• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggolongan Kolektibilitas Piutang

Dalam dokumen NEVI PAULA ANGRAE - Universitas Bosowa (Halaman 60-74)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

4.3. Analisa Data

4.3.2 Penggolongan Kolektibilitas Piutang

Berikut penggolongan kolektibilitas piutang selama 3 tahun terakhir, berdasarkan sumber data yang diperoleh dari Koperasi simpan pinjam Lestari Sipatuo.

4.4 Tabel Penggolongan Kolektibilitas Piutang Selama 3 Tahun

Sumber : koperasi simpan pinjam lestari sipatuo Rasio kredit berdasarkan kolektibilitas

Berikut ini adalah perhitungan rasio kredit berdasarkan data kolektibilitas yang diperoleh dari tahun 2017 sampai dengan 2019 dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Rasio Kredit Lancar 2017=

2018=

2019=

Dari hasil perhitungan diatas menunjukan bahwa pada tahun 2017 rasio kredit lancar sangat baik mencapai 89,8 sedangkan pada tahun 2018

Tahun L DPK KL D M

2017 203.200.000 9,653.000 2.150.000 7.670.000 3.527.000

2018 322,450.000 33,259.700 14.980,000 10,513.300 4.297.000

2019 367.671.000 36,187,000 5.910.000 13,535.000 4.797.000

rasio kredit lancar menurun menjadi 81,5 dan kembali mengalami penaikan pada tahun 2019 sebesar 85,8.

2. Rasio Kredit Dalam Perhatian Khusus 2017=

2018=

2019=

Dari data diatas menunjukkan bahwa rasio kredit dalam perhatian khusus terus meninggkat walaupun tidak terlalu singnifikan, pada tahun 2017 rasio kredit dalam perhatian khusus sebesar 4,2% sedangkan pada tahun 2018 meningkat 2 kali lipat menjadi 8,4% dan kembali meningkat pada tahun 2019 walaupun hanya 00,1% menjadi 8,5%.

3. Rasio Kredit Kurang Lancar 2017=

2018=

2019=

Besaran rasio kredit kurang lancar pada tahun 2017 cukup bagus yaitu sebesar 0,9% sedangkan pada tahun 2018 menjadi yang paling tinggi perolehannya dibandingkan tahun sebelum dan sesudahnya sebesar 3,7 dam kembali menurun pada tahun 2019 menadi 1,3%.

4. Rasio Kredit Diragukan 2017=

2018=

2019=

Perhitungan rasio kredit diperhatikan menunjukkan hasil pada tahun 2017 mencapai 3,3% sedangkan menurun pada tahun 2017 menjadi 2,6% dan kembali meningkat pada tahun 2019 menjadi 3,1%

5. Rasio Kredit Macet 2017=

2018=

2019=

Rasio kredit macet berdasarkan perhitungan diatas pada tahun 2017 sebesar 1,5% sedangkan pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 1% dan kembali meningkat pada tahun 2019 menjadi 1,1%

Setelah perhitungan rasio kredit diatas maka dapat disusun menjadi tabel rasio kolektabilitas kredit periode 2017 sampai dengan 2019 sebagai berikut:

4.5 Tabel Rasio Kolektibilitas Piutang Terhadap Total Piutang Selama 3 Tahun

Tahun

Kolektibilitas (%)

L DPK KL D M

2017 89,8% 4,2% 0,9% 3,3% 1,5%

2018 81,5% 8,4% 3,7% 2,6% 1%

2019 85,8% 8,5% 1,3% 3,1% 1,1%

Total 257,1% 21,1% 5,9% 9% 3,6%

Rata rata 85,7% 7% 1,9% 3% 1,2%

Sumber: data diolah

4.3.3 Perhitungan Nilai Kolektabilitas Kredit

Setelah mengetahui besar perputaran piutang dan rasio kolektabilitas selanjutnya adalah menilai bagaimana tingkat kolektabilitas piutang dengan perhitungan yang digunakan yaitu NKK atau Nilai Kolektabilitas Kredit. Berikut adalah rumus NKK:

( ) ( ) ( ) ( )

Keterangan

NKK : Nilai Kolektibilitas Kredit DPK : Dalam Perhatian Khusus KL : Kurang Lancar

D : Diragukan M : Macet

1. Perhitungan NKK berdasarkan kategori kolektibilitas pada tahun 2017:

( ) ( ) ( ) ( )

Berdasarkan perhitungan diatas menunjukkan bahwa besaran rasio NKK pada tahun 2017 mencapai 5,6%.

2. perhitungan NKK berdasarkan kategori kolektibilitas pada tahun 2018=

( ) ( ) ( ) ( )

Berdasarkan perhitungan diatas pada tahun 2018 menunjukkan adanya kenaikan rasio NKK dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan menjadi 7,2%

3. perhitungan NKK berdasarkan kategori kolektibilitas pada tahun 2019

( ) ( ) ( ) ( )

Perhitungan rasio NKK pada tahun 2019 mencapai 6,5% menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Setelah diketahui besar rasio NKK dari tahun 2017 sampai dengan 2019 berdasarkan kategori kolektabilitas dalam perhatian khusus, kurang lancar dan macet maka dapat disaikan melalui tabel sebagai berikut:

4.6 Tabel Hasil Perhitungan Rasio NKK Pada Koperasi Simpan Pinjam Lestari Sipatuo

Tahun NKK (%) Pertumbuhan (%)

2017 5,6 % -

2018 7,2 % 1,6%

2019 6,5% -0,7 %

Rata rata 6,4

Sumber: data diolah

Berdasarkan data diatas dapat dianalisis bahwa perhitungan NKK selama periode 2017 sampai dengan 2019 mempunyai rata rata sebesar 6,4 dengan rincian

pada tahun 2017 mencapai 5,6 namun pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 1,8% sehingga menjadi 7,2% dan merupakan tahun dengan NKK tertinggi meskipun pada tahun 2019 menurun 0,7 dan menjadi 6,5. Besaran angka NKK dapat dikatakan naik turun namun masih cukup tinggi karena berada diatas 5.

Berdasarkan perhitungan- perhitungan diatas maka yang terakhir dilakukan analisa terhadap perputaran piutang, seluruh kategori kolektabilitas dan NKK selama tiga tahun terakhir dapat disaikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

4.7 Tabel Hasil Analisa Perputaran Piutang, Kolektibilitas Dan NKK Pada Koperasi Simpan Pinjam Lestari Sipatuo 3 Tahun Terakhir

Tahun Perputaran piutang

Kolektibilitas NKK

L DPK KL D M

2017 1,06 89,8 4,2 0,9 3,3 1,5 5,6

2018 1,27 81,5 8,4 3,7 2,6 1 7,2

2019 1,03 85,8 8,5 1,3 3,1 1,1 6,6

Total 3,36 257,1 21,1 5,9 9 3,6 19,4

Rata rata 1,12 85,7 7,03 1,9 3 1,2 6,4

Sumber: data diolah

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa rata rata perputaran piutang pada periode 2017 sampai dengan 2019 mencapai 1,12. Kemudian untuk presentase rata-rata kolektibilitas untuk kategori lancar pada 3 tahun terakhir sebesar 85,7,

dalam perhatian khusus sebesar 7,3, kurang lancar sebesar 1,9, diragukan sebesar 3 dan macet sebesar 1,2.

Hasil perhitungan NKK pada tahun 2017 sebesar 5,6 dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 7,2 dan menjadi puncak tertinggi dibandingkan tahun sebelum dan sesudahnya pada tahun 2019 senilai 6,6. Adapun menurut Bank Indonesia saat ini sebagai berikut:

1. Resiko rendah (Low) = bila masih dibawah 5%

2. Resiko sedang (moderat)=bila berada di antara 5-10%

3. Resiko tinggi (high)= bila berada diatas 10

Berdasarkan klasifikasi tersebut maka semakin kecil nilai NKK maka kebijakan piutang yang dilakukan oleh koperasi simpan pinjam lestari sipatuo semakin baik begitu pula sebaliknya semakin besar nilai NKK menunjukkan bahwa ada yang harus dikaji ulang dan diperbaiki.

Perolehan NKK pada tahun 2017 sudah mencapai 5,6 atau dengan kata lain mempunyai resiko sedang dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan meskipun pada tahun 2019 mengalami penurunan tetapi tidak terlepas dari resiko sedang. Maka dari itu penulis mengambik kesimpulan dari analisis diatas bahwa NKK periode 2017 sampai dengan 2019 berada dalam resiko sedang dikarenakan rata rata perolehan NKK sejak tahun 2017 sampai dengan 2019 sebesar 6,4 hal ini menunjukkan bahwa kebijakan piutang yang diterapkan oleh koperasi simpan pinjam lestari sipatuo belum cukup baik dalam mengelolah piutang bermasalah.

BAB V PENUTUP 4.3 Kesimpulan

berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di koperasi simpan pinjam lestari sipatuo mengenai kebijakan piutang terhadap kolektibilitas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

kebijakan piutang yang diterapkan oleh Koperasi Simpan Pinjam Lestari sipatuo adalah tanggung renteng dan kepercayaan dimana tanggung renteng adalah perjanjian piutang yang menyatakan bahwa anggota dan nasabah saling bertanggung jawab dalam setiap hutang yang dipinjam dan setiap keputusan bahkan siap menanggung resiko dalam mengatasi kredit bermasalah.

Perputaran piutang di koperasi simpan pinjam lestari sipatuo selama 3 tahun terakhir memiliki rata rata yang menunjukkan presentase cukup bagus meskipun mengalami naik turun setiap tahunnya. Sedangkan Kolektibilitas piutang selama 2017 sampai dengan 2019 berada pada presentase rata rata, untuk kredit lancar tahun 2017 merupakan tahun dengan perhitungan kolektibilitas piutang lancar paling tinggi sedangkan 2018 terjadi penurunan yang signifikan namum pada 2019 kolektabilitas piutang lancar naik kembali, kolektabilitas dalam perhatian khusus presentase menunjukkan bahwa 2017 merupakan tahun yang kolektablitas dalam perhatian khusus paling kecil lalu mengalami kenaikan dua kali lipat pada tahun 2018 lalu naik kembali pada tahun 2019 meskipun tidak terlalu besar, kolektabilitas kurang lancar presentase menunjukkan bahwa 2017 sangat kecil umlahnya namun berbanding erbalik dengan tahun 2018 yang menunjukkan kenaikan yang

cukup besar namun pada tahun 2019 presentase kolektabilitas kurang lancar menurun kembali , kolektibilitas diragukan cukup besar pada tahun 2017 dibandingkan tahun tahun setelahnya karena pada tahun 2018 presentase kolektabilitas diragukan paling kecil meskipun demikian kembali naik pada tahun 2019 dan yang terakhir kolektabilitas kredit macet paling tinggi pada tahun 2017 dan menurun pada tahun 2018 tapi kembali naik pada tahun 2019 meskipun tidak terlalu besar dengan rata rata NKK atau Nilai Kolektibilitas Kredit dalam 3 tahun berada pada tingkatan resiko sedang atau moderat yang menandakan keefektivasan Kebijakan piutang terhadap kolektibilitas belum cukup baik mengingat rasio NKK masih berada dalam tahap resiko sedang atau moderat.

4.4 Saran

adapun saran yang penulis dapat berikan berdasarkan data dan hasil penelitian yang penulis dapatkan sebagai berikut:

1. diharapkan kepada seluruh pihak yang terkait dengan koperasi simpan pinjam lestari sipatuo dapat meningkatkan kinerja piutang mengingat bahwa NKK pada periode 3 tahun belakangan berada dalam posisi kurang baik dan dalam resiko yang sedang sehingga diperlukan adanya pembenahan piutang agar pada tahun yang akan datang rasio perputaran piutang dan kolektibilitasnya semakin membaik.

2. Untuk menjamin keberlangsungan piutang saat diperlukan hubungan komunikasi yang baik dan kerjasama. Baik dengan aggota, pihak

pengelola koperasi terlebih dengan nasabah, hal ini tentunya mendorong kepercayaan satu sama lain saling terbangun.

3. Sebelum memberikan piutang ada baiknya bila dilakukan peninjauan yang lebih mendalam terhadap calon nasabah contohnya alamat rumah dan pekerjaannya sehingga memperlancar proses penagihan piutang nantinya.

59

DAFTAR PUSTAKA

Aliminsyah dan Panji. 2003. Kamus Istilah Akuntansi. Bandung: CV. Yrama Widya.

Intan, Iis. 2018. Pengaruh Pengendalian Manajemen Terhadap Kolektibilitas Piutang Pada Koperasi Simpan Pinam Pengembangan Pedesaan (KSP3) Nias Cabang Gunung Sitoli. Fakultas Ekonomi Universitas Hkbp Nommensen.

Irmayanti, 2018. Analisis Pengaruh Pengendalian Piutang Terhadap Laporan Arus Kas Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Nurazizah, 2018. Pengendalian Intern Piutang Dalam Mengelola Piutang Macet (Studi Kasus Pada PNPM Mandiri Kecamatan Mendang Deras Kabupaten Batubara). Fakultas Ekonomi Dan Bisinis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.

Raharja, sutantya. 2001 Hukum Koperasi Indonesia. Jakarta. RajaGrafindo.

Rocimah, Siti. 2015. analisis penyaluran kredit pada koperasi simpan pinjam di wilayah kabupaten banyumas. Fakultas ekonomi universitas muhammadiya porwokerto.

Silalahi, Melissa S. 2011. analisis pengaruh kebijakan piutang usaha terhadap tingkat likuiditas pada PT. perkebunan Nusantara III (persero) medan. Fakultas ekonomi universitas sumatera utara.

Soemarso. 2004. Akuntansi : Suatu Pengantar. Jakarta. Salemba Empat

Syamsuddin, Lukman. 2000. Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi dalam Perencanaan, Pengawasan, dan Pengambilan Keputusan. Jakarta.. PT Raja Grafindo Perkasa,

Syahyunan, 2005, Laporan Keuangan, Jakarta. Rajawali.

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia pasal 33 ayat 1 Tahun 1945 Undang-Undang Republik Indonesia No 17 Tahun 2012

Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 1967

KOPERASI SIMPAN PINJAM LESTARI SIPATUO

NERACA PERBANDINGAN 31 DESEMBER 2017- 31 DESEMBER 2019

NO URAIAN 31 DES 2017 31 DES 2018 31 DES 2019 NO URAIAN 31 DES 2017 31 DES 2018 31 DES 2019 I

II

AKTIVA LANCAR Kas Pinjaman karyawan Pinjaman anggota Beban dibayar dimuka

AKTIVA TETAP Inventaris Penyusutan inventaris Nilai buku

12,057.000 6,500.000 219,700.000 5,000.000

8,421.700 12,750.000 382,750.000 5,000.000

19,500.000 15,300.000 412,800.000 5,000.000

I

II

KEWAJIBAN Dana-dana Simpanan sukarela Hutang jangka panjang Pinjaman pokok ke 3 Modal penyertaan

KEKAYAAN Simpanan pokok Simpanan wajib Cadangan umum Cadangan resiko Donasi SHU belum dibagi

4,322.000 600.000

3,567.250 600.000

4,950.000 600,000 4,922.000 4,167.250 5,550.000 90,000.000

164,735.600

100,000.000 263,798.500

120,000.000 365,900.500 243,357.000 354,921.700 506,900.000

85,000.000 9,650.000 73,350.000

73,350.000 9,650.000 65,700.000

65,700.000 9,650.000 56,050.000

254,735.600 363,789.500 485,900.500 15,217.500

26,620.750 8,320.350 620.400 730.000 7,540.400

11,245.000 19,450.250 12,450.000 800,000 730.000 7,980.000

18,450.350 28,874.000 10,740.500 1,050.000 730,000 11,654.650 59,049.400 52,655.250 71,499.500

TOTAL AKTIVA

318,707.000 420,621.000 562,950.000 TOTAL KEWAJIBAN KEKAYAAN

420,621.000 318,707.000 562,950.000

Dalam dokumen NEVI PAULA ANGRAE - Universitas Bosowa (Halaman 60-74)

Dokumen terkait