syariah.
3) Hasil penjualan Marhun dgunakan untuk melunasi hutang, biaya pemeliharaan dan penyimpanan pemilik barang atau Rahin yang belum dibayar serta biaya penjualannya.
4) Kelebihan hasil penjualan menjadi milik Rahin dan kekurangannya menjadi kewajiban Rahin.
f. Apabila salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan diantara keduanya, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrase Muamalah Indonesia (BAMUI) setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah ( saat ini telah berganti menjadi Badan Arbitrase Syariah Nasional/BASYARNAS).