BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
4.5 Scene 5
gambar tersebut Yuni bertanya kepada Suci perihal ia bisa berpisah dengan suaminya. Suci mencoba untuk menceritakan semuanya kepada Yuni tentang kejadian yang menimpah dirinya, ia mendapat kekerasan oleh suaminya lantaran suaminya malu karena Suci sering kali keguguran dan tidak bisa memberikan keturunan, hal ini dikarenakan rahim nya yang masih terlalu muda.
Hal inilah yang akhirnya membuat Suci menjadi trauma dan memutuskan untuk bercerai.
Jenis pendekatan representasi
Pendekatan reflektif (reflective), makna diproduksi oleh manusia melalui ide, media objek dan pengalaman-pengalaman di dalam masyarakat secara nyata.
Konotasi
Kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia merupakan isu sosial yang telah berlangsung lama sehingga
memerlukan perhatian dan cara yang tepat untuk dapat mengatasinya. Kekerasan dalam rumah tang sering kali merujuk pada setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga. Pada sebagian besar kasus yang terjadi, tampak pria
merupakan pelaku dari kekerasan dan perempuan adalah korban kekerasan karena dianggap sebagai pihak yang lemah (Dharmono dan Diatri, 2008).
Jenis pendekatan representasi
Pendekatan Kontruksionis (constructionis), bahwa pembicara dan penulis, memilih dan menetapkan makna dalam pesan atau karya (benda-benda) yang dibuatnya.
Mitos
Ada pandangan mengenai mitos orang jaman dahulu bahwa memang sudah menjadi “kodrat-nya” laki-laki melakukan kekerasan sehingga pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak dapat dihilangkan. Contohnya pada kasus di Film Yuni ini Suci mendapat kekerasan secara fisik dari suami lantaran ia tidak dapat memberikan keturunan. Masyarakat
menganggap bahwa hal ini adalah suatu hal yang biasa dalam ranah keluarga dan bisa dibicarakan baik-baik dengan tetap menjaga aib dalam keluarga.
Persepsi ini timbul karena masih banyak sekali masyarakat yang beranggapan pada mitos bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan persoalan keluarga dan sebaiknya diselesaikan secara
kekeluargaan. Persepsi ini sangat fatal, karena kenyataannya kekerasan terhadap perempuan dapat melanggar hukum di kebanyakan negara. Demikian pula di Indonesia.
Jenis pendekatan representasi
Pendekatan Reflektif (reflective), bahwa makna yang diproduksi oleh manusia melalui ide, media objek dan pengalaman- pengalaman di dalam masyarakat secara nyata.
Makna Representasi
Makna representasi (menurut peneliti) mengenai perempuan dalam film YUNI pada scene diatas bahwa Suci Cute merasakan pahit nya pernikahan dini yang ia alami. Siapa sangka seorang wanita periang Suci Cute mempunyai masa lalu yang kelam, karena keputusannya menikah di usia dini sehingga ia mengalami keguguran.
Hal ini membuat Yuni kembali berfikir dan dilema untuk menerima lamaran Iman dan menuruti keinginan
neneknya untuk menikah di usia dini.
6. Perempuan sebagai sosok yang identik dengan dunia dapur f. Scene 6
Pada Scene enam, terlihat Yuni yang sedang duduk bersantai didepan teras rumah dan berbincang bersama Tika teman nya. Ia menanyakan perihal bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan Tika dengan suami nya yang telah
lama tak tinggal bersama. Tika berkata bahwa dia tak tahu karena ia merasa bahwa suaminya tidak pernah nyaman saat tinggal bersama dia dan ibu-nya.
Yuni menyangkal kenapa tidak teman nya saja yang tinggal bersama mertuanya. Namun Tika memutuskan untuk tidak tinggal bersama mertua nya karena mertuanya adalah orang yang sangat sibuk dan kalaupun ia tinggal disana ia harus membantu mengurus keluarga besar mereka disana dan anaknya.
Tabel 4.6 Scene 6
Sign (tanda): Visual Signifier (penanda): Dialog
Sumber: Film Yuni Durasi: 00:46:57
Type of Shot: Medium Close-up (MCU), pada teknik ini memperlihatkan tubuh manusia dari dada ke atas. Sosok tubuh manusia mendominasi frame dan latar belakang tidak lagi dominan. Seperti digunakan dalam scene percakapan.
Sumber: Film Yuni Durasi: 00:47:01
Type of Shot: Medium Close-up (MCU), pada teknik ini memperlihatkan tubuh
Yuni : Lalu, bagaimana hubunganmu dengan
Ahmad? Dia belum kembali?
(00:46:54-00:46:57) Tika : Yah, begitulah, Yun! Dia
bilang, dia tidak nyaman tinggal bersama ibuku.
(00:46:58-00:47:03)
Yuni : Kenapa tidak kamu saja yang tinggal di rumah mertuamu?
(00:47:05-00:47:07) Tika : Bagaimana dengan Iqbal?
Mertuaku itu orang yang sibuk. Kalau aku tinggal di sana, aku harus membantu mereka mengurus keluarga besar mereka.
(00:47:10-00:47:20) Yuni : Sekarang bagaimana?
Bagaimana kamu
menghadapi masalahmu?
(00:47:29-00:47:32) Tika : Entahlah. Aku tak bisa
berpikir jernih sekarang.
Sudah lama dia tidak pulang.
Tidak mungkin juga aku menyuruhnya kembali.
Mungkin perceraian?
(00:47:33-00:47:47)
manusia dari dada ke atas. Sosok tubuh manusia mendominasi frame dan latar belakang tidak lagi dominan. Seperti digunakan dalam scene percakapan.
Sumber: Film Yuni Durasi: 00:47:05
Type of Shot: Long Shot (LS), pada teknik ini menunjukan tubuh fisik manusia telah tampak jelas, namun latar belakang masih mendominasi.
Sumber: Film Yuni Durasi: 00:47:17
Type of Shot: Medium Close-up (MCU), pada teknik ini memperlihatkan tubuh manusia dari dada ke atas. Sosok tubuh manusia mendominasi frame dan latar belakang tidak lagi dominan. Seperti digunakan dalam scene percakapan.
Yuni : Jadi kamu berniat membesarkan Iqbal sendirian?
(00:47:48-00:47:50) Tika : Belum pasti. Tapi kata
ibuku, sebaiknya aku mencari laki-laki lain agar aku tidak merasa kesepian.
(00:47:51-00:47:58) Yuni : Dan mengulangi kesalah
yang sama lagi?
(00:48:01-00:48:05) Tika : Yahh apa boleh buat Yun,
lebih baik seperti itu daripada menjadi janda.
(00:48:06-00:48:11)
Makna Signified (petanda): Representasi
Denotasi
Perempuan dalam budaya patriarki kerap sekali dihubung-hubungkan dengan kebiasaanya yang selalu didapur seperti memasak bahkan mengurus keluarga.
Pada tanda denotasi dalam tabel 4.4.6 scene 6 pada