BAB IV PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN
B. Penyajian Data
Dalam penelitian ini, data yang akan di bahas adalah data yang berbentuk kuantitatif,yaitu data yang berupa anggka-angka hasil sekor dari hasil belajar siswa untuk mengetahui kemampuan siswa menggunakan kalimat ellipsis
Kegiatan siswa yang diamati dalam penelitian ini adalah mengenai penggunaan kalimat ellipsis dalam wacana bahasa Indonesia. Hal yang perlu diamati pada siswa kelas VI yakni mengenai 1) Penuturan kalimat elipsis dalam bahasa Indonesia; 2) Perluasan kalimat yakni berupa penambahan atau pengurangan huruf atau kata pada wacana; dan 3) Penggantian kata atau kalimat yang bersifat ambigu sehingga menjadikannya kalimat elilpsis
Ketiga kegiatan pengamatan tersebut ditampilkan dalam bentuk soal atau tugas yang harus diselesaikan oleh siswa dan hasilnya digunakan sebagai bahan kajian tentang penggunaan kalimat ellipsis ( lihat lampiran ).
Tabel 01
Data Penggunaan Kalimat Elipsis Siswa Dalam Wacana Bahasa Siswa Kelas VI MI Hidayatul Athfal Tahun Pelajaran 2008/2009
No Nama Siswa Kalimat Elipsis
Penuturan Perluasan
Makna Kata Penggantian Kata
1 2 3 4 5
1 Asrorumubin 6 6 7
2 Ayu eliana 9 7 8
3 Baiq indah khairunisa 7 8 6
4 Hamim asrori 7 8 8
5 Muhamad kholid izomi 7 7 6
6 Muhammad nurkholilullah 7 8 6
7 Nanda febrianti 6 8 9
8 Rosida wati 9 8 8
9 Sahrul azis 6 6 7
10 Sila mardina 7 9 8
11 Suaebatul hasanah 8 9 8
12 Tia ardianti 6 8 9
13 Wafia lutpiana 7 8 7
14 Wangsa gandarian 7 6 8
Rata-rata 7,0 7,5 7,5
Nilai Tertinggi 9,0 9,0 9,0
Nilai Terendah 6,0 6,0 6,0
Ketiga kegiatan pengamatan tersebut ditampilakan bentuk soal/tugas yang harus diselesaikan oleh siswa dan hasilnya digunakan sebagai bahan kajian tentang penggunaan kalimat elipsis.
Sedangkan Skor Maksimal Ideal (SMI) pada pemberian tugas tentang penggunaan kalimat elipsis dalam wacana bahasa Indonesia siswa kelas VI MI Hidayatul Athfal Semayan.
Nilai Rata-rata pada aspek pertama adalah 7,0 dan nilai tertinggi 9,0 dan terendah 6,0 sedangkan pada aspek kedua rata-rata 7,5 dan nilai tertinggi 9,0 dan terendah 6,0 dan aspek ketiga rata-rata 7,5 dan nilai tertinggi 9,0 dan terendah 6,0
Tabel 02
Data Skor Pemberian Tugas Tentang Kemapuan Menggunakan Kalimat Elipsis Dalam Wacana Bahasa Indonesia Siswa Kelas VI MI Hidayatul Athfal
Tahun Pelajaran 2008/2009
No Nama Siswa Aspek yang dinilai *) Skor
1 2 3 4
1 2 3 4 5 6 7
1 Asrorumubin 6 6 7 7 6,5
2 Ayu eliana 7 7 8 8 7,0
3 Baiq indah khairunisa 8 7 7 7 7,0
4 Hamim asrori 8 7 9 9 8,0
5 Muhamad kholid izomi 7 7 6 6 6,5
6 Muhammad nurkholilullah 8 7 7 7 7,0
7 Nanda febrianti 8 6 9 9 8,0
8 Rosida wati 8 9 8 8 8,5
9 Sahrul azis 6 6 7 7 6,5
10 Sila mardina 9 7 8 8 8,0
11 Suaebatul hasanah 9 8 9 9 8,5
12 Tia ardianti 8 6 9 9 8,0
13 Wafia lutpiana 6 7 8 8 7,0
14 Wangsa gandarian 8 7 9 9 8,0
Rata-rata 7,4 7,5 7,1 7,7 7,4
Nilai Tertinggi 9,0 9,0 9,0 9,0 8,4
Nilai Terendah 6,0 6,0 6,0 6,0 6,0
Aspek yang dinilai, yakni : 1) Absensi harian siswa
2) Kosa kata dalam menggunakan wacana 3) Penggunaan kalimat elipsis
4) Tarap pemahaman tentang kalimat eliopsis
Sedangkan Skor Maksimal Ideal (SMI) pada pemberian tugas tentang penggunaan kalimat elipsis dalam wacana bahasa Indonesia siswa kelas VI MI Hidayatul Athfal Semayan.
Nilai Rata-rata pada aspek pertama adalah 7,4 dan nilai tertinggi 9,0 dan terendah 6,0 sedangkan pada aspek kedua rata-rata 7,5 dan nilai tertinggi 9,0 dan terendah 6,0 dan aspek ketiga rata-rata 7,1 dan nilai tertinggi 9,0 dan terendah 6,0 sedangkan pada aspek keempat rata-rata yang dicapai 7,7 dan nilai tertinggi 9,0 dan nilai terendah 6,0 dan sekor yang dicapai pada aspek 1,2,3, dan 4 adalah 7,4 dan nilai tertinggi 8,4 dan terendahnya 6,0.
6) Analisis Data
Sesuai dengan ketentuan dan keadaan data, maka penelitian ini mempergunakan analisis statistik dengan mempergunakan rumus IPK (Indeks Prestasi Kelompok). Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh penggunaan
kalimat elipsis dalam wacana bahasa indonesia siswa kelas VI Mi Hidayatul Athfal.
Sebelum menganalisis data, terdahulu mengelola datanya agar data yang berhubungan dengan tingkat kemampuan menggunakan kaliamat elipsis dan hasil pemberian tugas siswa terkumpul menjadi satu. Penulis sajikan Pedoman penilaian IPK pemberian tugas tentang penggunaan kalimatelipsis dalam wacana bahasa Indonesia pada Tabel 03 berikut:
Tabel 03
Data Skor Pemberian Tugas Tentang Kemapuan Menggunakan Kalimat Elipsis Dalam Wacana Bahasa Indonesia Siswa Kelas VI MI Hidayatul Athfal Semayan
Tahun Pelajaran 2010/2011
No Jenjang IPK Kemampuan Keterangan
1 2 3 4
1 0,0 - 3,0 Sangat kurang
2 3,1 – 5,4 Krang
3 5,5 – 6,9 Normal
4 7,0 – 8,9 Tinggi
5 9,0 – 10,0 Sangat tinggi
Indeks prestasi kelompok dapat dihitung dengan membagi nilai rata-rata dengan nilai maksimal yang mungkin dicapai dalam pemberian tugas, dan kemudian mengalikan hasil bagi ini dengan rumus, atau secara singkatdapat dilihat seperti dibawah ini :
Mengingat tujuan penyelidikan ini, penulis ingin mencari bagaimana kemampuan menggunakan kalimat eliptis dalam Wacana bahasa indonesia kelas
VI Mi hidyatul athfal, maka penulis perlu mengolah bentuk pengaruh yang dioeroleh dari skor hasil pemberian tugas yangtentunya arah pertanyaannya adalah seputer ruang lingkup kemampuan menggunakan kalimat eliptis dan prestasi belajar yang diproleh akibat pendidikan siswa itu sendiri selama di sekolah.
Indeks prestasi kelompok (Ipk) masing-masing siswa dapat dilihat pada tabel 04 berikut :
Tabel 04
Daftar Indek Prestasi Kelompok (IPK) Pemberian Tugas Tentang Penggunaan Kalimat Eliptis Dalam Wacana Bahasa Indonesia
Kelas VI MI Hidayatu AthfalTahun Pelajaran 2010/2011
No Nama Siswa Rata-Rata IPK
1 2 3 4
1 Asrorumubin 6.5 0.70
2 Ayu eliana 7.0 0.78
3 Baiq indah khairunisa 7.0 0.78
4 Hamim asrori 8.0 0.89
5 Muhamad kholid izomi 6,5 0.70
6 Muhammad nurkholilullah 7,0 0.78
7 Nanda febrianti 8,0 0.89
8 Rosida wati 8,5 0.94
9 Sahrul azis 6.5 0.70
10 Sila mardina 8.0 0.89
11 Suaebatul hasanah 8.5 0.94
12 Tia ardianti 8.0 0.89
13 Wafia lutpiana 7.0 0.78
14 Wangsa gandarian 8.0 0.89
Indeks prestasi Kelompok (IPK) penilaian penggunaan kalimat eliotis dalam wacana bahsa indonesia dapat dilihata pada Tabel 05 berikut :
Tabel 05
Indeks prestasi kelompok (IPK) pemberian tugas tentang penggunaan kalimat Eliptis Dalam wacana Bahasa indonesia Kelas VI Mi Hidayatul Athfal
Tahun ajaran 2010/2011
Jenjang IPK Jumlah Siswa %
1 2 3
0.0-3,0 0 0 %
3,1-5,4 0 0 %
5,5-6,4 3 7 %
6,5-8,4 7 75 %
8,5-10,0 4 18 %
Jumlah 14 100 %
Dari hasil perhitungan diatas, diproleh IPK masing-masing siswa selama diberikan tugas kelompok sebagai berikut :
Tabel 06
Tabulasi skor IPK Tentang Penggunaan kalimat Elipsis Dalam Wacana bahasa indonesia Siswa Kelas VI mi hiadyatu athfal Tahun Pelajaran 2010/2011
No Skor IPK Kemampuan Banyak Siswa
1 0.0-3,0 Sangat kurang 0
2 3,1-5,4 Kurang 0
3 5,5-6,4 Normal 3
4 6,5-8,4 Tinggi 7
5 8,5-10,0 Sangat tinggi 4
Jumlah 14
Setelah mengetahui hasil tabulasi penilaian di atas, dapat dikatakan bahwa N (subyek) = 14 siswa dengan menggunakan kriteria IPK didapat siswa tingkat kemampuan normal dalam menyelesaikan tugas, 7 siswa dengan tingkat kemampuan tinggi dalam menyelesaikan tugas, 7 siswa dengan tingkat
kemampuan tinggi dalam menyelesaikan tugas dan 4 orang dengan tarap penilaian sangat tinggi. Hasil ini membuktikan bahwa penggunaan metode pemberian tugas tentang penggunaan kalimat elipsis dalam wacana bahasa i0ndonesia pada siswa kelas VI Mi Hiadayatul Athfal Sangat memuaskan.
Hasil IPK diatas dapat pula dilihat dampaknya pada waktu prestes dan prostes. Prestes (tes Awal) adalah tes yang diberikan pada siswa sebelum proses belajar berlangsung atau sebelum diterapkan pemberian tugas tertulis atau setelah tiga pemberian tugas dilalui. Pemberian prestes bertujuan untuk wacana bahasa indonesia belajar siswa membandingkan nilai yang doproleh siswa untuk mengetahui pengetahuannya sebelum diajarkan dan sesudah diajarkan dengan menerapkan pemeberian tugas tertulis. Hasil prestes dan prostes dapat dilihat pada Tabel 06 berikut :
Tabel 07
Tabel prestes Dan Protes Kelas VI MI HIDAYATUL ATHFAL Tahun pelajaran 2010/2011
No Parameter Tes Awal
(Prestes) Tes Akhir (Prostes)
1 2 3 4
1 Jumlah Siswa 14 14
2 Nialai tertinggi 8.0 9.0
3 Nilaite rendah 6.0 7.0
4 Nialai rata-rata 6.4 7.4
5 Banayaknya siswa yang
tuntas 10 14
6 Ketuntasan Klasikal 53.57 % 96.43 %
Tabel di atas menunjukan bahwa persentase ketuntasan Klasikal sebelum penerapan pemberian tugas tertulis ssangat rendah (53,57 %) berarti belum dinyatakan tuntas secxara klasikal karena kurang dari 85 % bila dibandingkan dengan persentase klasikal setelah melalui proses pemberian tugas tertulis ini berarti bahwa penerapan pemberian tugas tertulis dapat menuntaskan hasil belajar karena sudah mencapai lebih dari 80 %.
7) Pembahasan
Dilihat dari hasil IPK masing-masing siswa pada hasil pemberian tugas, siswa menyerap banyak pengetahuan dari pendidik yang pernah mengajarkan ilmu pengetahuan selama dibangku sekolah. Pengaruh ini tidaklah terlalu mencolok dan masih dikatagorikan cukup sederahana. Diantara pengaruh yang sering terlihat berlebihan adalah keengganan anak jika mengulang suatu bacaan atau tulisan. Proteksi berlebihan oleh huru kelas, jarang ikut serta ketika baca atau tulis berkelompok dan penekanan guru untuk lebih banyak mengulang pelajaran di rumah.
Disamping itu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa juga dimotivasi untuk terus memperaktikkan ilmu pengetahuan yang diproleh di sekolah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, guru didukung seluruh komponen yang ada di Mi Hidayatul Athfal melakukan pengawasan terhadap siswanya termsuk diluar jam pelajaran guru.
Hasil analisis data menunjukan bahwa penerapan pemberian tugas tertulis dapat menuntaskan hasil belajar Bahasa Indonesia. Hal ini disebabkan karena pembelajaran dalam sistem pemberian tugas siswa mampu menyalurkan ide atau
pemikiran-pemikiran dalam memecahkan dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru serta mampu bekerjasama dengan anggota kelmpoknya, sehingga pada saat berkompetensi dapat mengembangkan pikiran-pikiran demi kelancaran diskusi. Didalam metode pembelajaran ini. Menggambarkan intraksi siswa yang terjadi dalam sebuah kelompok belajar yang heterogen, dimana dalam pembelajaran kelompok ini memiliki elemen-elmen yang ditekankan harus dimiliki oleh siswa itu sendiri, seperti saling ketergantungan positif, intaraksi tetap muka, akuntabilitas individu dan hubungan antar individu.
Dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa penerapan pemberian tugas tertulis dapat menuntaskan hasil belajar Bahasa Indonesia pada pokok bahasan kalimat eliptis dalam proses belajar mengajar kegiatan interaksi antara guru dan siswa merupakan kegiatan yang cukup dominan, karena guru harus melihat komponen-komponen lainya yang menunjang intraksi tersebut, salah satunya adalah metode mengajar beraneka ragam jenisnya dan setiap metode memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Oleh sebab itu, dalam mengajar perlu adanya kombinasi metode agar interasi guru dengan siswa tercapai.
Metode juga merupakan salah satu faktor yang paling dalam menentukan hasil belajar siswa, karena tanpa metode mengajar yang tepat guru tidak mampu menuntaskan hasil belajar siswa seperti yang di harapkan. Model pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dapat memberikan pengalaman kepada anak, baik secara individu maupun kelompok.artinya anak diberikan kesempatan untuk mengalami dan merasakan sendiri apa yang disajikan d an
berkesan dalam ingatan serta berdampak positif terhadap siswa dalam mengingatkan prestasi belajar.
8) Kemampuan Menggunakan Kalimat Elipsis
Dalam penelitian ini, data yang akan di bahas adalah data yang berbentuk kuantitatif, yaitu data yang berupa angka-angka hasil skor dari hasil belajar siswa untuk mengetahui kemampuan siswa menggunakan kalimat elipsis.
Kegiatan siswa yang di amati dalam penelitian ini adalah mengenai penggunaan kalimat elipsis dalam wacana bahasa Indonesia. Hal yang perlu diamati pada siswa kelas VI yakni mengenai1 1) Penuturan kalimat elipsis dalam bahasa Indonesia; 2) Perluasan kalimat yakni berupa penambahan atau pengurangan huruf atau kata pada wacana; dan 3) Penggantian kata atau kalimat yang bersifat ambigu sehingga menjadikannya kalimat elipsis.
Ketiga kegiatan pengamatan tersebut ditampilkan dalam bentuk soal/tugas yang harus diselesaikan oleh siswa dan hasilnya digunakan sebagai bahan kajian tentang penggunaan kalimat elipsis (lihat lampiran !).
Keterangan :
IPK = Indeks prestasi kelompok M = Mean atau nilai rata-rata
SIM = Skor maksimal ideal,artinya skor yang dicapai kalau semua soal dapat dijawab dengan benar.
BAB V PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,maka dapat disimpulkan:
Ketuntasan proses belajar mengajar yang menerapkan pemberian tugas tertulis pada materi penggunaan kalimat elipsis dalam wacana bahasa indonesia mencapai 92 %,ini menggambarkan bahwa siswa sangat antusias dalam proses belajar mengajar pada penerapan pemberian tugas tertulis.
Hasil belajar siswa setelah diterapkannya metode pemberian tugas tertulis mengenai penggunaan kalimat elipsis pada wacana bahasa indonesia,tarap pemahaman tentang kalimat elipsis mencapai 7 siswa dari 14 siswa kelas VI MI Hidayatul Athfal semayan,dan di tandai dengan banyaknya siswa yang memperoleh IPK di atas standar penilaian mata pelajaran (≥6,0).
Tercapainya nilai rata-rata siswa mencapai 7,4 dengan SMI pada pemberian tugas yakni 9,0 dan IPK siswa diatas 6,5 ini berarti bahwa pemahaman tentang kalimat elepsis dapat digunakan dalam wacana bebahasa Indonesia khususnya pada pelajaran Bahasa Indonesia.
2. Saran
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini ada beberapa saran, yaitu : 1. Bagi Sekolah
Diharapkan kepada guru Bahasa Indonesia MI Hidayatul Athfal Semayan untuk menerapkan pemberian tugas tertulis.
2. Bagi Guru
Hendaknya dalam pemberian tugas tertulis, lebih sering diterapkan sebagai salah satu strategi alternative dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi kalimat elepsis.
Daftar Pustaka
Achmadi, Muuchsin. 1998. Materi dasar Pengajaran Komposisi Bahasa Indonesia, Jakarta, : Departemen P dan K.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta : Bineka Cipta.
Badudu,J.S. 1996. Inilah Bahasa Indonesia Yang benar II, Jakarta : PT.
Gramedia.
Cholid Narbuko dan Abu Achamadi. 2005. Metodologi Penelitian, Bumi Aksara : Jakarta.
Hadi, Sustrisno. 2003. Metodologi Research II, Yogyakarta : Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM.
Kridalaksana, Harmurti. 2004. Kamus Linguistik, Jakarta : PT. Gramedia Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif, bandung : Renaja
Rosda Karya.
Nasir, Moh. dan Sudjana, Nana. 1994. Psikologi Pendidikan, Bandung remaja Rosda Karya.
Nurkancana, Sumartana 1996. Evaluasi Pendidikan, Surabaya : Usaha Nasional
Pius, A. Partanto dan M. Dahlan Al-Barry. 1994. Kamus Ilmiah Populer, Jakarta : Arkola
Supardo, Susilo. 1998 Bahasa Indonesia dalam Konteks, Jakarta : Departemen P dan K
Suparno, 198.67. Elips dalam wacanna Dialog Basa Indonesia, Malang : FPB 5 IKIP Malang.
Tarigan, Henry Guntur. 2004. Pengajaran Wacana, Bandung : Aksara
Lampiran I :
Soal /tes
No Kalimat Keterangan
1. - Apa Kerjamu Sore-Sore?
+ Membaca
“S” (kerjaku) dihilangkan
“s” (kamu) dihilangkan
2. - Membaca apa?
+ Novel sastra
“S dan P” (saya membaca) dihilangkan
3. - Buku apa yang kamu sukai?
+ Novel sastra
“S” (buku yang saya sukai) dihilangkan
4. - Sudah makan Kau Amir?
+ Sudah
Kalimat jawab
5. Akil !, Akil Sini ! Kalimat seru
6.
- Salah Asuhan - Melewat ke barat - Beternak Ayam
Kalimat jaudul, tapi tetap merupakan kalimat elips.
7. - Sekali merdeka tetap merdeka Kalimat semboyan 8. - Pergi ! Masuk ! Keluar ! Kalimat perintah
9. - Ia seorang yang patuh, Tak sekalipun membantah
Kalimat lanjutan
10. - Amat ! Paman ! Sopir ! Bibi ! Kalimat seruan (panggilan atau vokatif 11. - Hallo ! Assalamu’alaikum ? Kalimat seruan (salam)
- Selamat pagi !
12. - Aduh ! Wahai ! Mati ! Kalimat seruan (terima kasih)
13. - Mahasiswa Dia Itu ? - Mahasiswa
Kalimat elips yang bentuknya pengulangan (revitision)
14. - Dia adik saudara ? - Ya
Kalimat perluasan (eksapansi) Ya, merupakan unsure hasil perluasan, dan jika diungkapkan secara lengkap akan banyak ujaran ya, dia asik saya.
15. - Apakah dia itu berdua Ali ? + Tono
Kalimat pengganti (replacemen) Tono sebagai Pengganti Ali
16. + Andamengerjakan apa ? - Mengerjakan tugas
Kalimat ini merupakan kombinasi reptisidan replacemen
17. + Sudah selesai tugas kamu ? - Mungkin Belum
Kombinasi ekpsansi dan replacemen.
18. + Anak Itu tewas tertabkrak Bis, - Salah, tertabrak truk
Kombinasi antara repitisi, ekspansi dan replacemen
19. + Di jalan sepi sekali, yakin ? - Ya
Kalimat ini termasuk tipe ya / tidak (ya/tidak)
20.
+ Kalau hari raya sarswati, bolehkah kita belajar atau membaca
- Tidak, karena hari raya saraswati adalah hari ilmu pengetahuan.
Kalimat ini termasuk tipe tida, …./ …./
ndak (tidak/ndak).
Lampiran 2
Topik : Belajar bersama
Pemeran : 4 orang (antar temen)
Lokasi : di rumah salah seorang pemeran
Waktu : Sore hari
Situasi : Akrab dan santai
= : Ini, soal no nomor sepuluh ini, kok sukar sekali, ya kamu sudah selesai mengerjakannya ?
- : Sudah
= : coba kupinjam
- : Inti lihat saja sendiri !
= : Hasilnya kok dapat segini? Darimana?
- : Iya, karena rumus keliling bujur sangkar empat kali sisi.
= : oh, iya ya, mengapa aku bisa lupa?
- : Kemungkinan saja kamu lupa karena menghayal yang tidak-tidak.
x : sak, apakah kamu sudah mengerjakan soal nomor lima belas?
+ : wah, inikah soal gampang. Mengapa kamu tidak bisa mengerjakannya?
x : kalau begitu aku bisa pinjam bukumu?
+ : ini lihatlah sendiri
x : lho, kok dapat segini? Bukankah rumus persegi panjang, panjang kali lebar?
X : oh, iya ya !
X : wah, keasyikan belajar tidak terasa hari menjelang malam. Ayuk kita pulang yuk !
+ : Ayuk
- : Hey tunggu dulu ! kok aku lupa menyediakan kalian air minum.
+ : wah, tidak repot-repot, wik ! kami-kami tidak haus,
x : lho kok katanya !
- : iya, sebab aku tidak ada di rumah. Adikku yang bilang.
= : oh, begitu !
+ : Ayo kita pulang !
x : aku permisi dulu, ya, wik
- : Ya, hti di jalan ya.
= : Ya.
Keterangan :
- : Orang pertama + : Orang kedua
x : Orang ketiga
= : Orang keempat
Lampiran 3
Topik : layang-layang
Pemeran : 4 orang (antartemen)
Lokasi : di rumah dan di lapangan
Waktu : siang hari
Situasi : Akrab
- : Kalau begitu kita beruntung ketemu kamu di sini dan tentu membuat layang-layang semnakin cepat. Mari kita ke rumah Wika!
Setelah sampai di rumah Wika
X : Wika ! Wika !
X : Apa ?
+ : Lho, kok lagi bertanya ?
X : Oh, ya aku jadi bingung sih. Habis tadi aku berkelahi sama Agus.
- : Sekarang mari kita bagi tugas. Kamu yang memotong bambunya, Wika
!
X : Ya.
+ : Dan membuat kerangka !
- : Sedangakan saya menggunting kertas dan Widi mengelem kerangkanya.
+ : Ya.
- : Kalau begitu mari kita kerjakan !
X : Baik
Gus, ini sudah selesai bambunya.
X : Baik, biar aku yang membuat kerangkanya.
- : Widi, ini kerangka dan kertasnya sudah selesai.
Kamu tinggal ngelem saja
+ : Tapi mana lemnya ?
X : Oh ya, saya lupa Maafin
- : Kamu sih !
+ : Lebih baik kita pinjam sama Wika saja
Wika, pinjam lemnya sebentar.
X : Ya, aku ambilkan sebentar.
Ini lemnya.
X : Nach. Layang-layang sudah selesai. Bagaimana kalau kita jual ?
- : Lebih baik jual di lapangan dan harganya 50 rupiah. Kasihan sama anak yang tidak mampu.
X : Layangan ! layangan !
+ : Hore, layangan sudah habis dan kita tinggal bagi uangnya saja
X : Ini Widi, kamu 125. kamu, Agus 125 dan aku sendiri 125. adil kan ?
- : ya
+ : Nach, uangnya sudah habis dengan adil dan saya mau lihat kalian berjanjai tak mau berkelahi lagi.
X : Aku juga
- : Kalian tidak boleh berkelahi lagi demi mempererat persahabatan kita
+ : Nach, sekarang sudah sore. Mari kita pulang ke rumah masing-masing.
- : Selamt sora X : Selamat sore
+ : Sampau jumpa
Keterangan :
- : Orang pertama + : Orang kedua
X : Orang ketiga
= : Orang keempat
Lampiran 4
Situasi : Ragam usaha dan akrab
Topik : Kehilangan buku
Pemeran : 4 orang (ketiga orang murid dan seorang guru)
Lokasi : di dalam kelas
Waktu : saat guru meninggalkan kelas
+ : …. Dia mengambil buku saya dan mengambil bukunya yang saya pinjam tempo hari.
- : Baru bukunya Kakak robek, saya dituduhnya merobeknya.
* : Masa betul ?
+ : Hey, kamu kompromi, ya ?
* : Diam, dek ! ini maslah kelas.
+ : Hey, kamu menantang saya, ya !
Mari !
* : Diam ! diam ! nanti direst lagi.
+ : Mau di luar, ayo !
* : Kamu, dek! Kamu jangan menuduh sembarangan .!
+ : Bukunya saya disini, kok !
* : Siapa tahu ada orang yang jahil
- : Ya, sudahlah !
Biar saya yang mengganti dan bertanggung jawab.
= : Hey, ada apa ini ?
* : Ndak, Buk. Ada anak bertengkar.
= : Siapa yang bertengkar ?
* : Kadek sama Adi
+ : Ini bukunya saya diambil
= : benar, di?
- : Baru bukunya di atas saya, saya dituduhnya mengambi, bu.
= : Kadek, jangan sembarangan menuduh ! coba priksa-priksa dulu !
+ : Ini sudah. Buku saya di sini
* : Bu, sebenarnya kadek cepat sekali menuduh. Adi dikiranya mengambilnya, Bu.
= : Adi, kan mau mengganti ?
- : Mau
= : Nanti diganti saja bukunya Kadek
+ : harus sama tulisannya, Di !
* : Sudah, diam !
= : Yoga, kamu sebagai ketua harus bertanggung jawab terhadaap teman- temanmu.
* : Ya, Bu.
Keterangan :
- : Orang pertama + : Orang kedua
* : Orang ketiga
=/x : Orang keempat
Lampiran 4.
Topik : Belajar Matematika
Pemeran : 4 orang (antar teman)
Lokasi : Di rumah
Waktu : Sore hari
Situasi : Akrab
* : Tiga kuadrat sama dengan berapa ya ?
= : Sembilan
* : Empat kuadrat sama dengan berapa ya ?
+ : Enam belas
* : Sembilan ditambah enam belas sama dengan ?
= : Dua liama
* : Berapa pangkat dua lima
- : Lima
* : Jadi jawabannya adaah 5 cm
- : Sebuah lingkaran
X : Berapa garis tengahnya
+ : Empat belas centimeter
X : Jadi jari-jarinya? & cm. bagaimana mencari kelilingnya?
= : 2 x 22/7 sama dengan ?
X : Emapat puluh empat centimeter.
- : Nah, ini apa ya ?
+ : Yang nomor tiga ini bujur sangkar atau persegi panjang ?
X : Oh, ini jelas persegi panjang sebab lebarnya 4 cm dan panjangnya cm.
kan kedua.
- : Ya
+ : Dan bagaimana caranya ?
X : Oh, ini kita mencari luasnya. Kalau luasnya. Panjang kali lebar. Jadi 5 cm x 4 cm = 2o cm2.
= : Jadi jawabanya 20 cm
X : Ya, sudah jelas
+ : Yang nomor tiga bagaimana ?
X : Kok nomor tiga ?
+ : Maaf, nomor empat bagaimana ?
- : Ini sebuah bujur sangkar.
X : Ya, tepat sekali satu dan sisi lain sama. Kita mencari luasnya. Berarti mencari luasnya sisi kali sisi. Kalau sisinya 4 cm. jadi 4 cm x 4 cm = 16 cm.
= : Nomor lima ini bentuk apa ya ?
X : Oh, ini seperti … kalau kita lihat seperti disamping mobil. Pasti trapisum. Kita akan mencari luasnya.
- : Luas trapisium bagaimana ? saya lupa.
X : ½ x tinggi x garis sejajar. Jadi kalau tingginya 4 cm dan garis sejajarnya 15, berarti ½ x 4 x 15. Jadi adalah 30 cm. kita telah selesai mengerjakan soal bagian A-nya. Apakah bagian B-nya dikerjakan ?
= : Tidak
- : Sekarang baru jam berapa ya ? jam saya rusak + : Kan kamu bawa jam ?
= : Jam….baru jam lima sekarang.
+ : Sudah petang
X : Kamu menunggu saya karena ibu saya tidak ada
= : Oh, tidak. Kami mau permisi sebab hari sudah petang
X : Oh, sekarang kamu mau pulang ?
+ : Ya
X : Sebentar dulu, saya mau ke belakang
- : Jangan repot-repot !
X : Oh, tidak. Saya tidak repot. Saya hanya mau menaruh buku. Mari saya anatar sampai luar.
= : Makasih.
Keterangan :
- : Orang pertama + : Orang kedua
* : Orang ketiga
=/x : Orang keempat
Lampiran 6
Topik : Hari Raya Lebaran
Pemeran : 3 orang (antar teman)
Lokasi : Di sekolah
Waktu : Siang sekolah
Situasi : Santai
- : Kalau saya sudah. Saya membelinya di toko Anita. Kalau kamu. Hir ? + : Saya sih belum. Rencanana besok sore saya bersama ayah dan adik-
adik akan membeli baju baru di toko Tiara
- : Ngomong-ngomong di sini panas. Ayo kita cari tempat yang rindang.
Disitu ada pohon. Kebetulan ada tempat duduk. Ayo kita kesana!
x : Ayo !